Followers

Tuesday, July 12, 2022

Pentingnya Assesment Diagnostik di Awal Pembelajaran

 


Secara umum, sesuai namanya asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa.
Asesmen diagnostik sangat penting karena dapat mengetahui lebih awal tentang kondisi peserta didik, misal tipe belajar peserta didik sehingga kita sebagai guru dapat membuat perencanaan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa. Hal ini akan membantu Guru membuat pembelajaran yang dapat membahagiakan peserta didik dan pastinya akan tercapai tujuan pembelajaran. 
Asesmen diagnostik terbagi menjadi asesmen diagnostik non-kognitif dan asesmen diagnosis kognitif. Tujuan dari masing-masing asesmen diagnostik adalah sebagai berikut:

1. Asesment diagnostik non kognitif
  • Mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa 
  • Mengetahui aktivitas selama belajar di rumah 
  • Mengetahui kondisi keluarga siswa 
  • Mengetahui latar belakang pergaulan siswa 
  • Mengetahui gaya belajar, karakter serta minat siswa 
Untuk asesment diagnostik non kognitif mempunyai manfaat yaitu mengetahui perasaan, kondisi awal peserta didik dalam pembelajaran, tipe belajar peserta didik, sehingga kita sebagai guru dapat membuat perencanaan pembelajaran sesuai dengan karakter peserta didik, sehingga pembelajaran yang berpihak pada murid akan tercapai (merdeka belajar tercapai).

2. Asesmet diagnostik kognitif

• Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa 
• Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa 
• Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah          rata-rata 
 Untuk asesment diagnostik kognitif mempunyai manfaat kita sebagai Guru dapat mengetahui kemampuan awal yaitu kompetensi dan pengetahuan awal peserta didik terhadap materi yang akan di bahas di pembelajaran selanjutnya. Dengan demikian kita sebagai Guru dapat mengetahui golongan peserta didik yang dibawah rata-rata kompetensi awal yang pastinya membutuhkan penanganan lebih (matrikulasi) untuk dapat mengikuti pembelajaran pada materi tersebut. Dan ada juga golongan peserta didik yang berada diatas rata-rata kompetensi awal dan pastinya membutuhkan pengayaan atau pemberian soal HOTS. 

Masing-masing asesment diagnostik dilakukan dalam 3 tahap yaitu :
  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Tindakan
Sebagai Guru Biologi berikut adalah contoh Asesment diagnostik yang saya lakukan sebelum pembelajaran dimulai.
Pada fase E, Capaian Pembelajaran (CP) yang pertama adalah topik Keanekaragaman Hayati. Saya membuat Asesment diagnostik non kognitif untuk mengetahui perasaan peserta didik dalam kesiapan menerima pembelajaran tentang topik Keanekaragaman hayati. Dan saya sebagai Guru ingin mengetahui cara belajar peserta didik dengan memakai pertanyaan, pada saat kita menunggu antrian yang lama, apa yang sering kalian lakukan, apakah membaca buku, melihat medsos di Hp (menunjukkan peserta didik mempunyai tipe cara belajar visual), apakah mendengarkan musik (menunjukkan peserta didik mempunyai tipe cara belajar audio), apakah berjalan atau melakukan aktifitas fisik lainnya (menunjukkan peserta didik mempunyai tipe cara belajar kinestetik).
Dengan mengetahui tipe cara belajar maka kita sebagai Guru dapat mempersiapkan pembelajaran, sumber pembelajaran yang bisa digunakan oleh seluruh peserta didik. Sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan menyenangkan bagi peserta didik, pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Asesment Diagnostik Materi Keanekaragaman Hayati Fase E (Kelas 10) (Unduh Disini)

Demikian pemaparan pentingnya asesment diagnostik dilakukan sebelum pembelajaran berlangsung. Mudah-mudahan dapat menginspirasi... Salam sehat dan sukses selalu...😍😍

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomemtar sesuai dengan topik artikel yang di bahas. Tidak boleh memasang link.