Followers

Thursday, April 28, 2022

3.1.a.10. Aksi Nyata - Refleksi Implementasi Aksi Nyata Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran


Berikut adalah pemaparan Aksi Nyata Modul 3.1 tentang Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran yang berisi 4 P yaitu Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran dan Penerapan yang akan saya lakukan terhadap aksi nyata modul 3.1.

Peristiwa
Latar Belakang masalah yang dihadapi adalah masalah saya sendiri. 

Kasus yang terjadi adalah kisah nyata yang dialami oleh CGP sendiri (Wety Dwi Yuningsih).

Saya adalah guru Biologi SMA, yang sejak 2020 mempunyai kegiatan tambahan sebagai Guru Youtuber dan tahun 2021 sebagai Guru Blogger. Selain itu saya juga sedang mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Penggerak Angkatan 4.
Pada tahun 2022 akan dilaksanakan kegiatan Akreditasi sekolah, dan saya diminta untuk menjadi salah satu panitia Akreditasi sekolah. 
Saya merasa bimbang, apakah saya sanggup mengerjakan semua amanah ini bersamaan? menjadi Panitia Akreditasi sekolah dan mengikuti pelatihan Guru Penggerak, menjadi Guru Youtuber dan  Blogger ?
Alasan mengapa melakukan aksi nyata ini adalah yang pertama untuk mempraktikkan ilmu yang sudah saya pelajari pada modul 3.1, selanjutnya saya ingin membuat keputusan yang tepat terhadap dilema etuka yang saya hadapi. 

Hasil Nyata yang dilakukan dapat dibaca pada tulisan Blog saya Wety Yuningsih.com https://www.wetyyuningsih.com/2022/04/31a10-aksi-nyata-pengambilan-keputusan.html

Atau saya sudah upload di Kompasiana.com


Dapat juga dilihat video Akksi Nyata Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran 



Berikut adalah hasil aksi Nyata nya

A.    Dilema etika yang terjadi

Benar versus Benar. Memang benar saya lebih berkonsentrasi menjadi Guru Youtuber, Blogger dan mengikuti Pelatihan Guru Penggerak karena semua itu untuk meningkatkan kualitas saya sebagai seorang Guru. Dan memang benar juga saya ikut berpartisipasi pada panitia persiapan akreditasi, karena memang saya berkewajiban sebagai Guru untuk menjadi bagian dari panitia persiapan akreditasi, sebagai bukti bhakti saya kepada sekolah tempat saya mengajar. 

B.    Paradigma Dilema etika yang terjadi : Individu lawan masyarakat (individual vs community)

Saya sebagai seorang individu yang mempunyai hak untuk menolak sebagai panitia persiapan akreditasi sekolah, karena kesibukan saya sebagai Guru Youtuber, Blogger dan mengikuti Peatihan Guru Penggerak angakatan 4. Ada ketakutan saya tidak bisa mengemban amanah sebagai panitia persiapan akreditasi dengan baik,karena belum dapat memanage waktu dengan baik. 

Sekolah sebagai komunitas (masyarakat) menginginkan saya untuk menjadi salah satu bagian panitia persiapan akreditasi, karena memang ide, gagasan saya diperlukan untuk kesuksesan akreditasi sekolah. Dan memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai Guru harus berpartispasi aktif dalam kegiatan dan kemajuan sekolah tempat saya mengajar. 

C.    Prinsip pengambilan keputusan : Berpikir berbasis rasa peduli (Care Based Thinking).

Saya sebagai Guru mempunyai kepedulian terhadap kepentingan sekolah (komunitas), saya lebih mendepankan kepentingan sekolah (komunitas) daripada kepentingan individu.

D.    Memuat 9 langkah pengambilan keputusan

1.     Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam kasus tersebut?

      Nilai-nilai yan saling bertentangan dalam kasus tersebut adalah Individu lawan masyarakat (individual vs community) . 

Saya sebagai seorang individu yang mempunyai hak untuk menolak sebagai panitia persiapan akreditasi sekolah, karena kesibukan saya sebagai Guru Youtuber, Blogger dan mengikuti Peatihan Guru Penggerak angakatan 4. Ada ketakutan saya tidak bisa mengemban amanah sebagai panitia persiapan akreditasi dengan baik,karena belum dapat memanage waktu dengan baik. 

Sekolah sebagai komunitas (masyarakat) menginginkan saya untuk menjadi salah satu bagian panitia persiapan akreditasi, karena memang ide, gagasan saya diperlukan untuk kesuksesan akreditasi sekolah. Dan memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai Guru harus berpartispasi aktif dalam kegiatan dan kemajuan sekolah tempat saya mengajar. 

2.     Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

        Saya sebagai individu yang mengalami dilema etika. 

        Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah sebagai pihak yang membuat SK Panitia Persiapan                    Akreditasi Sekolah 

3.     Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut

 1. Kepala Sekolah dan Jajaran Managemen Sekolah menginginkan saya berpartisipasi aktif dalam         Panitia Persiapan Akreditasi Sekolah

2. Saya mempunyai tugas lain selain sebagai Guru di sekolah, saya juga sebagai Guru Youtuber,            Guru Blogger dan sedang mengikutimPelatihan Guru Penggerak angkatan 4 selama 9 bulan            lamanya

3. Saya mempunyai kebimbangan akankah saya sanggup untuk mengemban amanah semuanya, dan     dapat melaksanakan dengan baik, karena saya belum bisa memanage waktu dengan baik.

4.     Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut

·     Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

      Tidak ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi 

       Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)

      Tidak ada pelanggaran peraturan/kode etik dalam kasus tersebut

      Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam  situasi ini? (Uji instuisi)

       Tidak Ada yang salah dalam dalam situasi tersebut.

      Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran?                  Apakah anda merasa nyaman?

      Jika keputusan yang saya ambil dalam kasus seperti ini dipublikasikan, maka saya akan merasa              nyaman tidak akan merasa terganggu dengan viralnya atas keputusan saya, karena  siapa tahu bisa          menjadikan inspirasi atas masalah orang lain yang memiliki kasus serupa.

      Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

      Keputusan yang akan diambil oleh idola atau panutan saya adalah akan melaksanakan semua                  amanah yang diberikan dengan baik, berlatih memanage waktu sebaik mungkin, mengerjakan                secara optimal pada tiap amanah yang diberikan, dan selalu menganggap bahwa pekerjaan kita                adalah hal yang kita suka dan cint sehingga mengerjakan dengan bahagia tanpa beban.  

5.     Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

Paradigma Dilema etika yang terjadi : Individu lawan masyarakat (individual vs community)

Saya sebagai seorang individu yang mempunyai hak untuk menolak sebagai panitia persiapan              akreditasi sekolah, karena kesibukan saya sebagai Guru Youtuber, Blogger dan mengikuti Peatihan       Guru Penggerak angakatan 4. Ada ketakutan saya tidak bisa mengemban amanah sebagai panitia          persiapan akreditasi dengan baik,karena belum dapat memanage waktu dengan baik. 

Sekolah sebagai komunitas (masyarakat) menginginkan saya untuk menjadi salah satu bagian panitia persiapan akreditasi, karena memang ide, gagasan saya diperlukan untuk kesuksesan akreditasi sekolah. Dan memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai Guru harus berpartispasi aktif dalam kegiatan dan kemajuan sekolah tempat saya mengajar. 

6.     Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai 

Prinsip pengambilan keputusan : Berpikir berbasis rasa peduli (Care Based Thinking).

Saya sebagai Guru mempunyai kepedulian terhadap kepentingan sekolah (komunitas), saya lebih mendepankan kepentingan sekolah (komunitas) daripada kepentingan individu.

7.     Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

Ada, yaitu saya memberi saran kepada Kepala Sekolah dan jajaran Managemen Sekolah untuk mencari guru pengganti saya sebagai panitia persiapan akreditasi sekolah. Karena supaya llebih berkomnsentrasi dalam menjalankan tugas sebagai pnitia persiapan akreditasi sekolah. 

8.     Apa keputusan yang akan Anda ambil?

Atas perasaan tanggung jawab dan kepedulian terhadap program dan kemajuan sekolah, maka saya akan merasa terpanggil untuk menerima dan melaksanakan tugas serta amanah yang dipercayakan  kepada saya dari Sekolah meskipun saya sangat sibuk.

9.     Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Dengan keputusan yang sudah saya ambil, terdapat konsekuensi yang harus saya lakukan yaitu belajar untuk memanage waktu sebaik mungkin, sehingga saya bisa melaksanakan semua amanah ini dengan sangat baik, 

Jika samapai gagal dalam memanage waktu dengan baik, maka konsekuensinya semua amanah ynag diberikan kepada saya tidak bisa dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat merugikan pihak sekolah. Untuk itu saya harus benar-benar bisa meanage waktu dengan baik.

Tantangan dalam memanage waktu akan membuat kualitas pribadi saya menajdi lebih baik, untuk itu keputusan ini adalah keputusan tepat dan saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. 

Berikut adalah dokumentasi aksi nyata pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran




Perasaan 
Perasaan saya melaksanakan tugas aksi nyata adalah sangat antusias dan bahagia, karena dapat mempraktikkan ilmu yang saya pelajari pada midul 3.1 mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yaitu pada kasus dilema etika yang saya lalui. Sehingga ada perasaan apakah benar keputusan yang saya ambil? apakah keputusan yang saya ambil sudah tepat? atau ada pihak yang dirugikan? Jadi perasaan bahagia bercampur dengan cemas pada saat melakukan aksi nyata pengambilan keputusan, berharap bila keputusan yang diambil adalah yang terbaik untuk semuanya.

Pembelajaran 
Pembelajaran yang saya peroleh adalah 

Keberhasilan : Saya belajar teori modul 3.1 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, dan dari awal pelatihan modul 3.1 saya sudah terbiasa dengann teori yang langsung di praktikkan ke sekolah, sehingga teori tersebut dapat terekam dengan baik, dan praktik aksi nyata dapat b erhasil di lakukan dengan lancar.

Kegagalan: Pada proses aksi nyata, saya kesulitan dalam menentukan kasus dilema etika yang akan saya ambil untuk praktik aksi nyata, walaupun akhirnya saya menentukan kasus yang memang sedang saya alami. 

Penerapan
Penerapan yang akan saya lakukan adalah selalu mempraktikkan pengambilan keputusan denga metode 9 langkah pengambilan keputusan di sekolah, sehingga saya akan semakin mengerti dan terbiasa dengan model pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Selain itu saya juga akan mempublikasikan hasil aksi nyata di media sosial, mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi Guru yang mempunyai kasus yang sama ataupun untuk diambil teori praktik pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Demikian tadi refleksi implementasi Aksi Nyata Modul 3.1 Pengambillan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Mudah-mudahan dapat menginspirasi... Salam Guru Penggerak...😍😍😍

3.1.a.10. Aksi Nyata- Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

 


Tujuan Pembelajaran Khusus : CGP dapat mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah CGP.

Praktik Aksi Nyata Modul 3.1 Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dilaksanakan pada kasus dilema etika yang saya alami sendiri. Dan untuk menetukan pengambiln keputusan ini saya meminta bantuan Bu Siska Amelia, sebagai rekan CGP di sekolah, dengan alasan bu Siska sudah mengerti ilmu tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Berikut adalah dokumentasi diskusi saya dengan bu Siska Amelia untuk menetukan keputusan atas dilema etika yang saya alami.

      Dokumentasi pada saat bu Siska sebagai staf kurikulum memberikan SK Panitia Persiapan Akreditasi Sekolah.

                           Dokumentasi pada saat saya mengajak diskusi bu Siska tentang dilema etika yang saya alami

Berikut adalah pemaparan langkah yang saya ambil dalam membuat keputusan sebagai pemimpin pembelajaran terhadap dilema etika yang saya alami

Kasus yang terjadi adalah kisah nyata yang dialami oleh CGP sendiri (Wety Dwi Yuningsih).

Saya adalah guru Biologi SMA, yang sejak 2020 mempunyai kegiatan tambahan sebagai Guru Youtuber dan tahun 2021 sebagai Guru Blogger. Selain itu saya juga sedang mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Penggerak Angkatan 4.
Pada tahun 2022 akan dilaksanakan kegiatan Akreditasi sekolah, dan saya diminta untuk menjadi salah satu panitia Akreditasi sekolah. 
Saya merasa bimbang, apakah saya sanggup mengerjakan semua amanah ini bersamaan? menjadi Panitia Akreditasi sekolah dan mengikuti pelatihan Guru Penggerak, menjadi Guru Youtuber dan  Blogger ?

A.    Dilema etika yang terjadi

Benar versus Benar. Memang benar saya lebih berkonsentrasi menjadi Guru Youtuber, Blogger dan mengikuti Pelatihan Guru Penggerak karena semua itu untuk meningkatkan kualitas saya sebagai seorang Guru. Dan memang benar juga saya ikut berpartisipasi pada panitia persiapan akreditasi, karena memang saya berkewajiban sebagai Guru untuk menjadi bagian dari panitia persiapan akreditasi, sebagai bukti bhakti saya kepada sekolah tempat saya mengajar. 

B.    Paradigma Dilema etika yang terjadi : Individu lawan masyarakat (individual vs community)

Saya sebagai seorang individu yang mempunyai hak untuk menolak sebagai panitia persiapan akreditasi sekolah, karena kesibukan saya sebagai Guru Youtuber, Blogger dan mengikuti Peatihan Guru Penggerak angakatan 4. Ada ketakutan saya tidak bisa mengemban amanah sebagai panitia persiapan akreditasi dengan baik,karena belum dapat memanage waktu dengan baik. 

Sekolah sebagai komunitas (masyarakat) menginginkan saya untuk menjadi salah satu bagian panitia persiapan akreditasi, karena memang ide, gagasan saya diperlukan untuk kesuksesan akreditasi sekolah. Dan memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai Guru harus berpartispasi aktif dalam kegiatan dan kemajuan sekolah tempat saya mengajar. 

C.    Prinsip pengambilan keputusan : Berpikir berbasis rasa peduli (Care Based Thinking).

      Saya sebagai Guru mempunyai kepedulian terhadap kepentingan sekolah (komunitas), saya lebih mendepankan kepentingan sekolah (komunitas) daripada kepentingan individu.

D.    Memuat 9 langkah pengambilan keputusan

1.     Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam kasus tersebut?

      Nilai-nilai yan saling bertentangan dalam kasus tersebut adalah Individu lawan masyarakat (individual vs community) . 

Saya sebagai seorang individu yang mempunyai hak untuk menolak sebagai panitia persiapan akreditasi sekolah, karena kesibukan saya sebagai Guru Youtuber, Blogger dan mengikuti Peatihan Guru Penggerak angakatan 4. Ada ketakutan saya tidak bisa mengemban amanah sebagai panitia persiapan akreditasi dengan baik,karena belum dapat memanage waktu dengan baik. 

Sekolah sebagai komunitas (masyarakat) menginginkan saya untuk menjadi salah satu bagian panitia persiapan akreditasi, karena memang ide, gagasan saya diperlukan untuk kesuksesan akreditasi sekolah. Dan memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai Guru harus berpartispasi aktif dalam kegiatan dan kemajuan sekolah tempat saya mengajar. 

2.     Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

        Saya sebagai individu yang mengalami dilema etika. 

        Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah sebagai pihak yang membuat SK Panitia Persiapan                    Akreditasi Sekolah 

3.     Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut

 1. Kepala Sekolah dan Jajaran Managemen Sekolah menginginkan saya berpartisipasi aktif dalam         Panitia Persiapan Akreditasi Sekolah

2. Saya mempunyai tugas lain selain sebagai Guru di sekolah, saya juga sebagai Guru Youtuber,            Guru Blogger dan sedang mengikutimPelatihan Guru Penggerak angkatan 4 selama 9 bulan            lamanya

3. Saya mempunyai kebimbangan akankah saya sanggup untuk mengemban amanah semuanya, dan     dapat melaksanakan dengan baik, karena saya belum bisa memanage waktu dengan baik.

4.     Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

·                   Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

       Tidak ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut

·                   Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)

      Tidak ada pelanggaran peraturan/kode etik dalam kasus tersebut

·                   Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji                   intuisi)

       Tidak Ada yang salah dalam dalam situasi ini

·                   Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran?                  Apakah anda merasa nyaman?

      Jika keputusan yang saya ambil dalam kasus seperti ini dipublikasikan, maka saya akan merasa              nyaman tidak akan merasa terganggu dengan viralnya atas keputusan saya, karena siapa tahu bisa          menjadikan inspirasi atas masalah orang lain yang memiliki kasus serupa. 

·                  Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

      Keputusan yang akan diambil oleh idola atau panutan saya adalah akan melaksanakan semua                  amanah yang diberikan dengan baik, berlatih memanage waktu sebaik mungkin, mengerjakan                secara optimal pada tiap amanah yang diberikan, dan selalu menganggap bahwa pekerjaan kita                adalah hal yang kita suka dan cint sehingga mengerjakan dengan bahagia tanpa beban.  

5.     Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

Paradigma Dilema etika yang terjadi : Individu lawan masyarakat (individual vs community)

ΓΌ                 Saya sebagai seorang individu yang mempunyai hak untuk menolak sebagai panitia persiapan              akreditasi sekolah, karena kesibukan saya sebagai Guru Youtuber, Blogger dan mengikuti Peatihan       Guru Penggerak angakatan 4. Ada ketakutan saya tidak bisa mengemban amanah sebagai panitia          persiapan akreditasi dengan baik,karena belum dapat memanage waktu dengan baik. 

Sekolah sebagai komunitas (masyarakat) menginginkan saya untuk menjadi salah satu bagian panitia persiapan akreditasi, karena memang ide, gagasan saya diperlukan untuk kesuksesan akreditasi sekolah. Dan memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai Guru harus berpartispasi aktif dalam kegiatan dan kemajuan sekolah tempat saya mengajar. 

6.     Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai 

Prinsip pengambilan keputusan : Berpikir berbasis rasa peduli (Care Based Thinking).

Saya sebagai Guru mempunyai kepedulian terhadap kepentingan sekolah (komunitas), saya lebih mendepankan kepentingan sekolah (komunitas) daripada kepentingan individu.

7.     Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

Ada, yaitu saya memberi saran kepada Kepala Sekolah dan jajaran Managemen Sekolah untuk mencari guru pengganti saya sebagai panitia persiapan akreditasi sekolah. Karena supaya llebih berkomnsentrasi dalam menjalankan tugas sebagai pnitia persiapan akreditasi sekolah. 

8.     Apa keputusan yang akan Anda ambil?

Atas perasaan tanggung jawab dan kepedulian terhadap program dan kemajuan sekolah, maka saya akan merasa terpanggil untuk menerima dan melaksanakan tugas serta amanah yang dipercayakan  kepada saya dari Sekolah meskipun saya sangat sibuk.

9.     Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Dengan keputusan yang sudah saya ambil, terdapat konsekuensi yang harus saya lakukan yaitu belajar untuk memanage waktu sebaik mungkin, sehingga saya bisa melaksanakan semua amanah ini dengan sangat baik, 
Jika samapai gagal dalam memanage waktu dengan baik, maka konsekuensinya semua amanah ynag diberikan kepada saya tidak bisa dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat merugikan pihak sekolah. Untuk itu saya harus benar-benar bisa meanage waktu dengan baik.
Tantangan dalam memanage waktu akan membuat kualitas pribadi saya menajdi lebih baik, untuk itu ke[utusan ini adalah keputusan tepat dan saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. 

Berikut  adalah video dokumentasi Aksi Nyata Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Demikian tadi pemaparan aksi nyata yang sudah saya lakukan tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran tentang dilema etika yang saya alami. Mudah- mudahan dapat menginspirasi.... Salam Guru Penggerak...😍😍😍