Followers

Saturday, January 22, 2022

1.1.a.3.Mulai dari Diri - Refleksi Diri tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

 

(late post tanggal 15 Oktober 2021)

1. Tulisan Reflektif Kritis

Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang manusiawi dan tanpa paksaan. Manusia memiliki daya cipta, karsa dan karya yang harus selaras dan seimbang. Dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, Ki Hajar Dewantara menganjurkan agar kita tetap memperhatikan ilmu jiwa, ilmu jasmani, etika dan moral, ilmu estetika, dan menerapkan cara- cara pendidikan karakter. 

Semboyan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing ngarso sung tuladha (di depan murid guru memberikan contoh /teladan yang baik), ing madya mangun karsa (di tengah murid, guru memberikan motivasi dan inspirasi), tut wuri handayani (di belakang murid, guru memberikan kepercayaan kepada murid dalam menyelesaikan tugas) sangat relevan terhadap konteks pendidikan Indonesia saat ini dan relevan dengan konteks pendidikan yang ada di sekolah saya. 

Sebagai guru saya sangat menggunakan 3 semboyan Ki Hajar Dewantara. 

a. Ing ngarsa sung tuladha , saya memberikan pembelajaran sesuai dengan karakteristik murid-murid saya. Untuk itu saya harus menguasai konsep pembelajaran untuk membuat konten pelajaran yang menarik dan mengasikan buat murid-murid saya, intinya saya akan membuat mereka jatuh cinta kepada konten dan otomatis akan memahami konsep yang saya ajarkan. Dengan tentunya memberikan keteladanan bagi murid-murid saya. Bagaimana cara membuat laporan yang baik, bagaimana cara bersikap di dalam pembelajaran.

b. Ing madya mangun karsa, saya sering memberikan motivasi dan inspirasi. Pada awal mengajar saya selalu bertanya, apa cita-cita murid saya, bagaimana mencapainya, supaya mereka semangat dan termotivasi untuk mewujudkannya. Salah satu inspirasi yang saya lakukan adalah menjadi seorang guru You Tuber, sehingga saya bisa membagikan pengalaman saya di dunia konten kreator, salah satu profesi yang sedang diminati banyak kalangan muda.

c. Tut wuri handayani, saya selalu memberikan tugas dalam bentuk tantangan, misal: membuat catatan yang super keren supaya mendapatkan nilai sempurna dan tidak perlu remidi bila nilai di bawah KKM. Dengan tantangan seperti itu murid-murid saya saling berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik. Catatan mereka saya sebut sebagai bukti cinta. (https://www.wetyyuningsih.com/2021/09/catatan-digital-bukti-cinta-murid.html)

 

2. Harapan dan Ekspetasi

Setelah mempelajari modul ini, sebagai guru saya berharap bisa menjadi guru yang selalu menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara, dan berharap kurikulum nasional  membebaskan guru untuk bisa "merdeka" memilih kompetensi dasar yang wajib diberikan kepada murid-murid sesuai dengan karakteristik dan muatan lokal yang ada. 

Harapan saya kepada murid-murid setelah mempelajari modul ini, saya bisa mengajak murid-murid untuk belajar dengan merdeka, tanpa paksaan, belajar sesuai minat dan bakat masing-masing. Tidak ada lagi murid IPS yang terpaksa harus mempelajari Biologi sebagai pelajaran lintas minat. Murid dapat bebas memilih pelajaran yang mereka suka sehingga mereka belajar tanpa terpaksa dan hasilnya akan lebih bagus. 

Kegiatan, materi dan manfaat yang saya harapkan ada di modul ini adalah materi yang diikuti dengan praktik bagaimana cara mengajar dan mendidik yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Sehingga bisa bermanfaat buat saya untuk bisa menerapkan langsung kepada murid-murid di sekolah saya. 


No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomemtar sesuai dengan topik artikel yang di bahas. Tidak boleh memasang link.