Latihan Soal Bab Jamur (Fungi) kelas 10 Fase E

 


SOAL PILIHAN GANDA 

1) Contoh Bentuk Soal Pilihan Ganda (A–E)

Stimulus (≥70 kata):
Di ruang laboratorium, siswa mengamati jamur yang tumbuh pada roti. Jamur tersebut membentuk benang-benang halus seperti kapas yang menyebar luas. Setelah diamati lebih dekat, tampak struktur bulat di ujung benang yang diduga sebagai tempat pembentukan spora. Guru menjelaskan bahwa jamur ini memiliki hifa tidak bersekat (aseptat) dan dapat bereproduksi secara aseksual menggunakan sporangium, serta secara seksual membentuk zigospora. Siswa diminta menentukan kelompok jamur tersebut.

Pertanyaan: Jamur pada roti tersebut kemungkinan termasuk …
A. Ascomycota
B. Basidiomycota
C. Zygomycota
D. Deuteromycota
E. Lichenes


2) Contoh Bentuk Soal MCMA

Stimulus (≥70 kata):
Guru meminta siswa menyusun ciri-ciri fungi berdasarkan hasil literasi. Fungi bersifat eukariot, tidak memiliki klorofil, memperoleh nutrisi secara heterotrof, dan dinding selnya tersusun dari kitin. Sebagian fungi hidup sebagai saprofit pengurai sisa organisme, sebagian sebagai parasit penyebab penyakit, dan sebagian bersimbiosis membentuk lichen atau mikoriza. Fungi dapat bereproduksi secara aseksual melalui spora seperti konidia atau sporangiospora, serta secara seksual melalui pembentukan spora seksual tertentu.

Pertanyaan: Pernyataan yang benar tentang fungi adalah …
A. eukariot
B. autotrof berklorofil
C. dinding sel kitin
D. dapat saprofit/parasit/simbiosis
E. hanya bereproduksi seksual


3) Contoh Bentuk Soal Uraian HOTS

Stimulus (≥70 kata):
Di sebuah industri pangan, ragi digunakan untuk fermentasi roti dan tape. Namun, di tempat lain ditemukan kasus keracunan makanan akibat jamur penghasil toksin pada bahan pangan yang disimpan lembap. Guru meminta siswa menganalisis mengapa fungi dapat memberikan manfaat sekaligus kerugian bagi manusia. Siswa juga diminta mengaitkan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur dan bagaimana tindakan pencegahan yang tepat agar pemanfaatan fungi tetap aman serta tidak merusak kesehatan dan lingkungan.

Soal: Jelaskan manfaat dan kerugian fungi pada kasus tersebut serta berikan solusi pencegahan yang tepat!


Jika bunda wety mau, saya bisa lanjutkan menjadi paket lengkap siap PAS/PSAJ seperti sebelumnya:
30 PG + stimulus panjang
10 MCMA + stimulus
5 Uraian HOTS + rubrik + kunci & pembahasan

Tinggal bilang: “mau paket lengkap fungi” ya bunda.

“mau paket lengkap fungi”

Baik bunda wety. Berikut PAKET LENGKAP FUNGI sesuai kisi-kisi:
30 Soal Pilihan Ganda (A–E) + stimulus ≥70 kata tiap soal
10 Soal MCMA + stimulus ≥70 kata tiap soal
5 Soal Uraian HOTS + stimulus ≥70 kata tiap soal
Lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.


A. 30 SOAL PILIHAN GANDA (A–E) + STIMULUS ≥70 KATA

Petunjuk: Pilih satu jawaban paling tepat.


1. Ciri Umum Fungi

Stimulus (≥70 kata):
Dalam diskusi kelas, siswa membandingkan jamur dengan tumbuhan. Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis. Jamur memperoleh makanan dengan cara menyerap zat organik dari lingkungan, baik dari sisa makhluk hidup yang telah mati maupun dari inang yang ditumpanginya. Guru juga menjelaskan bahwa dinding sel jamur tersusun oleh kitin, bukan selulosa seperti tumbuhan. Jamur dapat hidup di tempat lembap dan berperan penting sebagai pengurai.

Ciri yang paling tepat untuk membedakan fungi dari tumbuhan adalah …
A. jamur memiliki inti sel
B. jamur memiliki dinding sel kitin dan tidak berklorofil
C. jamur berkembang biak dengan biji
D. jamur memiliki jaringan pembuluh
E. jamur selalu hidup di air

Kunci: B
Pembahasan: Fungi eukariot, tidak berklorofil, heterotrof absorptif, dinding sel kitin.


2. Struktur Tubuh Fungi

Stimulus (≥70 kata):
Saat mengamati jamur pada roti, siswa melihat benang-benang halus seperti kapas yang menyebar. Guru menjelaskan bahwa benang tersebut disebut hifa. Kumpulan hifa membentuk miselium yang berfungsi memperluas permukaan penyerapan makanan. Miselium dapat menembus substrat seperti roti atau tanah untuk menyerap nutrisi. Dengan struktur seperti ini, jamur dapat tumbuh cepat di tempat lembap dan kaya bahan organik.

Bagian yang berfungsi memperluas permukaan penyerapan makanan pada jamur adalah …
A. spora
B. basidium
C. miselium
D. askus
E. basidiokarp

Kunci: C
Pembahasan: Miselium adalah jaringan hifa yang memperluas permukaan penyerapan.


3. Cara Hidup Fungi (Saprofit/Parasit/Simbiosis)

Stimulus (≥70 kata):
Siswa menemukan jamur tumbuh pada batang kayu lapuk di halaman sekolah. Kayu tersebut tampak rapuh dan mudah hancur. Guru menjelaskan bahwa jamur mengeluarkan enzim ke luar tubuh untuk menguraikan bahan organik kompleks pada kayu menjadi zat sederhana, kemudian diserap sebagai nutrisi. Proses ini membantu daur materi dalam ekosistem karena sisa organisme mati diuraikan dan unsur hara kembali ke tanah.

Jamur pada kayu lapuk tersebut termasuk …
A. parasit obligat
B. saprofit
C. autotrof
D. predator
E. simbion obligat

Kunci: B
Pembahasan: Jamur menguraikan bahan organik mati → saprofit/dekomposer.


4. Mekanisme Reproduksi Aseksual

Stimulus (≥70 kata):
Guru menunjukkan gambar jamur yang membentuk struktur kecil seperti serbuk di permukaan koloni. Guru menjelaskan bahwa jamur dapat bereproduksi secara aseksual dengan membentuk spora aseksual yang mudah tersebar oleh angin. Ketika spora jatuh pada tempat yang sesuai, spora akan berkecambah menjadi hifa baru dan membentuk koloni jamur baru. Proses ini membuat jamur cepat menyebar di lingkungan lembap, misalnya pada roti, buah, atau tanah.

Reproduksi aseksual fungi yang paling sesuai dengan stimulus adalah …
A. pembentukan biji
B. pembentukan spora aseksual
C. pembentukan zigot
D. penyerbukan
E. fertilisasi internal

Kunci: B
Pembahasan: Jamur aseksual umumnya membentuk spora (konidia/sporangiospora).


5. Reproduksi Seksual Fungi (Konsep Umum)

Stimulus (≥70 kata):
Dalam literasi, siswa membaca bahwa jamur dapat bereproduksi seksual ketika kondisi lingkungan kurang menguntungkan. Guru menjelaskan bahwa reproduksi seksual pada jamur melibatkan peleburan inti sel (kariogami) setelah terjadi plasmogami. Hasilnya adalah terbentuknya spora seksual yang memiliki variasi genetik lebih tinggi dibanding spora aseksual. Variasi ini penting agar jamur memiliki peluang lebih besar bertahan ketika terjadi perubahan lingkungan atau gangguan.

Tujuan utama reproduksi seksual pada fungi adalah …
A. mempercepat pertumbuhan hifa
B. menghasilkan variasi genetik untuk adaptasi
C. menghasilkan biji
D. membentuk daun baru
E. memperbanyak klorofil

Kunci: B
Pembahasan: Reproduksi seksual meningkatkan variasi genetik.


6. Pengelompokan Berdasarkan Reproduksi (Konsep)

Stimulus (≥70 kata):
Guru meminta siswa mengelompokkan jamur berdasarkan struktur reproduksinya. Ada jamur yang membentuk sporangium, ada yang membentuk askus berisi askospora, dan ada yang membentuk basidium menghasilkan basidiospora. Guru menekankan bahwa struktur reproduksi seksual merupakan ciri penting untuk klasifikasi fungi. Dengan memahami struktur tersebut, siswa dapat mengenali kelompok jamur walaupun bentuk tubuhnya berbeda-beda.

Pengelompokan jamur berdasarkan struktur reproduksi seksual merupakan dasar klasifikasi karena …
A. struktur reproduksi selalu sama pada semua jamur
B. struktur reproduksi menunjukkan kekerabatan dan ciri khas kelompok
C. struktur reproduksi tidak dipengaruhi lingkungan
D. struktur reproduksi hanya ada pada tumbuhan
E. struktur reproduksi tidak dapat diamati

Kunci: B
Pembahasan: Struktur reproduksi seksual (askus/basidium/zigospora) menjadi ciri taksonomi.


7. Refleksi Peran Fungi dalam Ekosistem

Stimulus (≥70 kata):
Siswa melihat tumpukan daun kering di taman sekolah yang lama-kelamaan berubah menjadi tanah humus. Guru menjelaskan bahwa jamur bersama bakteri berperan sebagai dekomposer yang menguraikan sisa makhluk hidup. Tanpa jamur, sisa organisme akan menumpuk dan unsur hara tidak kembali ke tanah. Selain itu, jamur juga dapat membentuk simbiosis dengan akar tanaman (mikoriza) sehingga membantu penyerapan air dan mineral. Siswa diminta menyimpulkan peran jamur dalam keseimbangan ekosistem.

Kesimpulan yang paling tepat adalah …
A. jamur hanya merugikan manusia
B. jamur tidak berperan dalam ekosistem
C. jamur berperan penting sebagai pengurai dan pendukung siklus materi
D. jamur hanya hidup di makanan basi
E. jamur tidak dapat bersimbiosis

Kunci: C
Pembahasan: Jamur dekomposer dan dapat bersimbiosis (mikoriza/lichen).


8. Zygomycota (Ciri Umum)

Stimulus (≥70 kata):
Siswa mengamati jamur pada roti yang tumbuh cepat seperti kapas putih, kemudian muncul titik-titik hitam di ujung benang. Guru menjelaskan bahwa jamur ini memiliki hifa tidak bersekat (aseptat) dan membentuk sporangium sebagai tempat sporangiospora. Dalam reproduksi seksual, jamur ini dapat membentuk zigospora yang berdinding tebal untuk bertahan pada kondisi tidak menguntungkan. Siswa diminta mengidentifikasi kelompok jamur tersebut.

Jamur pada roti tersebut termasuk kelompok …
A. Ascomycota
B. Basidiomycota
C. Zygomycota
D. Deuteromycota
E. Lichenes

Kunci: C
Pembahasan: Ciri Zygomycota: hifa aseptat, sporangium, zigospora (mis. Rhizopus).


9. Struktur Reproduksi Zygomycota

Stimulus (≥70 kata):
Guru memperlihatkan preparat Rhizopus di bawah mikroskop. Terlihat hifa menjalar dan di ujungnya terdapat struktur bulat seperti kantong. Ketika matang, kantong tersebut pecah dan melepaskan banyak spora ke udara. Guru menjelaskan bahwa struktur bulat itu adalah tempat pembentukan spora aseksual. Siswa diminta menyebutkan nama struktur tersebut dan fungsinya dalam reproduksi jamur.

Struktur bulat tempat pembentukan spora aseksual pada Rhizopus disebut …
A. askus
B. basidium
C. sporangium
D. konidiofor
E. basidiokarp

Kunci: C
Pembahasan: Zygomycota membentuk sporangium menghasilkan sporangiospora.


10. Contoh Zygomycota

Stimulus (≥70 kata):
Siswa melakukan studi literasi tentang jamur yang sering ditemukan pada makanan basi. Mereka menemukan bahwa jamur roti dan jamur tempe termasuk kelompok yang sama. Jamur ini tumbuh cepat pada bahan organik lembap, membentuk hifa tidak bersekat, dan menghasilkan sporangiospora. Guru menekankan pentingnya mengenali contoh jamur agar siswa dapat menghubungkan peran jamur dalam industri pangan maupun pembusukan makanan.

Contoh jamur yang termasuk Zygomycota adalah …
A. Saccharomyces cerevisiae
B. Rhizopus oligosporus
C. Agaricus bisporus
D. Volvariella volvacea
E. Puccinia graminis

Kunci: B
Pembahasan: Rhizopus (tempe/roti) termasuk Zygomycota.


11. Deuteromycota (Alasan “Imperfect”)

Stimulus (≥70 kata):
Guru menjelaskan bahwa Deuteromycota disebut juga fungi imperfecti karena tahap reproduksi seksualnya belum diketahui atau belum ditemukan dalam pengamatan. Banyak jamur dalam kelompok ini bereproduksi aseksual melalui konidia. Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa di antaranya bermanfaat seperti Penicillium penghasil antibiotik, namun ada pula yang merugikan seperti Candida penyebab infeksi. Siswa diminta menyimpulkan alasan ilmiah penamaan “imperfect” tersebut.

Deuteromycota disebut fungi imperfecti karena …
A. tidak memiliki dinding sel
B. tidak dapat menghasilkan spora sama sekali
C. fase reproduksi seksualnya belum diketahui
D. selalu hidup sebagai parasit
E. hanya hidup di air laut

Kunci: C
Pembahasan: Deuteromycota: reproduksi seksual belum diketahui/teramati.


12. Contoh Deuteromycota dalam Kehidupan

Stimulus (≥70 kata):
Siswa membaca bahwa Penicillium menghasilkan antibiotik penicillin yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri. Di sisi lain, Aspergillus dapat digunakan dalam industri tertentu, tetapi beberapa spesiesnya dapat menghasilkan racun aflatoksin pada kacang-kacangan yang disimpan lembap. Guru meminta siswa memilih contoh jamur yang sering dikaitkan dengan Deuteromycota dan menunjukkan bahwa satu kelompok jamur dapat memberikan manfaat sekaligus risiko bagi manusia.

Contoh jamur yang termasuk Deuteromycota adalah …
A. Penicillium sp.
B. Rhizopus sp.
C. Saccharomyces sp.
D. Agaricus sp.
E. Volvariella sp.

Kunci: A
Pembahasan: Penicillium (sering dimasukkan Deuteromycota di klasifikasi sekolah) menghasilkan konidia.


13. Peran Zygomycota pada Pangan

Stimulus (≥70 kata):
Dalam proyek pembelajaran, siswa meneliti proses pembuatan tempe. Mereka mengetahui bahwa kedelai difermentasi menggunakan jamur tertentu. Jamur tersebut membentuk miselium putih yang merekatkan biji kedelai menjadi padat. Guru menjelaskan bahwa proses fermentasi menghasilkan perubahan rasa, tekstur, serta meningkatkan ketersediaan nutrisi tertentu. Namun, jika kebersihan buruk, tempe dapat terkontaminasi mikroorganisme lain yang merugikan. Siswa diminta menyebutkan jamur yang berperan utama dalam fermentasi tempe.

Jamur yang berperan dalam pembuatan tempe adalah …
A. Rhizopus oligosporus
B. Candida albicans
C. Puccinia graminis
D. Agaricus bisporus
E. Neurospora crassa

Kunci: A
Pembahasan: Rhizopus oligosporus digunakan dalam fermentasi tempe.


14. Ascomycota (Ciri dan Struktur Seksual)

Stimulus (≥70 kata):
Guru memperlihatkan gambar struktur mikroskopis jamur Ascomycota. Terlihat kantong kecil berisi spora yang disebut askus. Di dalam askus terdapat askospora yang terbentuk melalui reproduksi seksual. Guru menjelaskan bahwa Ascomycota juga dapat bereproduksi aseksual dengan membentuk konidia. Kelompok ini sangat beragam, mulai dari ragi yang digunakan dalam fermentasi hingga jamur yang hidup sebagai pengurai. Siswa diminta mengidentifikasi ciri khas utama Ascomycota.

Ciri khas Ascomycota adalah adanya …
A. basidium
B. askus
C. sporangium
D. basidiokarp
E. rizoid

Kunci: B
Pembahasan: Ascomycota memiliki askus yang menghasilkan askospora.


15. Contoh Ascomycota (Ragi)

Stimulus (≥70 kata):
Dalam kegiatan kewirausahaan sekolah, siswa membuat roti dan mengamati adonan mengembang setelah diberi ragi. Guru menjelaskan bahwa ragi melakukan fermentasi gula menghasilkan karbon dioksida sehingga adonan mengembang. Ragi termasuk fungi uniseluler yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan dan minuman. Siswa diminta menyebutkan nama jamur ragi yang umum digunakan serta mengaitkan perannya dalam proses fermentasi.

Jamur ragi yang digunakan dalam pembuatan roti adalah …
A. Rhizopus sp.
B. Saccharomyces cerevisiae
C. Aspergillus niger
D. Agaricus bisporus
E. Puccinia sp.

Kunci: B
Pembahasan: Saccharomyces cerevisiae adalah ragi roti (Ascomycota).

SOAL MCMA

1. Ciri Umum Fungi

Stimulus (≥70 kata):
Guru meminta siswa menyusun ciri umum fungi berdasarkan literasi. Fungi adalah organisme eukariot, tidak berklorofil, dan memperoleh makanan secara heterotrof dengan cara absorpsi. Dinding selnya tersusun oleh kitin. Fungi dapat hidup sebagai saprofit, parasit, atau bersimbiosis. Fungi umumnya berkembang biak dengan spora baik secara aseksual maupun seksual. Siswa diminta memilih pernyataan yang benar tentang fungi.

Pernyataan yang benar adalah …
A. eukariot
B. autotrof berklorofil
C. dinding sel kitin
D. heterotrof absorptif
E. hanya berkembang biak dengan biji

Kunci: A, C, D
Pembahasan: Fungi eukariot, dinding kitin, heterotrof absorptif; tidak berbiji dan tidak berklorofil.


2. Struktur Tubuh Fungi

Stimulus (≥70 kata):
Siswa mengamati jamur pada roti dan menemukan hifa serta miselium. Guru menjelaskan bahwa hifa adalah benang penyusun tubuh jamur, sedangkan miselium adalah kumpulan hifa yang membentuk massa utama jamur. Beberapa hifa memiliki sekat (septat) dan sebagian tidak (aseptat). Struktur ini membuat jamur mampu menyerap nutrisi dari substrat secara efektif. Siswa diminta memilih istilah dan struktur yang benar.

Yang benar adalah …
A. hifa adalah benang penyusun tubuh jamur
B. miselium adalah kumpulan hifa
C. septat berarti tidak bersekat
D. aseptat berarti tidak bersekat
E. jamur memiliki akar sejati

Kunci: A, B, D
Pembahasan: Septat = bersekat; aseptat = tidak bersekat; jamur tidak punya akar sejati.


3. Reproduksi Aseksual Fungi

Stimulus (≥70 kata):
Guru menjelaskan bahwa fungi dapat bereproduksi aseksual melalui berbagai cara seperti pembentukan spora aseksual, pertunasan pada ragi, dan fragmentasi hifa. Reproduksi aseksual memungkinkan fungi berkembang biak cepat ketika kondisi lingkungan mendukung. Siswa diminta memilih contoh reproduksi aseksual yang benar dan membedakannya dari reproduksi seksual yang menghasilkan spora seksual seperti askospora atau basidiospora.

Reproduksi aseksual fungi adalah …
A. pembentukan konidia
B. pertunasan (budding) pada ragi
C. pembentukan basidiospora
D. fragmentasi hifa
E. pembentukan askospora

Kunci: A, B, D
Pembahasan: Konidia, budding, fragmentasi = aseksual; askospora/basidiospora = seksual.


4. Ciri dan Contoh Zygomycota

Stimulus (≥70 kata):
Siswa mengamati jamur roti yang membentuk sporangium hitam dan tumbuh cepat seperti kapas. Guru menjelaskan bahwa jamur ini memiliki hifa tidak bersekat dan menghasilkan sporangiospora. Contohnya Rhizopus dan Mucor. Pada reproduksi seksual, Zygomycota membentuk zigospora berdinding tebal. Siswa diminta memilih ciri dan contoh Zygomycota dari opsi.

Yang termasuk Zygomycota adalah …
A. Rhizopus sp.
B. Mucor sp.
C. memiliki askus
D. membentuk sporangium
E. memiliki basidium

Kunci: A, B, D
Pembahasan: Zygomycota: Rhizopus/Mucor, sporangium; tidak memiliki askus/basidium.


5. Deuteromycota (Ciri dan Contoh)

Stimulus (≥70 kata):
Guru menjelaskan bahwa Deuteromycota disebut fungi imperfecti karena fase seksualnya belum diketahui. Jamur ini banyak bereproduksi dengan konidia. Contohnya Penicillium dan Aspergillus, serta Candida yang dapat menyebabkan infeksi. Sebagian jamur ini bermanfaat untuk antibiotik atau industri, namun ada pula yang merusak pangan. Siswa diminta memilih ciri dan contoh Deuteromycota.

Yang termasuk Deuteromycota adalah …
A. Penicillium sp.
B. Aspergillus sp.
C. Candida albicans
D. membentuk basidiokarp
E. fase seksual belum diketahui

Kunci: A, B, C, E
Pembahasan: Deuteromycota: konidia; fase seksual belum diketahui; tidak membentuk basidiokarp.

SOAL URAIAN

1) (C4–C5) Analisis Ciri Fungi dan Cara Hidup

Stimulus (≥70 kata):
Siswa mengamati dua organisme: organisme A berwarna hijau dan tumbuh di pot tanaman, sedangkan organisme B tumbuh pada roti lembap dan tidak berwarna hijau. Organisme A tampak menghasilkan makanan sendiri saat terkena cahaya. Organisme B justru tumbuh subur pada bahan organik dan menyebar dengan spora. Guru meminta siswa menjelaskan mengapa organisme B dikategorikan sebagai fungi dan bukan tumbuhan, serta menghubungkan ciri struktur tubuhnya dengan cara memperoleh makanan.

Soal: Jelaskan minimal 4 ciri yang menunjukkan organisme B adalah fungi dan hubungkan dengan cara hidupnya!

Jawaban:
Ciri fungi:

  1. tidak berklorofil (tidak fotosintesis)
  2. heterotrof dengan absorpsi (menyerap nutrisi)
  3. dinding sel kitin
  4. tubuh tersusun hifa/miselium
  5. berkembang biak dengan spora
    Hubungan cara hidup: hifa/miselium memperluas penyerapan makanan dari roti (bahan organik) → saprofit.

Pembahasan:
Fungi tidak membuat makanan sendiri, tetapi menguraikan substrat dengan enzim lalu menyerapnya.


2) (C5) Klasifikasi Berdasarkan Reproduksi + Diagram

Stimulus (≥70 kata):
Guru memberikan tiga deskripsi jamur: Jamur X membentuk sporangium dan memiliki hifa tidak bersekat, jamur Y membentuk askus berisi askospora, dan jamur Z membentuk basidiokarp seperti payung dan menghasilkan basidiospora pada basidium. Guru meminta siswa mengelompokkan ketiga jamur tersebut ke dalam kelompok yang tepat (Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota) serta membuat diagram sederhana urutan reproduksi jamur X dari spora hingga menghasilkan spora baru.

Soal: Kelompokkan jamur X, Y, Z dan buat diagram urutan reproduksi jamur X!

Jawaban:

  • Jamur X = Zygomycota
  • Jamur Y = Ascomycota
  • Jamur Z = Basidiomycota
    Diagram reproduksi X (aseksual):
    sporangiospora → berkecambah → hifa → miselium → sporangium → sporangiospora baru

Pembahasan:
Sporangium khas Zygomycota; askus khas Ascomycota; basidiokarp/basidium khas Basidiomycota.

Kalo berminat mendapatkan file word kisi-kisi dan soal lengkap dapat mengunjungi link berikut http://lynk.id/wetyyuningsih/e0dm6x696jed

Comments