LATIHAN SOAL BIOLOGI KELAS 10 PERSIAPAN PSAJ
BAB KEANEKARAGAMAN HAYATI
Soal 1 – Analisis tipe keanekaragaman hayati (C4)
Stimulus:
Di sebuah desa di Jawa Barat, petani menanam berbagai varietas padi seperti Ciherang, Inpari, dan IR64. Meskipun semua termasuk tanaman padi, masing-masing varietas memiliki perbedaan ketahanan terhadap hama, masa panen, dan hasil produksi. Selain itu, di kebun sekitar desa juga ditemukan berbagai jenis burung seperti burung gereja, kutilang, dan perkutut. Guru menjelaskan bahwa variasi makhluk hidup dapat terjadi dalam satu spesies maupun antar spesies. Variasi ini penting untuk adaptasi terhadap lingkungan dan ketahanan ekosistem.
Pertanyaan:
Keanekaragaman hayati yang ditunjukkan oleh perbedaan varietas padi tersebut adalah …
A. keanekaragaman ekosistem
B. keanekaragaman spesies
C. keanekaragaman genetik
D. keanekaragaman komunitas
E. keanekaragaman bioma
Kunci: C
Pembahasan:
Varietas padi masih dalam satu spesies, tetapi memiliki variasi sifat genetik. Ini menunjukkan keanekaragaman genetik.
Soal 2 – Analisis hubungan abiotik dan biotik (C5)
Stimulus:
Setelah hujan deras, air sungai menjadi keruh akibat masuknya lumpur dari daratan. Kekeruhan ini menyebabkan cahaya matahari sulit menembus air. Akibatnya, tumbuhan air dan alga mengalami penurunan aktivitas fotosintesis. Dalam beberapa minggu, populasi ikan kecil menurun karena kekurangan makanan, dan akhirnya jumlah ikan besar juga berkurang. Guru menjelaskan bahwa perubahan faktor abiotik dapat memengaruhi seluruh rantai makanan dalam ekosistem.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat dari peristiwa tersebut adalah …
A. faktor abiotik tidak memengaruhi organisme hidup
B. kekeruhan air meningkatkan fotosintesis tumbuhan air
C. perubahan faktor abiotik dapat memengaruhi rantai makanan
D. ikan tidak bergantung pada produsen
E. alga tidak membutuhkan cahaya untuk hidup
Kunci: C
Pembahasan:
Kekeruhan mengurangi cahaya → fotosintesis turun → produsen turun → konsumen ikut turun → rantai makanan terganggu.
Soal 3 – Evaluasi solusi konservasi (C5)
Stimulus:
Di sebuah wilayah pesisir, hutan mangrove ditebang untuk pembangunan tambak. Akibatnya, abrasi meningkat dan populasi ikan menurun karena kehilangan habitat pembesaran. Selain itu, limbah rumah tangga dibuang ke laut, menyebabkan pencemaran. Guru meminta siswa mengusulkan solusi konservasi yang efektif dan berkelanjutan.
Pertanyaan:
Solusi paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah …
A. menangkap semua ikan sebelum punah
B. membangun lebih banyak tambak
C. melakukan rehabilitasi mangrove dan edukasi masyarakat
D. membiarkan ekosistem pulih sendiri
E. memindahkan penduduk dari daerah pesisir
Kunci: C
Pembahasan:
Rehabilitasi mangrove memulihkan habitat, dan edukasi masyarakat mencegah kerusakan berulang.
Soal 4 – Analisis contoh keanekaragaman genetik (C4)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Dalam suatu wilayah, ditemukan berbagai varietas mangga seperti Arumanis, Manalagi, dan Gedong Gincu. Selain itu, terdapat berbagai jenis burung dan perbedaan ekosistem seperti hutan dan savana. Guru menjelaskan bahwa keanekaragaman hayati dapat terjadi pada tingkat genetik, spesies, dan ekosistem.
Pertanyaan:
Contoh keanekaragaman genetik adalah …
A. varietas mangga Arumanis dan Manalagi
B. hutan mangrove dan terumbu karang
C. berbagai jenis burung dalam satu habitat
D. varietas padi berbeda dalam satu wilayah
E. savana dan hutan hujan tropis
Kunci: A, D
Pembahasan:
Keanekaragaman genetik adalah variasi dalam satu spesies, seperti varietas mangga dan varietas padi.
Soal 5 – Evaluasi ancaman biodiversitas (C4–C5)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak hutan dibuka untuk perkebunan, sungai tercemar limbah, suhu global meningkat, dan spesies asing diperkenalkan ke lingkungan baru. Guru meminta siswa mengidentifikasi faktor yang mengancam keanekaragaman hayati.
Pertanyaan:
Yang termasuk ancaman biodiversitas adalah …
A. perusakan habitat
B. pencemaran lingkungan
C. perubahan iklim
D. introduksi spesies asing
E. konservasi habitat
Kunci: A, B, C, D
Pembahasan:
Semua opsi kecuali E adalah ancaman. Konservasi habitat justru melindungi biodiversitas.
BAB EKOSISTEM
Soal 1 – Analisis dampak perubahan populasi dalam jaring-jaring makanan (C5)
Stimulus:
Di sebuah ekosistem sawah terdapat padi, tikus, ular, dan burung hantu. Dalam beberapa tahun terakhir, populasi burung hantu menurun karena perburuan. Akibatnya, jumlah tikus meningkat tajam karena predator alaminya berkurang. Tikus yang meningkat menyebabkan kerusakan tanaman padi semakin besar sehingga hasil panen petani menurun. Guru meminta siswa menganalisis hubungan antar organisme dan dampaknya terhadap keseimbangan ekosistem.
Pertanyaan:
Dampak paling tepat dari menurunnya populasi burung hantu adalah …
A. populasi tikus menurun dan padi meningkat
B. populasi tikus meningkat dan padi menurun
C. populasi padi meningkat karena predator berkurang
D. populasi ular menurun sehingga tikus hilang
E. tidak ada perubahan karena ekosistem stabil
Kunci: B
Pembahasan:
Burung hantu adalah predator tikus. Jika predator menurun, mangsa meningkat, sehingga produsen (padi) mengalami penurunan.
Soal 2 – Evaluasi solusi keberlanjutan ekosistem (C5)
Stimulus:
Sungai di dekat pemukiman mengalami pencemaran akibat limbah rumah tangga dan sampah plastik. Air menjadi keruh, berbau, dan banyak ikan mati. Pemerintah telah membersihkan sungai, tetapi kondisi kembali tercemar karena masyarakat masih membuang limbah sembarangan. Guru meminta siswa memilih solusi yang paling efektif dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sungai.
Pertanyaan:
Solusi paling efektif dan berkelanjutan adalah …
A. membersihkan sungai sekali saja
B. memindahkan semua ikan ke tempat lain
C. membuat aturan pengelolaan limbah dan edukasi masyarakat
D. menutup sungai dari aktivitas manusia
E. membiarkan sungai pulih secara alami
Kunci: C
Pembahasan:
Solusi berkelanjutan harus mencakup pencegahan, edukasi, dan pengelolaan limbah, bukan hanya tindakan sementara.
Soal 3 – Analisis piramida trofik (C4)
Stimulus:
Dalam ekosistem danau terdapat fitoplankton, zooplankton, ikan kecil, dan ikan besar. Fitoplankton berperan sebagai produsen yang menghasilkan energi melalui fotosintesis. Zooplankton memakan fitoplankton, ikan kecil memakan zooplankton, dan ikan besar memakan ikan kecil. Guru meminta siswa menyusun urutan tingkat trofik berdasarkan aliran energi.
Pertanyaan:
Urutan tingkat trofik yang benar dari dasar ke puncak adalah …
A. ikan besar → ikan kecil → zooplankton → fitoplankton
B. fitoplankton → zooplankton → ikan kecil → ikan besar
C. zooplankton → fitoplankton → ikan kecil → ikan besar
D. ikan kecil → fitoplankton → zooplankton → ikan besar
E. fitoplankton → ikan besar → ikan kecil → zooplankton
Kunci: B
Pembahasan:
Produsen berada di dasar, diikuti konsumen tingkat I, II, dan predator puncak.
Soal 4 – Komponen abiotik dalam ekosistem (C4)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Siswa mengamati ekosistem sungai dan menemukan ikan, alga, batu, air, cahaya matahari, dan arus. Guru menjelaskan bahwa komponen ekosistem terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen abiotik adalah faktor fisik yang memengaruhi kehidupan organisme.
Pertanyaan:
Yang termasuk komponen abiotik adalah …
A. air
B. batu
C. ikan
D. cahaya matahari
E. arus air
Kunci: A, B, D, E
Pembahasan:
Air, batu, cahaya, dan arus adalah faktor fisik (abiotik). Ikan termasuk komponen biotik.
Soal 5 – Dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem (C5)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Beberapa aktivitas manusia seperti penebangan hutan, pencemaran air, dan perburuan satwa liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Guru meminta siswa mengidentifikasi dampak yang dapat terjadi akibat aktivitas tersebut.
Pertanyaan:
Dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem adalah …
A. rusaknya habitat
B. terganggunya rantai makanan
C. meningkatnya erosi tanah
D. meningkatnya kualitas air secara otomatis
E. menurunnya keanekaragaman hayati
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
Semua opsi benar kecuali D. Aktivitas manusia justru sering menurunkan kualitas air.
BAB FUNGI/ JAMUR
Soal 1 – Analisis klasifikasi fungi berdasarkan struktur reproduksi (C4)
Stimulus:
Dalam praktikum, siswa mengamati tiga jenis jamur berbeda. Jamur A memiliki hifa tidak bersekat dan membentuk sporangium yang menghasilkan spora aseksual. Jamur B memiliki askus yang berisi askospora sebagai hasil reproduksi seksual. Jamur C memiliki basidiokarp seperti payung dan menghasilkan basidiospora pada basidium. Guru meminta siswa mengelompokkan jamur tersebut berdasarkan ciri reproduksi seksualnya, karena struktur reproduksi merupakan dasar utama klasifikasi fungi.
Pertanyaan:
Pengelompokan jamur yang paling tepat adalah …
A. Jamur A = Ascomycota, Jamur B = Basidiomycota, Jamur C = Zygomycota
B. Jamur A = Zygomycota, Jamur B = Ascomycota, Jamur C = Basidiomycota
C. Jamur A = Basidiomycota, Jamur B = Zygomycota, Jamur C = Ascomycota
D. Jamur A = Deuteromycota, Jamur B = Basidiomycota, Jamur C = Ascomycota
E. Semua jamur termasuk kelompok yang sama
Kunci: B
Pembahasan:
Zygomycota → sporangium; Ascomycota → askus/askospora; Basidiomycota → basidium/basidiospora.
Soal 2 – Evaluasi peran fungi dalam industri pangan dan kesehatan (C5)
Stimulus:
Dalam industri pangan, Saccharomyces cerevisiae digunakan untuk fermentasi roti, sedangkan Rhizopus oligosporus digunakan dalam pembuatan tempe. Namun, beberapa jamur seperti Aspergillus flavus dapat menghasilkan aflatoksin berbahaya jika bahan pangan disimpan dalam kondisi lembap. Guru meminta siswa mengevaluasi faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan jamur dan menentukan tindakan paling efektif untuk memaksimalkan manfaat fungi sekaligus meminimalkan risikonya.
Pertanyaan:
Tindakan paling tepat untuk mencegah dampak negatif fungi tanpa menghambat manfaatnya adalah …
A. menyimpan bahan pangan dalam kondisi lembap agar fermentasi cepat
B. menyimpan bahan pangan dalam kondisi kering dan menggunakan kultur jamur terkontrol
C. menghindari penggunaan semua jenis jamur dalam industri pangan
D. mencampur bahan pangan berjamur dengan bahan segar
E. membiarkan fermentasi terjadi secara alami tanpa pengawasan
Kunci: B
Pembahasan:
Kontrol kelembapan dan penggunaan kultur murni mencegah kontaminasi jamur berbahaya.
Soal 3 – Analisis hubungan struktur fungi dengan cara hidupnya (C4–C5)
Stimulus:
Jamur memiliki struktur hifa yang membentuk jaringan miselium. Miselium memperluas area penyerapan nutrisi dengan cara menembus substrat. Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri. Sebaliknya, jamur mengeluarkan enzim pencernaan ke lingkungan dan menyerap hasil penguraian tersebut. Guru meminta siswa menjelaskan hubungan antara struktur tubuh fungi dan cara memperoleh nutrisi.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. hifa berfungsi untuk fotosintesis pada jamur
B. miselium berfungsi memperluas penyerapan nutrisi dari lingkungan
C. fungi menggunakan akar sejati untuk menyerap air
D. fungi memperoleh nutrisi melalui penyerapan karbon dioksida
E. fungi memperoleh nutrisi melalui sistem pembuluh seperti tumbuhan
Kunci: B
Pembahasan:
Miselium meningkatkan luas permukaan absorpsi nutrisi secara heterotrof.
Soal 4 – Analisis ciri dan peran fungi dalam ekosistem
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Fungi memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai pengurai bahan organik. Selain itu, fungi juga dapat bersimbiosis dengan tanaman dalam bentuk mikoriza, membantu penyerapan mineral. Namun, beberapa fungi dapat bersifat parasit dan menyebabkan penyakit. Guru meminta siswa memilih pernyataan yang menunjukkan hubungan struktur dan fungsi fungi dalam ekosistem.
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …
A. fungi bersifat heterotrof dengan cara absorpsi
B. miselium meningkatkan luas permukaan penyerapan nutrisi
C. fungi memiliki klorofil untuk fotosintesis
D. fungi dapat berperan sebagai dekomposer
E. fungi dapat bersimbiosis dengan akar tanaman
Kunci: A, B, D, E
Pembahasan:
Fungi heterotrof absorptif, memiliki miselium, berperan sebagai dekomposer, dan dapat membentuk mikoriza.
Soal 5 – Evaluasi reproduksi fungi dan implikasinya terhadap penyebaran (C5)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Fungi dapat bereproduksi secara aseksual melalui pembentukan konidia atau sporangiospora, dan secara seksual melalui pembentukan askospora atau basidiospora. Reproduksi aseksual memungkinkan penyebaran cepat, sedangkan reproduksi seksual menghasilkan variasi genetik yang meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Guru meminta siswa mengevaluasi pernyataan yang benar terkait fungsi reproduksi fungi.
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …
A. reproduksi aseksual mempercepat penyebaran fungi
B. reproduksi seksual meningkatkan variasi genetik fungi
C. askospora merupakan spora seksual pada Ascomycota
D. konidia merupakan spora seksual utama fungi
E. basidiospora merupakan spora seksual pada Basidiomycota
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
Konidia adalah spora aseksual, sedangkan askospora dan basidiospora adalah spora seksual.
Soal 1 – Analisis hubungan aktivitas manusia dan pencemaran air (C4)
Stimulus:
Di sebuah desa, sungai yang sebelumnya jernih berubah menjadi keruh dan berbau. Warga membuang limbah rumah tangga seperti deterjen dan minyak jelantah ke selokan yang terhubung ke sungai. Selain itu, petani menggunakan pupuk dan pestisida yang terbawa air hujan ke sungai. Dalam beberapa bulan, populasi ikan menurun dan beberapa warga mengalami iritasi kulit setelah menggunakan air tersebut. Guru meminta siswa menganalisis hubungan antara aktivitas manusia dan dampak terhadap ekosistem sungai.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat berdasarkan kasus tersebut adalah …
A. pencemaran air hanya disebabkan oleh faktor alami
B. limbah domestik dan pertanian dapat menurunkan kualitas air dan mengganggu organisme
C. sungai dapat membersihkan dirinya tanpa dampak jangka panjang
D. deterjen meningkatkan kualitas habitat ikan
E. pencemaran air tidak memengaruhi kesehatan manusia
Kunci: B
Pembahasan:
Limbah domestik dan pertanian mengandung zat kimia yang menurunkan kualitas air dan mengganggu organisme serta kesehatan manusia.
Soal 2 – Evaluasi strategi pengelolaan limbah berbasis 3R (C5)
Stimulus:
Sekolah menghasilkan banyak limbah berupa plastik kemasan, sisa makanan, dan kertas. Sebagian besar limbah tersebut langsung dibuang ke tempat pembuangan tanpa pemilahan. Guru meminta siswa merancang strategi pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan volume sampah. Strategi tersebut harus realistis dan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah.
Pertanyaan:
Strategi paling efektif sesuai prinsip 3R adalah …
A. membakar semua sampah plastik setiap hari
B. membuang sampah ke sungai agar tidak menumpuk
C. memilah sampah, membuat kompos dari limbah organik, dan mendaur ulang plastik
D. menimbun sampah di halaman sekolah
E. mencampur semua sampah agar mudah diangkut
Kunci: C
Pembahasan:
Pemilahan, kompos, dan daur ulang adalah penerapan Reduce, Reuse, dan Recycle yang efektif dan berkelanjutan.
Soal 3 – Analisis biomagnifikasi dalam rantai makanan (C5)
Stimulus:
Di sebuah danau, pestisida dari lahan pertanian masuk ke air dan diserap oleh plankton. Plankton dimakan ikan kecil, ikan kecil dimakan ikan besar, dan ikan besar dimakan burung pemangsa. Penelitian menunjukkan bahwa burung pemangsa memiliki konsentrasi pestisida paling tinggi dalam tubuhnya. Guru meminta siswa menjelaskan hubungan antara tingkat trofik dan akumulasi zat beracun.
Pertanyaan:
Alasan utama burung pemangsa memiliki konsentrasi racun tertinggi adalah …
A. burung pemangsa menghasilkan racun sendiri
B. racun selalu hilang pada setiap tingkat trofik
C. biomagnifikasi menyebabkan akumulasi racun meningkat pada tingkat trofik lebih tinggi
D. plankton memiliki konsentrasi racun paling tinggi
E. racun hanya terdapat pada produsen
Kunci: C
Pembahasan:
Biomagnifikasi menyebabkan racun meningkat pada setiap tingkat trofik hingga mencapai predator puncak.
Soal 4 – Evaluasi sumber dan dampak pencemaran lingkungan
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Di daerah perkotaan, pencemaran lingkungan meningkat akibat aktivitas manusia. Kendaraan bermotor menghasilkan gas buang, limbah rumah tangga mencemari sungai, dan limbah industri mencemari tanah. Guru meminta siswa mengidentifikasi sumber pencemaran dan dampaknya terhadap ekosistem serta kesehatan manusia.
Pertanyaan:
Yang termasuk sumber pencemaran dan dampaknya adalah …
A. emisi kendaraan bermotor mencemari udara
B. limbah deterjen mencemari air
C. limbah logam berat dapat mencemari tanah
D. fotosintesis tumbuhan menyebabkan pencemaran
E. pencemaran dapat mengganggu kesehatan organisme
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
Emisi kendaraan, deterjen, dan logam berat adalah polutan; pencemaran berdampak pada kesehatan. Fotosintesis tidak menyebabkan pencemaran.
Soal 5 – Evaluasi tindakan mitigasi perubahan lingkungan (C5)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Perubahan lingkungan seperti peningkatan suhu, pencemaran udara, dan kerusakan ekosistem memerlukan tindakan mitigasi untuk mengurangi dampaknya. Guru meminta siswa memilih tindakan mitigasi yang dapat dilakukan individu dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Pertanyaan:
Yang termasuk tindakan mitigasi perubahan lingkungan adalah …
A. menanam pohon untuk menyerap karbon dioksida
B. mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
C. membuang sampah ke sungai
D. menghemat energi listrik
E. menggunakan energi terbarukan
Kunci: A, B, D, E
Pembahasan:
Reboisasi, hemat energi, dan penggunaan energi bersih adalah tindakan mitigasi; membuang sampah ke sungai memperburuk pencemaran.
BAB VIRUS
Soal 1 – Analisis sifat virus sebagai batas hidup dan tak hidup (C4)
Stimulus:
Seorang siswa mengamati bahwa virus tidak memiliki struktur sel seperti membran sel, sitoplasma, atau ribosom. Virus juga tidak melakukan metabolisme sendiri dan tidak dapat berkembang biak tanpa sel inang. Namun, ketika masuk ke sel inang, virus mampu memperbanyak diri dan menghasilkan partikel virus baru. Guru meminta siswa menjelaskan mengapa virus sering disebut berada di batas antara makhluk hidup dan benda tak hidup.
Pertanyaan:
Kesimpulan ilmiah paling tepat adalah …
A. virus adalah makhluk hidup sempurna karena dapat berkembang biak
B. virus termasuk benda mati karena tidak memiliki ukuran
C. virus berada di batas hidup dan tak hidup karena hanya dapat bereplikasi dalam sel inang
D. virus termasuk bakteri karena ukurannya kecil
E. virus tidak memiliki materi genetik
Kunci: C
Pembahasan:
Virus tidak memiliki metabolisme dan struktur sel, tetapi dapat bereplikasi dalam sel inang, sehingga berada di batas hidup dan tak hidup.
Soal 2 – Evaluasi hubungan struktur virus dan efektivitas sabun (C5)
Stimulus:
Virus tertentu memiliki envelope yang tersusun atas lapisan lipid yang berasal dari membran sel inang. Sabun mengandung surfaktan yang dapat merusak lapisan lipid tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa virus dengan envelope lebih mudah diinaktivasi oleh sabun dibanding virus tanpa envelope. Guru meminta siswa menjelaskan hubungan struktur virus dan efektivitas sabun sebagai pencegahan infeksi.
Pertanyaan:
Alasan paling tepat sabun efektif terhadap virus tertentu adalah …
A. sabun menghancurkan materi genetik virus
B. sabun melarutkan kapsid protein virus
C. sabun merusak envelope lipid sehingga virus kehilangan kemampuan menginfeksi
D. sabun meningkatkan metabolisme virus
E. sabun mempercepat replikasi virus
Kunci: C
Pembahasan:
Surfaktan sabun merusak envelope lipid sehingga virus tidak dapat menginfeksi sel.
Soal 3 – Analisis perbedaan siklus litik dan lisogenik (C4)
Stimulus:
Dalam percobaan, dua kelompok bakteri terinfeksi virus. Pada kelompok pertama, sel bakteri cepat pecah dan melepaskan banyak virus baru. Pada kelompok kedua, bakteri tetap hidup dan membelah, tetapi materi genetik virus ditemukan terintegrasi dalam DNA bakteri. Guru meminta siswa mengidentifikasi jenis siklus reproduksi virus yang terjadi.
Pertanyaan:
Jenis siklus yang terjadi pada kelompok kedua adalah …
A. siklus litik, karena sel inang langsung pecah
B. siklus lisogenik, karena materi genetik virus terintegrasi dalam DNA inang
C. siklus litik, karena virus tidak membutuhkan sel inang
D. siklus reproduksi bakteri biasa
E. siklus metabolisme virus
Kunci: B
Pembahasan:
Lisogenik ditandai integrasi DNA virus ke DNA inang tanpa langsung menyebabkan lisis.
Soal 4 – Evaluasi penggunaan antibiotik terhadap infeksi virus (C5)
Stimulus:
Seorang siswa membaca informasi di internet bahwa antibiotik dapat digunakan untuk mencegah flu. Guru menjelaskan bahwa flu disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik dirancang untuk membunuh bakteri. Antibiotik bekerja dengan menargetkan struktur seperti dinding sel bakteri atau ribosom bakteri. Guru meminta siswa mengevaluasi penggunaan antibiotik untuk infeksi virus.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. antibiotik efektif melawan virus karena membunuh semua patogen
B. antibiotik tidak efektif karena virus tidak memiliki struktur target antibiotik
C. antibiotik mempercepat replikasi virus
D. antibiotik meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus
E. antibiotik menghancurkan envelope virus secara langsung
Kunci: B
Pembahasan:
Virus tidak memiliki struktur seperti dinding sel bakteri sehingga antibiotik tidak efektif.
Soal 5 – Analisis karakteristik virus sebagai organisme aseluler (C4–C5)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Virus memiliki karakteristik berbeda dengan organisme seluler. Virus tidak memiliki organel, tidak melakukan metabolisme sendiri, dan hanya dapat bereplikasi dalam sel inang. Namun, virus memiliki materi genetik dan dapat berevolusi. Guru meminta siswa memilih pernyataan yang mendukung sifat virus sebagai organisme aseluler.
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …
A. virus tidak memiliki organel sel
B. virus dapat bereplikasi tanpa sel inang
C. virus memiliki materi genetik DNA atau RNA
D. virus tidak memiliki metabolisme sendiri
E. virus memiliki ribosom
Kunci: A, C, D
Pembahasan:
Virus aseluler, memiliki materi genetik, dan tidak bermetabolisme mandiri.
Soal 6 – Evaluasi strategi pencegahan infeksi virus (C5)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Dalam upaya mencegah penyebaran virus di sekolah, guru meminta siswa mengidentifikasi tindakan yang efektif berdasarkan prinsip ilmiah. Virus menyebar melalui kontak langsung, droplet, dan permukaan benda. Pencegahan melibatkan perlindungan individu dan pengurangan peluang penularan.
Pertanyaan:
Tindakan yang efektif mencegah infeksi virus adalah …
A. mencuci tangan dengan sabun secara rutin
B. meningkatkan ventilasi ruangan
C. menggunakan antibiotik secara rutin tanpa resep
D. vaksinasi sesuai anjuran
E. menghindari kontak dengan orang sakit
Kunci: A, B, D, E
Pembahasan:
PHBS, ventilasi, vaksinasi, dan menghindari paparan efektif; antibiotik tidak mencegah virus.
BAB BAKTERI
Soal 1 – Analisis hubungan struktur bakteri dan kemampuan infeksi (C5)
Stimulus:
Dalam kasus infeksi tertentu, bakteri patogen mampu bertahan dalam tubuh manusia meskipun sistem imun aktif. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri tersebut memiliki kapsul tebal, pili, dan kemampuan membentuk biofilm pada jaringan inang. Struktur ini memungkinkan bakteri melekat kuat, menghindari fagositosis, dan bertahan dari pengaruh antibiotik. Guru meminta siswa menganalisis hubungan struktur bakteri dengan kemampuan bertahan hidupnya.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. kapsul berfungsi sebagai tempat sintesis protein
B. pili berfungsi untuk respirasi sel bakteri
C. kapsul dan biofilm membantu bakteri menghindari sistem imun dan meningkatkan keberhasilan infeksi
D. pili berfungsi untuk pembelahan biner
E. biofilm berfungsi untuk menghasilkan energi
Kunci: C
Pembahasan:
Kapsul melindungi dari fagositosis, pili membantu adhesi, dan biofilm meningkatkan ketahanan terhadap antibiotik dan sistem imun.
Soal 2 – Evaluasi dampak rekombinasi genetik terhadap resistensi antibiotik (C5–C6)
Stimulus:
Di rumah sakit, ditemukan bakteri yang awalnya sensitif terhadap antibiotik menjadi resisten setelah beberapa waktu. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri memperoleh gen resistensi melalui konjugasi, yaitu transfer plasmid dari bakteri lain. Guru meminta siswa mengevaluasi dampak biologis dari proses tersebut terhadap pengendalian penyakit.
Pertanyaan:
Dampak paling tepat adalah …
A. bakteri tidak dapat bereproduksi setelah konjugasi
B. konjugasi menyebabkan bakteri kehilangan DNA utama
C. konjugasi dapat mempercepat penyebaran sifat resistensi antibiotik dalam populasi bakteri
D. konjugasi hanya terjadi pada bakteri mati
E. konjugasi menyebabkan bakteri menjadi eukariot
Kunci: C
Pembahasan:
Konjugasi memindahkan plasmid yang dapat membawa gen resistensi antibiotik, meningkatkan ketahanan bakteri.
Soal 3 – Analisis kesalahan praktikum dan validitas hasil pengamatan (C5)
Stimulus:
Dalam praktikum, siswa tidak dapat melihat bakteri dengan jelas. Setelah dianalisis, preparat terlalu tebal, pewarnaan kurang tepat, dan siswa langsung menggunakan perbesaran besar. Guru meminta siswa menentukan penyebab utama kegagalan pengamatan berdasarkan prinsip mikroskopi.
Pertanyaan:
Penyebab utama adalah …
A. penggunaan pewarna menyebabkan bakteri mati
B. preparat terlalu tebal sehingga cahaya sulit menembus dan detail tidak terlihat
C. bakteri hanya dapat diamati tanpa mikroskop
D. bakteri tidak memiliki bentuk tetap
E. perbesaran kecil tidak diperlukan
Kunci: B
Pembahasan:
Preparat terlalu tebal menghambat penetrasi cahaya dan mengurangi resolusi pengamatan.
Soal 4 – Evaluasi penggunaan antibiotik dan seleksi alam bakteri (C5–C6)
Stimulus:
Seorang pasien menghentikan penggunaan antibiotik sebelum waktunya karena merasa sudah sembuh. Namun, beberapa bakteri yang tersisa memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap antibiotik tersebut. Dalam beberapa minggu, infeksi kembali terjadi dan lebih sulit diobati. Guru meminta siswa menjelaskan proses biologis yang menyebabkan fenomena tersebut.
Pertanyaan:
Fenomena tersebut paling tepat dijelaskan oleh …
A. mutasi spontan yang menghentikan metabolisme bakteri
B. seleksi alam yang mempertahankan bakteri resisten terhadap antibiotik
C. pembelahan mitosis pada bakteri
D. transformasi bakteri menjadi virus
E. hilangnya DNA bakteri
Kunci: B
Pembahasan:
Antibiotik membunuh bakteri sensitif, sementara bakteri resisten bertahan dan berkembang biak (seleksi alam).
Soal 5 – Analisis perbedaan Eubacteria dan Archaea berdasarkan bukti molekuler (C5)
Stimulus:
Penelitian menunjukkan bahwa Archaea memiliki komposisi dinding sel dan membran yang berbeda dari Eubacteria. Selain itu, Archaea sering ditemukan di lingkungan ekstrem dan memiliki perbedaan genetik signifikan. Guru meminta siswa menyimpulkan dasar klasifikasi modern antara kedua kelompok tersebut.
Pertanyaan:
Dasar klasifikasi paling tepat adalah …
A. ukuran sel
B. bentuk sel
C. perbedaan molekuler dan komposisi dinding sel
D. warna sel
E. kemampuan bergerak
Kunci: C
Pembahasan:
Klasifikasi modern menggunakan bukti molekuler seperti DNA dan komposisi biokimia.
Soal 6 – Analisis struktur sel bakteri dan fungsinya (C4–C5)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Struktur bakteri memiliki fungsi khusus untuk mempertahankan hidup dan beradaptasi. Beberapa struktur berperan dalam perlindungan, pergerakan, dan transfer genetik. Guru meminta siswa memilih struktur yang berperan langsung dalam perlindungan dan adaptasi bakteri.
Pertanyaan:
Struktur yang berperan dalam perlindungan dan adaptasi adalah …
A. kapsul
B. plasmid
C. pili
D. flagel
E. ribosom
Kunci: A, B, C
Pembahasan:
Kapsul melindungi, plasmid membawa gen adaptasi, dan pili membantu adhesi dan transfer gen.
Soal 7 – Evaluasi prosedur praktikum pengamatan bakteri (C5)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Dalam praktikum bakteri, siswa harus mengikuti prosedur ilmiah agar hasil valid. Kesalahan kecil dapat menyebabkan kegagalan pengamatan. Guru meminta siswa mengevaluasi tindakan yang benar dalam praktikum mikroskopi bakteri.
Pertanyaan:
Tindakan yang benar adalah …
A. membuat preparat tipis dan merata
B. memulai pengamatan dari perbesaran kecil
C. menjaga kebersihan lensa mikroskop
D. langsung menggunakan perbesaran maksimum
E. mengatur pencahayaan mikroskop
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
Preparat tipis, kebersihan lensa, pencahayaan, dan penggunaan perbesaran bertahap meningkatkan validitas hasil.
Soal 8 – Evaluasi peran bakteri dalam ekosistem dan kesehatan manusia (C5–C6)
Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Bakteri memiliki peran penting dalam kehidupan, baik menguntungkan maupun merugikan. Beberapa bakteri berperan dalam fermentasi pangan, daur nitrogen, dan bioremediasi, sementara yang lain menyebabkan penyakit. Guru meminta siswa mengevaluasi peran bakteri berdasarkan prinsip ilmiah.
Pertanyaan:
Peran bakteri yang benar adalah …
A. membantu fermentasi pangan
B. berperan dalam daur nitrogen
C. menyebabkan penyakit tertentu
D. berperan dalam bioremediasi
E. semua bakteri bersifat patogen
Kunci: A, B, C, D
Pembahasan:
Bakteri memiliki peran beragam, tidak semua patogen.
.png)

Comments
Post a Comment
Silahkan berkomemtar sesuai dengan topik artikel yang di bahas. Tidak boleh memasang link.