LATIHAN SOAL BIOLOGI KELAS 11 PERSIAPAN PSAJ

 


BAB PEMBELAHAN SEL

Soal 1 – Evaluasi dampak kegagalan pemisahan kromatid pada kesehatan sel (C5–C6)

Stimulus:
Dalam penelitian kanker, ditemukan bahwa beberapa sel mengalami gangguan pada fase pembelahan ketika kromatid saudara gagal berpisah secara sempurna. Akibatnya, sel anakan menerima jumlah kromosom yang tidak seimbang. Sel-sel abnormal ini kemudian terus membelah tanpa kontrol dan membentuk jaringan yang tidak berfungsi normal. Peneliti menyimpulkan bahwa gangguan ini berkaitan dengan kerusakan benang spindel dan mekanisme pengaturan siklus sel.

Pertanyaan:
Dampak biologis paling tepat dari gangguan tersebut adalah …

A. terbentuknya sel haploid normal
B. meningkatnya kecepatan replikasi DNA
C. terjadinya aneuploidi yang dapat memicu perkembangan kanker
D. terbentuknya sel identik secara genetik
E. terhambatnya sintesis protein

Kunci: C

Pembahasan:
Kegagalan pemisahan kromatid menyebabkan distribusi kromosom tidak seimbang (aneuploidi), yang dapat memicu kanker.


Soal 2 – Analisis peran meiosis dalam variasi genetik populasi (C6)

Stimulus:
Dalam suatu populasi, peneliti menemukan bahwa variasi genetik meningkat setelah beberapa generasi reproduksi seksual. Analisis mikroskopis menunjukkan adanya peristiwa pindah silang dan pemisahan kromosom homolog secara independen selama pembentukan gamet. Peneliti menyimpulkan bahwa mekanisme pembelahan sel tertentu berperan langsung dalam meningkatkan variasi genetik tersebut.

Pertanyaan:
Kesimpulan ilmiah paling tepat adalah …

A. mitosis meningkatkan variasi genetik melalui pembelahan identik
B. meiosis meningkatkan variasi genetik melalui pindah silang dan assortasi bebas
C. amitosis menghasilkan variasi genetik melalui pembelahan cepat
D. mitosis menghasilkan gamet haploid
E. amitosis menghasilkan kombinasi gen baru

Kunci: B

Pembahasan:
Variasi genetik dihasilkan melalui pindah silang (profase I) dan pemisahan acak kromosom homolog (meiosis).


Soal 3 – Evaluasi perbedaan hasil spermatogenesis dan oogenesis secara fungsional (C5)

Stimulus:
Spermatogenesis menghasilkan empat gamet fungsional, sedangkan oogenesis hanya menghasilkan satu ovum fungsional dan beberapa badan polar. Perbedaan ini berkaitan dengan strategi reproduksi manusia, di mana ovum harus memiliki cadangan nutrisi cukup untuk mendukung perkembangan embrio awal, sementara sperma diproduksi dalam jumlah besar untuk meningkatkan peluang fertilisasi.

Pertanyaan:
Alasan biologis paling tepat dari perbedaan tersebut adalah …

A. spermatogenesis tidak melibatkan meiosis
B. oogenesis meningkatkan variasi genetik lebih besar
C. oogenesis memfokuskan sitoplasma pada satu sel untuk mendukung perkembangan embrio
D. spermatogenesis menghasilkan gamet diploid
E. oogenesis terjadi melalui mitosis saja

Kunci: C

Pembahasan:
Pembagian sitoplasma tidak seimbang memastikan ovum memiliki nutrisi cukup untuk perkembangan embrio.


Soal 4 – Analisis dampak kegagalan sporogenesis terhadap reproduksi tumbuhan (C5–C6)

Stimulus:
Pada suatu tanaman, terjadi gangguan pada proses mikrosporogenesis sehingga serbuk sari yang dihasilkan tidak mampu melakukan fertilisasi. Meskipun struktur bunga lain normal, tanaman tersebut gagal menghasilkan biji. Peneliti menyimpulkan bahwa keberhasilan reproduksi tumbuhan sangat bergantung pada keberhasilan pembentukan gamet melalui sporogenesis.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. sporogenesis tidak berperan dalam reproduksi tumbuhan
B. sporogenesis menghasilkan jaringan vegetatif
C. sporogenesis menghasilkan gamet yang diperlukan untuk fertilisasi
D. sporogenesis menggantikan fungsi penyerbukan
E. sporogenesis hanya terjadi setelah fertilisasi

Kunci: C

Pembahasan:
Sporogenesis menghasilkan gamet haploid yang diperlukan untuk fertilisasi dan pembentukan biji.

Soal 5 – Evaluasi faktor penyebab kesalahan pembelahan sel dan dampaknya

Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Kesalahan pembelahan sel dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan gaya hidup. Radiasi, zat karsinogen, dan bahan kimia tertentu dapat merusak DNA dan mengganggu siklus sel. Kondisi ini dapat menyebabkan pembelahan sel abnormal dan meningkatkan risiko penyakit serius.

Pertanyaan:
Faktor yang dapat menyebabkan kesalahan pembelahan sel adalah …

A. radiasi berlebihan
B. zat karsinogen
C. rokok
D. pola hidup sehat
E. mutasi DNA

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Radiasi, karsinogen, rokok, dan mutasi DNA dapat mengganggu pembelahan sel; pola hidup sehat justru melindungi sel.


Soal 6 – Analisis persamaan dan perbedaan mitosis dan meiosis secara konseptual

Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Mitosis dan meiosis merupakan dua jenis pembelahan sel yang memiliki fungsi biologis berbeda. Mitosis berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan, sedangkan meiosis berperan dalam pembentukan gamet dan variasi genetik. Kedua proses memiliki tahapan dan mekanisme yang berbeda.

Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …

A. mitosis menghasilkan sel identik secara genetik
B. meiosis menghasilkan sel haploid
C. meiosis meningkatkan variasi genetik
D. mitosis menghasilkan gamet
E. meiosis melibatkan dua kali pembelahan inti

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Mitosis menghasilkan sel identik, meiosis menghasilkan gamet haploid dan meningkatkan variasi genetik melalui dua tahap pembelahan.


BAB SEL DAN TRANSPOR MEMBRAN

Soal 1 – Evaluasi implikasi teori sel dalam pengobatan penyakit (C6)

Stimulus:
Dalam terapi kanker modern, obat kemoterapi dirancang untuk menargetkan sel yang membelah secara cepat dan tidak terkendali. Obat tersebut mengganggu pembentukan benang spindel sehingga kromosom tidak dapat dipisahkan secara normal. Akibatnya, sel kanker gagal menyelesaikan pembelahan dan akhirnya mati. Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa gangguan fungsi sel dapat menyebabkan gangguan fungsi jaringan dan organ. Teori sel menjadi dasar utama dalam memahami bagaimana penyakit berkembang dan bagaimana terapi dapat diarahkan secara spesifik pada tingkat seluler.

Pertanyaan:
Kesimpulan ilmiah paling tepat yang mendasari terapi tersebut adalah …

A. semua sel memiliki ukuran yang sama
B. fungsi organisme ditentukan oleh aktivitas sel penyusunnya
C. sel hanya berperan sebagai struktur tubuh
D. semua sel membelah dengan kecepatan sama
E. sel tidak dipengaruhi oleh lingkungan

Kunci: B

Pembahasan:
Teori sel menyatakan bahwa sel adalah unit fungsional kehidupan. Gangguan pada sel akan memengaruhi fungsi organisme, sehingga terapi kanker menargetkan sel abnormal.


Soal 2 – Analisis hubungan struktur membran dan kemampuan adaptasi sel (C5–C6)

Stimulus:
Organisme yang hidup di lingkungan suhu ekstrem memiliki komposisi lipid membran yang berbeda dibandingkan organisme biasa. Pada suhu tinggi, membran sel memiliki lebih banyak lipid jenuh untuk menjaga kestabilan struktur. Sebaliknya, pada suhu rendah, membran memiliki lebih banyak lipid tak jenuh agar tetap fleksibel. Perubahan komposisi lipid ini memastikan membran tetap berfungsi sebagai pengatur keluar-masuknya zat.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat dari fenomena tersebut adalah …

A. lipid hanya berfungsi sebagai cadangan energi
B. membran sel tidak dipengaruhi lingkungan
C. komposisi lipid menentukan stabilitas dan fungsi membran sel
D. protein merupakan satu-satunya komponen membran
E. membran sel selalu memiliki komposisi tetap

Kunci: C

Pembahasan:
Komposisi lipid memengaruhi fluiditas membran, sehingga penting untuk menjaga fungsi membran dalam kondisi ekstrem.


Soal 3 – Evaluasi hasil praktikum osmosis berdasarkan data kuantitatif (C6)

Stimulus:
Dalam praktikum, potongan jaringan tumbuhan direndam dalam larutan dengan konsentrasi berbeda. Data menunjukkan bahwa jaringan dalam larutan A bertambah massa 12%, larutan B tetap, dan larutan C berkurang massa 15%. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa perbedaan ini berkaitan dengan arah perpindahan air melalui membran sel.

Pertanyaan:
Interpretasi paling tepat terhadap kondisi larutan C adalah …

A. larutan C bersifat hipotonik terhadap sel
B. larutan C bersifat isotonik terhadap sel
C. larutan C bersifat hipertonik terhadap sel
D. tidak terjadi osmosis pada larutan C
E. membran sel rusak pada larutan C

Kunci: C

Pembahasan:
Penurunan massa menunjukkan air keluar dari sel, sehingga larutan bersifat hipertonik.


Soal 4 – Analisis mekanisme respirasi sel prokariotik tanpa mitokondria (C5)

Stimulus:
Bakteri tidak memiliki mitokondria, tetapi tetap mampu menghasilkan energi melalui respirasi. Penelitian menunjukkan bahwa enzim respirasi terletak pada membran plasma bakteri. Hal ini menunjukkan bahwa struktur sel yang berbeda dapat menjalankan fungsi biologis yang sama melalui mekanisme berbeda.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. mitokondria tidak berperan dalam respirasi sel
B. respirasi hanya terjadi pada sel eukariotik
C. membran plasma bakteri berperan dalam produksi energi
D. bakteri tidak memerlukan energi
E. respirasi hanya terjadi pada organisme multiseluler

Kunci: C

Pembahasan:
Pada prokariotik, respirasi berlangsung di membran plasma karena tidak memiliki mitokondria.

Soal 5 – Evaluasi peran membran sel dalam menjaga keseimbangan internal

Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Membran sel berfungsi sebagai batas selektif yang mengatur keluar-masuknya zat. Tanpa fungsi ini, sel tidak dapat mempertahankan keseimbangan internal dan proses metabolisme akan terganggu. Beberapa faktor seperti komposisi lipid, protein membran, dan gradien konsentrasi memengaruhi efektivitas transport membran.

Pertanyaan:
Pernyataan yang benar tentang fungsi membran sel adalah …

A. mengatur perpindahan zat secara selektif
B. menjaga keseimbangan internal sel
C. memungkinkan komunikasi antar sel melalui reseptor
D. menghasilkan energi utama sel secara langsung
E. melindungi sel dari perubahan lingkungan ekstrem

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Membran berfungsi sebagai pengatur transport, pelindung, dan komunikasi. Produksi energi utama terjadi di mitokondria.


Soal 6 – Analisis perbedaan difusi, osmosis, dan transpor aktif dalam konteks fisiologi

Petunjuk: Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Sel menggunakan berbagai mekanisme transport membran untuk mempertahankan keseimbangan internal. Difusi dan osmosis merupakan transpor pasif, sedangkan transpor aktif memerlukan energi ATP. Mekanisme ini penting dalam berbagai proses fisiologis seperti penyerapan nutrisi dan pengaturan cairan tubuh.

Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …

A. difusi terjadi mengikuti gradien konsentrasi
B. osmosis melibatkan perpindahan air melalui membran semipermeabel
C. transpor aktif memerlukan energi ATP
D. osmosis dapat terjadi tanpa membran
E. transpor aktif dapat melawan gradien konsentrasi

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Difusi dan osmosis mengikuti gradien konsentrasi (pasif), sedangkan transpor aktif memerlukan energi dan dapat melawan gradien.


BAB SISTEM EKSKRESI

Soal 1 – Evaluasi hubungan gangguan ekskresi dengan homeostasis tubuh (C5–C6)

Stimulus:
Seorang atlet mengalami peningkatan kadar urea dan kreatinin akibat kurang minum air dan sering menahan buang air kecil. Pemeriksaan menunjukkan bahwa ginjal tidak mampu mengeluarkan zat sisa metabolisme secara optimal. Penumpukan zat sisa ini menyebabkan gangguan keseimbangan internal tubuh, memengaruhi fungsi saraf, otot, dan sistem organ lainnya. Dokter menjelaskan bahwa gangguan ekskresi dapat memicu gangguan sistemik karena zat toksik tetap berada dalam sirkulasi darah dan memengaruhi metabolisme sel.

Pertanyaan:
Kesimpulan ilmiah paling tepat terkait dampak gangguan tersebut adalah …

A. Sistem ekskresi hanya memengaruhi produksi urin
B. Penumpukan zat sisa dapat mengganggu homeostasis dan fungsi organ lain
C. Ginjal tidak berperan dalam keseimbangan internal tubuh
D. Urea dan kreatinin tidak berbahaya bagi sel
E. Ekskresi tidak berkaitan dengan metabolisme sel

Kunci: B

Pembahasan:
Ginjal menjaga homeostasis dengan membuang zat sisa. Penumpukan zat sisa mengganggu keseimbangan internal dan fungsi sel.


Soal 2 – Analisis dampak kerusakan glomerulus terhadap komposisi urin (C5)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami proteinuria, yaitu adanya protein dalam urin. Analisis menunjukkan bahwa struktur filtrasi ginjal mengalami kerusakan sehingga molekul besar dapat lolos ke filtrat. Secara normal, membran filtrasi hanya memungkinkan molekul kecil melewati glomerulus, sementara protein tetap berada dalam darah.

Pertanyaan:
Dampak utama kerusakan glomerulus adalah …

A. peningkatan reabsorpsi air
B. kegagalan filtrasi zat sisa
C. masuknya molekul besar seperti protein ke dalam urin
D. penghentian augmentasi
E. peningkatan produksi empedu

Kunci: C

Pembahasan:
Kerusakan glomerulus menyebabkan permeabilitas meningkat sehingga protein dapat lolos ke urin.


Soal 3 – Evaluasi peran ADH dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh (C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami gangguan produksi hormon ADH sehingga ginjal tidak mampu menyerap kembali air secara optimal. Akibatnya, pasien menghasilkan urin dalam jumlah besar dan mengalami dehidrasi. Pemeriksaan menunjukkan bahwa filtrasi berlangsung normal, tetapi volume urin tetap tinggi karena air tidak direabsorpsi secara efisien.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait peran ADH adalah …

A. ADH meningkatkan filtrasi glomerulus
B. ADH menghambat produksi urin
C. ADH meningkatkan reabsorpsi air untuk menjaga keseimbangan cairan
D. ADH meningkatkan ekskresi urea
E. ADH menghentikan kerja ginjal

Kunci: C

Pembahasan:
ADH meningkatkan reabsorpsi air di tubulus ginjal sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.


Soal 4 – Analisis integrasi fungsi organ ekskresi dalam menjaga keseimbangan asam-basa (C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami gangguan paru-paru kronis sehingga kadar CO₂ dalam darah meningkat. Pada saat yang sama, ginjal berusaha meningkatkan ekskresi ion hidrogen dan reabsorpsi bikarbonat untuk menjaga keseimbangan pH darah. Hal ini menunjukkan kerja terintegrasi organ ekskresi dalam mempertahankan homeostasis tubuh.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. Paru-paru dan ginjal bekerja secara independen
B. Paru-paru hanya berfungsi dalam respirasi, bukan ekskresi
C. Ginjal dan paru-paru bekerja sama menjaga keseimbangan asam-basa
D. CO₂ tidak memengaruhi keseimbangan tubuh
E. Ginjal tidak dapat mengompensasi gangguan paru-paru

Kunci: C

Pembahasan:
Paru-paru dan ginjal bekerja bersama menjaga pH darah melalui ekskresi CO₂ dan ion.


BAB SISITEM GERAK

Soal 1 – Evaluasi hubungan struktur tulang pipa dan efisiensi biomekanik (C5–C6)

Stimulus:
Dalam studi biomekanik, peneliti membandingkan tulang paha manusia dengan batang logam padat dengan massa yang sama. Hasilnya menunjukkan bahwa tulang paha mampu menopang tekanan besar dengan massa relatif ringan. Struktur tulang paha terdiri atas lapisan kompak di bagian luar dan rongga sumsum di bagian tengah. Peneliti menyimpulkan bahwa struktur ini merupakan adaptasi evolusioner yang memungkinkan manusia bergerak efisien tanpa mengorbankan kekuatan struktural.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait hubungan struktur dan fungsi tulang paha adalah …

A. Rongga tulang menyebabkan tulang menjadi lemah
B. Struktur berongga meningkatkan efisiensi kekuatan terhadap berat tulang
C. Tulang padat sepenuhnya lebih efisien daripada tulang berongga
D. Rongga tulang hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan lemak
E. Struktur tulang tidak memengaruhi kemampuan menopang beban

Kunci: B

Pembahasan:
Struktur berongga memungkinkan tulang tetap kuat tetapi ringan, meningkatkan efisiensi biomekanik.


Soal 2 – Analisis dampak gangguan sendi terhadap koordinasi sistem gerak (C5)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami kerusakan sendi lutut akibat kecelakaan. Pemeriksaan menunjukkan bahwa tulang, otot, dan saraf masih berfungsi normal, tetapi pasien tetap kesulitan berjalan. Dokter menjelaskan bahwa sendi berperan penting dalam menghubungkan tulang dan memungkinkan gerakan terkoordinasi.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait peran sendi dalam sistem gerak adalah …

A. Sendi menghasilkan energi untuk gerakan
B. Sendi berperan sebagai alat gerak aktif utama
C. Sendi memungkinkan koordinasi gerakan antar tulang
D. Sendi berfungsi sebagai pusat kontrol gerakan
E. Sendi menggantikan fungsi otot dalam gerakan

Kunci: C

Pembahasan:
Sendi memungkinkan tulang bergerak relatif satu sama lain, sehingga penting untuk koordinasi gerakan.


Soal 3 – Evaluasi mekanisme kontraksi otot dan implikasinya terhadap kekuatan otot (C6)

Stimulus:
Dalam eksperimen fisiologi, peneliti mengamati bahwa peningkatan jumlah jembatan silang antara aktin dan miosin meningkatkan kekuatan kontraksi otot. Namun, tanpa ketersediaan ATP, kontraksi tidak dapat berlangsung meskipun struktur otot utuh. Hal ini menunjukkan bahwa kontraksi otot bergantung pada interaksi struktural dan energi seluler.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat berdasarkan eksperimen tersebut adalah …

A. ATP hanya berperan dalam relaksasi otot
B. Kontraksi otot terjadi tanpa keterlibatan energi
C. Kontraksi otot bergantung pada interaksi aktin–miosin dan ketersediaan ATP
D. Aktin dan miosin tidak berperan dalam kontraksi
E. ATP menggantikan fungsi aktin

Kunci: C

Pembahasan:
ATP diperlukan untuk pembentukan dan pelepasan jembatan silang aktin–miosin.


Soal 4 – Analisis peran teknologi rehabilitasi dalam pemulihan fungsi sistem gerak (C6)

Stimulus:
Seorang pasien pasca-stroke mengalami kelumpuhan parsial. Terapi menggunakan alat rehabilitasi berbasis sensor membantu pasien melatih kembali gerakan melalui stimulasi berulang. Setelah beberapa bulan, pasien menunjukkan peningkatan kemampuan gerak.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait peran teknologi tersebut adalah …

A. Teknologi menggantikan fungsi sistem saraf sepenuhnya
B. Teknologi membantu memulihkan fungsi gerak melalui stimulasi dan latihan bertahap
C. Teknologi tidak berpengaruh pada pemulihan fungsi gerak
D. Pemulihan terjadi tanpa keterlibatan sistem otot
E. Teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu pasif

Kunci: B

Pembahasan:
Teknologi rehabilitasi membantu pemulihan melalui stimulasi dan latihan yang meningkatkan fungsi sistem gerak.

Soal 5 – Evaluasi hubungan struktur tulang, sendi, dan otot dalam menghasilkan gerakan

Petunjuk: Pilih SEMUA jawaban yang benar

Stimulus:
Gerakan tubuh manusia merupakan hasil kerja terintegrasi antara tulang, sendi, dan otot. Tulang berfungsi sebagai alat gerak pasif, otot sebagai alat gerak aktif, dan sendi sebagai penghubung yang memungkinkan gerakan terjadi. Gangguan pada salah satu komponen dapat memengaruhi kemampuan gerak secara keseluruhan.

Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …

A. Tulang berfungsi sebagai alat gerak pasif
B. Otot menghasilkan gaya untuk gerakan
C. Sendi memungkinkan pergerakan antar tulang
D. Tulang dapat bergerak tanpa otot
E. Gangguan sendi dapat memengaruhi kemampuan gerak

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Gerakan membutuhkan koordinasi tulang, otot, dan sendi. Tulang tidak dapat bergerak sendiri tanpa otot.


Soal 6 – Evaluasi faktor yang memengaruhi kesehatan sistem gerak secara jangka panjang

Petunjuk: Pilih SEMUA jawaban yang benar

Stimulus:
Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan sistem gerak dipengaruhi oleh aktivitas fisik, nutrisi, postur tubuh, dan faktor lingkungan. Pola hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan sistem gerak seperti osteoporosis, artritis, dan kelainan postur.

Pertanyaan:
Faktor yang membantu menjaga kesehatan sistem gerak adalah …

A. olahraga teratur
B. konsumsi kalsium dan vitamin D
C. postur tubuh yang benar
D. kurang aktivitas fisik

BAB SISTEM KOORDINASI

Soal 1 – Evaluasi hubungan mielin dengan efisiensi koordinasi tubuh (C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan selubung mielin pada neuron. Pemeriksaan menunjukkan bahwa impuls saraf tetap dapat dihantarkan, tetapi kecepatannya menurun drastis. Akibatnya, pasien mengalami gangguan koordinasi, refleks lambat, dan kesulitan menjaga keseimbangan. Dokter menjelaskan bahwa mielin berperan penting dalam meningkatkan efisiensi penghantaran impuls melalui mekanisme konduksi saltatori.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait dampak kerusakan mielin adalah …

A. impuls saraf berhenti sepenuhnya
B. neuron kehilangan kemampuan menghasilkan impuls
C. impuls saraf tetap berjalan tetapi dengan kecepatan lebih lambat
D. sinaps tidak lagi dapat bekerja
E. efektor kehilangan kemampuan merespons impuls

Kunci: C

Pembahasan:
Mielin mempercepat impuls melalui konduksi saltatori. Tanpa mielin, impuls tetap berjalan tetapi lebih lambat.


Soal 2 – Analisis integrasi sistem saraf dan hormon dalam respons stres (C6)

Stimulus:
Saat menghadapi bahaya, tubuh merespons dengan cepat melalui sistem saraf simpatik dan pelepasan hormon adrenalin. Impuls saraf memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon ke dalam darah. Hormon tersebut meningkatkan denyut jantung, aliran darah ke otot, dan kesiapan tubuh menghadapi ancaman.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat tentang integrasi kedua sistem tersebut adalah …

A. sistem hormon bekerja tanpa keterlibatan sistem saraf
B. sistem saraf memicu pelepasan hormon untuk memperkuat respons tubuh
C. sistem hormon menghentikan kerja sistem saraf
D. sistem saraf bekerja lebih lambat daripada hormon
E. hormon tidak memengaruhi organ tubuh

Kunci: B

Pembahasan:
Sistem saraf memicu pelepasan hormon yang memperkuat dan memperpanjang respons tubuh.


Soal 3 – Evaluasi dampak gangguan neurotransmiter terhadap fungsi kognitif (C5–C6)

Stimulus:
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan pelepasan neurotransmiter di sinaps menyebabkan gangguan komunikasi antarneuron. Pasien dengan gangguan ini mengalami kesulitan berkonsentrasi, gangguan memori, dan penurunan kemampuan berpikir.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. neurotransmiter hanya berfungsi dalam refleks
B. neurotransmiter berperan penting dalam komunikasi antarneuron
C. sinaps tidak berperan dalam fungsi otak
D. neuron tidak memerlukan neurotransmiter
E. neurotransmiter hanya berfungsi pada sistem hormon

Kunci: B

Pembahasan:
Neurotransmiter memungkinkan komunikasi antarneuron dan berperan dalam fungsi kognitif.


Soal 4 – Analisis hubungan hormon hipofisis dengan gangguan pertumbuhan (C6)

Stimulus:
Seorang anak mengalami pertumbuhan tubuh yang sangat cepat akibat produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan. Pemeriksaan menunjukkan gangguan pada kelenjar hipofisis yang mengatur produksi hormon pertumbuhan.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. hipofisis tidak berperan dalam pertumbuhan
B. hipofisis mengontrol hormon yang memengaruhi pertumbuhan tubuh
C. hormon pertumbuhan diproduksi sistem saraf
D. pertumbuhan tubuh hanya dipengaruhi faktor genetik
E. hipofisis hanya berperan dalam metabolisme

Kunci: B

Pembahasan:
Hipofisis menghasilkan hormon pertumbuhan yang mengontrol pertumbuhan tubuh.


Soal 5 – Evaluasi dampak kerusakan reseptor sensorik terhadap persepsi (C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami kerusakan reseptor pada kulit akibat luka bakar. Meskipun neuron sensorik masih berfungsi, pasien tidak dapat merasakan sentuhan atau suhu pada area tersebut.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. neuron sensorik tidak berfungsi
B. reseptor berperan penting dalam menerima rangsang
C. otak tidak memerlukan rangsang sensorik
D. reseptor hanya berfungsi pada sistem hormon
E. efektor tidak memerlukan reseptor

Kunci: B

Pembahasan:
Reseptor mengubah rangsang menjadi impuls saraf. Tanpa reseptor, persepsi tidak terjadi.


Soal 6 – Evaluasi dampak psikotropika terhadap sistem saraf pusat (C5–C6)

Stimulus:
Seorang pengguna psikotropika mengalami euforia sesaat tetapi dalam jangka panjang mengalami gangguan memori dan ketergantungan. Pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan keseimbangan neurotransmiter.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. psikotropika meningkatkan fungsi otak permanen
B. psikotropika tidak memengaruhi neuron
C. psikotropika mengganggu keseimbangan neurotransmiter
D. psikotropika mempercepat regenerasi neuron
E. psikotropika memperkuat komunikasi saraf normal

Kunci: C

Pembahasan:
Psikotropika mengganggu keseimbangan neurotransmiter dan fungsi saraf.

Soal 7 – Analisis faktor yang memengaruhi kecepatan impuls saraf (C5–C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Kecepatan impuls saraf dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural neuron. Penelitian menunjukkan bahwa neuron dengan mielin dan diameter akson besar menghantarkan impuls lebih cepat.

Pertanyaan:
Faktor yang memengaruhi kecepatan impuls saraf adalah …

A. keberadaan selubung mielin
B. diameter akson
C. keberadaan nodus Ranvier
D. warna neuron
E. arah impuls

Kunci: A, B, C

Pembahasan:
Mielin, nodus Ranvier, dan diameter akson memengaruhi kecepatan impuls.


Soal 8 – Evaluasi komponen yang berperan dalam lengkung refleks (C5)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Gerak refleks melibatkan beberapa komponen yang bekerja cepat untuk melindungi tubuh dari bahaya.

Pertanyaan:
Komponen yang terlibat dalam gerak refleks adalah …

A. reseptor
B. neuron sensorik
C. interneuron
D. neuron motorik
E. kelenjar hipofisis

Kunci: A, B, C, D

Pembahasan:
Gerak refleks melibatkan reseptor, neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik.


Soal 9 – Evaluasi dampak stres terhadap sistem hormon dan saraf (C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Stres kronis menyebabkan peningkatan hormon kortisol dan gangguan fungsi saraf.

Pertanyaan:
Dampak stres kronis adalah …

A. gangguan keseimbangan hormon
B. gangguan fungsi sistem saraf
C. peningkatan kesehatan saraf
D. gangguan kesehatan mental
E. peningkatan koordinasi saraf

Kunci: A, B, D

Pembahasan:
Stres kronis mengganggu hormon dan fungsi saraf serta kesehatan mental.


Soal 10 – Evaluasi strategi menjaga kesehatan sistem koordinasi (C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Menjaga kesehatan sistem koordinasi penting untuk mempertahankan fungsi tubuh optimal.

Pertanyaan:
Strategi yang tepat adalah …

A. tidur cukup
B. mengelola stres
C. pola hidup sehat
D. penggunaan psikotropika
E. nutrisi seimbang

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Pola hidup sehat menjaga fungsi sistem saraf dan hormon.

E. paparan sinar matahari secukupnya

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Olahraga, nutrisi, postur, dan sinar matahari mendukung kesehatan sistem gerak. Kurang aktivitas fisik justru merugikan.


BAB SISTEM KOORDINASI

Soal 1 – Evaluasi hubungan mielin dengan efisiensi koordinasi tubuh (C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan selubung mielin pada neuron. Pemeriksaan menunjukkan bahwa impuls saraf tetap dapat dihantarkan, tetapi kecepatannya menurun drastis. Akibatnya, pasien mengalami gangguan koordinasi, refleks lambat, dan kesulitan menjaga keseimbangan. Dokter menjelaskan bahwa mielin berperan penting dalam meningkatkan efisiensi penghantaran impuls melalui mekanisme konduksi saltatori.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait dampak kerusakan mielin adalah …

A. impuls saraf berhenti sepenuhnya
B. neuron kehilangan kemampuan menghasilkan impuls
C. impuls saraf tetap berjalan tetapi dengan kecepatan lebih lambat
D. sinaps tidak lagi dapat bekerja
E. efektor kehilangan kemampuan merespons impuls

Kunci: C

Pembahasan:
Mielin mempercepat impuls melalui konduksi saltatori. Tanpa mielin, impuls tetap berjalan tetapi lebih lambat.


Soal 2 – Analisis integrasi sistem saraf dan hormon dalam respons stres (C6)

Stimulus:
Saat menghadapi bahaya, tubuh merespons dengan cepat melalui sistem saraf simpatik dan pelepasan hormon adrenalin. Impuls saraf memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon ke dalam darah. Hormon tersebut meningkatkan denyut jantung, aliran darah ke otot, dan kesiapan tubuh menghadapi ancaman.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat tentang integrasi kedua sistem tersebut adalah …

A. sistem hormon bekerja tanpa keterlibatan sistem saraf
B. sistem saraf memicu pelepasan hormon untuk memperkuat respons tubuh
C. sistem hormon menghentikan kerja sistem saraf
D. sistem saraf bekerja lebih lambat daripada hormon
E. hormon tidak memengaruhi organ tubuh

Kunci: B

Pembahasan:
Sistem saraf memicu pelepasan hormon yang memperkuat dan memperpanjang respons tubuh.


Soal 3 – Evaluasi dampak gangguan neurotransmiter terhadap fungsi kognitif (C5–C6)

Stimulus:
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan pelepasan neurotransmiter di sinaps menyebabkan gangguan komunikasi antarneuron. Pasien dengan gangguan ini mengalami kesulitan berkonsentrasi, gangguan memori, dan penurunan kemampuan berpikir.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. neurotransmiter hanya berfungsi dalam refleks
B. neurotransmiter berperan penting dalam komunikasi antarneuron
C. sinaps tidak berperan dalam fungsi otak
D. neuron tidak memerlukan neurotransmiter
E. neurotransmiter hanya berfungsi pada sistem hormon

Kunci: B

Pembahasan:
Neurotransmiter memungkinkan komunikasi antarneuron dan berperan dalam fungsi kognitif.


Soal 4 – Analisis hubungan hormon hipofisis dengan gangguan pertumbuhan (C6)

Stimulus:
Seorang anak mengalami pertumbuhan tubuh yang sangat cepat akibat produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan. Pemeriksaan menunjukkan gangguan pada kelenjar hipofisis yang mengatur produksi hormon pertumbuhan.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. hipofisis tidak berperan dalam pertumbuhan
B. hipofisis mengontrol hormon yang memengaruhi pertumbuhan tubuh
C. hormon pertumbuhan diproduksi sistem saraf
D. pertumbuhan tubuh hanya dipengaruhi faktor genetik
E. hipofisis hanya berperan dalam metabolisme

Kunci: B

Pembahasan:
Hipofisis menghasilkan hormon pertumbuhan yang mengontrol pertumbuhan tubuh.


Soal 5 – Evaluasi dampak kerusakan reseptor sensorik terhadap persepsi (C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami kerusakan reseptor pada kulit akibat luka bakar. Meskipun neuron sensorik masih berfungsi, pasien tidak dapat merasakan sentuhan atau suhu pada area tersebut.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. neuron sensorik tidak berfungsi
B. reseptor berperan penting dalam menerima rangsang
C. otak tidak memerlukan rangsang sensorik
D. reseptor hanya berfungsi pada sistem hormon
E. efektor tidak memerlukan reseptor

Kunci: B

Pembahasan:
Reseptor mengubah rangsang menjadi impuls saraf. Tanpa reseptor, persepsi tidak terjadi.


Soal 6 – Evaluasi dampak psikotropika terhadap sistem saraf pusat (C5–C6)

Stimulus:
Seorang pengguna psikotropika mengalami euforia sesaat tetapi dalam jangka panjang mengalami gangguan memori dan ketergantungan. Pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan keseimbangan neurotransmiter.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. psikotropika meningkatkan fungsi otak permanen
B. psikotropika tidak memengaruhi neuron
C. psikotropika mengganggu keseimbangan neurotransmiter
D. psikotropika mempercepat regenerasi neuron
E. psikotropika memperkuat komunikasi saraf normal

Kunci: C

Pembahasan:
Psikotropika mengganggu keseimbangan neurotransmiter dan fungsi saraf.

Soal 7 – Analisis faktor yang memengaruhi kecepatan impuls saraf (C5–C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Kecepatan impuls saraf dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural neuron. Penelitian menunjukkan bahwa neuron dengan mielin dan diameter akson besar menghantarkan impuls lebih cepat.

Pertanyaan:
Faktor yang memengaruhi kecepatan impuls saraf adalah …

A. keberadaan selubung mielin
B. diameter akson
C. keberadaan nodus Ranvier
D. warna neuron
E. arah impuls

Kunci: A, B, C

Pembahasan:
Mielin, nodus Ranvier, dan diameter akson memengaruhi kecepatan impuls.


Soal 8 – Evaluasi komponen yang berperan dalam lengkung refleks (C5)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Gerak refleks melibatkan beberapa komponen yang bekerja cepat untuk melindungi tubuh dari bahaya.

Pertanyaan:
Komponen yang terlibat dalam gerak refleks adalah …

A. reseptor
B. neuron sensorik
C. interneuron
D. neuron motorik
E. kelenjar hipofisis

Kunci: A, B, C, D

Pembahasan:
Gerak refleks melibatkan reseptor, neuron sensorik, interneuron, dan neuron motorik.


Soal 9 – Evaluasi dampak stres terhadap sistem hormon dan saraf (C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus (±150 kata):
Seorang siswa kelas XI mengalami stres kronis selama beberapa bulan akibat tekanan akademik, kurang tidur, dan kecemasan menghadapi ujian. Ia mulai mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, sering merasa cemas, dan mengalami gangguan tidur. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kadar hormon kortisol dalam darahnya meningkat secara signifikan. Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal sebagai bagian dari respons tubuh terhadap stres. Dalam kondisi normal, hormon ini membantu tubuh menghadapi situasi darurat, tetapi peningkatan jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat memengaruhi fungsi hipotalamus, hipofisis, dan kelenjar adrenal, serta mengganggu komunikasi antarneuron di otak, terutama pada bagian yang berperan dalam memori dan emosi. Selain itu, stres kronis juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan meningkatkan risiko gangguan kecemasan serta depresi jika tidak ditangani dengan baik.

Pertanyaan:
Berdasarkan stimulus tersebut, dampak stres kronis terhadap sistem hormon dan saraf adalah …

A. gangguan keseimbangan hormon
B. gangguan fungsi sistem saraf
C. peningkatan kesehatan saraf
D. gangguan kesehatan mental
E. peningkatan koordinasi saraf

Kunci: A, B, D

Pembahasan:
Stres kronis meningkatkan hormon kortisol sehingga mengganggu keseimbangan hormon (A). Selain itu, stres kronis mengganggu fungsi neuron dan komunikasi saraf, sehingga memengaruhi fungsi sistem saraf (B). Stres kronis juga berdampak pada kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi (D). Sebaliknya, stres kronis tidak meningkatkan kesehatan saraf (C) maupun koordinasi saraf (E), tetapi justru mengganggunya.

Soal 10 – Evaluasi strategi menjaga kesehatan sistem koordinasi (C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Menjaga kesehatan sistem koordinasi penting untuk mempertahankan fungsi tubuh optimal.

Pertanyaan:
Strategi yang tepat adalah …

A. tidur cukup
B. mengelola stres
C. pola hidup sehat
D. penggunaan psikotropika
E. nutrisi seimbang

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Pola hidup sehat menjaga fungsi sistem saraf dan hormon.


BAB SISTEM PENCERNAAN 

Soal 1 – Evaluasi dampak pola makan tidak seimbang terhadap performa fisiologis (C6)

Stimulus:
Seorang atlet remaja mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana tetapi sangat rendah protein, vitamin, dan mineral. Dalam beberapa minggu, ia mengalami penurunan stamina, pemulihan otot yang lambat, dan peningkatan frekuensi sakit. Pemeriksaan menunjukkan bahwa kebutuhan energi sebagian terpenuhi, tetapi fungsi zat pembangun dan pengatur tidak optimal. Guru meminta siswa mengevaluasi hubungan antara komposisi makanan dan performa fisiologis tubuh.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. karbohidrat sederhana cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh
B. kekurangan zat pembangun dan pengatur dapat mengganggu pemulihan dan imunitas
C. protein hanya berfungsi sebagai sumber energi cadangan
D. vitamin tidak berperan dalam metabolisme
E. mineral hanya berfungsi dalam sistem pencernaan

Kunci: B

Pembahasan:
Protein, vitamin, dan mineral penting untuk perbaikan jaringan dan regulasi metabolisme. Kekurangannya menurunkan performa fisiologis.


Soal 2 – Analisis gangguan organ terhadap proses pencernaan kimiawi (C5)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami kerusakan pankreas sehingga produksi enzim pencernaan menurun drastis. Akibatnya, pasien mengalami gangguan penyerapan nutrisi dan penurunan berat badan. Pemeriksaan menunjukkan bahwa karbohidrat kompleks, protein, dan lemak tidak tercerna optimal.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. pankreas hanya berperan dalam pencernaan mekanik
B. pankreas menghasilkan enzim yang penting untuk pencernaan makronutrien
C. pankreas tidak berperan dalam sistem pencernaan
D. pencernaan lemak hanya terjadi di lambung
E. pankreas hanya berfungsi dalam sistem hormon

Kunci: B

Pembahasan:
Pankreas menghasilkan amilase, lipase, dan tripsin untuk mencerna karbohidrat, lemak, dan protein.


Soal 3 – Evaluasi hubungan fungsi empedu dan efisiensi pencernaan lemak (C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami gangguan pada saluran empedu sehingga empedu tidak dapat mencapai usus halus secara optimal. Akibatnya, pasien mengalami gangguan pencernaan lemak dan kekurangan vitamin larut lemak (A, D, E, K). Dokter menjelaskan bahwa empedu berperan penting dalam proses pencernaan lemak.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. empedu mencerna protein secara langsung
B. empedu membantu emulsifikasi lemak sehingga meningkatkan efisiensi kerja enzim lipase
C. empedu menghasilkan enzim lipase
D. empedu berperan dalam pencernaan karbohidrat
E. empedu hanya berfungsi dalam penyerapan air

Kunci: B

Pembahasan:
Empedu mengemulsikan lemak, meningkatkan luas permukaan agar enzim lipase bekerja optimal.


Soal 4 – Evaluasi keunggulan sistem pencernaan ruminansia dalam pemanfaatan nutrisi (C6)

Stimulus:
Sapi mampu bertahan hidup dengan mengonsumsi rumput yang kaya selulosa, sementara manusia tidak dapat mencernanya secara efisien. Hal ini disebabkan oleh adanya mikroorganisme dalam lambung sapi yang membantu fermentasi selulosa menjadi zat yang dapat digunakan sebagai sumber energi.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. sapi menghasilkan enzim selulase sendiri
B. mikroorganisme dalam rumen membantu mengubah selulosa menjadi sumber energi
C. manusia memiliki sistem pencernaan yang sama dengan sapi
D. selulosa dapat dicerna oleh semua organisme
E. fermentasi tidak berperan dalam pencernaan ruminansia

Kunci: B

Pembahasan:
Rumen mengandung mikroorganisme yang memfermentasi selulosa menjadi nutrisi yang dapat dimanfaatkan.

Soal 5 – Evaluasi hubungan struktur organ pencernaan dan fungsi fisiologisnya (C5–C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Setiap organ pencernaan memiliki struktur khusus yang mendukung fungsinya. Kerusakan pada satu organ dapat memengaruhi keseluruhan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Pemahaman hubungan struktur dan fungsi organ penting untuk memahami gangguan pencernaan.

Pertanyaan:
Pasangan organ dan fungsi yang benar adalah …

A. lambung – pencernaan protein secara kimiawi
B. usus halus – penyerapan nutrisi utama
C. usus besar – penyerapan air
D. hati – produksi empedu
E. pankreas – penyerapan nutrisi utama

Kunci: A, B, C, D

Pembahasan:
Pankreas menghasilkan enzim, bukan organ utama penyerapan nutrisi.


Soal 6 – Evaluasi dampak gaya hidup terhadap kesehatan sistem pencernaan (C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tidak teratur, kurang serat, dan konsumsi makanan tidak higienis dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan seperti konstipasi, diare, dan gastritis. Sebaliknya, pola hidup sehat membantu menjaga fungsi optimal sistem pencernaan.

Pertanyaan:
Tindakan yang membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan adalah …

A. mengonsumsi makanan tinggi serat
B. menjaga kebersihan makanan
C. makan secara teratur
D. menghindari semua jenis lemak
E. minum air yang cukup

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Serat, kebersihan makanan, keteraturan makan, dan hidrasi mendukung kesehatan sistem pencernaan.


BAB SISTEM PEREDARAN DARAH

Soal 1 – Evaluasi hubungan struktur eritrosit dan efisiensi transport oksigen (C6)

Stimulus:
Seorang pasien anemia memiliki jumlah eritrosit mendekati normal, tetapi kadar hemoglobin rendah. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan eritrosit berbentuk bikonkaf tanpa inti. Dokter menjelaskan bahwa hemoglobin dan struktur eritrosit berperan penting dalam transport oksigen ke jaringan. Meskipun jumlah sel cukup, rendahnya hemoglobin menyebabkan suplai oksigen tidak optimal. Kondisi ini menyebabkan pasien mudah lelah, lemah, dan mengalami gangguan fungsi jaringan tertentu.

Pertanyaan:
Kesimpulan ilmiah paling tepat berdasarkan kasus tersebut adalah …

A. Jumlah eritrosit tidak memengaruhi transport oksigen
B. Struktur bikonkaf tidak berperan dalam transport gas
C. Hemoglobin dan struktur eritrosit menentukan efisiensi transport oksigen
D. Eritrosit berinti lebih efektif mengangkut oksigen
E. Hemoglobin hanya berfungsi dalam pembekuan darah

Kunci: C

Pembahasan:
Transport oksigen bergantung pada hemoglobin dan struktur eritrosit yang mendukung difusi optimal.


Soal 2 – Analisis dampak gangguan trombosit terhadap homeostasis tubuh (C5–C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami trombositopenia, yaitu jumlah trombosit yang sangat rendah. Pasien sering mengalami memar dan perdarahan berkepanjangan meskipun luka kecil. Dokter menjelaskan bahwa trombosit berperan dalam tahap awal pembekuan darah dengan membentuk sumbat awal pada pembuluh yang rusak. Tanpa trombosit yang cukup, mekanisme pembekuan darah tidak berjalan efektif.

Pertanyaan:
Dampak utama gangguan tersebut adalah …

A. Gangguan transport oksigen
B. Gangguan sistem imun
C. Gangguan pembekuan darah dan risiko perdarahan berlebih
D. Gangguan kontraksi jantung
E. Penurunan tekanan darah secara permanen

Kunci: C

Pembahasan:
Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah, sehingga kekurangannya menyebabkan perdarahan sulit berhenti.


Soal 3 – Evaluasi risiko transfusi darah berdasarkan prinsip antigen–antibodi (C6)

Stimulus:
Seorang pasien dengan golongan darah A menerima transfusi darah golongan B akibat kesalahan identifikasi. Setelah transfusi, pasien mengalami reaksi serius berupa penggumpalan darah. Hal ini terjadi karena antibodi dalam plasma penerima bereaksi dengan antigen pada eritrosit donor.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat berdasarkan kasus tersebut adalah …

A. Antibodi donor menyerang plasma penerima
B. Antigen dan antibodi yang tidak sesuai menyebabkan aglutinasi berbahaya
C. Semua golongan darah dapat ditransfusikan tanpa risiko
D. Eritrosit tidak memiliki antigen
E. Transfusi darah tidak memengaruhi sistem imun

Kunci: B

Pembahasan:
Reaksi antigen–antibodi menyebabkan penggumpalan eritrosit yang dapat membahayakan pasien.


Soal 4 – Evaluasi peran teknologi pacemaker dalam menjaga fungsi sirkulasi (C6)

Stimulus:
Seorang pasien dengan gangguan irama jantung menggunakan alat pacu jantung (pacemaker). Alat ini mengirimkan impuls listrik secara teratur untuk menjaga denyut jantung tetap stabil. Tanpa alat ini, jantung berdetak tidak teratur sehingga aliran darah ke jaringan terganggu.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. Pacemaker menggantikan fungsi pembuluh darah
B. Pacemaker membantu menjaga ritme jantung agar sirkulasi darah tetap normal
C. Pacemaker meningkatkan jumlah eritrosit
D. Pacemaker menyaring darah
E. Pacemaker meningkatkan tekanan darah secara langsung

Kunci: B

Pembahasan:
Pacemaker membantu menjaga ritme jantung sehingga aliran darah tetap stabil.l

Soal 5 – Evaluasi hubungan struktur pembuluh darah dengan fungsi fisiologis

Pilih semua jawaban yang benar (C5–C6)

Stimulus:
Pembuluh darah memiliki struktur berbeda sesuai fungsinya. Arteri berdinding tebal dan elastis untuk menahan tekanan tinggi, vena memiliki katup untuk mencegah aliran balik, dan kapiler berdinding tipis untuk pertukaran zat. Gangguan struktur pembuluh dapat memengaruhi sirkulasi darah.

Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …

A. Arteri berdinding tebal untuk menahan tekanan tinggi
B. Vena memiliki katup untuk mencegah aliran balik darah
C. Kapiler berdinding tipis untuk memungkinkan pertukaran zat
D. Semua pembuluh memiliki struktur dan fungsi yang sama
E. Struktur pembuluh darah memengaruhi fungsi sirkulasi

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Struktur pembuluh menentukan fungsi sirkulasi. Kapiler untuk difusi, arteri untuk tekanan tinggi, vena untuk aliran balik.


Soal 6 – Evaluasi peran sistem limfatik dan teknologi medis dalam menjaga kesehatan

Pilih semua jawaban yang benar (C6)

Stimulus:
Sistem limfatik berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan pertahanan tubuh. Selain itu, teknologi medis seperti transfusi darah dan alat monitor tekanan darah membantu menjaga kesehatan sistem sirkulasi. Namun, penggunaan teknologi ini memerlukan pertimbangan medis dan etika.

Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …

A. Sistem limfatik berperan dalam sistem imun
B. Sistem limfatik membantu mengembalikan cairan jaringan ke sistem darah
C. Teknologi medis dapat membantu menjaga kesehatan sistem sirkulasi
D. Teknologi medis tidak memiliki risiko
E. Penggunaan teknologi medis memerlukan tanggung jawab dan pertimbangan etika

Kunci: A, B, C, E

Pembahasan:
Sistem limfatik menjaga imunitas dan keseimbangan cairan. Teknologi medis membantu kesehatan, tetapi tetap memiliki risiko dan memerlukan tanggung jawab.


BAB SISTEM PERNAPASAN

Soal 1 – Evaluasi hubungan struktur alveolus dan efisiensi difusi gas (C6)

Stimulus:
Seorang pasien yang memiliki kebiasaan merokok selama bertahun-tahun mengalami penurunan kapasitas paru-paru. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa banyak alveolus mengalami kerusakan dan kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, luas permukaan efektif untuk pertukaran gas menurun. Pasien sering mengalami sesak napas dan mudah lelah, terutama saat melakukan aktivitas fisik. Dokter menjelaskan bahwa alveolus memiliki struktur tipis dan luas yang memungkinkan difusi oksigen ke dalam darah secara optimal. Kerusakan struktur ini menyebabkan gangguan efisiensi pertukaran gas dan memengaruhi suplai oksigen ke seluruh tubuh.

Pertanyaan:
Kesimpulan ilmiah paling tepat terkait hubungan struktur alveolus dan fungsinya adalah …

A. Alveolus hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan udara
B. Elastisitas alveolus tidak memengaruhi proses difusi gas
C. Struktur alveolus yang luas dan tipis penting untuk efisiensi pertukaran gas
D. Difusi gas tidak dipengaruhi kondisi alveolus
E. Alveolus berfungsi menghasilkan energi

Kunci: C

Pembahasan:
Struktur alveolus yang tipis dan luas memungkinkan difusi gas optimal. Kerusakan alveolus menurunkan efisiensi pertukaran gas.


Soal 2 – Analisis dampak gangguan diafragma terhadap ventilasi paru-paru (C5–C6)

Stimulus:
Seorang pasien mengalami cedera saraf yang memengaruhi fungsi diafragma. Pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien mengalami kesulitan melakukan inspirasi secara efektif. Hal ini menyebabkan volume udara yang masuk ke paru-paru berkurang dan kadar oksigen dalam darah menurun. Diafragma berperan penting dalam mengubah volume rongga dada selama pernapasan.

Pertanyaan:
Dampak utama gangguan tersebut adalah …

A. peningkatan tekanan udara di paru-paru saat inspirasi
B. penurunan volume udara yang masuk ke paru-paru
C. peningkatan luas permukaan alveolus
D. peningkatan produksi oksigen oleh paru-paru
E. peningkatan elastisitas paru-paru

Kunci: B

Pembahasan:
Gangguan diafragma mengurangi kemampuan memperbesar rongga dada sehingga udara yang masuk berkurang.


Soal 3 – Evaluasi hubungan aktivitas fisik dan adaptasi sistem pernapasan (C6)

Stimulus:
Seorang atlet memiliki kapasitas paru-paru lebih besar dibandingkan individu yang jarang berolahraga. Pengukuran menunjukkan bahwa atlet mampu menghirup dan menghembuskan volume udara lebih besar dalam satu siklus pernapasan. Selain itu, frekuensi napas atlet saat istirahat lebih rendah tetapi lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. olahraga menurunkan efisiensi paru-paru
B. kapasitas paru-paru tidak dipengaruhi aktivitas fisik
C. aktivitas fisik meningkatkan efisiensi sistem pernapasan
D. frekuensi napas atlet selalu lebih tinggi
E. paru-paru tidak beradaptasi terhadap aktivitas

Kunci: C

Pembahasan:
Latihan fisik meningkatkan kapasitas dan efisiensi sistem pernapasan.


Soal 4 – Evaluasi dampak gangguan pernapasan terhadap metabolisme sel (C6)

Stimulus:
Seorang pasien dengan gangguan pernapasan kronis mengalami kelelahan dan penurunan kemampuan aktivitas. Pemeriksaan menunjukkan bahwa suplai oksigen ke jaringan tubuh menurun. Oksigen merupakan komponen penting dalam respirasi seluler untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. oksigen tidak berperan dalam produksi energi
B. gangguan pernapasan dapat mengganggu produksi energi sel
C. respirasi seluler tidak bergantung pada oksigen
D. energi dihasilkan tanpa keterlibatan oksigen
E. gangguan pernapasan meningkatkan produksi energi

Kunci: B

Pembahasan:
Oksigen diperlukan dalam respirasi seluler. Kekurangan oksigen menurunkan produksi energi.

Soal 5 – Evaluasi mekanisme inspirasi berdasarkan prinsip tekanan dan volume (C5–C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus (±150 kata):
Seorang siswa melakukan praktikum menggunakan model paru-paru sederhana yang terdiri atas botol plastik, balon, dan membran karet. Ketika membran karet di bagian bawah ditarik ke bawah, balon di dalam botol mengembang. Guru menjelaskan bahwa model ini menggambarkan mekanisme inspirasi pada manusia. Saat inspirasi, diafragma berkontraksi dan bergerak ke bawah, sementara otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat. Hal ini menyebabkan volume rongga dada meningkat. Berdasarkan hukum Boyle, peningkatan volume ruang tertutup akan menyebabkan penurunan tekanan gas di dalamnya. Akibatnya, tekanan udara di dalam paru-paru menjadi lebih rendah dibandingkan tekanan udara atmosfer. Perbedaan tekanan ini menyebabkan udara masuk ke paru-paru secara pasif hingga tekanan kembali seimbang. Guru meminta siswa mengevaluasi mekanisme inspirasi berdasarkan hubungan antara perubahan volume dan tekanan udara tersebut serta implikasinya terhadap proses pernapasan manusia.

Pertanyaan:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …

A. kontraksi diafragma meningkatkan volume rongga dada
B. tekanan udara dalam paru-paru menurun saat inspirasi
C. udara masuk karena tekanan luar lebih tinggi
D. paru-paru secara aktif menghisap udara
E. perubahan volume memengaruhi tekanan udara

Kunci Jawaban: A, B, C, E

Pembahasan:
Inspirasi terjadi karena kontraksi diafragma dan otot interkostal yang meningkatkan volume rongga dada (A benar). Peningkatan volume menyebabkan tekanan udara dalam paru-paru menurun (B benar). Udara masuk karena tekanan atmosfer lebih tinggi dibandingkan tekanan dalam paru-paru (C benar). Paru-paru tidak secara aktif menghisap udara, tetapi udara masuk secara pasif akibat perbedaan tekanan (D salah). Perubahan volume dan tekanan mengikuti hukum Boyle, sehingga perubahan volume memengaruhi tekanan udara (E benar).

Soal 6 – Evaluasi upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan berbasis prinsip ilmiah (C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus (±150 kata):
Sebuah penelitian kesehatan menunjukkan bahwa kualitas sistem pernapasan seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Individu yang sering terpapar polusi udara, asap rokok, dan debu dalam jangka panjang cenderung mengalami penurunan fungsi paru-paru. Zat berbahaya dalam asap dan polusi dapat merusak jaringan alveolus, mengurangi elastisitas paru-paru, dan menghambat difusi oksigen ke dalam darah. Akibatnya, tubuh dapat mengalami kekurangan oksigen yang berdampak pada penurunan produksi energi sel. Sebaliknya, individu yang rutin berolahraga menunjukkan kapasitas paru-paru lebih baik karena latihan meningkatkan efisiensi ventilasi dan difusi gas. Selain itu, penggunaan masker di lingkungan tercemar dan menjaga kebersihan udara dapat mengurangi paparan partikel berbahaya. Guru meminta siswa mengevaluasi berbagai tindakan pencegahan berdasarkan prinsip ilmiah untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan dan mempertahankan fungsi paru-paru secara optimal dalam jangka panjang.

Pertanyaan:
Berdasarkan stimulus tersebut, tindakan yang membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan adalah …

A. menghindari merokok
B. berolahraga teratur
C. menjaga kualitas udara lingkungan
D. menghindari aktivitas fisik
E. menggunakan masker saat udara tercemar

Kunci Jawaban: A, B, C, E

Pembahasan:
Menghindari merokok (A) mencegah kerusakan alveolus oleh zat toksik. Olahraga teratur (B) meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi pertukaran gas. Menjaga kualitas udara (C) mengurangi paparan polutan berbahaya. Menghindari aktivitas fisik (D) justru menurunkan efisiensi sistem pernapasan. Menggunakan masker saat udara tercemar (E) membantu mencegah masuknya partikel berbahaya ke paru-paru. Evaluasi ini menuntut pemahaman hubungan gaya hidup, lingkungan, dan fungsi fisiologis paru-paru (C6).


BAB SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Seorang pria mengalami stres kronis akibat tekanan pekerjaan selama beberapa bulan. Pemeriksaan menunjukkan kadar kortisol meningkat dan kadar testosteron menurun. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa hormon GnRH dari hipotalamus mengalami penurunan sekresi. GnRH berfungsi merangsang hipofisis anterior untuk menghasilkan LH dan FSH. LH merangsang sel Leydig menghasilkan testosteron, sedangkan FSH mendukung spermatogenesis melalui sel Sertoli. Penurunan kadar testosteron menyebabkan gangguan pembentukan sperma dan penurunan kesuburan. Dokter menjelaskan bahwa gangguan ini terjadi akibat mekanisme umpan balik hormon yang dipengaruhi stres kronis.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait penyebab gangguan kesuburan tersebut adalah …

A. peningkatan produksi testosteron oleh sel Sertoli
B. gangguan regulasi hormon pada tingkat hipotalamus
C. kerusakan permanen pada tubulus seminiferus
D. peningkatan produksi FSH oleh hipofisis
E. peningkatan sensitivitas sel Leydig terhadap LH

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Stres kronis meningkatkan kortisol yang menghambat GnRH di hipotalamus, sehingga LH dan FSH menurun dan spermatogenesis terganggu.


Soal 2 – Evaluasi hubungan progesteron dan keberhasilan implantasi embrio (C6)

Stimulus:
Seorang wanita menjalani program kehamilan dan berhasil mengalami fertilisasi, tetapi kehamilan tidak berlanjut. Pemeriksaan menunjukkan kadar progesteron rendah setelah ovulasi. Progesteron berfungsi mempertahankan ketebalan dan vaskularisasi endometrium agar blastokista dapat melakukan implantasi. Tanpa dukungan progesteron yang cukup, dinding rahim tidak siap menerima embrio. Dokter menjelaskan bahwa keberhasilan kehamilan tidak hanya bergantung pada fertilisasi, tetapi juga kesiapan endometrium untuk implantasi.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. progesteron berperan dalam pembentukan sperma
B. progesteron tidak berpengaruh pada implantasi
C. progesteron penting untuk mempertahankan endometrium
D. progesteron hanya diproduksi saat fertilisasi
E. progesteron menghambat pembelahan zigot

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:
Progesteron mempertahankan endometrium agar siap untuk implantasi blastokista.


Soal 3 – Evaluasi dampak PCOS terhadap kesuburan wanita (C5–C6)

Stimulus:
Seorang wanita didiagnosis mengalami PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Pemeriksaan menunjukkan banyak folikel tidak berkembang sempurna dan terjadi peningkatan hormon androgen. Kondisi ini menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur dan ovulasi tidak terjadi. Tanpa ovulasi, sel telur tidak dilepaskan sehingga fertilisasi tidak dapat terjadi.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. PCOS meningkatkan frekuensi ovulasi
B. PCOS menyebabkan gangguan pelepasan ovum
C. PCOS meningkatkan produksi progesteron
D. PCOS mempercepat implantasi embrio
E. PCOS meningkatkan fertilitas

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
PCOS menyebabkan anovulasi sehingga fertilisasi tidak terjadi.


Soal 4 – Evaluasi keunggulan teknologi IVF dalam mengatasi infertilitas (C6)

Stimulus:
Seorang wanita mengalami penyumbatan tuba falopi sehingga sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma secara alami. Dokter menyarankan fertilisasi in vitro (IVF), yaitu prosedur mempertemukan ovum dan sperma di luar tubuh. Setelah fertilisasi, embrio dipindahkan ke uterus untuk implantasi.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. IVF memperbaiki tuba falopi secara langsung
B. IVF memungkinkan fertilisasi tanpa melalui tuba falopi
C. IVF meningkatkan produksi sperma
D. IVF menghilangkan kebutuhan hormon progesteron
E. IVF menjamin kehamilan berhasil

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
IVF memungkinkan fertilisasi terjadi di luar tubuh sehingga mengatasi hambatan tuba falopi.

Soal 5 – Evaluasi regulasi hormon dalam siklus menstruasi (C5–C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus (±150 kata):
Seorang siswi mempelajari grafik perubahan hormon selama siklus menstruasi normal selama 28 hari. Pada awal siklus, kadar estrogen dan progesteron rendah sehingga hipotalamus melepaskan hormon GnRH (Gonadotropin-Releasing Hormone). GnRH merangsang kelenjar hipofisis anterior untuk menghasilkan FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone). FSH merangsang perkembangan folikel di ovarium, dan folikel yang berkembang menghasilkan estrogen. Ketika kadar estrogen mencapai tingkat tertentu, terjadi lonjakan LH (LH surge) yang memicu ovulasi, yaitu pelepasan ovum dari ovarium. Setelah ovulasi, korpus luteum menghasilkan progesteron yang berfungsi mempertahankan ketebalan dan kesiapan endometrium untuk implantasi embrio. Jika fertilisasi tidak terjadi, kadar progesteron menurun dan endometrium meluruh sebagai menstruasi. Guru meminta siswa mengevaluasi peran hormon-hormon tersebut dalam mengatur siklus menstruasi secara terkoordinasi dan menentukan pernyataan yang sesuai dengan mekanisme fisiologis yang terjadi.

Pertanyaan:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …

A. LH surge memicu ovulasi
B. progesteron mempertahankan endometrium
C. FSH merangsang perkembangan folikel
D. progesteron memicu ovulasi langsung
E. GnRH mengatur sekresi FSH dan LH

Kunci Jawaban: A, B, C, E

Pembahasan:
GnRH dari hipotalamus merangsang hipofisis menghasilkan FSH dan LH (E benar). FSH merangsang perkembangan folikel ovarium (C benar). Lonjakan LH memicu ovulasi (A benar). Progesteron mempertahankan ketebalan endometrium setelah ovulasi (B benar). Progesteron tidak memicu ovulasi secara langsung, tetapi berperan setelah ovulasi (D salah). Soal ini menuntut evaluasi hubungan antar hormon dalam siklus menstruasi secara terintegrasi.


Soal 6 – Evaluasi faktor gaya hidup dan gangguan reproduksi pria (C5–C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus (±150 kata):
Seorang pria usia 30 tahun memeriksakan diri ke dokter karena telah menikah selama tiga tahun tetapi belum memiliki keturunan. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa ia sering mengalami stres berat akibat pekerjaan, pernah menggunakan steroid anabolik untuk meningkatkan massa otot, dan memiliki riwayat infeksi pada organ reproduksi beberapa tahun sebelumnya. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan jumlah sperma rendah dan kadar testosteron tidak normal. Dokter menjelaskan bahwa proses spermatogenesis sangat bergantung pada keseimbangan hormon, terutama testosteron, FSH, dan LH. Penggunaan steroid anabolik dapat mengganggu produksi hormon alami melalui mekanisme umpan balik negatif, sedangkan stres kronis meningkatkan hormon kortisol yang dapat menghambat pelepasan GnRH. Selain itu, infeksi pada organ reproduksi dapat merusak jaringan yang berperan dalam pembentukan sperma. Guru meminta siswa mengevaluasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan infertilitas pria berdasarkan prinsip regulasi hormon dan fungsi organ reproduksi.

Pertanyaan:
Berdasarkan stimulus tersebut, faktor yang dapat menyebabkan infertilitas pria adalah …

A. penggunaan steroid anabolik
B. stres kronis
C. infeksi pada organ reproduksi
D. pola hidup sehat
E. gangguan regulasi hormon

Kunci Jawaban: A, B, C, E

Pembahasan:
Steroid anabolik (A) mengganggu regulasi hormon melalui umpan balik negatif. Stres kronis (B) meningkatkan kortisol yang menghambat GnRH dan spermatogenesis. Infeksi organ reproduksi (C) dapat merusak jaringan pembentuk sperma. Gangguan regulasi hormon (E) langsung memengaruhi produksi sperma. Pola hidup sehat (D) justru mendukung fungsi reproduksi, bukan menyebabkan infertilitas.

BAB SISTEM IMUNITAS

Soal 1 – Evaluasi perbedaan respon imun primer dan sekunder (C6)

Stimulus:
Seorang pasien terinfeksi virus tertentu untuk pertama kalinya. Tubuh membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk menghasilkan antibodi dalam jumlah cukup. Namun, ketika pasien terinfeksi virus yang sama satu tahun kemudian, produksi antibodi terjadi jauh lebih cepat dan lebih tinggi. Pemeriksaan menunjukkan bahwa limfosit memori terbentuk setelah infeksi pertama. Dokter menjelaskan bahwa sistem imun memiliki kemampuan mengingat patogen yang pernah masuk sehingga respon berikutnya menjadi lebih efisien dan efektif dalam mengendalikan infeksi.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait mekanisme tersebut adalah …

A. Respon imun primer lebih cepat daripada respon sekunder
B. Respon sekunder terjadi karena aktivitas imun bawaan saja
C. Sel memori memungkinkan respon imun sekunder lebih cepat dan kuat
D. Antibodi hanya diproduksi pada infeksi pertama
E. Sistem imun tidak memiliki kemampuan adaptasi

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:
Sel memori dari imun adaptif memungkinkan respon sekunder lebih cepat dan kuat dibandingkan respon primer.


Soal 2 – Analisis mekanisme penghancuran sel terinfeksi virus (C5–C6)

Stimulus:
Sel yang terinfeksi virus menampilkan fragmen antigen virus pada permukaan membrannya melalui molekul MHC kelas I. Sel imun tertentu mengenali kompleks ini dan melepaskan perforin dan granzim yang menyebabkan sel terinfeksi mengalami apoptosis. Mekanisme ini penting untuk menghentikan penyebaran virus yang berkembang biak di dalam sel tubuh.

Pertanyaan:
Sel yang paling berperan dalam mekanisme tersebut adalah …

A. Limfosit B
B. Sel plasma
C. Limfosit T sitotoksik
D. Neutrofil
E. Sel mast

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:
Limfosit T sitotoksik mengenali antigen pada MHC I dan membunuh sel terinfeksi melalui perforin dan granzim.


Soal 3 – Evaluasi dampak HIV terhadap koordinasi sistem imun (C6)

Stimulus:
Virus HIV menyerang limfosit T helper (CD4+), yang berperan penting dalam mengoordinasikan respon imun. Penurunan jumlah CD4+ menyebabkan gangguan aktivasi limfosit B dan limfosit T sitotoksik. Akibatnya, pasien menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik seperti tuberkulosis dan pneumonia.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. HIV hanya memengaruhi imun bawaan
B. HIV meningkatkan produksi antibodi
C. Penurunan CD4+ mengganggu respon imun humoral dan seluler
D. HIV memperkuat sistem imun adaptif
E. CD4+ tidak berperan dalam sistem imun

Kunci Jawaban: C

Pembahasan:
CD4+ mengoordinasikan imun humoral dan seluler. Penurunannya menyebabkan imunodefisiensi.


Soal 4 – Evaluasi peran vaksinasi dalam mencegah penyebaran penyakit (C6)

Stimulus:
Di suatu daerah, cakupan vaksinasi turun dari 95% menjadi 60%. Beberapa bulan kemudian terjadi wabah penyakit menular. Peneliti menjelaskan bahwa herd immunity terjadi ketika sebagian besar populasi kebal sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan.

Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …

A. Vaksinasi hanya melindungi individu yang divaksin
B. Penurunan vaksinasi melemahkan herd immunity dan meningkatkan wabah
C. Herd immunity tidak berpengaruh pada penyakit menular
D. Vaksin tidak memengaruhi sistem imun
E. Penyakit menyebar tanpa dipengaruhi populasi imun

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
Penurunan cakupan vaksinasi melemahkan herd immunity dan meningkatkan penyebaran penyakit.

Soal 5 – Evaluasi perbedaan sistem imun bawaan dan adaptif (C5–C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Sistem imun manusia terdiri dari imun bawaan dan imun adaptif. Imun bawaan bekerja cepat dan nonspesifik, sedangkan imun adaptif bekerja lebih lambat tetapi spesifik dan memiliki memori imunologis.

Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …

A. Imun bawaan bekerja cepat
B. Imun adaptif menghasilkan sel memori
C. Imun bawaan bersifat spesifik terhadap antigen tertentu
D. Imun adaptif melibatkan limfosit B dan T
E. Imun bawaan tidak memiliki memori imunologis

Kunci Jawaban: A, B, D, E

Pembahasan:
Imun bawaan cepat dan nonspesifik tanpa memori. Imun adaptif spesifik dan memiliki memori.


Soal 6 – Evaluasi faktor yang memengaruhi efektivitas sistem imun (C5–C6)

Pilih semua jawaban yang benar

Stimulus:
Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi, tidur, stres, dan aktivitas fisik memengaruhi sistem imun. Kekurangan nutrisi dan stres kronis dapat menurunkan produksi antibodi dan fungsi limfosit.

Pertanyaan:
Faktor yang dapat menurunkan efektivitas sistem imun adalah …

A. kekurangan protein
B. stres kronis
C. kurang tidur
D. nutrisi seimbang
E. gangguan regulasi hormon

Kunci Jawaban: A, B, C, E

Pembahasan:
Protein, tidur, stres, dan hormon memengaruhi fungsi imun. Nutrisi seimbang justru meningkatkan imun.


Comments