Latihan Soal Bab Bakteri kelas 10 Fase E

 


SOAL PILIHAN GANDA 

1) Struktur dan sifat prokariot (C4)

Stimulus:
Dalam diskusi kelas, guru meminta siswa membandingkan bakteri dengan sel hewan dan tumbuhan. Siswa menemukan bahwa bakteri memiliki ukuran lebih kecil, tidak memiliki inti sel bermembran, dan tidak mempunyai organel bermembran seperti mitokondria atau kloroplas. Namun bakteri tetap mampu hidup, berkembang biak, dan melakukan berbagai aktivitas seperti respirasi serta sintesis protein. Guru menekankan bahwa perbedaan ini menjadi dasar penting dalam klasifikasi makhluk hidup.

Berdasarkan stimulus, alasan paling tepat bakteri disebut prokariot adalah …
A. bakteri tidak memiliki dinding sel
B. bakteri tidak memiliki membran inti (inti sejati)
C. bakteri tidak memiliki DNA
D. bakteri tidak mampu bereproduksi
E. bakteri selalu bersifat parasit

Kunci: B
Pembahasan: Prokariot tidak memiliki inti sejati bermembran. DNA berada di daerah nukleoid.


2) Fungsi kapsul (C4)

Stimulus:
Seorang siswa membaca artikel bahwa beberapa bakteri patogen lebih sulit ditangani oleh sistem imun tubuh. Dalam kasus infeksi tertentu, bakteri mampu “menghindar” dari proses fagositosis oleh sel darah putih. Guru menjelaskan bahwa hal ini sering berkaitan dengan struktur tambahan pada permukaan bakteri yang berfungsi sebagai pelindung. Struktur tersebut juga dapat membantu bakteri melekat pada jaringan inang sehingga infeksi lebih mudah terjadi.

Struktur bakteri yang paling berkaitan dengan perlindungan dari fagositosis adalah …
A. ribosom
B. nukleoid
C. kapsul
D. mesosom
E. plasmid

Kunci: C
Pembahasan: Kapsul melindungi bakteri dari fagositosis dan membantu adhesi pada inang.


3) Bentuk dan morfologi bakteri (C3–C4)

Stimulus:
Saat praktikum pengamatan bakteri, siswa melihat beberapa bentuk bakteri yang berbeda. Ada yang tampak bulat, ada yang memanjang seperti batang, dan ada yang melengkung seperti spiral. Guru meminta siswa menghubungkan bentuk tersebut dengan istilah ilmiah yang benar karena penamaan morfologi bakteri penting untuk identifikasi awal sebelum dilakukan uji biokimia. Siswa juga diminta mengingat bahwa bentuk bakteri tidak selalu menunjukkan tingkat bahaya, tetapi membantu klasifikasi sederhana.

Bakteri berbentuk batang disebut …
A. kokus
B. basil
C. spiril
D. diplokokus
E. stafilokokus

Kunci: B
Pembahasan: Basil adalah bakteri berbentuk batang.


4) Susunan koloni kokus (C3–C4)

Stimulus:
Dalam gambar mikroskop, siswa melihat bakteri berbentuk bulat yang tersusun seperti buah anggur. Guru menjelaskan bahwa bakteri berbentuk bulat disebut kokus, dan susunannya bisa berbeda-beda: berpasangan, berantai, bergerombol, atau membentuk paket. Perbedaan susunan ini penting untuk mengidentifikasi kelompok bakteri tertentu pada pemeriksaan awal, misalnya dalam konteks infeksi kulit atau saluran pernapasan.

Susunan kokus yang menyerupai buah anggur disebut …
A. diplokokus
B. streptokokus
C. stafilokokus
D. tetrakokus
E. sarkina

Kunci: C
Pembahasan: Stafilokokus tersusun bergerombol seperti buah anggur.


5) Aerob dan anaerob (C4)

Stimulus:
Dalam studi kasus, siswa diminta membandingkan bakteri yang hidup di usus manusia dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit. Guru menjelaskan bahwa beberapa bakteri dapat hidup tanpa oksigen karena lingkungan usus minim oksigen, sedangkan bakteri di permukaan kulit cenderung beradaptasi dengan kondisi kaya oksigen. Ada juga bakteri yang fleksibel, dapat hidup baik dengan oksigen maupun tanpa oksigen. Siswa diminta menentukan istilah yang tepat untuk bakteri yang benar-benar tidak membutuhkan oksigen.

Bakteri yang hidup tanpa oksigen disebut …
A. aerob obligat
B. anaerob obligat
C. aerob fakultatif
D. kemoautotrof
E. fotoautotrof

Kunci: B
Pembahasan: Anaerob obligat hidup tanpa oksigen, bahkan bisa mati bila ada oksigen.


6) Autotrof dan heterotrof (C4)

Stimulus:
Siswa mempelajari bahwa bakteri memiliki cara memperoleh energi yang beragam. Sebagian bakteri dapat menyusun makanan sendiri dari bahan anorganik dengan memanfaatkan energi cahaya, sedangkan sebagian lainnya memanfaatkan energi dari reaksi kimia senyawa anorganik. Ada juga bakteri yang memperoleh nutrisi dari organisme lain, baik sebagai pengurai maupun sebagai parasit. Guru meminta siswa menentukan istilah yang tepat untuk bakteri yang memperoleh energi dari reaksi kimia senyawa anorganik.

Bakteri tersebut disebut …
A. fotoheterotrof
B. kemoautotrof
C. heterotrof obligat
D. saprofit
E. parasit obligat

Kunci: B
Pembahasan: Kemoautotrof memperoleh energi dari reaksi kimia senyawa anorganik.


7) Pembelahan biner (C3–C4)

Stimulus:
Pada simulasi pembelahan biner, guru menunjukkan bahwa bakteri menggandakan DNA, kemudian DNA bergerak ke sisi berbeda, sel memanjang, dan akhirnya terbentuk sekat (septum) yang membagi sel menjadi dua sel anak identik. Proses ini terjadi cepat dan menjadi alasan mengapa bakteri dapat berkembang biak pesat dalam kondisi lingkungan yang mendukung. Guru meminta siswa memilih istilah proses reproduksi utama pada bakteri.

Reproduksi utama pada bakteri adalah …
A. meiosis
B. mitosis
C. pembelahan biner
D. fragmentasi
E. partenogenesis

Kunci: C
Pembahasan: Pembelahan biner adalah cara utama reproduksi bakteri.


8) Konjugasi (C4)

Stimulus:
Dalam video pembelajaran, siswa melihat dua bakteri yang saling mendekat lalu membentuk semacam “jembatan” untuk memindahkan materi genetik. Guru menjelaskan bahwa proses ini bukan reproduksi menghasilkan keturunan baru, tetapi proses pertukaran gen yang dapat meningkatkan variasi genetik. Dalam konteks kesehatan, pertukaran gen ini dapat menyebabkan bakteri menjadi lebih kuat, misalnya membawa gen resistensi antibiotik sehingga sulit diobati.

Proses perpindahan materi genetik melalui jembatan antar bakteri disebut …
A. transformasi
B. transduksi
C. konjugasi
D. sporulasi
E. pembelahan biner

Kunci: C
Pembahasan: Konjugasi terjadi melalui pili seks dan pemindahan plasmid/DNA.


9) Transformasi (C4)

Stimulus:
Guru memberikan kasus: bakteri tertentu dapat memperoleh sifat baru setelah berada di lingkungan yang mengandung potongan DNA bebas. DNA tersebut berasal dari bakteri lain yang telah mati dan hancur. Setelah beberapa waktu, bakteri yang semula tidak resisten menjadi resisten terhadap antibiotik tertentu. Guru menjelaskan bahwa bakteri dapat “mengambil” DNA dari lingkungan dan memasukkannya ke dalam sel sehingga sifatnya berubah.

Proses tersebut disebut …
A. konjugasi
B. transformasi
C. transduksi
D. pembelahan biner
E. mutasi spontan

Kunci: B
Pembahasan: Transformasi adalah pengambilan DNA bebas dari lingkungan.


10) Transduksi (C4)

Stimulus:
Siswa mempelajari bahwa ada cara perpindahan gen pada bakteri yang melibatkan perantara virus (bakteriofag). Dalam proses ini, virus membawa sebagian DNA dari bakteri sebelumnya dan memasukkannya ke bakteri lain saat menginfeksi. Akibatnya bakteri penerima dapat memperoleh sifat baru, misalnya menghasilkan toksin atau memiliki resistensi tertentu. Guru menekankan bahwa proses ini sangat penting dalam evolusi bakteri.

Peristiwa tersebut disebut …
A. transduksi
B. transformasi
C. konjugasi
D. pembelahan biner
E. sporulasi

Kunci: A
Pembahasan: Transduksi adalah transfer gen bakteri melalui perantara bakteriofag.


11) Tujuan praktikum pengamatan bakteri (C4)

Stimulus:
Dalam kegiatan praktikum, siswa diminta mengamati bakteri dari sampel yoghurt atau air rendaman jerami. Guru menekankan bahwa tujuan utama praktikum bukan hanya melihat bentuk bakteri, tetapi juga melatih prosedur ilmiah: menyiapkan alat dan bahan, membuat preparat, melakukan pewarnaan sederhana, dan menggunakan mikroskop dengan benar. Guru meminta siswa menjelaskan tujuan pewarnaan pada bakteri yang transparan sehingga sulit dilihat tanpa perlakuan tertentu.

Tujuan utama pewarnaan bakteri adalah …
A. mempercepat pembelahan biner
B. memperbesar ukuran bakteri secara permanen
C. meningkatkan kontras agar bakteri lebih mudah diamati
D. mengubah bakteri menjadi virus
E. membuat bakteri tidak memiliki dinding sel

Kunci: C
Pembahasan: Pewarnaan meningkatkan kontras sehingga struktur/bentuk bakteri tampak jelas.


12) Pewarnaan Gram (C4)

Stimulus:
Guru memperlihatkan hasil pewarnaan Gram pada dua preparat bakteri. Preparat pertama tampak berwarna ungu, sedangkan preparat kedua tampak merah muda. Guru menjelaskan bahwa perbedaan warna ini berkaitan dengan ketebalan lapisan peptidoglikan dan keberadaan membran luar. Siswa diminta menganalisis kesimpulan yang benar tentang bakteri yang tampak ungu pada pewarnaan Gram.

Bakteri yang berwarna ungu pada pewarnaan Gram adalah …
A. Gram negatif dengan peptidoglikan tipis
B. Gram positif dengan peptidoglikan tebal
C. Gram negatif dengan kapsul tebal
D. Archaea dengan dinding sel selulosa
E. bakteri tanpa dinding sel

Kunci: B
Pembahasan: Gram positif memiliki peptidoglikan tebal sehingga mempertahankan warna ungu kristal violet.


13) Kesalahan praktikum (C5)

Stimulus:
Saat pengamatan mikroskop, kelompok siswa mengeluh tidak melihat bentuk bakteri dengan jelas. Setelah dicek, preparat tampak terlalu tebal dan banyak gumpalan. Selain itu, siswa langsung menggunakan perbesaran besar tanpa memulai dari perbesaran kecil. Guru meminta siswa menganalisis kesalahan prosedur dan memilih penyebab utama yang paling mungkin membuat bakteri sulit terlihat, meskipun pewarnaan sudah dilakukan.

Penyebab utama bakteri sulit diamati adalah …
A. preparat terlalu tipis
B. preparat terlalu tebal dan tidak merata
C. penggunaan mikroskop selalu salah
D. bakteri tidak bisa dilihat dengan mikroskop
E. bakteri berubah menjadi spora

Kunci: B
Pembahasan: Preparat terlalu tebal menghambat cahaya dan detail bentuk sulit terlihat.


14) Langkah pengamatan mikroskop (C4)

Stimulus:
Guru mengajarkan prosedur penggunaan mikroskop: mulai dari perbesaran kecil untuk menemukan objek, kemudian fokuskan perlahan, atur cahaya, dan setelah objek terlihat jelas barulah pindah ke perbesaran lebih besar. Beberapa siswa langsung memakai lensa objektif besar sehingga sulit menemukan objek dan berisiko menyentuh preparat. Guru meminta siswa memilih langkah paling tepat untuk memperoleh hasil pengamatan yang aman dan jelas.

Langkah yang benar adalah …
A. langsung memakai perbesaran terbesar
B. mulai dari perbesaran kecil lalu naik bertahap
C. memutar makrometer terus-menerus saat perbesaran besar
D. menekan kaca objek agar tidak bergeser
E. mengamati tanpa pengaturan cahaya

Kunci: B
Pembahasan: Pengamatan dimulai dari perbesaran kecil untuk menemukan objek, lalu naik bertahap.


15) Perbedaan Eubacteria dan Archaea (C4)

Stimulus:
Siswa membaca bahwa bakteri tidak hanya satu kelompok. Ada Eubacteria yang umum ditemukan di tanah, air, dan tubuh manusia, serta Archaebacteria yang banyak ditemukan di lingkungan ekstrem seperti panas tinggi, asam, atau salinitas tinggi. Guru menjelaskan bahwa salah satu perbedaan penting adalah komposisi dinding sel. Eubacteria umumnya memiliki peptidoglikan, sedangkan Archaea tidak. Siswa diminta memilih pernyataan yang tepat.

Perbedaan yang benar adalah …
A. Eubacteria tidak memiliki DNA
B. Archaea selalu patogen pada manusia
C. Eubacteria berdinding sel peptidoglikan, Archaea tidak
D. Archaea termasuk eukariot
E. Eubacteria tidak punya ribosom

Kunci: C
Pembahasan: Eubacteria memiliki peptidoglikan, Archaea tidak (komposisi berbeda).

SOAL MCMA

1) Struktur sel bakteri (C4)

Stimulus:
Dalam pengamatan gambar sel bakteri, siswa melihat beberapa komponen yang sering muncul dalam pembahasan, seperti dinding sel, membran plasma, ribosom, nukleoid, plasmid, kapsul, flagel, dan pili. Guru menekankan bahwa bakteri tidak memiliki organel bermembran seperti mitokondria dan inti sejati. Namun, bakteri tetap dapat mensintesis protein karena memiliki ribosom. Siswa diminta memilih bagian yang termasuk struktur bakteri dan umum ditemukan pada bakteri.

Bagian yang termasuk struktur bakteri adalah …
A. dinding sel
B. ribosom
C. inti sel sejati
D. plasmid
E. kapsul

Kunci: A, B, D, E
Pembahasan: Bakteri memiliki dinding sel, ribosom, plasmid (pada beberapa), dan kapsul (pada beberapa). Tidak memiliki inti sejati.


2) Ciri prokariot (C4)

Stimulus:
Siswa membandingkan ciri prokariot dan eukariot. Guru menjelaskan bahwa prokariot tidak memiliki membran inti dan organel bermembran, tetapi tetap memiliki DNA dan ribosom. Materi genetik bakteri berada di daerah nukleoid dan dapat memiliki plasmid. Dengan memahami ciri ini, siswa dapat mengelompokkan organisme mikroskopis secara tepat. Siswa diminta memilih pernyataan yang sesuai dengan ciri bakteri sebagai prokariot.

Ciri bakteri prokariot adalah …
A. DNA berada di nukleoid
B. tidak memiliki membran inti
C. memiliki mitokondria
D. memiliki ribosom
E. memiliki kloroplas

Kunci: A, B, D
Pembahasan: Prokariot: DNA di nukleoid, tanpa membran inti, memiliki ribosom, tanpa mitokondria/kloroplas.


3) Bentuk bakteri (C3–C4)

Stimulus:
Dalam praktikum, siswa melihat variasi bentuk bakteri: bulat, batang, spiral, dan koma. Guru menjelaskan bahwa istilah kokus, basil, spiril, dan vibrio digunakan untuk menggambarkan bentuk. Bentuk bakteri penting dalam identifikasi awal. Namun, guru juga menekankan bahwa identifikasi bakteri tidak cukup hanya dari bentuk, perlu uji lanjutan. Siswa diminta memilih mana yang termasuk bentuk bakteri.

Yang termasuk bentuk bakteri adalah …
A. kokus
B. basil
C. spiril
D. vibrio
E. amoeba

Kunci: A, B, C, D
Pembahasan: Amoeba adalah protista, bukan bentuk bakteri.


4) Reproduksi dan rekombinasi genetik (C4)

Stimulus:
Guru menjelaskan bahwa bakteri berkembang biak terutama melalui pembelahan biner, tetapi variasi genetik meningkat melalui mekanisme pertukaran gen seperti konjugasi, transformasi, dan transduksi. Mekanisme ini penting karena dapat mempercepat munculnya sifat baru seperti resistensi antibiotik. Siswa diminta memilih proses yang termasuk reproduksi atau rekombinasi genetik bakteri.

Yang termasuk proses tersebut adalah …
A. pembelahan biner
B. konjugasi
C. transformasi
D. transduksi
E. meiosis

Kunci: A, B, C, D
Pembahasan: Meiosis tidak terjadi pada bakteri.


5) Prosedur praktikum pengamatan bakteri (C4)

Stimulus:
Dalam praktikum, guru menekankan urutan kerja: menyiapkan alat, menjaga sterilitas, membuat preparat tipis, melakukan fiksasi jika diperlukan, melakukan pewarnaan, membilas dengan benar, mengeringkan, lalu mengamati dengan mikroskop dari perbesaran kecil ke besar. Kesalahan prosedur dapat menyebabkan kontaminasi atau hasil tidak terlihat. Siswa diminta memilih tindakan yang benar dalam prosedur praktikum.

Tindakan yang benar adalah …
A. sterilisasi alat dan menjaga kebersihan
B. membuat preparat tipis dan merata
C. melakukan pewarnaan sesuai prosedur
D. langsung memakai perbesaran terbesar sejak awal
E. mengamati dari perbesaran kecil ke besar

Kunci: A, B, C, E
Pembahasan: Pengamatan dimulai dari perbesaran kecil. Langsung besar membuat sulit menemukan objek.

SOAL URAIAN

Uraian 1 (C4–C5) Struktur bakteri dan cara hidup

Stimulus:
Seorang pasien mengalami infeksi bakteri yang sulit ditangani. Dokter menjelaskan bahwa bakteri tersebut memiliki kapsul yang membantu menghindari fagositosis, serta memiliki pili yang memudahkan bakteri melekat pada jaringan. Selain itu, bakteri dapat membentuk biofilm sehingga lebih tahan terhadap obat dan sistem imun. Guru meminta siswa menganalisis hubungan antara struktur bakteri dan kemampuan bertahan hidupnya, serta menjelaskan mengapa struktur tersebut membuat infeksi lebih sulit diatasi.

Pertanyaan: Jelaskan hubungan struktur bakteri (kapsul, pili, biofilm) dengan kemampuan bakteri bertahan hidup dan menyebabkan infeksi!

Jawaban:

  • Kapsul melindungi bakteri dari fagositosis dan membantu menghindari sistem imun.
  • Pili membantu adhesi (melekat) pada jaringan inang sehingga kolonisasi lebih mudah terjadi, dan pada konjugasi dapat memindahkan gen.
  • Biofilm membentuk lapisan pelindung komunitas bakteri yang membuat bakteri lebih tahan terhadap antibiotik dan respons imun.
    Akibatnya, bakteri lebih sulit dieliminasi dan infeksi menjadi lebih persisten.

Rubrik singkat (0–4):
4 = menjelaskan 3 struktur + fungsi + kaitan dengan infeksi sulit diatasi
3 = menjelaskan 2–3 struktur namun kurang lengkap keterkaitan
2 = hanya 1 struktur dengan penjelasan umum
1 = jawaban sangat singkat/kurang tepat
0 = tidak menjawab/salah


Uraian 2 (C5) Konjugasi–Transformasi–Transduksi

Stimulus:
Di rumah sakit terjadi peningkatan kasus bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Guru menjelaskan bahwa selain mutasi, bakteri dapat memperoleh gen resistensi melalui pertukaran materi genetik. Ada bakteri yang memindahkan plasmid melalui jembatan konjugasi, ada yang mengambil DNA bebas dari lingkungan, dan ada pula yang mendapatkan DNA melalui perantara bakteriofag. Siswa diminta menganalisis ketiga mekanisme tersebut dan menjelaskan mengapa proses ini berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Pertanyaan: Bandingkan konjugasi, transformasi, dan transduksi serta jelaskan dampaknya terhadap munculnya resistensi antibiotik!

Jawaban:

  • Konjugasi: pemindahan DNA/plasmid melalui pili/jembatan antar bakteri → cepat menyebarkan gen resistensi.
  • Transformasi: bakteri mengambil DNA bebas dari lingkungan → dapat memperoleh gen resistensi dari bakteri yang mati.
  • Transduksi: transfer gen melalui bakteriofag → gen resistensi dapat berpindah lintas strain.
    Dampak: meningkatkan variasi genetik dan mempercepat penyebaran resistensi sehingga antibiotik menjadi kurang efektif dan infeksi lebih sulit diobati.

Rubrik (0–4):
4 = membandingkan 3 mekanisme + dampak resistensi jelas
3 = membandingkan 2–3 mekanisme + dampak ada
2 = menyebut mekanisme tanpa pembeda jelas
1 = jawaban tidak runtut
0 = salah

Untuk mendapatkan file soal dan kisi-kisi yang lengkap dapat berkunjung ke link berikut http://lynk.id/wetyyuningsih/6e7r6eywj8ej

Comments