Pretes Pelatihan PM-KKA untuk Guru SMA Gel 3 BBGTK JABAR

 


Question 1

Seorang murid mengalami kesulitan saat mempelajari materi baru dan mengatakan, “Saya belum bisa memahami materi ini.” Respons guru yang paling mendukung pola pikir bertumbuh adalah ....

A. “Coba tanyakan kepada teman yang lebih pintar.”
B. “Tidak apa-apa, mungkin kamu tidak berbakat di bidang ini.”
C. “Berarti kamu harus belajar lebih keras agar mendapat nilai bagus.”
D. “Kamu belum memahaminya sekarang, mari kita cari strategi belajar yang lain.”

Jawaban

D. “Kamu belum memahaminya sekarang, mari kita cari strategi belajar yang lain.”

Pembahasan

Respons tersebut paling mendukung pola pikir bertumbuh karena menegaskan bahwa kesulitan yang dialami murid bukanlah keadaan yang tetap. Kata “belum” menunjukkan bahwa murid masih memiliki kesempatan untuk berkembang dan memahami materi.

Guru juga mengajak murid mencari strategi belajar lain. Hal ini mengajarkan bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha, latihan, bantuan, dan penggunaan cara belajar yang lebih sesuai.


Question 2

Seorang murid berkata, “Saya memang tidak berbakat dalam matematika, jadi percuma jika saya berusaha lebih keras.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa murid tersebut …

A. Percaya bahwa kemampuan dapat meningkat jika seseorang terus berlatih
B. Menganggap kemampuan seseorang bersifat tetap dan sulit berubah
C. Menganggap kesulitan belajar dapat diatasi dengan bantuan orang lain
D. Merasa bahwa hasil belajar sangat dipengaruhi oleh kondisi belajar

Kunci Jawaban

B. Menganggap kemampuan seseorang bersifat tetap dan sulit berubah

Pembahasan

Pernyataan murid tersebut menunjukkan pola pikir tetap atau fixed mindset. Murid menganggap kemampuan matematika ditentukan oleh bakat dan tidak dapat berkembang meskipun sudah berusaha.

Dalam pola pikir bertumbuh atau growth mindset, kemampuan dipandang dapat meningkat melalui latihan, penggunaan strategi belajar yang tepat, kesediaan menerima umpan balik, dan ketekunan. Kalimat yang lebih mendukung pola pikir bertumbuh misalnya:

“Saya belum memahami matematika dengan baik, tetapi saya dapat meningkat jika terus berlatih dan mencoba strategi belajar yang berbeda.”


Question 3

Seorang guru ingin menumbuhkan pola pikir bertumbuh pada muridnya. Manakah cara yang paling tepat dilakukan guru?

A. Memuji murid dengan mengatakan, “Kamu memang memiliki kemampuan yang baik.”

B. Memberikan penghargaan kepada murid yang mampu menyelesaikan tugas dengan cepat.

C. Memberikan contoh hasil kerja murid yang sudah sangat baik sebagai standar kelas.

D. Mengatakan, “Kamu berhasil karena kamu berusaha dan mencoba berbagai cara.”

Jawaban

D. Mengatakan, “Kamu berhasil karena kamu berusaha dan mencoba berbagai cara.”

Pembahasan

Pernyataan tersebut mendukung pola pikir bertumbuh atau growth mindset karena guru memberikan penghargaan terhadap usaha, proses, ketekunan, dan strategi belajar yang digunakan murid.

Murid akan memahami bahwa keberhasilan bukan hanya disebabkan oleh bakat atau kemampuan bawaan, tetapi dapat dicapai melalui latihan, usaha, dan keberanian mencoba berbagai cara. Sebaliknya, pujian yang hanya berfokus pada kemampuan atau kecepatan menyelesaikan tugas dapat membuat murid menganggap keberhasilan bergantung pada bakat yang bersifat tetap.


Question 4

Seorang murid mengatakan, “Saya selalu gagal dalam pelajaran Bahasa Inggris.” Guru ingin membantu murid tersebut mengembangkan pola pikir bertumbuh. Respons yang paling tepat adalah ...

A. “Kita bisa melihat bagian mana yang paling sulit untukmu.”
B. “Kalau memang sulit, jangan dipaksakan, kamu bisa fokus pada pelajaran lain.”
C. “Setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda dalam belajar bahasa.”
D. “Mari kita cari cara belajar yang berbeda agar kamu bisa meningkat.”

Jawaban

D. “Mari kita cari cara belajar yang berbeda agar kamu bisa meningkat.”

Pembahasan

Jawaban D paling mendukung pola pikir bertumbuh karena menunjukkan bahwa kemampuan murid dalam Bahasa Inggris masih dapat berkembang. Kesulitan tidak dianggap sebagai kegagalan yang bersifat tetap, tetapi sebagai tanda bahwa murid perlu mencoba strategi belajar yang berbeda.

Kalimat tersebut juga memberikan harapan dan mengajak guru serta murid bekerja sama mencari cara belajar yang lebih sesuai. Dengan usaha, latihan, dan strategi yang tepat, kemampuan murid dapat meningkat.


Question 5

Dalam suatu kelas, guru menemukan bahwa banyak murid takut mencoba soal yang sulit karena khawatir nilainya turun. Jika guru ingin menumbuhkan pola pikir bertumbuh, strategi yang paling tepat adalah ....

A. Memberikan contoh cara menyelesaikan soal yang menantang
B. Memberikan latihan yang bertahap dari yang mudah menuju yang lebih sulit
C. Memberikan kesempatan murid mencoba kembali soal sulit setelah diskusi
D. Mengadakan kegiatan belajar kelompok untuk membahas soal-soal sulit

Kunci Jawaban

C. Memberikan kesempatan murid mencoba kembali soal sulit setelah diskusi.

Pembahasan

Pola pikir bertumbuh menekankan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha, latihan, penggunaan strategi yang tepat, umpan balik, dan perbaikan dari kesalahan.

Dengan memberi kesempatan kepada murid untuk berdiskusi kemudian mencoba kembali soal yang sulit, guru membantu murid memahami bahwa kegagalan atau jawaban yang salah bukanlah akhir dari proses belajar. Kesalahan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki cara berpikir dan menemukan strategi yang lebih efektif.

Pilihan A, B, dan D juga dapat membantu pembelajaran, tetapi pilihan C paling langsung menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan, belajar dari kesalahan, dan memperbaiki hasil melalui proses mencoba kembali.


Question 6

Dalam diskusi refleksi, kelompok kerja menyampaikan bahwa pembelajaran berjalan sesuai rencana dan semua tahapan telah dilaksanakan. Agar refleksi sesuai dengan prinsip inkuiri kolaboratif, langkah yang perlu dilakukan adalah ....

A. Menyusun laporan pelaksanaan pembelajaran sebagai bentuk dokumentasi kegiatan kelompok.

B. Menyepakati bahwa strategi yang digunakan dapat diterapkan kembali pada pertemuan berikutnya.

C. Menilai keberhasilan pembelajaran berdasarkan keterlaksanaan seluruh tahapan pembelajaran.

D. Mengkaji kembali proses pembelajaran berdasarkan data hasil belajar dan observasi murid.

Kunci Jawaban

D. Mengkaji kembali proses pembelajaran berdasarkan data hasil belajar dan observasi murid.

Pembahasan

Dalam inkuiri kolaboratif, refleksi tidak cukup hanya memastikan bahwa semua kegiatan telah dilaksanakan sesuai rencana. Kelompok kerja perlu mengkaji dampak pembelajaran terhadap murid dengan menggunakan bukti nyata, seperti:

  • hasil asesmen atau hasil belajar murid;
  • catatan observasi selama pembelajaran;
  • tingkat keterlibatan murid;
  • kesulitan yang dialami murid;
  • umpan balik dan hasil refleksi murid.

Data tersebut digunakan untuk mengetahui bagian pembelajaran yang sudah efektif dan bagian yang masih perlu diperbaiki. Oleh karena itu, pilihan D paling tepat karena menunjukkan refleksi yang objektif, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Pilihan A hanya berfokus pada dokumentasi, pilihan B terlalu cepat menyimpulkan bahwa strategi dapat digunakan kembali, sedangkan pilihan C hanya menilai keterlaksanaan kegiatan, bukan keberhasilan belajar murid.


Question 7

Seorang pendidik menemukan bahwa murid kurang aktif dalam diskusi kelompok. Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa sebagian murid hanya menunggu arahan dan tidak terbiasa mengemukakan pendapat. Langkah paling tepat pada tahap assess adalah....

A. Menentukan strategi diskusi kelompok yang akan digunakan dalam pembelajaran.
B. Mengidentifikasi penyebab rendahnya partisipasi murid berdasarkan data.
C. Melaksanakan pembelajaran dengan metode diskusi kelompok secara langsung.
D. Menyusun indikator keberhasilan diskusi kelompok di kelas.

Kunci Jawaban

B. Mengidentifikasi penyebab rendahnya partisipasi murid berdasarkan data.

Pembahasan

Pada tahap assess, pendidik perlu mengumpulkan dan menganalisis data untuk mengetahui kondisi awal serta menemukan penyebab utama masalah pembelajaran. Dalam kasus tersebut, guru menggunakan hasil observasi untuk memahami mengapa murid kurang aktif, misalnya karena terbiasa menunggu arahan dan belum percaya diri menyampaikan pendapat.

Guru belum seharusnya langsung menentukan atau melaksanakan strategi pembelajaran sebelum akar masalahnya dipahami dengan jelas. Hasil tahap assess selanjutnya menjadi dasar untuk merancang strategi yang tepat pada tahap design.


Question 8

Setelah pembelajaran dilaksanakan, pendidik bersama rekan sejawat menganalisis data hasil belajar murid dan menemukan bahwa strategi yang digunakan belum sepenuhnya efektif. Langkah yang paling tepat pada tahap Measure–Reflect–Change adalah....

A. Menetapkan bahwa strategi telah berhasil karena telah dilaksanakan sesuai rencana
B. Menyusun laporan pembelajaran sebagai dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan
C. Menggunakan strategi yang sama agar pembelajaran tetap berjalan konsisten
D. Mengidentifikasi bagian yang belum efektif dan merancang perbaikan berdasarkan data

Kunci Jawaban

D. Mengidentifikasi bagian yang belum efektif dan merancang perbaikan berdasarkan data.

Pembahasan

Pada tahap Measure–Reflect–Change, pendidik perlu:

  • Measure: mengukur efektivitas pembelajaran berdasarkan data hasil belajar dan observasi;
  • Reflect: merefleksikan bagian strategi yang sudah berhasil maupun yang belum efektif;
  • Change: merancang perubahan atau perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.

Karena data menunjukkan bahwa strategi belum sepenuhnya efektif, pendidik tidak seharusnya langsung menyatakan pembelajaran berhasil atau tetap menggunakan strategi yang sama. Tindakan yang tepat adalah menemukan bagian yang perlu diperbaiki, kemudian menyusun strategi baru berdasarkan bukti dan kebutuhan murid.


Question 9

Dalam proses analisis, pendidik menggunakan teknik 5 Whys dan menemukan bahwa akar masalah terletak pada strategi pembelajaran yang belum memberi ruang diskusi. Tindakan yang paling tepat pada tahap design adalah....

A. Mengumpulkan data tambahan untuk memastikan masalah yang terjadi
B. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah dibuat
C. Melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran sebelumnya
D. Merancang strategi pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif murid

Kunci Jawaban

D. Merancang strategi pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif murid

Pembahasan

Teknik 5 Whys digunakan untuk menemukan akar penyebab suatu masalah. Dalam kasus ini, penyebab rendahnya keterlibatan murid adalah strategi pembelajaran yang belum memberikan ruang diskusi.

Pada tahap design, pendidik harus menyusun solusi yang sesuai dengan akar masalah tersebut. Karena itu, langkah yang tepat adalah merancang strategi pembelajaran yang mendorong murid berpartisipasi aktif, misalnya melalui diskusi kelompok, pembagian peran, metode think-pair-share, atau pemberian pertanyaan pemantik.

Pilihan lain kurang tepat karena:

  • A termasuk tahap pengumpulan dan analisis data atau assess.
  • B termasuk tahap implement atau pelaksanaan.
  • C termasuk tahap refleksi setelah pembelajaran berlangsung.

Question 10

Soal:

Seorang pendidik telah merancang strategi diskusi kelompok untuk meningkatkan keterlibatan murid. Dalam pelaksanaan, sebagian murid masih belum berpartisipasi aktif. Tindakan yang menunjukkan tahap implement yang efektif adalah....

A. Kompetensi antarpendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
B. Mengumpulkan hasil pembelajaran untuk dianalisis pada tahap berikutnya
C. Mengganti strategi pembelajaran dengan metode lain yang lebih mudah digunakan
D. Menyesuaikan strategi pembelajaran selama proses berlangsung untuk meningkatkan keterlibatan murid

Kunci Jawaban

D. Menyesuaikan strategi pembelajaran selama proses berlangsung untuk meningkatkan keterlibatan murid.

Pembahasan

Tahap implement merupakan tahap pelaksanaan strategi pembelajaran yang telah dirancang. Dalam pelaksanaannya, pendidik perlu mengamati respons dan keterlibatan murid, kemudian melakukan penyesuaian apabila strategi yang digunakan belum berjalan efektif.

Dalam kasus tersebut, sebagian murid masih belum aktif dalam diskusi. Oleh karena itu, pendidik dapat melakukan penyesuaian, misalnya:

  • membagi peran setiap anggota kelompok;
  • memberikan pertanyaan pemantik;
  • mengubah komposisi kelompok;
  • memberi kesempatan berbicara secara bergiliran;
  • mendampingi kelompok yang pasif.

Pilihan B lebih berkaitan dengan tahap pengukuran dan refleksi, sedangkan pilihan C kurang tepat karena pendidik tidak harus langsung mengganti seluruh strategi. Penyesuaian selama pembelajaran berlangsung menunjukkan implementasi yang responsif dan efektif.


Question 11

Seorang guru meminta murid untuk mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitar, membuat solusi berbasis data, lalu melakukan refleksi terhadap hasil yang diperoleh. Jika dikaitkan dengan taksonomi SOLO, aktivitas tersebut menunjukkan bahwa murid telah mencapai tahap....

A. Unistruktural
B. Multistruktural
C. Relasional hingga berpikir abstrak yang diperluas
D. Prastruktural

Jawaban

C. Relasional hingga berpikir abstrak yang diperluas

Pembahasan

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa murid tidak hanya memahami satu atau beberapa informasi secara terpisah. Murid telah mampu:

  • mengidentifikasi masalah lingkungan;
  • menghubungkan berbagai data yang relevan;
  • menggunakan data untuk merancang solusi;
  • merefleksikan hasil yang diperoleh;
  • mengembangkan pemahamannya untuk menyelesaikan masalah nyata.

Kemampuan menghubungkan berbagai informasi menunjukkan tahap relasional, sedangkan kemampuan merancang solusi dan melakukan refleksi menunjukkan perkembangan menuju tahap extended abstract atau berpikir abstrak yang diperluas.

Jadi, jawaban yang paling tepat adalah C. Relasional hingga berpikir abstrak yang diperluas.


Question 12

Seorang guru menggunakan platform digital untuk diskusi kelompok dan menganalisis data, mengajak siswa melakukan proyek berbasis lingkungan, serta menghadirkan narasumber dari masyarakat. Praktik tersebut menunjukkan integrasi....

A. Peran dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran
B. Dua komponen dari kerangka pembelajaran
C. Pengalaman pembelajaran menuju pemahaman yang bermakna
D. Kerangka pembelajaran mendalam secara terpadu

Kunci Jawaban

D. Kerangka pembelajaran mendalam secara terpadu

Pembahasan

Praktik tersebut menggabungkan beberapa unsur pembelajaran secara bersamaan, yaitu:

  • pemanfaatan teknologi digital untuk berdiskusi dan menganalisis data;
  • kegiatan proyek yang berkaitan dengan lingkungan nyata;
  • kolaborasi antarmurid;
  • keterlibatan masyarakat melalui narasumber.

Karena berbagai unsur tersebut digunakan secara terpadu untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan bermakna, praktik tersebut menunjukkan penerapan kerangka pembelajaran mendalam secara terpadu.


Question 13

Mengapa prinsip menggembirakan penting dalam pembelajaran?

A. Membantu keterhubungan emosional yang memperkuat pemahaman
B. Agar pembelajaran terasa tanpa beban bagi murid dan pendidik
C. Agar murid tidak perlu berpikir terlalu keras saat belajar
D. Karena membuat guru lebih mudah dalam menyiapkan bahan ajar dan ketika mengajar

Kunci Jawaban

A. Membantu keterhubungan emosional yang memperkuat pemahaman

Pembahasan

Prinsip menggembirakan bertujuan menciptakan suasana belajar yang positif, aman, nyaman, dan memotivasi murid. Ketika murid mengalami emosi positif, mereka cenderung lebih fokus, aktif, berani bertanya, serta lebih mudah memahami dan mengingat materi.

Pembelajaran yang menggembirakan bukan berarti murid tidak perlu berpikir keras atau pembelajaran berlangsung tanpa tantangan. Murid tetap menghadapi kegiatan yang menantang, tetapi dilakukan dalam suasana yang mendukung dan tidak menimbulkan rasa takut.

Jadi, prinsip menggembirakan penting karena membangun keterlibatan emosional yang dapat memperkuat proses dan hasil pemahaman murid.


Question 14

Manakah contoh penerapan dimensi profil lulusan dalam pembelajaran?

A. Guru mendorong murid browsing mencari pengetahuan lalu guru mengkritisi hasil kerja murid.
B. Murid menghafal konsep dan guru melembagakannya melalui kuis.
C. Guru memfasilitasi diskusi kelompok yang aktif dan kritis untuk memecahkan satu masalah kekinian.
D. Guru memberikan tugas proyek yang menantang pada murid lalu guru memberi kebebasan dalam berkarya tanpa bimbingan.

Jawaban yang benar

C. Guru memfasilitasi diskusi kelompok yang aktif dan kritis untuk memecahkan satu masalah kekinian.

Pembahasan

Kegiatan tersebut menunjukkan penerapan beberapa dimensi profil lulusan secara bersamaan, terutama:

  • Penalaran kritis, karena murid menganalisis masalah kekinian dan mencari solusi.
  • Kolaborasi, karena murid bekerja dan berdiskusi dalam kelompok.
  • Komunikasi, karena murid menyampaikan pendapat, menanggapi gagasan, dan membuat kesepakatan.
  • Kreativitas, karena murid dapat mengembangkan berbagai alternatif pemecahan masalah.

Pilihan lainnya kurang tepat karena hanya menekankan pencarian informasi, hafalan, atau pemberian kebebasan tanpa pendampingan yang memadai.


Question 15

Seorang guru merancang pembelajaran untuk menyelesaikan masalah nyata di sekitar kelas melalui proyek STEM, melibatkan komunitas, serta penggunaan teknologi digital. Jika dikaitkan dengan kerangka kerja pembelajaran mendalam, praktik tersebut menunjukkan....

A. Pengalaman belajar komprehensif yang memastikan ketercapaian pembelajaran mendalam

B. Integrasi seluruh komponen dalam kerangka pembelajaran

C. Pemanfaatan teknologi digital yang diwajibkan dalam pembelajaran mendalam

D. Upaya penerapan prinsip pembelajaran secara terpadu dalam pengalaman belajar yang kontekstual

Kunci Jawaban

D. Upaya penerapan prinsip pembelajaran secara terpadu dalam pengalaman belajar yang kontekstual.

Pembahasan

Pembelajaran tersebut menggunakan masalah nyata di lingkungan sekitar, proyek STEM, keterlibatan komunitas, dan dukungan teknologi digital. Hal ini menunjukkan upaya guru menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, kolaboratif, bermakna, dan terintegrasi.

Pilihan B kurang tepat karena soal belum memberikan informasi yang cukup untuk memastikan bahwa seluruh komponen kerangka pembelajaran mendalam telah diterapkan. Praktik tersebut baru menunjukkan penerapan beberapa prinsip secara terpadu dalam pengalaman belajar yang berhubungan dengan kehidupan nyata murid.


Question 16

Ibu Riana melakukan pre-test untuk materi “Ekosistem”. Ia menemukan bahwa:

  • 30% murid sudah memahami konsep rantai makanan;
  • 50% murid mengetahui istilahnya, tetapi masih bingung mengenai urutannya;
  • 20% murid belum mengenal istilah tersebut sama sekali.

Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa mayoritas murid menyukai aktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan kerangka identifikasi pada pembelajaran mendalam, langkah strategis yang paling tepat dilakukan Ibu Riana dalam perencanaan selanjutnya adalah ....

Pilihan Jawaban

A. Menyusun strategi diferensiasi dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sarana belajar kontekstual untuk menjembatani kesenjangan pemahaman.

B. Melanjutkan pembelajaran sesuai rencana awal agar target kurikulum tercapai tepat waktu.

C. Mengelompokkan murid berdasarkan nilai pre-test dan memberikan materi hafalan yang sama.

D. Fokus hanya pada kelompok 20% yang belum memahami agar tidak tertinggal dari teman lainnya.

Kunci Jawaban

A. Menyusun strategi diferensiasi dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sarana belajar kontekstual untuk menjembatani kesenjangan pemahaman.

Pembahasan

Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat pemahaman awal murid berbeda-beda. Ada murid yang sudah memahami konsep rantai makanan, ada yang baru mengenal istilahnya, dan ada pula yang belum mengenalnya sama sekali. Kondisi ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan dan kesiapan belajar murid.

Hasil angket juga menunjukkan bahwa mayoritas murid menyukai kegiatan di luar ruangan. Karena itu, lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual, misalnya dengan mengamati tumbuhan, serangga, burung, atau organisme lain untuk menyusun contoh rantai makanan.

Strategi tersebut paling tepat karena:

  • mengakomodasi perbedaan kemampuan awal murid;
  • menghubungkan konsep ekosistem dengan kehidupan nyata;
  • meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar;
  • membantu murid memahami urutan rantai makanan melalui pengamatan langsung;
  • menciptakan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.

Pilihan B kurang tepat karena mengabaikan data hasil asesmen awal. Pilihan C tidak sesuai karena semua murid diberi materi hafalan yang sama meskipun kebutuhannya berbeda. Pilihan D juga kurang tepat karena pembelajaran seharusnya melayani seluruh murid, bukan hanya kelompok yang belum memahami.


Question 17

Seorang pendidik IPS menetapkan tujuan pembelajaran agar murid mampu menyusun rencana aksi mitigasi banjir yang kontekstual. Bentuk penilaian yang paling tepat adalah....

A. Penilaian proyek dengan pemetaan lingkungan dan penyusunan rencana evakuasi berbasis rubrik
B. Tes pilihan ganda tentang definisi mitigasi dan istilah geografi
C. Kuesioner pengalaman murid terkait banjir
D. Mind map siklus hidrologi sebagai tugas mandiri

Kunci Jawaban

A. Penilaian proyek dengan pemetaan lingkungan dan penyusunan rencana evakuasi berbasis rubrik.

Pembahasan

Tujuan pembelajaran menuntut murid menyusun rencana aksi mitigasi banjir yang kontekstual. Oleh karena itu, asesmen harus mengukur kemampuan murid dalam menerapkan pengetahuan pada situasi nyata, bukan hanya mengingat konsep.

Melalui penilaian proyek, murid dapat:

  • memetakan wilayah yang berisiko banjir;
  • mengidentifikasi jalur dan titik evakuasi;
  • menganalisis kondisi lingkungan sekitar;
  • menyusun rencana tindakan yang dapat diterapkan;
  • menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.

Rubrik digunakan agar penilaian lebih objektif berdasarkan kriteria, seperti ketepatan pemetaan, kelayakan rencana evakuasi, penggunaan data, dan kejelasan penyajian.

Pilihan B hanya mengukur pengetahuan konsep, pilihan C hanya menggali pengalaman, sedangkan pilihan D mengukur pemahaman siklus hidrologi. Ketiganya belum secara langsung mengukur kemampuan menyusun rencana aksi mitigasi banjir.


Question 18

Setelah melakukan proyek penghijauan, seorang murid menulis di jurnalnya:

“Saya menyadari bahwa menjaga satu pohon kecil di sekolah ini adalah bagian dari tanggung jawab global saya sebagai manusia untuk menunda pemanasan global. Saya akan mulai mengajak keluarga saya menanam di rumah.”

Berdasarkan deskripsi tersebut, murid tersebut telah mencapai tahap pengalaman belajar merefleksi pada level SOLO....

A. Extended abstract karena mampu memperluas ide ke konteks yang lebih luas dan mengambil aksi nyata secara mandiri
B. Multistruktural karena memiliki banyak ide tentang menanam pohon
C. Relasional karena sudah bisa menghubungkan antara pohon dan lingkungan sekolah
D. Prastruktural karena murid belum memahami konsep teori biologi pohon secara mendalam

Jawaban yang benar

A. Extended abstract karena mampu memperluas ide ke konteks yang lebih luas dan mengambil aksi nyata secara mandiri.

Pembahasan

Dalam Taksonomi SOLO, level extended abstract menunjukkan bahwa murid tidak hanya memahami dan menghubungkan beberapa konsep, tetapi juga mampu:

  • memperluas pemahamannya ke konteks yang lebih luas;
  • membuat generalisasi dari pengalaman belajar;
  • merencanakan penerapan baru secara mandiri;
  • menggunakan pemahamannya untuk mengambil tindakan nyata.

Pada kasus tersebut, murid tidak hanya memahami hubungan antara menjaga pohon dan lingkungan sekolah. Murid juga menghubungkannya dengan masalah global, yaitu pemanasan global, kemudian merencanakan tindakan baru dengan mengajak keluarganya menanam pohon di rumah.

Karena pemahamannya telah diperluas dari konteks sekolah menuju lingkungan keluarga dan tanggung jawab global, jawabannya adalah extended abstract.


Question 19

Soal:

Bu Ani merancang aktivitas di mana murid bermain peran sebagai pembeli barang ramah lingkungan dengan anggaran terbatas dan mempertimbangkan dampak lingkungan. Prinsip yang diterapkan adalah ....

A. Bermakna
B. Berkesadaran
C. Menggembirakan
D. Memuliakan

Kunci jawaban: A. Bermakna

Pembahasan:

Aktivitas tersebut menerapkan prinsip pembelajaran bermakna karena murid menggunakan pengetahuan dalam situasi yang menyerupai kehidupan nyata. Murid tidak hanya memahami konsep barang ramah lingkungan, tetapi juga belajar mengambil keputusan dengan mempertimbangkan:

  • keterbatasan anggaran;
  • kebutuhan yang harus dipenuhi;
  • dampak barang terhadap lingkungan; dan
  • tanggung jawab sebagai konsumen.

Melalui kegiatan bermain peran tersebut, materi pembelajaran menjadi relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan nyata.


Question 20

Ibu Indah mengamati diskusi kelompok, memberi umpan balik langsung, dan meminta refleksi di akhir pembelajaran. Kegiatan penilaian tersebut merupakan bentuk....

A. Asesmen formatif
B. Asesmen sumatif
C. Asesmen diagnostik
D. Assessment of learning

Jawaban yang benar:

A. Asesmen formatif

Pembahasan:

Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung untuk mengetahui perkembangan belajar murid dan membantu memperbaiki proses pembelajaran.

Pada kasus tersebut, Ibu Indah:

  • mengamati diskusi kelompok;
  • memberikan umpan balik secara langsung;
  • meminta murid melakukan refleksi pada akhir pembelajaran.

Ketiga kegiatan tersebut digunakan untuk mengetahui pemahaman dan kesulitan murid, kemudian memberikan bantuan atau perbaikan sebelum pembelajaran selesai. Oleh karena itu, kegiatan tersebut termasuk asesmen formatif, bukan asesmen sumatif yang umumnya digunakan untuk menilai hasil akhir pembelajaran.


Question 21

Perhatikan kasus berikut ini.

Dalam materi “Meneladani Karakter Kepahlawanan”, seorang guru langsung menyusun aktivitas mewarnai tokoh-tokoh pahlawan tanpa terlebih dahulu merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) yang memuat kompetensi dan ruang lingkup materi yang spesifik. Guru tersebut berasumsi bahwa dengan mewarnai, murid secara otomatis akan memahami nilai-nilai integritas dan pengorbanan para pahlawan tersebut.

Analisislah dampak negatif yang paling mungkin terjadi terhadap pencapaian target materi esensial akibat kelalaian guru dalam merumuskan TP tersebut!

Pilihan Jawaban

A. Murid menjadi terlalu cepat menyelesaikan tugas sehingga guru harus mencari aktivitas tambahan untuk mengisi waktu.

B. Guru akan mengalami kesulitan dalam menentukan jenis warna atau alat warna yang tepat untuk digunakan oleh seluruh murid.

C. Terjadi ketidakselarasan antara proses belajar dengan kompetensi yang diharapkan, sehingga murid hanya menguasai keterampilan motorik tanpa menyentuh esensi karakter.

D. Murid akan merasa bosan karena tokoh pahlawan yang diwarnai tidak berasal dari daerah asal mereka masing-masing.

Kunci Jawaban

C. Terjadi ketidakselarasan antara proses belajar dengan kompetensi yang diharapkan, sehingga murid hanya menguasai keterampilan motorik tanpa menyentuh esensi karakter.

Pembahasan

Tujuan Pembelajaran seharusnya menjadi dasar dalam menentukan materi, aktivitas belajar, dan asesmen. Karena guru belum merumuskan TP secara jelas, kegiatan mewarnai tidak memiliki arah yang kuat untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Mewarnai tokoh pahlawan memang dapat melatih koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta keterampilan motorik. Namun, kegiatan tersebut tidak secara otomatis membuat murid memahami nilai integritas, keberanian, tanggung jawab, dan pengorbanan para pahlawan.

Agar materi esensial tercapai, kegiatan mewarnai perlu disertai aktivitas yang lebih relevan, seperti membaca kisah perjuangan tokoh, mendiskusikan nilai keteladanan, menuliskan refleksi, atau memberikan contoh penerapan karakter kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, proses pembelajaran benar-benar selaras dengan kompetensi yang ingin dicapai.


Question 22

Perhatikan kasus berikut ini.

Dua orang guru IPS sedang menyusun perangkat pembelajaran mengenai materi esensial “Pertumbuhan Penduduk”.

  • Guru A menyajikan tabel statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan angka kelahiran dan kematian di provinsi tersebut selama 10 tahun terakhir.
  • Guru B menyajikan sebuah artikel berita tentang maraknya permukiman kumuh di bantaran sungai akibat banyaknya warga pendatang yang mencari kerja di kota tanpa keterampilan.

Berdasarkan kerangka pembelajaran mendalam (Deep Learning), manakah analisis yang paling tepat mengenai perbedaan penggunaan konteks oleh kedua guru tersebut?

Pilihan Jawaban

A. Guru A menggunakan konteks Fenomena Sosial karena melibatkan jumlah penduduk, sedangkan Guru B menggunakan Data Ilmiah karena berasal dari berita.

B. Guru A menggunakan konteks Data Ilmiah karena menyajikan bukti empiris berupa statistik angka, sedangkan Guru B menggunakan Fenomena Sosial karena mengangkat isu atau realitas interaksi manusia di masyarakat.

C. Kedua guru menggunakan konteks Data Ilmiah karena pertumbuhan penduduk adalah bagian dari disiplin ilmu geografi yang bersifat saintifik.

D. Kedua guru menggunakan konteks Fenomena Sosial karena baik angka statistik maupun permukiman kumuh sama-sama terjadi di lingkungan masyarakat.

Kunci Jawaban

B. Guru A menggunakan konteks Data Ilmiah, sedangkan Guru B menggunakan konteks Fenomena Sosial.

Pembahasan

Guru A menggunakan konteks Data Ilmiah karena menyajikan data statistik BPS berupa angka kelahiran dan kematian selama 10 tahun. Data tersebut bersifat empiris, terukur, dan dapat dianalisis untuk mengetahui pola pertumbuhan penduduk.

Guru B menggunakan konteks Fenomena Sosial karena mengangkat persoalan nyata yang terjadi di masyarakat, yaitu perpindahan penduduk ke kota, keterbatasan keterampilan kerja, dan munculnya permukiman kumuh di bantaran sungai.

Dengan demikian, perbedaannya terletak pada sumber konteks yang digunakan:

  • Guru A berfokus pada data kuantitatif dan bukti statistik.
  • Guru B berfokus pada isu serta realitas sosial dalam kehidupan masyarakat.

Question 23

Perhatikan kasus berikut ini.

Dalam pelajaran Prakarya, Pak Juna mengawali sesi dengan memberikan penjelasan materi secara mendalam selama 45 menit di dalam kelas mengenai proses perubahan daun menjadi kompos karena ada reaksi kimia, serta peran mikroorganisme pengurai. Setelah seluruh teori selesai dipahami oleh murid, Pak Juna kemudian mengajak seluruh murid ke area pengolahan sampah sekolah untuk mempraktikkan pencampuran bahan baku pembuatan pupuk organik sesuai dengan urutan teori yang telah dibahas.

Berdasarkan urutan mengajar tersebut, manakah klasifikasi pendekatan integrasi konteks yang diterapkan oleh Pak Juna?

Pilihan jawaban

A. Timbal Balik (Reciprocity), karena terdapat interaksi antara sampah organik dengan rumus kimia dekomposisi.

B. Aplikasi Langsung (Direct Application), karena konsep materi diajarkan secara tuntas di awal, lalu diikuti oleh penyajian konteks atau praktik sebagai aplikasi di akhir.

C. Pialang Budaya (Culture Broker), karena Pak Juna menjembatani kebiasaan membuang sampah dengan ilmu pengetahuan.

D. Aktivitas Mental Personal, karena murid diminta mengamati secara langsung proses pembusukan sampah.

Kunci Jawaban

B. Aplikasi Langsung (Direct Application)

Pembahasan

Pendekatan yang digunakan Pak Juna termasuk Aplikasi Langsung (Direct Application) karena pembelajaran dimulai dengan penyampaian konsep atau teori secara lengkap di dalam kelas. Setelah murid memahami teori tentang proses pengomposan, reaksi kimia, dan peran mikroorganisme, mereka kemudian menerapkan pengetahuan tersebut melalui praktik langsung di area pengolahan sampah sekolah.

Urutan pembelajarannya adalah:

teori terlebih dahulu → praktik sebagai penerapan konsep.

Pilihan lain kurang tepat karena kegiatan tersebut bukan sekadar menghubungkan budaya, bukan hanya aktivitas pengamatan pribadi, dan bukan pula hubungan timbal balik antara sampah dengan rumus kimia.


Question 24

Perhatikan kasus berikut ini.

Seorang guru bahasa telah melaksanakan pembelajaran menyusun puisi dengan mengajak murid mengamati fenomena sosial di pasar tradisional sebagai konteksnya. Selama proses belajar, murid didorong untuk menuangkan emosi dan diksi yang relevan dengan realitas yang mereka lihat. Pada saat ujian akhir, guru tersebut menggunakan soal pilihan ganda konvensional yang hanya menanyakan definisi bait, rima, dan identifikasi majas dari sebuah teks puisi pendek di dalam kertas soal.

Analisislah kelemahan utama dari penggunaan instrumen ujian konvensional tersebut jika dikaitkan dengan tujuan pembelajaran menyusun puisi berbasis konteks!

Pilihan jawaban

A. Tes pilihan ganda tersebut terlalu mudah bagi murid yang sudah terbiasa melakukan observasi lapangan di pasar.

B. Instrumen tersebut memerlukan waktu yang lebih lama untuk dikerjakan murid dibandingkan jika mereka diminta menulis puisi secara langsung.

C. Soal pilihan ganda tidak mampu menampung seluruh daftar kosakata sulit yang ditemukan murid selama berada di pasar tradisional.

D. Tes konvensional gagal mengukur kemampuan murid dalam mengekspresikan gagasan dan keterhubungan emosional antara diri murid dengan fenomena nyata yang dialami.

Kunci Jawaban

D. Tes konvensional gagal mengukur kemampuan murid dalam mengekspresikan gagasan dan keterhubungan emosional antara diri murid dengan fenomena nyata yang dialami.

Pembahasan

Tujuan pembelajaran dalam kasus tersebut adalah agar murid mampu menyusun puisi berbasis konteks, yaitu menuangkan hasil pengamatan, gagasan, emosi, dan pilihan kata berdasarkan fenomena sosial di pasar tradisional.

Namun, soal pilihan ganda yang hanya menanyakan definisi bait, rima, dan identifikasi majas lebih banyak mengukur pengetahuan teoretis tentang puisi, bukan kemampuan murid dalam menciptakan puisi. Akibatnya, terjadi ketidakselarasan antara tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan bentuk asesmen.

Penilaian yang lebih tepat adalah asesmen kinerja, yaitu meminta murid menulis puisi berdasarkan fenomena yang diamati. Hasilnya dapat dinilai menggunakan rubrik yang mencakup kesesuaian tema, kekuatan gagasan, pilihan diksi, penggunaan majas, penghayatan emosi, dan keterkaitan dengan konteks nyata.


Question 25

Pengertian yang paling tepat dari “Konteks” dalam pembelajaran mendalam adalah ....

A. Materi pengayaan tambahan yang hanya diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai nilai ketuntasan minimal di kelas.

B. Seluruh daftar kompetensi dasar dan standar penilaian yang diwajibkan oleh dinas pendidikan untuk diselesaikan sebelum ujian akhir.

C. Fasilitas fisik dan media berbasis teknologi canggih yang mutlak disediakan oleh sekolah untuk menggantikan buku pelajaran cetak.

D. Situasi, fenomena, isu, atau realitas kehidupan nyata yang digunakan sebagai jembatan pedagogis untuk menghubungkan materi abstrak dengan kehidupan peserta didik.

Kunci Jawaban

D. Situasi, fenomena, isu, atau realitas kehidupan nyata yang digunakan sebagai jembatan pedagogis untuk menghubungkan materi abstrak dengan kehidupan peserta didik.

Pembahasan

Dalam pembelajaran mendalam, konteks adalah situasi atau permasalahan nyata yang dekat dengan kehidupan murid dan digunakan untuk membantu mereka memahami materi pelajaran. Konteks berfungsi sebagai jembatan antara konsep yang bersifat abstrak dengan pengalaman nyata peserta didik.

Contohnya, materi pencemaran lingkungan dapat dipelajari melalui pengamatan kondisi sungai atau sampah di sekitar sekolah. Dengan demikian, murid tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga memahami manfaat dan penerapannya dalam kehidupan.

Pilihan A, B, dan C tidak tepat karena konteks bukan materi pengayaan, daftar kompetensi, maupun fasilitas teknologi, melainkan realitas kehidupan yang digunakan untuk membuat pembelajaran lebih relevan dan bermakna.


Question 26

Fitur “Wireless Mirroring” pada papan interaktif memungkinkan integrasi perangkat lain secara nirkabel. Keuntungan utama fitur ini bagi pendidik dalam pembelajaran aktif adalah....

Pilihan Jawaban

A. Pendidik dapat mengontrol papan tulis hanya dari meja kerja tanpa bergerak.

B. Pendidik dapat berkeliling kelas sambil menampilkan konten dari tablet atau smartphone ke layar utama.

C. Menghilangkan kebutuhan akan koneksi internet di dalam kelas.

D. Membuat daya pancar layar menjadi lebih terang dan tajam.

Kunci Jawaban

B. Pendidik dapat berkeliling kelas sambil menampilkan konten dari tablet atau smartphone ke layar utama.

Pembahasan

Fitur wireless mirroring memungkinkan tampilan dari perangkat seperti tablet, laptop, atau smartphone diproyeksikan ke papan interaktif tanpa menggunakan kabel. Dengan fitur tersebut, pendidik tidak harus terus berada di depan kelas atau di dekat papan interaktif.

Pendidik dapat bergerak mengelilingi kelas, mendampingi murid, mengamati aktivitas kelompok, serta tetap menampilkan dan mengendalikan materi pembelajaran dari perangkat yang dibawa. Hal ini mendukung pembelajaran aktif karena interaksi antara pendidik dan murid menjadi lebih fleksibel.

Pilihan lainnya kurang tepat karena:

  • A tidak menggambarkan manfaat utama dalam pembelajaran aktif karena pendidik justru tetap berada di meja.
  • C salah karena wireless mirroring tidak selalu menghilangkan kebutuhan koneksi internet; fitur ini hanya menghubungkan perangkat secara nirkabel.
  • D salah karena wireless mirroring tidak berfungsi untuk meningkatkan kecerahan atau ketajaman layar.

Question 27

Berikut ini yang merupakan contoh integrasi media pembelajaran digital di kelas adalah ....

A. Pendidik menjelaskan materi tanpa menggunakan media pembelajaran.
B. Pendidik menggunakan buku teks saja dalam pembelajaran di kelas.
C. Pendidik menggabungkan video pembelajaran, modul digital, dan kuis.
D. Pendidik hanya menampilkan gambar di papan tulis dalam pembelajaran.

Kunci Jawaban

C. Pendidik menggabungkan video pembelajaran, modul digital, dan kuis.

Pembahasan

Integrasi media pembelajaran digital berarti menggunakan beberapa jenis media digital secara terpadu untuk mendukung proses belajar. Penggunaan video pembelajaran, modul digital, dan kuis interaktif dapat membantu murid memperoleh informasi melalui berbagai cara, meningkatkan keterlibatan, serta memberikan kesempatan untuk mengukur pemahaman.

Pilihan A, B, dan D kurang tepat karena tidak menunjukkan penggunaan beberapa media digital secara terpadu.


Question 28

Bu Sari mengintegrasikan aplikasi simulasi gravitasi di PID. Ia sengaja memberikan tantangan, “Apa yang terjadi jika massa planet diubah?” Strategi ini bertujuan untuk mendorong siswa melakukan....

A. Hafalan rumus gravitasi secara cepat.
B. Eksperimen terkontrol (inquiry) untuk menemukan konsep secara mandiri.
C. Latihan mengetik angka di keyboard virtual.
D. Pencarian jawaban langsung di mesin pencari Google.

Kunci Jawaban

B. Eksperimen terkontrol (inquiry) untuk menemukan konsep secara mandiri.

Pembahasan

Melalui aplikasi simulasi gravitasi, murid dapat mengubah variabel berupa massa planet, kemudian mengamati pengaruhnya terhadap gaya gravitasi. Murid dapat membandingkan hasil percobaan, menganalisis hubungan antarvariabel, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan.

Kegiatan tersebut termasuk pembelajaran berbasis inkuiri karena murid memperoleh pemahaman melalui proses mencoba, mengamati, menganalisis, dan menemukan konsep secara mandiri, bukan hanya menghafalkan rumus atau mencari jawaban langsung.


Question 29

Manakah bentuk integrasi PID yang paling tepat untuk mendukung metode “Flipped Classroom”?

A. Menggunakan PID untuk menonton film selama jam pelajaran berlangsung.

B. Merekam penjelasan pendidik di PID (Screen Recording) sebagai video pembelajaran untuk dipelajari murid di rumah sebelum kelas dimulai.

C. Menggunakan PID sebagai pengganti televisi di pojok ruangan.

D. Meminta murid menyalin seluruh isi slide yang ditampilkan di PID ke dalam buku catatan.

Kunci Jawaban

B. Merekam penjelasan pendidik di PID (Screen Recording) sebagai video pembelajaran untuk dipelajari murid di rumah sebelum kelas dimulai.

Pembahasan

Metode Flipped Classroom atau kelas terbalik mengubah urutan pembelajaran konvensional. Materi dasar yang biasanya dijelaskan di kelas dipelajari terlebih dahulu oleh murid di rumah melalui video, modul digital, atau bahan pembelajaran lainnya.

PID dapat digunakan untuk merekam penjelasan pendidik melalui fitur screen recording. Video tersebut kemudian dipelajari murid sebelum mengikuti pembelajaran di kelas. Dengan demikian, waktu di kelas dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih aktif, seperti:

  • berdiskusi;
  • mengerjakan latihan;
  • memecahkan masalah;
  • melakukan praktik;
  • bertanya kepada pendidik;
  • memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan.

Pilihan A, C, dan D kurang tepat karena hanya menjadikan PID sebagai alat untuk menampilkan informasi, bukan sebagai sarana yang mendukung pola pembelajaran Flipped Classroom.


Question 30

Saat menggunakan papan interaktif untuk pelajaran Geografi, pendidik mengintegrasikan “Google Street View”. Tindakan interaktif apa yang paling mendukung keterlibatan murid?

Pilihan Jawaban

A. Meminta murid menonton pendidik menggerakkan kursor ke berbagai lokasi.

B. Meminta murid maju ke depan untuk melakukan navigasi mandiri mengeksplorasi struktur bangunan di kota tertentu.

C. Mengambil tangkapan layar (screenshot) gambar bangunan untuk dicatat di buku.

D. Mematikan layar setelah lokasi ditemukan untuk sesi ceramah.

Kunci Jawaban

B. Meminta murid maju ke depan untuk melakukan navigasi mandiri mengeksplorasi struktur bangunan di kota tertentu.

Pembahasan

Pilihan B paling tepat karena murid terlibat secara langsung dalam mengoperasikan Google Street View. Murid tidak hanya melihat tampilan yang disajikan oleh pendidik, tetapi juga melakukan navigasi, memilih lokasi, mengamati bentuk dan struktur bangunan, serta menyampaikan hasil pengamatannya.

Kegiatan tersebut mendukung pembelajaran aktif karena melibatkan:

  • partisipasi langsung murid;
  • eksplorasi lingkungan secara virtual;
  • kemampuan observasi dan analisis;
  • rasa ingin tahu;
  • pemanfaatan teknologi secara interaktif.

Pilihan A membuat murid cenderung pasif karena hanya menonton. Pilihan C lebih menekankan kegiatan mencatat, sedangkan pilihan D mengurangi pemanfaatan papan interaktif dan kembali pada pembelajaran satu arah.

Komentar

Postingan Populer