LATIHAN SOAL TKA BIOLOGI Sesuai Kisi-Kisi TKA 2026
LATIHAN SOAL TKA BIOLOGI
Sesuai Kisi-Kisi TKA 2026
25 Soal Pilihan Ganda HOTS
1. Keanekaragaman Hayati — Klasifikasi
Makhluk Hidup
Sekelompok siswa menemukan tiga tumbuhan di kawasan
pegunungan. Tumbuhan A memiliki akar, batang, dan daun sejati serta
menghasilkan spora. Tumbuhan B memiliki biji terbuka dan tidak membentuk buah.
Tumbuhan C menghasilkan bunga serta biji yang terlindungi di dalam buah. Hasil
analisis DNA menunjukkan bahwa B dan C memiliki kemiripan genetik lebih tinggi
dibandingkan A. Guru meminta siswa menentukan dasar klasifikasi yang paling
tepat untuk menjelaskan hubungan ketiga tumbuhan tersebut.
Dasar klasifikasi yang paling tepat digunakan adalah
....
A. warna organ tumbuhan saja
B. ukuran tubuh organisme
C. kombinasi ciri morfologi dan kekerabatan molekuler
D. habitat tempat tumbuhan ditemukan
E. jumlah individu setiap jenis
Jawaban: C
Pembahasan:
Klasifikasi modern mempertimbangkan ciri morfologi sekaligus bukti molekuler
untuk menunjukkan hubungan kekerabatan evolusioner.
2. Keanekaragaman Hayati — Klasifikasi
Makhluk Hidup
Perhatikan data organisme berikut.
|
Organisme |
Tipe Sel |
Jumlah Sel |
Dinding Sel |
Klorofil |
|
P |
Eukariot |
Multisel |
Selulosa |
Ada |
|
Q |
Eukariot |
Unisel |
Tidak ada |
Tidak ada |
|
R |
Prokariot |
Unisel |
Peptidoglikan |
Tidak ada |
|
S |
Eukariot |
Multisel |
Kitin |
Tidak ada |
Empat organisme diamati berdasarkan organisasi sel,
jumlah sel, komposisi dinding sel, dan keberadaan klorofil. Siswa diminta tidak
hanya mengelompokkan organisme berdasarkan kemiripan tampak, tetapi juga
menggunakan ciri yang mencerminkan perbedaan dasar organisasi biologis. Salah
satu siswa menyatakan bahwa organisme P dan R seharusnya ditempatkan pada
kelompok yang berbeda jauh karena perbedaan struktur selnya lebih mendasar
dibandingkan sekadar ada atau tidaknya dinding sel.
Pernyataan yang paling mendukung pendapat siswa
tersebut adalah ....
A. P dan R sama-sama memiliki dinding sel
B. P merupakan eukariot, sedangkan R merupakan prokariot
C. P memiliki klorofil, sedangkan Q tidak
D. R dan S sama-sama tidak memiliki klorofil
E. Q dan R sama-sama bersel satu
Jawaban: B
Pembahasan:
Perbedaan prokariot dan eukariot merupakan perbedaan mendasar dalam organisasi
sel sehingga penting dalam klasifikasi.
3. Keanekaragaman Hayati — Pelestarian
Ekosistem
Populasi ikan lokal di sebuah danau terus menurun
selama lima tahun. Hasil pengamatan menunjukkan adanya pencemaran limbah
domestik, berkurangnya tumbuhan air, serta penangkapan ikan berlebihan.
Pemerintah berencana melepaskan ribuan benih ikan ke danau untuk meningkatkan
populasi. Sejumlah peneliti menilai tindakan tersebut belum tentu efektif
apabila kondisi habitat tidak diperbaiki terlebih dahulu karena ikan yang
dilepas akan menghadapi tekanan lingkungan yang sama seperti populasi
sebelumnya.
Strategi konservasi yang paling tepat adalah ....
A. menambah jumlah ikan sebanyak mungkin setiap bulan
B. menangkap seluruh predator ikan di danau
C. mengendalikan pencemaran dan penangkapan lalu melakukan restocking secara
terukur
D. memindahkan seluruh ikan ke kolam buatan permanen
E. mengganti ikan lokal dengan spesies asing yang tumbuh cepat
Jawaban: C
Pembahasan:
Konservasi harus mengatasi penyebab utama penurunan populasi dan memperbaiki
habitat sebelum penambahan individu dilakukan.
4. Keterampilan Proses — Mempertanyakan
dan Memprediksi
Sebagian kawasan mangrove di pesisir mengalami
penurunan tutupan akibat alih fungsi lahan. Siswa menduga berkurangnya mangrove
akan memengaruhi jumlah spesies ikan juvenil karena akar mangrove menjadi
tempat berlindung dan mencari makan. Mereka ingin merumuskan prediksi yang
dapat diuji secara ilmiah melalui perbandingan beberapa lokasi dengan
persentase tutupan mangrove yang berbeda. Prediksi harus memiliki hubungan
jelas antara variabel yang diamati dan dapat dibuktikan melalui pengumpulan
data lapangan.
Prediksi yang paling ilmiah adalah ....
A. semua ikan pasti hilang jika satu pohon mangrove
ditebang
B. semakin rendah tutupan mangrove, cenderung semakin rendah kekayaan jenis
ikan juvenil
C. mangrove merupakan ekosistem paling penting di bumi
D. masyarakat pesisir seharusnya tidak menggunakan mangrove
E. ikan juvenil lebih indah di kawasan mangrove
Jawaban: B
Pembahasan:
Prediksi B menghubungkan dua variabel terukur dan dapat diuji melalui
pengamatan lapangan.
5. Bakteri — Struktur Gram Positif dan
Gram Negatif
Dua jenis bakteri penyebab infeksi diuji menggunakan
pewarnaan Gram. Bakteri X berwarna ungu, sedangkan bakteri Y berwarna merah
muda. Antibiotik tertentu bekerja dengan menghambat pembentukan peptidoglikan
pada dinding sel. Dokter memperkirakan sensitivitas kedua bakteri dapat berbeda
karena struktur dinding selnya tidak sama. Namun, hasil terapi juga bergantung
pada mekanisme resistensi yang dimiliki bakteri, sehingga pewarnaan Gram tidak
dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar pemilihan antibiotik.
Pernyataan yang paling tepat adalah ....
A. bakteri X tidak memiliki dinding sel
B. bakteri X memiliki lapisan peptidoglikan lebih tebal dibandingkan Y
C. bakteri Y tidak memiliki membran plasma
D. bakteri X dan Y memiliki struktur dinding sel identik
E. pewarnaan Gram menunjukkan tingkat bahaya bakteri secara langsung
Jawaban: B
Pembahasan:
Bakteri Gram positif memiliki lapisan peptidoglikan tebal sehingga
mempertahankan warna kristal violet.
6. Bakteri — Resistensi Antibiotik
Sebuah eksperimen mengukur persentase koloni bakteri
yang masih hidup setelah perlakuan.
|
Perlakuan |
Koloni tersisa (%) |
|
Tanpa antibiotik |
100 |
|
Antibiotik A |
48 |
|
Antibiotik B |
35 |
|
A + B |
8 |
Stimulus:
Peneliti menguji dua antibiotik terhadap satu strain bakteri. Setelah 24 jam,
jumlah koloni yang masih bertahan dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Kombinasi antibiotik A dan B menghasilkan jumlah koloni hidup paling rendah.
Peneliti belum mengetahui apakah kombinasi tersebut benar-benar bekerja secara
sinergis karena diperlukan analisis tambahan mengenai dosis, mekanisme kerja,
dan interaksi kedua antibiotik.
Kesimpulan yang paling sesuai dengan data adalah ....
A. antibiotik A tidak memiliki efek terhadap bakteri
B. kombinasi A dan B menghasilkan jumlah koloni tersisa paling rendah
C. antibiotik B selalu lebih baik untuk semua jenis bakteri
D. kombinasi A dan B pasti aman digunakan pada manusia
E. bakteri telah resisten terhadap semua antibiotik
Jawaban: B
Pembahasan:
Data hanya menunjukkan bahwa kombinasi A+B menghasilkan persentase koloni hidup
terendah pada kondisi percobaan.
7. Bakteri — Peranan Bakteri bagi Manusia
Sebuah industri yogurt mengalami kegagalan fermentasi. Susu telah diinokulasi
dengan bakteri starter yang tepat, tetapi produk akhir tetap encer dan tingkat
keasamannya rendah. Pemeriksaan menunjukkan suhu inkubasi hanya 10°C, jauh
lebih rendah daripada suhu optimal bakteri asam laktat. Teknisi menduga bakteri
masih hidup tetapi aktivitas metabolismenya melambat, sehingga produksi asam
laktat tidak berlangsung optimal. Mereka berencana memperbaiki kondisi proses
tanpa mengganti kultur bakteri.
Tindakan paling tepat adalah ....
A. meningkatkan suhu hingga mendekati suhu optimal
bakteri starter
B. menurunkan suhu hingga 0°C
C. menambahkan antibiotik ke dalam susu
D. menghilangkan seluruh laktosa dari susu
E. meningkatkan kadar garam secara ekstrem
Jawaban: A
Pembahasan:
Suhu yang terlalu rendah memperlambat metabolisme bakteri sehingga produksi
asam laktat menurun.
8. Ekosistem — Interaksi Antarkomponen
Di sebuah daerah pertanian, populasi burung hantu
menurun akibat perburuan. Beberapa bulan kemudian, populasi tikus meningkat
tajam dan kerusakan tanaman semakin luas. Petani berencana menggunakan rodentisida
dalam jumlah besar. Ahli ekologi mengingatkan bahwa penggunaan bahan kimia
berlebihan dapat memengaruhi organisme lain dan menyebabkan gangguan pada
jaring-jaring makanan. Mereka menyarankan pendekatan pengendalian yang
mempertimbangkan interaksi alami antarpopulasi dalam ekosistem.
Solusi paling berkelanjutan adalah ....
A. memusnahkan semua organisme selain tanaman
B. memulihkan populasi predator alami disertai pengendalian tikus secara
selektif
C. menggunakan rodentisida dengan dosis setinggi mungkin
D. menghilangkan seluruh vegetasi di sekitar sawah
E. memasukkan predator asing tanpa kajian ekologis
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemulihan predator alami membantu mengendalikan populasi tikus sekaligus
mempertahankan keseimbangan ekosistem.
9. Ekosistem — Analisis Data
|
Lokasi |
Tutupan Pohon (%) |
Kekayaan Jenis Burung |
Suhu Rata-rata (°C) |
|
A |
80 |
24 |
27 |
|
B |
60 |
19 |
29 |
|
C |
40 |
14 |
31 |
|
D |
20 |
8 |
33 |
Stimulus:
Empat lokasi perkotaan memiliki tingkat tutupan pohon berbeda. Peneliti
mencatat jumlah jenis burung dan suhu rata-rata siang hari. Lokasi dengan
tutupan pohon lebih tinggi memiliki kekayaan jenis burung lebih besar dan suhu
lebih rendah. Namun, data ini bersifat observasional sehingga belum cukup untuk
membuktikan bahwa tutupan pohon merupakan satu-satunya penyebab perubahan
kekayaan burung ataupun suhu lingkungan.
Interpretasi yang paling tepat adalah ....
A. terdapat hubungan antara peningkatan tutupan pohon,
meningkatnya kekayaan burung, dan menurunnya suhu
B. tutupan pohon pasti menjadi satu-satunya faktor penentu jumlah burung
C. suhu tidak memiliki hubungan dengan vegetasi
D. jumlah burung menyebabkan pohon tumbuh lebih banyak
E. lokasi D memiliki ekosistem paling stabil
Jawaban: A
Pembahasan:
Data menunjukkan korelasi, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan hubungan
sebab-akibat tunggal.
10. Keterampilan Proses — Merancang
Penyelidikan
Seorang siswa ingin mengetahui pengaruh jenis pupuk
terhadap pertumbuhan tanaman kacang. Ia menggunakan pupuk organik, pupuk
anorganik, dan kelompok tanpa pupuk. Semua tanaman berasal dari benih dengan
varietas sama, ditanam pada media dan ukuran pot yang sama, serta diberi volume
air dan intensitas cahaya yang sama. Tinggi tanaman diukur setiap tiga hari
selama satu bulan. Siswa ingin memastikan bahwa perubahan pertumbuhan terutama
dipengaruhi jenis pupuk.
Rancangan tersebut menunjukkan bahwa ....
A. tinggi tanaman merupakan variabel bebas
B. jenis pupuk merupakan variabel bebas, sedangkan faktor lain dikendalikan
C. air merupakan variabel bebas
D. kelompok tanpa pupuk tidak diperlukan
E. semua variabel harus dibuat berbeda
Jawaban: B
Pembahasan:
Jenis pupuk adalah variabel bebas, tinggi tanaman variabel terikat, dan faktor
lain dikontrol.
11. Sel — Metabolisme Sel
Sel melakukan ribuan reaksi kimia untuk mempertahankan
kehidupan. Sebagian reaksi memecah molekul kompleks menjadi molekul sederhana
dan menghasilkan energi, sedangkan reaksi lainnya menggunakan energi untuk
membentuk senyawa yang lebih kompleks. Misalnya, respirasi sel mengoksidasi
glukosa untuk menghasilkan ATP, sedangkan sintesis glikogen menyimpan glukosa
dalam bentuk polimer. Kedua jenis proses tersebut saling berhubungan dalam
menjaga keseimbangan energi dan materi dalam sel.
Proses yang termasuk katabolisme adalah ....
A. sintesis protein dari asam amino
B. pembentukan glikogen dari glukosa
C. penguraian glukosa dalam respirasi sel
D. pembentukan DNA dari nukleotida
E. sintesis lemak dari asam lemak
Jawaban: C
Pembahasan:
Katabolisme merupakan proses pemecahan molekul yang menghasilkan energi.
12. Sel — Enzim
Stimulus Visual — Grafik
|
Suhu (°C) |
Aktivitas Enzim (%) |
|
10 |
20 |
|
20 |
45 |
|
30 |
75 |
|
37 |
100 |
|
50 |
55 |
|
60 |
15 |
Stimulus:
Aktivitas suatu enzim diuji pada beberapa suhu dengan konsentrasi enzim dan
substrat yang sama. Aktivitas meningkat hingga mencapai maksimum pada sekitar
37°C, kemudian menurun tajam pada suhu yang lebih tinggi. Pada suhu rendah,
molekul bergerak lebih lambat sehingga frekuensi tumbukan efektif berkurang.
Pada suhu sangat tinggi, struktur tiga dimensi enzim dapat berubah sehingga
sisi aktif tidak lagi sesuai dengan substrat.
Mengapa aktivitas menurun tajam pada suhu 60°C?
A. seluruh substrat berubah menjadi enzim
B. struktur enzim mengalami denaturasi
C. enzim berubah menjadi ATP
D. pH larutan selalu meningkat
E. konsentrasi substrat menjadi nol
Jawaban: B
Pembahasan:
Suhu tinggi dapat merusak struktur tiga dimensi enzim sehingga sisi aktif tidak
lagi berfungsi optimal.
13. Sel — Jalur Metabolisme
Dalam suatu jalur metabolisme terjadi reaksi berurutan
A → B → C → D. Setelah pemberian suatu inhibitor, konsentrasi B meningkat
tajam, sedangkan kadar C dan D menurun. Konsentrasi A relatif tidak banyak
berubah. Peneliti menyimpulkan bahwa inhibitor kemungkinan memengaruhi salah
satu enzim yang bekerja di tengah jalur tersebut. Penentuan tahap yang
terhambat dilakukan berdasarkan pola akumulasi substrat dan penurunan produk
setelah titik hambatan.
Enzim yang paling mungkin dihambat adalah enzim yang
mengkatalisis ....
A. A → B
B. B → C
C. C → D
D. D → A
E. pembentukan A dari luar jalur
Jawaban: B
Pembahasan:
Akumulasi B dan berkurangnya C menunjukkan hambatan terjadi pada reaksi B
menjadi C.
14. Metabolisme — Respirasi Sel
|
Kondisi Aktivitas |
Konsentrasi Laktat Darah (mmol/L) |
|
Istirahat |
1 |
|
Jalan santai |
2 |
|
Lari sedang |
4 |
|
Sprint |
10 |
Seorang atlet melakukan aktivitas dengan intensitas meningkat dari jalan santai
hingga sprint. Konsentrasi laktat darah meningkat tajam saat sprint. Pada
kondisi tersebut kebutuhan ATP otot meningkat lebih cepat dibanding kemampuan
sistem respirasi dan sirkulasi menyediakan oksigen. Sel otot kemudian
meningkatkan kontribusi glikolisis anaerob untuk menghasilkan ATP secara cepat,
meskipun jumlah ATP per molekul glukosa lebih sedikit dibanding respirasi
aerob.
Peningkatan laktat paling tepat dijelaskan oleh ....
A. berhentinya seluruh proses glikolisis
B. meningkatnya respirasi anaerob akibat keterbatasan relatif oksigen
C. peningkatan fotosintesis di sel otot
D. penghentian produksi ATP
E. pengubahan laktat menjadi oksigen
Jawaban: B
Pembahasan:
Saat kebutuhan energi sangat tinggi, glikolisis anaerob meningkat dan
menghasilkan lebih banyak laktat.
15. Sistem Sirkulasi
|
Kondisi |
Denyut Jantung (kali/menit) |
Tekanan Sistolik (mmHg) |
|
Istirahat |
70 |
115 |
|
Jalan cepat |
95 |
125 |
|
Lari sedang |
125 |
140 |
|
Lari cepat |
160 |
165 |
Stimulus:
Saat berolahraga, otot memerlukan suplai oksigen dan nutrien lebih besar.
Sistem saraf simpatis meningkatkan frekuensi jantung serta kekuatan kontraksi.
Akibatnya, curah jantung meningkat sehingga lebih banyak darah dapat dialirkan
ke jaringan aktif. Data menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas aktivitas,
denyut jantung dan tekanan sistolik meningkat. Namun tekanan darah juga
dipengaruhi resistensi pembuluh darah dan distribusi aliran ke berbagai organ.
Mekanisme yang paling tepat menjelaskan data tersebut
adalah ....
A. aktivitas simpatis menurunkan kontraksi jantung
B. peningkatan denyut dan kekuatan kontraksi meningkatkan curah jantung
C. darah berhenti menuju otot saat olahraga
D. ventrikel tidak berperan dalam pemompaan darah
E. tekanan sistolik tidak berkaitan dengan kerja jantung
Jawaban: B
Pembahasan:
Peningkatan denyut dan kontraktilitas jantung menaikkan curah jantung saat
aktivitas fisik.
16. Sistem Respirasi
|
Individu |
Luas Permukaan Efektif Alveolus |
Frekuensi Napas/menit |
|
Sehat |
100% |
16 |
|
Gangguan ringan |
80% |
19 |
|
Gangguan sedang |
60% |
23 |
|
Gangguan berat |
40% |
28 |
Kerusakan alveolus dapat menurunkan luas permukaan
yang tersedia untuk pertukaran gas. Data memperlihatkan bahwa individu dengan
luas permukaan alveolus lebih kecil cenderung memiliki frekuensi napas lebih
tinggi. Tubuh mencoba mempertahankan pemasukan oksigen dan pengeluaran karbon
dioksida melalui peningkatan ventilasi. Walaupun demikian, peningkatan
frekuensi napas tidak selalu mampu sepenuhnya menggantikan hilangnya luas
permukaan difusi.
Hubungan struktur dan fungsi yang paling tepat adalah
....
A. luas permukaan alveolus lebih kecil meningkatkan
difusi oksigen
B. berkurangnya luas permukaan menurunkan efisiensi pertukaran gas sehingga
ventilasi meningkat
C. frekuensi napas tidak dipengaruhi kebutuhan oksigen
D. alveolus berfungsi memompa darah
E. pertukaran gas berlangsung terutama di trakea
Jawaban: B
Pembahasan:
Luas permukaan alveolus yang lebih kecil menurunkan efisiensi difusi sehingga
tubuh meningkatkan ventilasi sebagai kompensasi.
17. Sistem Ekskresi
|
Kondisi |
Kadar ADH Relatif |
Volume Urin |
|
Banyak minum |
Rendah |
Tinggi |
|
Normal |
Sedang |
Sedang |
|
Dehidrasi |
Tinggi |
Rendah |
Saat seseorang mengalami dehidrasi, osmolaritas darah meningkat.
Hipotalamus mendeteksi perubahan tersebut dan merangsang pelepasan hormon ADH.
Hormon ini meningkatkan permeabilitas saluran pengumpul di ginjal terhadap air
sehingga lebih banyak air direabsorpsi kembali ke darah. Akibatnya volume urin
menurun dan urin menjadi lebih pekat. Sebaliknya, ketika tubuh kelebihan air,
sekresi ADH menurun dan volume urin meningkat.
Berdasarkan data dan mekanisme tersebut, ADH berfungsi
untuk ....
A. meningkatkan pembuangan air melalui urin
B. meningkatkan reabsorpsi air di ginjal
C. menghentikan filtrasi di glomerulus
D. meningkatkan produksi urea di kandung kemih
E. menurunkan permeabilitas saluran pengumpul
Jawaban: B
Pembahasan:
ADH meningkatkan reabsorpsi air sehingga volume urin berkurang.
18. Sistem Imun
Virus bereplikasi di dalam sel tubuh sehingga antibodi
tidak dapat selalu menjangkaunya secara langsung. Sel yang terinfeksi
menampilkan fragmen antigen virus melalui molekul MHC kelas I. Limfosit
tertentu mengenali antigen tersebut lalu melepaskan perforin dan granzim yang
memicu kematian sel target. Penghancuran sel terinfeksi mengurangi produksi
virus baru dan merupakan bagian penting dari respons imun adaptif seluler.
Komponen sistem imun yang paling berperan adalah ....
A. sel B plasma
B. limfosit T sitotoksik
C. neutrofil pembentuk antibodi
D. eritrosit
E. trombosit
Jawaban: B
Pembahasan:
Limfosit T sitotoksik mengenali antigen pada MHC I dan menghancurkan sel yang
terinfeksi.
19. Sistem Imun — Memori Imunologis
Misalkan grafik menunjukkan pola berikut:
|
Hari setelah paparan |
Antibodi Paparan I |
Antibodi Paparan II |
|
0 |
0 |
0 |
|
5 |
10 |
50 |
|
10 |
35 |
90 |
|
15 |
55 |
100 |
|
20 |
40 |
85 |
Stimulus:
Seseorang menerima antigen yang sama sebanyak dua kali dengan jarak waktu
tertentu. Respons pertama berlangsung relatif lambat, sedangkan pada paparan
kedua kadar antibodi meningkat lebih cepat dan mencapai nilai lebih tinggi.
Pada paparan pertama, sebagian limfosit yang teraktivasi berkembang menjadi sel
efektor, sementara sebagian lainnya menjadi sel memori. Ketika antigen yang
sama masuk kembali, sel memori merespons lebih cepat sehingga infeksi dapat
dikendalikan lebih efektif.
Grafik tersebut paling kuat mendukung konsep ....
A. imunitas bawaan tidak memiliki sel
B. antibodi hanya terbentuk pada paparan pertama
C. memori imunologis memperkuat respons sekunder
D. semua antigen memicu respons yang identik
E. sel memori tidak berhubungan dengan antibodi
Jawaban: C
Pembahasan:
Respons sekunder yang lebih cepat dan tinggi menunjukkan adanya sel memori pada
sistem imun adaptif.
20. Sistem Koordinasi — Sistem Saraf
Ketika tangan menyentuh benda panas, tangan segera
ditarik bahkan sebelum seseorang menyadari rasa sakit sepenuhnya. Reseptor di
kulit mengirim impuls melalui neuron sensorik ke sumsum tulang belakang. Impuls
diteruskan melalui interneuron menuju neuron motorik sehingga otot fleksor
berkontraksi. Pada saat yang sama, informasi juga dikirim ke otak sehingga
rangsangan kemudian disadari sebagai rasa nyeri. Mekanisme ini disebut lengkung
refleks.
Keuntungan utama mekanisme tersebut adalah ....
A. respons harus menunggu keputusan sadar di otak
B. respons protektif berlangsung cepat sebelum pemrosesan sadar selesai
C. neuron sensorik berubah menjadi neuron motorik
D. otak tidak pernah menerima informasi rangsangan
E. refleks hanya dapat terjadi karena hormon
Jawaban: B
Pembahasan:
Integrasi di sumsum tulang belakang membuat tubuh dapat memberikan respons
cepat terhadap rangsangan berbahaya.
21. Sistem Koordinasi — Hormon
Setelah seseorang meminum larutan glukosa, kadar
glukosa darah meningkat. Pada individu sehat, peningkatan tersebut merangsang
sel beta pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin membantu sel mengambil
glukosa dan merangsang penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen. Setelah
beberapa waktu kadar glukosa kembali mendekati normal. Jika kadar glukosa
terlalu rendah, hormon glukagon memberikan efek berlawanan. Sistem ini
merupakan contoh mekanisme umpan balik dalam homeostasis.
Jika sel beta pankreas mengalami kerusakan berat,
kemungkinan yang terjadi adalah ....
A. glukosa darah turun sangat cepat
B. glukosa darah tetap tinggi lebih lama
C. glukagon tidak dapat diproduksi sama sekali
D. glukosa langsung berubah menjadi protein
E. semua sel mengambil glukosa tanpa insulin
Jawaban: B
Pembahasan:
Kerusakan sel beta menurunkan produksi insulin sehingga pengambilan dan
penyimpanan glukosa terganggu.
22. Sistem Reproduksi Pria
Seorang pria menjalani pemeriksaan fertilitas. Jumlah
spermanya masih dalam kisaran normal, dan sebagian besar sel memiliki materi
genetik yang tidak menunjukkan kelainan. Namun, hanya sedikit sperma yang mampu
bergerak maju secara efektif. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan banyak
kelainan pada bagian ekor sperma. Dokter menjelaskan bahwa proses fertilisasi
memerlukan sperma yang mampu bergerak melalui saluran reproduksi wanita hingga
mencapai ovum.
Bagian sperma yang paling langsung berkaitan dengan
gangguan tersebut adalah ....
A. akrosom
B. flagelum
C. inti sel
D. kromatin
E. membran inti
Jawaban: B
Pembahasan:
Flagelum berperan dalam menghasilkan gerakan propulsif sperma.
23. Sistem Reproduksi Wanita
|
Hari Siklus |
Estrogen Relatif |
LH Relatif |
|
1 |
20 |
10 |
|
7 |
40 |
12 |
|
12 |
80 |
25 |
|
14 |
90 |
100 |
|
16 |
55 |
20 |
|
21 |
45 |
15 |
|
28 |
20 |
10 |
Menjelang pertengahan siklus menstruasi, kadar
estrogen meningkat dan kemudian diikuti lonjakan hormon LH yang sangat tajam.
Lonjakan LH berperan dalam pematangan akhir folikel serta pelepasan oosit dari
ovarium. Setelah proses tersebut, sisa folikel berkembang menjadi korpus luteum
yang menghasilkan hormon untuk membantu mempertahankan ketebalan endometrium.
Analisis grafik membutuhkan kemampuan menghubungkan perubahan hormon dengan
peristiwa fisiologis di ovarium.
Peristiwa yang paling mungkin terjadi segera setelah
puncak LH adalah ....
A. menstruasi langsung dimulai
B. ovulasi dan pembentukan korpus luteum
C. endometrium langsung menghilang seluruhnya
D. produksi seluruh hormon reproduksi berhenti
E. fertilisasi pasti terjadi
Jawaban: B
Pembahasan:
Lonjakan LH memicu ovulasi dan luteinisasi folikel menjadi korpus luteum.
24. Keterampilan Proses — Menganalisis
Data
Siswa menyelidiki pengaruh intensitas cahaya terhadap
laju fotosintesis tanaman air dengan menghitung jumlah gelembung oksigen yang
dihasilkan per menit. Pada intensitas rendah hingga sedang, jumlah gelembung
meningkat. Namun ketika intensitas cahaya dinaikkan lebih tinggi, jumlah
gelembung hampir tidak bertambah. Siswa menduga faktor lain seperti kadar
karbon dioksida atau suhu mulai menjadi faktor pembatas. Mereka diminta membuat
simpulan yang sesuai dengan pola data dan prinsip faktor pembatas.
Simpulan yang paling tepat adalah ....
A. cahaya tidak berpengaruh terhadap fotosintesis
B. cahaya meningkatkan fotosintesis sampai titik tertentu, lalu faktor lain
menjadi pembatas
C. gelembung oksigen tidak dapat digunakan sebagai indikator sama sekali
D. cahaya tinggi selalu menghentikan fotosintesis
E. karbon dioksida tidak diperlukan dalam fotosintesis
Jawaban: B
Pembahasan:
Terjadinya plateau menunjukkan bahwa setelah intensitas tertentu, faktor lain
membatasi laju fotosintesis.
25. Keterampilan Proses — Merumuskan
Pertanyaan Ilmiah
Beberapa pot tanaman yang berada dekat jalan raya
memiliki permukaan daun lebih kusam dibandingkan tanaman di halaman belakang
sekolah. Siswa menduga partikel debu kendaraan menutupi daun sehingga
memengaruhi proses fotosintesis. Mereka berencana memberi jumlah debu buatan
yang berbeda pada permukaan daun, sementara intensitas cahaya, air, jenis
tanaman, dan suhu dibuat sama. Laju fotosintesis kemudian diukur menggunakan
indikator yang sesuai.
Pertanyaan penelitian yang paling ilmiah adalah ....
A. Mengapa polusi buruk bagi tumbuhan?
B. Apakah seluruh kendaraan perlu dilarang di sekitar sekolah?
C. Bagaimana pengaruh jumlah debu pada permukaan daun terhadap laju
fotosintesis pada kondisi cahaya yang sama?
D. Apakah daun berdebu terlihat lebih jelek?
E. Mengapa tumbuhan tidak mampu menghindari debu?
Jawaban: C
Pembahasan:
Pertanyaan C memiliki variabel bebas dan variabel terikat yang jelas serta
dapat diuji melalui eksperimen.
PETUNJUK
Pada setiap soal, pilih semua jawaban yang benar.
Satu soal dapat memiliki dua atau lebih jawaban benar.
1. Keanekaragaman Hayati — Klasifikasi
Peneliti menemukan tiga spesies tumbuhan di kawasan
pegunungan. Spesies P berkembang biak dengan spora serta memiliki akar, batang,
dan daun sejati. Spesies Q menghasilkan biji tetapi tidak membentuk buah.
Spesies R menghasilkan bunga dan buah. Analisis DNA menunjukkan Q dan R
memiliki kesamaan urutan gen lebih tinggi dibandingkan dengan P. Peneliti ingin
menyusun hubungan kekerabatan berdasarkan karakter morfologi dan molekuler agar
klasifikasi yang dihasilkan mencerminkan hubungan evolusioner antartumbuhan
tersebut.
Pernyataan yang tepat berdasarkan data tersebut adalah
....
A. P kemungkinan termasuk kelompok tumbuhan paku.
B. Q dan R memiliki kekerabatan lebih dekat dibandingkan P dengan R.
C. Q kemungkinan termasuk tumbuhan berbiji terbuka.
D. Kesamaan habitat merupakan dasar utama hubungan kekerabatan Q dan R.
E. Data DNA dapat digunakan bersama ciri morfologi dalam klasifikasi modern.
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
P menunjukkan ciri tumbuhan paku, Q menunjukkan Gymnospermae, sedangkan R
Angiospermae. Klasifikasi modern memanfaatkan karakter morfologi dan molekuler.
2. Keanekaragaman Hayati — Bakteri
Dua isolat bakteri diperoleh dari pasien dengan
infeksi berbeda. Bakteri X mempertahankan warna ungu setelah pewarnaan Gram,
sedangkan bakteri Y berwarna merah muda. Pengamatan menunjukkan Y memiliki
membran luar tambahan, sedangkan X memiliki lapisan peptidoglikan lebih tebal.
Kedua bakteri kemudian diuji menggunakan antibiotik yang menghambat sintesis
dinding sel. Peneliti menyadari bahwa perbedaan struktur sel dapat memengaruhi
respons bakteri terhadap antibiotik, tetapi resistensi juga dapat dipengaruhi
mekanisme lain.
Pernyataan yang benar adalah ....
A. X termasuk bakteri Gram positif.
B. Y termasuk bakteri Gram negatif.
C. X umumnya memiliki peptidoglikan lebih tebal daripada Y.
D. membran luar Y dapat memengaruhi masuknya zat tertentu ke dalam sel.
E. pewarnaan Gram dapat menentukan secara pasti antibiotik yang paling efektif.
Kunci: A, B, C, D
Pembahasan:
Gram positif mempunyai peptidoglikan tebal, sedangkan Gram negatif memiliki
peptidoglikan lebih tipis dan membran luar. Pewarnaan Gram saja tidak cukup
menentukan terapi.
3. Bakteri — Resistensi Antibiotik
|
Konsentrasi antibiotik |
Koloni awal |
Koloni setelah 24 jam |
|
0 µg/mL |
1000 |
980 |
|
2 µg/mL |
1000 |
430 |
|
4 µg/mL |
1000 |
120 |
|
8 µg/mL |
1000 |
35 |
|
16 µg/mL |
1000 |
30 |
Suatu strain bakteri diuji dengan konsentrasi
antibiotik yang semakin tinggi. Jumlah koloni menurun tajam dari konsentrasi 0
hingga 8 µg/mL, tetapi penambahan konsentrasi menjadi 16 µg/mL hanya menurunkan
jumlah koloni sedikit. Peneliti menduga terdapat sebagian kecil bakteri yang
mampu bertahan. Ia berencana menumbuhkan kembali koloni yang tersisa untuk
menguji apakah ketahanan tersebut tetap muncul pada generasi berikutnya.
Interpretasi yang tepat adalah ....
A. antibiotik memberikan efek penghambatan terhadap
bakteri.
B. penambahan dosis selalu menghasilkan penurunan koloni yang sebanding.
C. sebagian bakteri mungkin memiliki sifat toleran atau resisten.
D. pengujian ulang koloni yang bertahan dapat membantu menilai apakah
resistensi bersifat menetap.
E. data membuktikan semua bakteri telah resisten.
Kunci: A, C, D
Pembahasan:
Jumlah koloni menurun dengan antibiotik, tetapi adanya koloni yang bertahan
membuka kemungkinan toleransi/resistensi yang perlu diuji lebih lanjut.
4. Ekosistem — Interaksi Antarkomponen
Pada suatu lahan pertanian, penggunaan pestisida dalam
jumlah besar menurunkan populasi serangga herbivor. Beberapa bulan kemudian,
populasi burung pemakan serangga juga menurun. Pada musim berikutnya, jenis
serangga lain yang sebelumnya jarang ditemukan justru meningkat karena
berkurangnya predator dan kompetitor. Petani menyadari bahwa pengendalian satu
organisme dapat menimbulkan perubahan pada komponen lain. Ahli ekologi kemudian
menyarankan pengelolaan yang mempertimbangkan hubungan antarpopulasi dalam
jaring-jaring makanan.
Pernyataan yang tepat adalah ....
A. penurunan serangga dapat mengurangi sumber makanan
burung.
B. perubahan satu populasi dapat memengaruhi populasi lain.
C. pestisida hanya memengaruhi organisme sasaran.
D. pengendalian biologis dapat dipertimbangkan sebagai alternatif.
E. kestabilan ekosistem tidak dipengaruhi interaksi antarspesies.
Kunci: A, B, D
Pembahasan:
Komponen ekosistem saling berinteraksi. Perubahan satu populasi dapat memicu
efek berantai pada jaring-jaring makanan.
5. Ekosistem — Analisis Data
Stimulus Visual — Grafik/Tabel
|
Tahun |
Luas mangrove (ha) |
Jumlah jenis ikan juvenil |
|
2022 |
120 |
28 |
|
2023 |
105 |
25 |
|
2024 |
90 |
21 |
|
2025 |
72 |
17 |
|
2026 |
60 |
14 |
Selama lima tahun, luas hutan mangrove di suatu
pesisir mengalami penurunan bersamaan dengan menurunnya jumlah jenis ikan
juvenil yang ditemukan. Mangrove diketahui menyediakan tempat berlindung,
sumber makanan, serta daerah asuhan bagi banyak organisme perairan. Meskipun
kedua variabel menunjukkan pola serupa, peneliti menegaskan bahwa data
observasional ini belum cukup membuktikan mangrove sebagai satu-satunya faktor
penyebab perubahan komunitas ikan karena kualitas air dan aktivitas penangkapan
juga berubah.
Kesimpulan yang tepat adalah ....
A. penurunan luas mangrove berkorelasi dengan
menurunnya kekayaan jenis ikan juvenil.
B. mangrove pasti menjadi satu-satunya penyebab penurunan ikan.
C. faktor lain perlu dikendalikan sebelum menyimpulkan hubungan sebab-akibat.
D. data menunjukkan pentingnya habitat mangrove bagi komunitas perairan.
E. penurunan ikan pasti menyebabkan mangrove berkurang.
Kunci: A, C, D
Pembahasan:
Data menunjukkan korelasi yang kuat, tetapi kesimpulan kausal memerlukan
pengujian terhadap faktor lain.
6. Keterampilan Proses — Merancang
Penyelidikan
Siswa ingin mengetahui pengaruh kadar pupuk nitrogen
terhadap pertumbuhan tanaman. Mereka menggunakan empat kelompok tanaman dengan
konsentrasi nitrogen berbeda. Varietas tanaman, volume air, jenis tanah, ukuran
pot, lama penyinaran, dan suhu dijaga sama. Tinggi tanaman dan massa kering
diukur setelah empat minggu. Kelompok tanpa pupuk nitrogen digunakan sebagai
kontrol. Siswa berencana mengulang setiap perlakuan sebanyak lima kali agar
variasi antartanaman dapat diperhitungkan dalam analisis.
Komponen rancangan yang tepat adalah ....
A. konsentrasi nitrogen merupakan variabel bebas.
B. tinggi tanaman merupakan salah satu variabel terikat.
C. cahaya harus dibuat berbeda untuk setiap perlakuan.
D. kelompok tanpa nitrogen berfungsi sebagai kontrol.
E. pengulangan meningkatkan keandalan hasil.
Kunci: A, B, D, E
Pembahasan:
Variabel bebas dimanipulasi, variabel terikat diukur, faktor lain dikontrol,
dan replikasi meningkatkan reliabilitas data.
7. Sel — Metabolisme
Dalam sel hati, glukosa dapat dipecah melalui
respirasi untuk menghasilkan ATP. Pada kondisi kelebihan glukosa, sebagian
glukosa disusun menjadi glikogen sebagai cadangan energi. Sel juga menggunakan
ATP untuk membentuk molekul kompleks seperti protein dan lipid. Guru meminta
siswa membedakan proses katabolisme dan anabolisme dengan memperhatikan arah
perubahan molekul serta aliran energi. Ia menekankan bahwa keduanya saling
berhubungan dan berlangsung terus-menerus dalam mempertahankan fungsi sel.
Pernyataan yang benar adalah ....
A. respirasi sel termasuk proses katabolisme.
B. sintesis glikogen termasuk proses anabolisme.
C. katabolisme selalu membutuhkan energi lebih besar daripada yang dihasilkan.
D. anabolisme umumnya memerlukan energi.
E. hasil katabolisme dapat menyediakan energi bagi anabolisme.
Kunci: A, B, D, E
Pembahasan:
Katabolisme memecah molekul dan menghasilkan energi, sedangkan anabolisme
menyusun molekul dan membutuhkan energi.
8. Sel — Enzim
|
pH |
Aktivitas enzim (%) |
|
2 |
20 |
|
4 |
55 |
|
6 |
95 |
|
7 |
100 |
|
8 |
82 |
|
10 |
30 |
Suatu enzim diuji pada berbagai pH dengan suhu dan
konsentrasi substrat yang sama. Aktivitas tertinggi terjadi pada pH 7,
sedangkan aktivitas menurun pada kondisi terlalu asam maupun terlalu basa.
Perubahan pH dapat memengaruhi muatan gugus asam amino dan struktur sisi aktif
enzim sehingga kemampuan mengikat substrat berubah. Peneliti menyimpulkan bahwa
enzim memiliki rentang pH kerja tertentu dan kondisi ekstrem dapat mengganggu
fungsi molekul tersebut.
Pernyataan yang benar adalah ....
A. pH optimum enzim berada di sekitar 7.
B. aktivitas enzim tidak dipengaruhi pH.
C. perubahan pH dapat memengaruhi bentuk sisi aktif.
D. aktivitas pada pH 2 lebih rendah daripada pada pH 6.
E. semakin tinggi pH, aktivitas enzim selalu semakin tinggi.
Kunci: A, C, D
Pembahasan:
Data memperlihatkan optimum sekitar pH 7. Kondisi terlalu asam atau basa dapat
mengubah struktur dan fungsi enzim.
9. Sistem Sirkulasi
Seorang siswa mengukur denyut jantungnya sebelum dan
sesudah berlari. Saat istirahat, denyutnya 72 kali per menit. Setelah berlari
selama lima menit, denyut meningkat menjadi 150 kali per menit. Pada saat yang
sama, kebutuhan oksigen otot meningkat dan produksi karbon dioksida bertambah.
Tubuh merespons melalui peningkatan aktivitas saraf simpatis serta perubahan
distribusi aliran darah. Setelah beberapa menit beristirahat, denyut jantung
perlahan kembali mendekati kondisi awal.
Pernyataan yang tepat adalah ....
A. peningkatan denyut jantung membantu menaikkan curah
jantung.
B. otot aktif membutuhkan suplai oksigen lebih banyak.
C. saraf simpatis dapat meningkatkan aktivitas jantung.
D. aliran darah menuju otot aktif selalu menurun saat olahraga.
E. pemulihan denyut menunjukkan mekanisme homeostasis.
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
Olahraga meningkatkan kebutuhan metabolik sehingga jantung bekerja lebih cepat.
Setelah aktivitas berhenti, tubuh kembali menuju kondisi homeostatis.
10. Sistem Respirasi
|
Kondisi |
Frekuensi napas/menit |
Volume tidal (mL) |
|
Istirahat |
14 |
500 |
|
Jalan cepat |
20 |
750 |
|
Lari sedang |
28 |
1100 |
|
Lari cepat |
38 |
1500 |
Stimulus:
Saat aktivitas fisik meningkat, frekuensi napas dan volume udara yang masuk
setiap kali bernapas ikut meningkat. Perubahan ini membantu memenuhi kebutuhan
oksigen jaringan dan membuang karbon dioksida hasil metabolisme. Pusat
pernapasan di batang otak merespons perubahan kimia darah, terutama peningkatan
karbon dioksida dan ion hidrogen. Data menunjukkan bahwa sistem respirasi
menyesuaikan ventilasi secara bertahap sesuai intensitas aktivitas.
Pernyataan yang sesuai adalah ....
A. ventilasi paru meningkat saat aktivitas meningkat.
B. peningkatan frekuensi napas membantu meningkatkan pertukaran gas.
C. volume tidal selalu turun ketika seseorang berlari.
D. karbon dioksida dapat memengaruhi pengaturan pernapasan.
E. sistem respirasi tidak berhubungan dengan metabolisme otot.
Kunci: A, B, D
Pembahasan:
Frekuensi dan volume tidal meningkat untuk memenuhi kebutuhan gas respirasi
jaringan aktif.
11. Sistem Ekskresi
Seorang pendaki berjalan selama beberapa jam di cuaca
panas dan kehilangan banyak cairan melalui keringat. Setelah itu volume urinnya
menjadi lebih sedikit dan warnanya lebih pekat. Pemeriksaan menunjukkan kadar
ADH meningkat. Hormon tersebut bekerja pada tubulus distal dan duktus
kolektivus sehingga permeabilitas terhadap air meningkat. Lebih banyak air
direabsorpsi kembali ke darah. Mekanisme ini membantu mempertahankan volume
cairan tubuh dan osmolaritas darah ketika tubuh mengalami kekurangan air.
Pernyataan yang benar adalah ....
A. dehidrasi dapat meningkatkan sekresi ADH.
B. ADH meningkatkan reabsorpsi air di ginjal.
C. kadar ADH tinggi meningkatkan volume urin.
D. urin cenderung lebih pekat ketika air banyak direabsorpsi.
E. respons tersebut merupakan mekanisme homeostasis.
Kunci: A, B, D, E
Pembahasan:
ADH mempertahankan air tubuh dengan meningkatkan reabsorpsi sehingga volume
urin menurun dan konsentrasinya meningkat.
12. Sistem Imun
|
Hari |
Antibodi setelah paparan pertama |
Antibodi setelah paparan kedua |
|
0 |
0 |
0 |
|
5 |
15 |
55 |
|
10 |
40 |
95 |
|
15 |
52 |
110 |
|
20 |
35 |
92 |
Seseorang terpapar antigen yang sama sebanyak dua
kali. Pada paparan pertama, kadar antibodi meningkat secara bertahap. Pada
paparan kedua, kadar antibodi meningkat lebih cepat dan mencapai konsentrasi
lebih tinggi. Respons tersebut terjadi karena sebagian limfosit yang terbentuk
pada paparan pertama berkembang menjadi sel memori. Ketika antigen yang sama
masuk kembali, sel-sel tersebut lebih cepat mengalami proliferasi dan
diferensiasi sehingga menghasilkan respons imun yang lebih kuat.
Pernyataan yang benar adalah ....
A. respons sekunder lebih cepat daripada respons
primer.
B. sel memori berperan dalam respons sekunder.
C. kadar antibodi maksimum pada respons kedua lebih tinggi.
D. sistem imun adaptif tidak memiliki spesifisitas terhadap antigen.
E. prinsip ini menjadi salah satu dasar kerja vaksinasi.
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
Sel memori menyebabkan respons kedua berlangsung lebih cepat dan kuat, yang
merupakan dasar pembentukan kekebalan melalui vaksinasi.
13. Sistem Koordinasi
Saat seseorang tidak sengaja menyentuh wajan panas,
reseptor suhu dan nyeri pada kulit menghasilkan impuls. Impuls dibawa neuron
sensorik menuju sumsum tulang belakang dan diteruskan melalui interneuron ke
neuron motorik. Otot fleksor kemudian berkontraksi sehingga tangan segera
ditarik. Sebagian impuls juga diteruskan menuju otak sehingga rasa nyeri
disadari setelah respons penarikan berlangsung. Mekanisme ini memungkinkan
tubuh merespons bahaya secara cepat sebelum analisis sadar selesai.
Pernyataan yang tepat adalah ....
A. reseptor mengubah rangsangan menjadi impuls saraf.
B. neuron sensorik membawa impuls menuju pusat saraf.
C. sumsum tulang belakang dapat menjadi pusat refleks.
D. respons refleks selalu harus menunggu keputusan sadar dari otak.
E. neuron motorik membawa perintah menuju efektor.
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
Lengkung refleks melibatkan reseptor, neuron sensorik, pusat integrasi, neuron
motorik, dan efektor tanpa harus menunggu kesadaran.
14. Sistem Reproduksi
Dalam siklus menstruasi, perkembangan folikel ovarium
meningkatkan produksi estrogen. Menjelang pertengahan siklus, kadar estrogen
yang tinggi memicu lonjakan LH. Lonjakan tersebut menyebabkan folikel matang
pecah dan melepaskan oosit. Sisa folikel kemudian berkembang menjadi korpus
luteum yang menghasilkan progesteron. Progesteron membantu mempertahankan
endometrium agar siap menerima embrio apabila terjadi fertilisasi. Jika
fertilisasi tidak terjadi, korpus luteum mengalami degenerasi dan kadar hormon
menurun.
Pernyataan yang benar adalah ....
A. lonjakan LH berhubungan dengan terjadinya ovulasi.
B. korpus luteum menghasilkan progesteron.
C. progesteron membantu mempertahankan endometrium.
D. penurunan hormon reproduksi dapat berhubungan dengan menstruasi.
E. estrogen tidak memiliki peran dalam siklus menstruasi.
Kunci: A, B, C, D
Pembahasan:
LH memicu ovulasi, sedangkan korpus luteum menghasilkan progesteron untuk
mempertahankan endometrium.
15. Keterampilan Proses — Analisis
Penyelidikan
Siswa meneliti pengaruh intensitas cahaya terhadap
laju fotosintesis tanaman air. Intensitas cahaya diubah dengan mengatur jarak
lampu, sedangkan jenis tanaman, suhu, konsentrasi karbon dioksida, dan lama
pengamatan dibuat sama. Jumlah gelembung oksigen dihitung setiap menit. Hasil
menunjukkan jumlah gelembung meningkat pada intensitas rendah hingga sedang,
tetapi relatif tetap pada intensitas tinggi. Siswa menduga pada kondisi
tersebut faktor lain mulai membatasi laju fotosintesis.
Kesimpulan dan evaluasi yang tepat adalah ....
A. intensitas cahaya memengaruhi laju fotosintesis
pada kisaran tertentu.
B. plateau dapat menunjukkan adanya faktor pembatas lain.
C. suhu perlu dikendalikan agar tidak menjadi variabel pengganggu.
D. satu kali pengukuran sudah cukup untuk menghasilkan data yang sangat
reliabel.
E. pengulangan percobaan dapat meningkatkan keandalan kesimpulan.
Kunci: A, B, C, E
Pembahasan:
Cahaya meningkatkan fotosintesis hingga faktor lain menjadi pembatas. Variabel
kontrol dan replikasi penting untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas
eksperimen.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomemtar sesuai dengan topik artikel yang di bahas. Tidak boleh memasang link.