LATIHAN SOAL BIOLOGI KELAS 12 PERSIAPAN PSAJ 2026
BAB EVOLUSI
Soal 1 – Evaluasi perbedaan konsep evolusi Lamarck dan Darwin (C5–C6)
Stimulus:
Dalam suatu diskusi ilmiah, dua siswa menjelaskan evolusi jerapah. Siswa pertama menyatakan bahwa leher jerapah memanjang karena sering digunakan untuk meraih daun tinggi, dan perubahan tersebut diwariskan. Siswa kedua menyatakan bahwa sejak awal terdapat variasi panjang leher dalam populasi jerapah, dan individu dengan leher lebih panjang memiliki peluang hidup lebih besar sehingga sifat tersebut menjadi dominan dalam populasi. Guru meminta siswa mengevaluasi kedua pandangan berdasarkan teori evolusi modern.
Pertanyaan:
Perbedaan utama kedua pandangan tersebut adalah …
A. Lamarck menekankan seleksi alam, Darwin pewarisan sifat
B. Lamarck menekankan pewarisan sifat yang diperoleh, Darwin seleksi alam
C. Darwin menekankan mutasi, Lamarck seleksi alam
D. Darwin menolak adaptasi, Lamarck menerima
E. Keduanya menyatakan perubahan terjadi secara tiba-tiba
Kunci: B
Pembahasan:
Lamarck menekankan pewarisan sifat yang diperoleh, sedangkan Darwin menekankan seleksi alam terhadap variasi yang sudah ada.
Soal 2 – Evaluasi kontribusi Wallace dalam teori evolusi modern (C5)
Stimulus:
Alfred Russel Wallace mengamati bahwa spesies di wilayah geografis berbeda menunjukkan variasi yang berbeda meskipun memiliki nenek moyang yang sama. Ia menyimpulkan bahwa lingkungan berperan sebagai faktor seleksi yang memengaruhi kelangsungan hidup organisme.
Pertanyaan:
Kontribusi utama Wallace terhadap teori evolusi adalah …
A. Menemukan hukum genetika
B. Menolak seleksi alam
C. Memperkuat konsep seleksi alam dan biogeografi
D. Membuktikan mutasi gen
E. Mengembangkan teori abiogenesis
Kunci: C
Pembahasan:
Wallace mengembangkan konsep seleksi alam dan menjelaskan distribusi spesies berdasarkan faktor geografis.
Soal 3 – Evaluasi bukti molekuler sebagai dasar hubungan evolusi (C6)
Stimulus:
Analisis DNA menunjukkan bahwa manusia dan simpanse memiliki kesamaan genetik lebih dari 98%. Kesamaan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan organisme lain. Peneliti menggunakan data ini untuk menentukan hubungan kekerabatan evolusioner.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat berdasarkan data tersebut adalah …
A. Manusia berevolusi langsung dari simpanse
B. Manusia dan simpanse memiliki nenek moyang yang sama
C. DNA tidak berperan dalam evolusi
D. Evolusi terjadi secara acak tanpa pola
E. Kesamaan DNA tidak menunjukkan hubungan evolusi
Kunci: B
Pembahasan:
Kesamaan DNA tinggi menunjukkan kekerabatan evolusioner dan nenek moyang yang sama.
Soal 4 – Evaluasi hubungan seleksi alam dan perubahan populasi (C6)
Stimulus:
Dalam suatu populasi serangga, terdapat variasi warna terang dan gelap. Ketika lingkungan menjadi lebih gelap akibat polusi, serangga berwarna gelap lebih mampu bertahan hidup dan menghasilkan keturunan dibandingkan yang berwarna terang.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Lingkungan menyebabkan mutasi langsung
B. Seleksi alam bekerja pada variasi individu dalam populasi
C. Semua individu beradaptasi secara langsung
D. Evolusi terjadi pada individu
E. Variasi tidak memengaruhi kelangsungan hidup
Kunci: B
Pembahasan:
Seleksi alam bekerja pada variasi yang sudah ada dalam populasi, bukan menciptakan variasi secara langsung.
Soal 5 – Evaluasi peran Hardy–Weinberg dalam mendeteksi evolusi (C6)
Stimulus:
Hukum Hardy–Weinberg digunakan untuk menentukan apakah suatu populasi mengalami evolusi. Jika frekuensi alel berubah dari generasi ke generasi, maka populasi tersebut mengalami evolusi.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Hardy–Weinberg menghentikan evolusi
B. Hardy–Weinberg digunakan sebagai acuan perubahan frekuensi alel
C. Hardy–Weinberg menjelaskan asal-usul kehidupan
D. Hardy–Weinberg menyebabkan mutasi
E. Hardy–Weinberg hanya berlaku pada individu
Kunci: B
Pembahasan:
Hardy–Weinberg digunakan sebagai model acuan untuk mendeteksi perubahan genetik dalam populasi.
Soal 6 – Evaluasi bukti evolusi berdasarkan berbagai pendekatan ilmiah (C5–C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Para ilmuwan menggunakan berbagai pendekatan ilmiah untuk membuktikan bahwa evolusi telah terjadi pada makhluk hidup. Salah satu bukti berasal dari catatan fosil yang menunjukkan perubahan bentuk organisme dari waktu ke waktu, seperti fosil kuda yang menunjukkan perubahan ukuran tubuh dan struktur kaki. Selain itu, perbandingan anatomi menunjukkan adanya organ homolog, yaitu organ dengan struktur dasar sama tetapi fungsi berbeda, seperti lengan manusia, sayap kelelawar, dan sirip paus. Penelitian embriologi juga menunjukkan bahwa embrio vertebrata memiliki tahap perkembangan awal yang mirip, menunjukkan adanya nenek moyang yang sama. Bukti molekuler juga ditemukan melalui analisis DNA dan protein, yang menunjukkan tingkat kesamaan genetik antar spesies. Semakin tinggi kesamaan genetik, semakin dekat hubungan evolusioner organisme tersebut. Guru meminta siswa mengevaluasi bukti-bukti ilmiah yang mendukung teori evolusi berdasarkan berbagai bidang ilmu biologi modern.
Pertanyaan:
Yang termasuk bukti evolusi adalah …
A. organ homolog
B. catatan fosil
C. kesamaan DNA
D. kemiripan embrio
E. adaptasi perilaku jangka pendek
Kunci Jawaban: A, B, C, D
Pembahasan:
Organ homolog, fosil, DNA, dan embriologi merupakan bukti evolusi karena menunjukkan hubungan kekerabatan dan perubahan organisme dari waktu ke waktu. Adaptasi perilaku jangka pendek bukan bukti evolusi genetik.
Soal 7 – Evaluasi faktor penyebab perubahan frekuensi alel dalam populasi (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Dalam suatu populasi kupu-kupu, terdapat variasi warna sayap terang dan gelap. Ketika terjadi perubahan lingkungan akibat polusi, kupu-kupu berwarna gelap lebih mampu bertahan hidup karena lebih tersamarkan dari predator. Selain itu, beberapa kupu-kupu bermigrasi ke wilayah lain dan membawa alel baru ke dalam populasi tersebut. Penelitian juga menunjukkan bahwa mutasi genetik dapat menghasilkan variasi baru dalam populasi. Selain itu, jika individu dengan sifat tertentu lebih sering kawin, maka frekuensi alel dalam populasi juga dapat berubah. Hukum Hardy–Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel akan tetap stabil jika tidak ada faktor seperti seleksi alam, mutasi, migrasi, dan perkawinan tidak acak. Guru meminta siswa mengevaluasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan frekuensi alel dan mendorong evolusi dalam populasi tersebut.
Pertanyaan:
Faktor yang dapat menyebabkan evolusi populasi adalah …
A. mutasi
B. migrasi
C. seleksi alam
D. perkawinan tidak acak
E. populasi sangat besar
Kunci Jawaban: A, B, C, D
Pembahasan:
Mutasi, migrasi, seleksi alam, dan perkawinan tidak acak dapat mengubah frekuensi alel. Populasi besar justru membantu menjaga keseimbangan Hardy–Weinberg.
Soal 8 – Evaluasi faktor penyebab spesiasi berdasarkan isolasi dan perubahan genetik (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Suatu populasi burung awalnya hidup dalam satu wilayah yang sama. Namun, akibat terbentuknya pegunungan, populasi tersebut terpisah menjadi dua kelompok yang tidak dapat saling berinteraksi. Dalam jangka waktu yang lama, kedua kelompok mengalami perubahan genetik akibat mutasi, seleksi alam, dan adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda. Selain itu, perbedaan perilaku kawin dan waktu reproduksi juga berkembang. Akibatnya, meskipun kedua kelompok tersebut kembali bertemu, mereka tidak dapat lagi saling kawin dan menghasilkan keturunan fertil. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa isolasi geografis dan reproduksi dapat menyebabkan terbentuknya spesies baru. Guru meminta siswa mengevaluasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya spesies baru berdasarkan prinsip evolusi modern.
Pertanyaan:
Faktor yang dapat menyebabkan spesiasi adalah …
A. isolasi geografis
B. isolasi reproduksi
C. perbedaan lingkungan
D. mutasi genetik
E. perkawinan acak terus-menerus
Kunci Jawaban: A, B, C, D
Pembahasan:
Isolasi geografis, isolasi reproduksi, perbedaan lingkungan, dan mutasi menyebabkan perbedaan genetik yang dapat menghasilkan spesies baru. Perkawinan acak justru mempertahankan kesamaan genetik.
BAB BIOTEKNOLOGI
Soal 1 – Evaluasi prinsip bioteknologi konvensional dalam fermentasi pangan (C5)
Stimulus (±150 kata):
Tempe merupakan salah satu produk bioteknologi konvensional yang dihasilkan melalui proses fermentasi kedelai menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Dalam proses ini, jamur tumbuh dan menghasilkan enzim protease, lipase, dan amilase yang memecah molekul kompleks menjadi molekul lebih sederhana. Akibatnya, protein dalam kedelai menjadi lebih mudah dicerna dan nilai gizi meningkat. Selain itu, fermentasi juga menghasilkan senyawa tertentu yang dapat meningkatkan cita rasa dan daya simpan produk. Proses ini dilakukan secara alami tanpa manipulasi langsung terhadap materi genetik organisme. Guru meminta siswa mengevaluasi prinsip dasar bioteknologi yang digunakan dalam pembuatan tempe dan membandingkannya dengan bioteknologi modern yang melibatkan rekayasa genetika. Pemahaman ini penting untuk menjelaskan perbedaan mendasar antara penggunaan mikroorganisme alami dan penggunaan teknik manipulasi DNA dalam bioteknologi.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat terkait prinsip bioteknologi konvensional adalah …
A. Melibatkan manipulasi genetik organisme
B. Menggunakan mikroorganisme alami tanpa rekayasa gen
C. Menggunakan teknik DNA rekombinan
D. Mengubah gen kedelai secara langsung
E. Menggunakan vektor plasmid
Kunci: B
Pembahasan:
Bioteknologi konvensional menggunakan mikroorganisme alami tanpa manipulasi DNA.
Soal 2 – Evaluasi perbedaan bioteknologi konvensional dan modern (C6)
Stimulus (±150 kata):
Produksi insulin rekombinan merupakan contoh bioteknologi modern yang melibatkan teknik DNA rekombinan. Dalam proses ini, gen insulin manusia diisolasi dan disisipkan ke dalam plasmid bakteri Escherichia coli. Bakteri tersebut kemudian dikultur sehingga menghasilkan insulin dalam jumlah besar. Sebaliknya, produksi yoghurt dilakukan dengan fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacillus tanpa manipulasi genetik. Kedua proses tersebut memanfaatkan mikroorganisme, tetapi prinsip biologis yang mendasarinya berbeda. Guru meminta siswa mengevaluasi perbedaan mendasar antara bioteknologi konvensional dan modern berdasarkan mekanisme biologis yang terlibat. Pemahaman ini penting untuk menjelaskan peran rekayasa genetika dalam menghasilkan produk yang sebelumnya tidak dapat dihasilkan secara alami oleh organisme tertentu.
Pertanyaan:
Perbedaan utama kedua proses tersebut adalah …
A. Jenis mikroorganisme
B. Lama waktu produksi
C. Adanya manipulasi materi genetik
D. Bentuk produk
E. Media pertumbuhan
Kunci: C
Pembahasan:
Bioteknologi modern melibatkan manipulasi genetik, sedangkan konvensional tidak.
Soal 3 – Evaluasi prinsip totipotensi dalam kultur jaringan (C6)
Stimulus (±150 kata):
Dalam teknik kultur jaringan, potongan kecil jaringan tumbuhan seperti daun atau batang dapat ditumbuhkan menjadi individu baru yang lengkap. Proses ini dilakukan dalam kondisi steril menggunakan media khusus yang mengandung nutrisi dan hormon pertumbuhan seperti auksin dan sitokinin. Sel-sel tumbuhan yang digunakan memiliki kemampuan untuk membelah dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis jaringan. Teknik ini banyak digunakan untuk memperbanyak tanaman unggul dalam waktu singkat dan menghasilkan individu yang identik secara genetik. Guru meminta siswa menjelaskan prinsip biologis yang memungkinkan sel tumbuhan berkembang menjadi organisme utuh dan mengevaluasi keunggulan teknik ini dalam bidang pertanian dan konservasi.
Pertanyaan:
Prinsip biologis yang memungkinkan proses tersebut adalah …
A. Mutasi genetik
B. Seleksi alam
C. Totipotensi sel
D. Rekombinasi DNA
E. Fermentasi
Kunci: C
Pembahasan:
Totipotensi adalah kemampuan sel berkembang menjadi organisme lengkap.
Soal 4 – Evaluasi dampak tanaman transgenik (C6)
Stimulus (±150 kata):
Tanaman transgenik merupakan hasil rekayasa genetika yang memiliki gen tambahan untuk menghasilkan sifat tertentu, seperti ketahanan terhadap hama atau toleransi terhadap kekeringan. Teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi penggunaan pestisida. Namun, beberapa ilmuwan mengkhawatirkan dampaknya terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati. Selain itu, penggunaan benih transgenik dapat meningkatkan ketergantungan petani pada perusahaan tertentu. Guru meminta siswa mengevaluasi manfaat dan risiko teknologi ini secara ilmiah dan objektif.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Hanya memiliki manfaat
B. Tidak memiliki risiko
C. Memiliki manfaat dan risiko
D. Selalu merugikan
E. Tidak berpengaruh
Kunci: C
Soal 5 – Evaluasi aspek etika bioteknologi modern (C6)
Stimulus (±150 kata):
Perkembangan bioteknologi modern memungkinkan manipulasi gen untuk menghasilkan organisme dengan sifat tertentu. Teknologi ini dapat membantu produksi obat, pangan, dan bahan industri. Namun, penggunaan teknologi ini juga menimbulkan pertanyaan etika, seperti dampaknya terhadap lingkungan dan keamanan manusia. Guru meminta siswa mengevaluasi penggunaan teknologi ini secara bertanggung jawab.
Pertanyaan:
Keputusan paling tepat adalah …
A. Menggunakan tanpa kontrol
B. Menolak semua teknologi
C. Menggunakan secara etis dan bertanggung jawab
D. Mengabaikan risiko
E. Menggunakan hanya untuk keuntungan
Kunci: C
Soal 6 – Evaluasi tahapan penting dalam teknik DNA rekombinan (C5–C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Dalam produksi insulin rekombinan, para ilmuwan menggunakan teknik DNA rekombinan untuk menghasilkan hormon insulin manusia menggunakan bakteri Escherichia coli. Proses ini dimulai dengan mengisolasi gen insulin manusia dari sel pankreas. Gen tersebut kemudian dipotong menggunakan enzim restriksi dan disisipkan ke dalam plasmid bakteri yang berfungsi sebagai vektor. Setelah itu, plasmid rekombinan dimasukkan ke dalam sel bakteri melalui proses transformasi. Bakteri yang berhasil menerima plasmid akan memperbanyak diri dan mengekspresikan gen insulin, sehingga menghasilkan insulin dalam jumlah besar. Insulin kemudian dipanen dan dimurnikan untuk digunakan sebagai obat bagi penderita diabetes. Guru meminta siswa mengevaluasi tahapan penting dalam teknik DNA rekombinan dan menjelaskan peran setiap tahapan dalam menghasilkan produk bioteknologi modern yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Pertanyaan:
Tahapan penting dalam proses tersebut adalah …
A. isolasi gen target
B. penyisipan gen ke plasmid
C. transformasi ke sel inang
D. fermentasi spontan tanpa kontrol
E. fotosintesis bakteri
Kunci Jawaban: A, B, C
Pembahasan:
Teknik DNA rekombinan melibatkan isolasi gen target, penyisipan ke plasmid, dan transformasi ke sel inang. Fermentasi tanpa kontrol dan fotosintesis tidak terlibat dalam proses ini.
Soal 7 – Evaluasi dampak bioteknologi modern terhadap lingkungan dan kesehatan (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Bioteknologi modern telah digunakan secara luas dalam bidang pertanian, kesehatan, dan industri. Contohnya adalah tanaman transgenik yang tahan terhadap hama, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Selain itu, bioteknologi juga memungkinkan produksi obat seperti insulin dan vaksin dalam jumlah besar. Namun, beberapa ilmuwan mengkhawatirkan potensi dampak negatif, seperti kemungkinan organisme transgenik memengaruhi keseimbangan ekosistem atau munculnya resistensi hama baru. Selain itu, penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan ketergantungan pada perusahaan bioteknologi tertentu. Guru meminta siswa mengevaluasi dampak bioteknologi modern secara objektif berdasarkan manfaat dan potensi risikonya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Pertanyaan:
Dampak bioteknologi modern adalah …
A. peningkatan produksi pangan
B. potensi gangguan ekosistem
C. peningkatan kualitas obat
D. hilangnya seluruh risiko kesehatan
E. ketergantungan pada teknologi industri
Kunci Jawaban: A, B, C, E
Pembahasan:
Bioteknologi modern meningkatkan produksi pangan dan obat, tetapi juga memiliki risiko ekologi dan ketergantungan teknologi. Tidak ada teknologi yang sepenuhnya bebas risiko.
Soal 8 – Evaluasi sikap bijak dalam menghadapi perkembangan bioteknologi (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Perkembangan bioteknologi modern memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, seperti produksi pangan, obat-obatan, dan teknologi lingkungan. Namun, penggunaan teknologi ini juga memerlukan pemahaman ilmiah dan pertimbangan etika. Misalnya, penggunaan organisme transgenik harus mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, masyarakat perlu memahami prinsip dasar bioteknologi agar dapat mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan teknologi tersebut. Pendidikan dan literasi sains menjadi penting agar masyarakat tidak hanya menerima teknologi secara pasif, tetapi juga mampu mengevaluasi manfaat dan risikonya secara kritis. Guru meminta siswa mengevaluasi sikap yang tepat dalam menghadapi perkembangan bioteknologi modern berdasarkan prinsip ilmiah dan tanggung jawab sosial.
Pertanyaan:
Sikap bijak terhadap perkembangan bioteknologi adalah …
A. meningkatkan literasi sains
B. mempertimbangkan aspek etika
C. menggunakan teknologi secara bertanggung jawab
D. menolak seluruh teknologi bioteknologi
E. mempertimbangkan dampak lingkungan
Kunci Jawaban: A, B, C, E
Pembahasan:
Pendekatan ilmiah, etis, dan bertanggung jawab sangat penting dalam penggunaan bioteknologi. Menolak seluruh teknologi bukan solusi yang tepat karena teknologi memiliki banyak manfaat.
BAB METABOLISME
Soal 1 – Evaluasi hubungan struktur enzim dan fungsi katalitik (C6)
Stimulus (±150 kata):
Seorang siswa melakukan percobaan untuk mengamati aktivitas enzim amilase dalam menguraikan pati menjadi maltosa. Percobaan dilakukan pada beberapa kondisi suhu, yaitu 10°C, 37°C, dan 70°C. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas enzim rendah pada suhu 10°C, optimal pada suhu 37°C, dan menurun drastis pada suhu 70°C. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa suhu tinggi menyebabkan perubahan struktur tiga dimensi enzim, terutama pada sisi aktifnya. Struktur sisi aktif enzim memiliki bentuk spesifik yang memungkinkan substrat berikatan secara tepat. Ketika struktur ini berubah akibat suhu tinggi, substrat tidak dapat lagi berikatan secara efektif. Guru meminta siswa mengevaluasi hubungan antara struktur enzim dan fungsinya berdasarkan hasil percobaan tersebut serta menjelaskan dampaknya terhadap laju reaksi metabolisme dalam sel.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Enzim tidak dipengaruhi suhu
B. Struktur sisi aktif enzim menentukan fungsinya
C. Enzim selalu bekerja optimal pada suhu tinggi
D. Substrat mengubah struktur enzim secara permanen
E. Enzim tidak memiliki struktur spesifik
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Struktur sisi aktif enzim menentukan kemampuan enzim mengikat substrat. Pada suhu tinggi, enzim mengalami denaturasi sehingga struktur sisi aktif berubah dan tidak dapat mengikat substrat. Hal ini menyebabkan aktivitas enzim menurun.
Soal 2 – Evaluasi dampak inhibitor terhadap aktivitas enzim (C6)
Stimulus (±150 kata):
Dalam suatu eksperimen, siswa mempelajari pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim. Mereka menambahkan inhibitor kompetitif ke dalam larutan enzim dan substrat. Hasilnya menunjukkan bahwa laju reaksi menurun ketika inhibitor ditambahkan. Namun, ketika konsentrasi substrat ditingkatkan, laju reaksi meningkat kembali. Hal ini menunjukkan bahwa inhibitor dan substrat bersaing untuk menempati sisi aktif enzim. Inhibitor kompetitif memiliki struktur mirip substrat sehingga dapat berikatan dengan sisi aktif enzim. Guru meminta siswa mengevaluasi mekanisme kerja inhibitor kompetitif dan dampaknya terhadap aktivitas enzim.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Inhibitor meningkatkan aktivitas enzim
B. Inhibitor kompetitif bersaing dengan substrat pada sisi aktif
C. Inhibitor merusak enzim secara permanen
D. Enzim tidak dipengaruhi inhibitor
E. Substrat menghambat kerja enzim
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Inhibitor kompetitif memiliki struktur mirip substrat dan bersaing untuk menempati sisi aktif enzim. Jika konsentrasi substrat meningkat, substrat dapat mengalahkan inhibitor.
Soal 3 – Evaluasi peran oksigen dalam respirasi aerob (C6)
Stimulus (±150 kata):
Seorang atlet melakukan latihan intensif dan menunjukkan peningkatan frekuensi pernapasan. Hal ini terjadi karena sel tubuh membutuhkan lebih banyak ATP. ATP dihasilkan melalui respirasi aerob yang melibatkan glikolisis, siklus Krebs, dan rantai transpor elektron. Dalam rantai transpor elektron, elektron ditransfer melalui serangkaian protein hingga mencapai oksigen. Oksigen berfungsi sebagai akseptor elektron terakhir dan memungkinkan pembentukan ATP dalam jumlah besar. Jika oksigen tidak tersedia, proses ini tidak dapat berlangsung optimal dan produksi ATP menurun. Guru meminta siswa mengevaluasi peran oksigen dalam respirasi aerob.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Oksigen menghasilkan ATP secara langsung
B. Oksigen berperan sebagai akseptor elektron terakhir
C. Oksigen tidak berperan dalam respirasi
D. ATP hanya dihasilkan di sitoplasma
E. Oksigen menghambat respirasi
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Oksigen berperan sebagai akseptor elektron terakhir dalam rantai transpor elektron, memungkinkan produksi ATP maksimal.
Soal 4 – Evaluasi hubungan fotosintesis dan respirasi seluler (C6)
Stimulus (±150 kata):
Tumbuhan menghasilkan glukosa melalui fotosintesis menggunakan energi cahaya. Glukosa ini digunakan oleh sel tumbuhan dan organisme lain dalam respirasi seluler untuk menghasilkan ATP. Respirasi menghasilkan karbon dioksida dan air yang dapat digunakan kembali dalam fotosintesis. Guru meminta siswa mengevaluasi hubungan antara fotosintesis dan respirasi.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Fotosintesis dan respirasi tidak berhubungan
B. Fotosintesis menyediakan glukosa untuk respirasi
C. Respirasi menghasilkan cahaya
D. Fotosintesis menghasilkan ATP langsung
E. Respirasi tidak menghasilkan energi
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Fotosintesis menghasilkan glukosa yang digunakan dalam respirasi untuk menghasilkan ATP.
Soal 5 – Evaluasi suhu optimum enzim (C6)
Stimulus (±150 kata):
Dalam percobaan enzim katalase, aktivitas enzim paling tinggi pada suhu 37°C, tetapi menurun drastis pada suhu 60°C. Hal ini menunjukkan adanya suhu optimum.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Enzim memiliki suhu optimum
B. Enzim tidak dipengaruhi suhu
C. Suhu tinggi meningkatkan aktivitas
D. Enzim bukan protein
E. Enzim tidak memiliki struktur
Kunci Jawaban: A
Pembahasan:
Enzim memiliki suhu optimum tertentu dan dapat mengalami denaturasi pada suhu tinggi.
Soal 6 – Evaluasi faktor yang memengaruhi aktivitas enzim (C5–C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Seorang siswa melakukan percobaan untuk mengamati aktivitas enzim katalase dalam menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan suhu, pH, konsentrasi substrat, dan penambahan inhibitor. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aktivitas enzim meningkat hingga mencapai suhu dan pH tertentu, tetapi menurun drastis ketika suhu terlalu tinggi atau pH terlalu ekstrem. Selain itu, peningkatan konsentrasi substrat meningkatkan laju reaksi hingga titik jenuh, di mana semua sisi aktif enzim telah terikat substrat. Ketika inhibitor ditambahkan, aktivitas enzim menurun karena inhibitor mengganggu interaksi antara enzim dan substrat. Guru meminta siswa mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas enzim berdasarkan hasil percobaan tersebut dan menjelaskan hubungan antara kondisi lingkungan dan fungsi enzim dalam metabolisme sel.
Pertanyaan:
Faktor yang memengaruhi aktivitas enzim adalah …
A. suhu
B. pH
C. konsentrasi substrat
D. inhibitor
E. warna larutan
Kunci Jawaban: A, B, C, D
Pembahasan:
Suhu dan pH memengaruhi struktur enzim, konsentrasi substrat memengaruhi frekuensi tumbukan enzim-substrat, dan inhibitor menghambat aktivitas enzim. Warna larutan tidak memengaruhi aktivitas enzim secara langsung.
Soal 7 – Evaluasi tahapan respirasi aerob dan perannya dalam produksi energi (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Sel tubuh manusia menghasilkan energi dalam bentuk ATP melalui proses respirasi aerob. Proses ini terdiri dari beberapa tahap utama, yaitu glikolisis, siklus Krebs, dan rantai transpor elektron. Glikolisis terjadi di sitoplasma dan menghasilkan sedikit ATP serta molekul pembawa elektron. Molekul ini kemudian masuk ke mitokondria untuk menjalani siklus Krebs, yang menghasilkan lebih banyak pembawa elektron seperti NADH dan FADH₂. Pembawa elektron ini kemudian digunakan dalam rantai transpor elektron yang terletak di membran dalam mitokondria. Pada tahap ini, oksigen berperan sebagai akseptor elektron terakhir, memungkinkan pembentukan ATP dalam jumlah besar. Jika oksigen tidak tersedia, rantai transpor elektron tidak dapat berlangsung secara optimal. Guru meminta siswa mengevaluasi tahapan respirasi aerob dan peran masing-masing tahap dalam produksi energi sel.
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …
A. glikolisis terjadi di sitoplasma
B. siklus Krebs terjadi di mitokondria
C. rantai transpor elektron menghasilkan ATP
D. oksigen berperan sebagai akseptor elektron terakhir
E. respirasi aerob tidak menghasilkan ATP
Kunci Jawaban: A, B, C, D
Pembahasan:
Glikolisis terjadi di sitoplasma, siklus Krebs di matriks mitokondria, dan rantai transpor elektron menghasilkan sebagian besar ATP. Oksigen berperan sebagai akseptor elektron terakhir. Pernyataan E salah karena respirasi aerob menghasilkan banyak ATP.
Soal 8 – Evaluasi integrasi fotosintesis dan respirasi dalam metabolisme energi (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Dalam ekosistem, fotosintesis dan respirasi merupakan dua proses metabolisme yang saling berkaitan. Tumbuhan menggunakan energi cahaya matahari untuk menghasilkan glukosa dan oksigen melalui fotosintesis. Glukosa ini kemudian digunakan oleh tumbuhan sendiri dan organisme lain sebagai sumber energi dalam respirasi seluler. Dalam respirasi, glukosa diuraikan untuk menghasilkan ATP, karbon dioksida, dan air. Karbon dioksida yang dihasilkan kemudian dapat digunakan kembali oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Hubungan ini menunjukkan adanya siklus materi dan energi dalam ekosistem. Guru meminta siswa mengevaluasi hubungan antara fotosintesis dan respirasi serta peran kedua proses tersebut dalam menjaga keseimbangan energi dalam organisme dan ekosistem.
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …
A. fotosintesis menghasilkan glukosa
B. respirasi menggunakan glukosa untuk menghasilkan ATP
C. fotosintesis menghasilkan oksigen
D. respirasi menghasilkan karbon dioksida
E. fotosintesis tidak berhubungan dengan respirasi
Kunci Jawaban: A, B, C, D
Pembahasan:
Fotosintesis menghasilkan glukosa dan oksigen, sedangkan respirasi menggunakan glukosa untuk menghasilkan ATP serta menghasilkan karbon dioksida dan air. Kedua proses saling berkaitan dalam siklus energi dan materi. Pernyataan E salah.
BAB PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
Soal 1 – Evaluasi perbedaan pertumbuhan dan perkembangan berdasarkan data observasi (C5)
Stimulus:
Seorang siswa melakukan pengamatan terhadap tanaman kacang hijau selama 14 hari. Pada hari ke-5, ia mencatat tinggi tanaman meningkat dari 4 cm menjadi 9 cm. Pada hari ke-10, tanaman mulai membentuk daun sejati yang lebih kompleks. Pada hari ke-14, tanaman mulai membentuk kuncup bunga. Guru menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada tumbuhan dapat berupa perubahan kuantitatif maupun kualitatif. Perubahan kuantitatif berkaitan dengan peningkatan ukuran yang dapat diukur menggunakan angka, sedangkan perubahan kualitatif berkaitan dengan kematangan struktur dan fungsi organ tumbuhan. Guru meminta siswa mengevaluasi jenis perubahan yang terjadi selama pengamatan.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. semua perubahan merupakan pertumbuhan
B. semua perubahan merupakan perkembangan
C. peningkatan tinggi tanaman termasuk pertumbuhan
D. pembentukan bunga termasuk pertumbuhan
E. pembentukan daun sejati tidak termasuk perkembangan
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Pertumbuhan bersifat kuantitatif dan dapat diukur, seperti tinggi tanaman. Pembentukan daun dan bunga termasuk perkembangan karena menunjukkan kematangan fungsi organ.
Soal 2 – Evaluasi peran faktor internal dalam pertumbuhan tumbuhan (C6)
Stimulus:
Dua tanaman tomat ditanam pada kondisi lingkungan yang sama, dengan jumlah air, cahaya, dan nutrisi yang identik. Namun, setelah beberapa minggu, salah satu tanaman tumbuh lebih cepat dan menghasilkan daun lebih banyak. Analisis menunjukkan bahwa tanaman tersebut memiliki susunan genetik yang berbeda. Guru menjelaskan bahwa faktor internal seperti genetik dan hormon memengaruhi kemampuan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Faktor genetik menentukan potensi pertumbuhan maksimum, sedangkan hormon mengatur pembelahan dan pemanjangan sel. Guru meminta siswa mengevaluasi peran faktor internal dalam kasus tersebut.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. lingkungan tidak memengaruhi pertumbuhan
B. genetik memengaruhi potensi pertumbuhan tumbuhan
C. hormon tidak berperan dalam pertumbuhan
D. pertumbuhan hanya ditentukan lingkungan
E. semua tanaman memiliki laju pertumbuhan sama
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Genetik merupakan faktor internal yang menentukan potensi pertumbuhan dan respon terhadap lingkungan.
Soal 3 – Evaluasi pengaruh hormon terhadap pemanjangan batang (C6)
Stimulus:
Dalam percobaan, ujung batang tanaman kecambah dipotong. Setelah beberapa hari, tanaman tersebut tidak lagi bertambah tinggi secara signifikan. Guru menjelaskan bahwa ujung batang merupakan tempat produksi hormon yang merangsang pemanjangan sel. Ketika bagian tersebut dihilangkan, produksi hormon menurun sehingga pemanjangan sel terhambat. Hormon tersebut berperan dalam mengatur distribusi pertumbuhan dan respon terhadap cahaya. Guru meminta siswa mengevaluasi peran hormon tersebut dalam pertumbuhan tumbuhan.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. hormon hanya diproduksi di akar
B. hormon tidak memengaruhi pertumbuhan
C. hormon auksin berperan dalam pemanjangan batang
D. hormon etilen memanjangkan batang
E. hormon ABA merangsang pemanjangan batang
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Auksin diproduksi di ujung batang dan berperan dalam pemanjangan sel.
Soal 4 – Evaluasi peran fotoperiodisme dalam pembungaan tumbuhan (C6)
Stimulus:
Seorang petani mengamati bahwa tanaman krisan hanya berbunga ketika malam lebih panjang dibandingkan siang. Ketika tanaman terkena cahaya tambahan pada malam hari, pembungaan tidak terjadi. Guru menjelaskan bahwa pembungaan pada beberapa tanaman dipengaruhi oleh durasi malam, bukan hanya durasi siang. Fenomena ini berkaitan dengan sistem fitokrom yang mendeteksi panjang siang dan malam. Guru meminta siswa mengevaluasi faktor utama yang memengaruhi pembungaan tersebut.
Pertanyaan:
Faktor utama yang memengaruhi pembungaan adalah …
A. intensitas cahaya
B. warna daun
C. durasi malam
D. jumlah daun
E. ukuran batang
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Tanaman hari pendek berbunga ketika durasi malam cukup panjang.
Soal 5 – Evaluasi penggunaan hormon tumbuhan dalam pertanian (C6)
Stimulus:
Seorang petani menggunakan zat pengatur tumbuh secara berlebihan untuk mempercepat pembungaan tanaman. Namun, hasilnya tanaman tumbuh tidak normal dan kualitas buah menurun. Guru menjelaskan bahwa hormon tumbuhan harus digunakan dalam jumlah seimbang karena setiap hormon memiliki fungsi spesifik. Ketidakseimbangan hormon dapat mengganggu fisiologi tumbuhan. Guru meminta siswa mengevaluasi penggunaan hormon tersebut.
Pertanyaan:
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. hormon selalu meningkatkan pertumbuhan
B. hormon tidak berpengaruh
C. keseimbangan hormon penting untuk pertumbuhan normal
D. semakin banyak hormon semakin baik
E. hormon hanya berfungsi pada akar
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Keseimbangan hormon penting agar pertumbuhan berlangsung normal.
Soal 6 – Evaluasi faktor internal dan eksternal pertumbuhan tumbuhan
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi genetik, hormon, dan enzim yang mengatur metabolisme tumbuhan. Faktor eksternal meliputi cahaya, air, suhu, dan nutrisi. Interaksi antara faktor-faktor tersebut menentukan laju pertumbuhan tumbuhan. Guru meminta siswa mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tumbuhan.
Pertanyaan:
Faktor internal pertumbuhan adalah …
A. gen
B. hormon
C. cahaya
D. enzim
E. suhu
Kunci Jawaban: A, B, D
Pembahasan:
Gen, hormon, dan enzim berasal dari dalam tumbuhan. Cahaya dan suhu adalah faktor eksternal.
Soal 7 – Evaluasi peran fitohormon dalam pertumbuhan dan perkembangan
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Fitohormon mengatur berbagai proses pertumbuhan tumbuhan, termasuk pembelahan sel, pemanjangan batang, dormansi, dan pematangan buah. Setiap hormon memiliki fungsi spesifik. Guru meminta siswa mengevaluasi fungsi hormon tumbuhan.
Pertanyaan:
Pasangan hormon dan fungsi yang benar adalah …
A. auksin – pemanjangan batang
B. giberelin – perkecambahan
C. sitokinin – pembelahan sel
D. ABA – pematangan buah
E. etilen – pematangan buah
Kunci Jawaban: A, B, C, E
Pembahasan:
ABA berfungsi menghambat pertumbuhan dan dormansi, bukan pematangan buah.
Soal 8 – Evaluasi klasifikasi tanaman berdasarkan fotoperiode
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus:
Tanaman dapat diklasifikasikan berdasarkan respon terhadap lama penyinaran. Tanaman hari pendek berbunga saat malam panjang, tanaman hari panjang berbunga saat siang panjang, dan tanaman netral tidak dipengaruhi fotoperiode. Guru meminta siswa mengevaluasi klasifikasi tanaman.
Pertanyaan:
Pasangan yang benar adalah …
A. stroberi – hari pendek
B. bayam – hari panjang
C. tomat – netral
D. bayam – hari pendek
E. stroberi – hari panjang
Kunci Jawaban: A, B, C
Pembahasan:
Stroberi termasuk tanaman hari pendek, bayam hari panjang, dan tomat tanaman netral.
BAB POLA HEREDITAS DAN HEREDITAS MANUSIA
Soal 1 – Analisis pembentukan gamet dihibrid (C4)
Stimulus:
Seorang siswa mempelajari pembentukan gamet pada individu dengan genotipe AaBb. Guru menjelaskan bahwa saat meiosis, pasangan alel akan berpisah sesuai Hukum Segregasi, dan pasangan gen berbeda akan berpisah secara bebas sesuai Hukum Asortasi Bebas. Hal ini menghasilkan berbagai kombinasi alel dalam gamet. Pemahaman tentang jenis gamet sangat penting untuk memprediksi rasio genotipe dan fenotipe keturunan. Siswa diminta mengevaluasi jenis gamet yang dapat dihasilkan oleh individu tersebut berdasarkan prinsip genetika Mendel.
Pertanyaan:
Jumlah macam gamet yang dapat dihasilkan individu AaBb adalah …
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 8
Kunci Jawaban: D
Pembahasan:
Genotipe AaBb menghasilkan gamet AB, Ab, aB, dan ab. Jadi ada 4 macam gamet.
Soal 2 – Evaluasi rasio fenotipe monohibrid dominansi penuh (C5)
Stimulus:
Tanaman kacang ercis berbunga ungu (U) dominan terhadap putih (u). Dua tanaman heterozigot disilangkan. Guru meminta siswa menggunakan diagram Punnett untuk menentukan rasio fenotipe keturunan dan mengevaluasi mengapa fenotipe dominan lebih banyak muncul dibanding resesif.
Pertanyaan:
Rasio fenotipe yang dihasilkan adalah …
A. 1 : 1
B. 2 : 2
C. 3 : 1
D. 1 : 2 : 1
E. 9 : 3 : 3 : 1
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Uu × Uu menghasilkan genotipe 1 UU : 2 Uu : 1 uu → fenotipe 3 dominan : 1 resesif.
Soal 3 – Analisis testcross untuk menentukan genotipe (C5)
Stimulus:
Seorang petani memiliki tanaman berfenotipe dominan tetapi tidak mengetahui genotipenya. Ia menyilangkan tanaman tersebut dengan tanaman homozigot resesif. Sebagian keturunan menunjukkan fenotipe resesif. Guru meminta siswa mengevaluasi genotipe tanaman dominan tersebut berdasarkan hasil persilangan.
Pertanyaan:
Genotipe tanaman dominan tersebut adalah …
A. AA
B. aa
C. Aa
D. tidak dapat ditentukan
E. selalu homozigot dominan
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Jika muncul keturunan resesif, maka induk dominan harus heterozigot (Aa).
Soal 4 – Evaluasi peluang genotipe pada persilangan dihibrid (C6)
Stimulus (±150 kata):
Seorang siswa mempelajari persilangan dihibrid pada tanaman kacang ercis dengan dua sifat, yaitu warna biji (kuning dominan terhadap hijau) dan bentuk biji (bulat dominan terhadap keriput). Dua tanaman heterozigot untuk kedua sifat tersebut disilangkan. Guru menjelaskan bahwa berdasarkan Hukum Asortasi Bebas Mendel, pasangan alel untuk sifat yang berbeda akan berpisah secara independen selama meiosis. Hal ini menghasilkan berbagai kombinasi gamet yang kemudian bertemu secara acak saat fertilisasi. Siswa diminta menggunakan diagram Punnett untuk menghitung peluang munculnya kombinasi genotipe tertentu pada keturunan. Pemahaman ini penting untuk menjelaskan bagaimana variasi genetik muncul dalam populasi dan bagaimana probabilitas genetik dapat diprediksi menggunakan prinsip matematika.
Pertanyaan:
Peluang munculnya genotipe aabb dari persilangan AaBb × AaBb adalah …
A. 1/2
B. 1/4
C. 1/8
D. 1/16
E. 3/16
Kunci Jawaban: D
Pembahasan:
Peluang aa dari Aa × Aa adalah 1/4, dan peluang bb dari Bb × Bb adalah 1/4. Karena kedua sifat berasortasi bebas, peluang bersama adalah 1/4 × 1/4 = 1/16.
Soal 5 – Evaluasi kodominansi pada pewarisan golongan darah ABO (C6)
Stimulus (±150 kata):
Dalam sistem golongan darah ABO, terdapat tiga alel, yaitu IA, IB, dan i. Alel IA menghasilkan antigen A, alel IB menghasilkan antigen B, dan alel i tidak menghasilkan antigen. Alel IA dan IB bersifat kodominan, artinya keduanya dapat diekspresikan secara bersamaan jika berada dalam satu individu. Seorang anak memiliki golongan darah AB, sedangkan ayahnya memiliki golongan darah A dan ibunya memiliki golongan darah B. Guru meminta siswa mengevaluasi bagaimana kombinasi alel dari kedua orang tua dapat menghasilkan anak dengan golongan darah AB. Pemahaman tentang pewarisan golongan darah sangat penting dalam bidang medis, terutama untuk transfusi darah dan identifikasi hubungan biologis.
Pertanyaan:
Fenomena munculnya golongan darah AB menunjukkan …
A. dominansi penuh
B. dominansi tidak sempurna
C. kodominansi
D. epistasis
E. polimeri
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Golongan darah AB terjadi karena alel IA dan IB sama-sama diekspresikan. Ini merupakan contoh kodominansi.
Soal 6 – Evaluasi pewarisan sifat terpaut kromosom X pada manusia (C6)
Stimulus (±150 kata):
Buta warna merupakan kelainan genetik yang diwariskan melalui kromosom X dan bersifat resesif. Seorang wanita carrier memiliki satu kromosom X normal dan satu kromosom X yang membawa alel buta warna. Wanita tersebut menikah dengan pria normal. Dalam pembentukan gamet, wanita dapat menghasilkan dua jenis sel telur, yaitu yang membawa alel normal dan yang membawa alel buta warna. Pria normal hanya menghasilkan sperma yang membawa kromosom X normal atau kromosom Y. Guru meminta siswa mengevaluasi kemungkinan anak laki-laki mengalami buta warna berdasarkan prinsip pewarisan terpaut kromosom X. Pemahaman ini penting dalam konseling genetik untuk memprediksi risiko kelainan genetik pada keturunan.
Pertanyaan:
Peluang anak laki-laki mengalami buta warna adalah …
A. 0%
B. 25%
C. 50%
D. 75%
E. 100%
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Stimulus:
Dalam suatu persilangan dihibrid, rasio fenotipe keturunan adalah 9 : 3 : 4. Guru meminta siswa mengevaluasi jenis interaksi gen yang menyebabkan rasio tersebut.
Pertanyaan:
Rasio tersebut menunjukkan …
A. dominansi penuh
B. kodominansi
C. epistasis dominan
D. epistasis resesif
E. polimeri
Kunci Jawaban: D
Pembahasan:
Rasio 9:3:4 adalah ciri epistasis resesif.
Soal 8 – Evaluasi pewarisan golongan darah dan Rh (C6)
Stimulus:
Seorang ibu bergolongan darah O Rh- menikah dengan pria bergolongan darah AB Rh+. Guru meminta siswa mengevaluasi kemungkinan golongan darah anak.
Pertanyaan:
Kemungkinan golongan darah anak adalah …
A. hanya AB Rh+
B. hanya O Rh-
C. A atau B dengan Rh+ atau Rh-
D. hanya A Rh+
E. hanya B Rh-
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
ABO → A atau B; Rh → positif atau negatif.
Soal 9 – Evaluasi konsep gen, alel, genotipe, dan fenotipe (C5–C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Dalam suatu diskusi genetika, guru menjelaskan bahwa setiap sifat yang dimiliki organisme dikendalikan oleh gen yang terdapat pada kromosom di dalam inti sel. Gen merupakan segmen DNA yang mengandung informasi untuk menghasilkan protein tertentu yang memengaruhi sifat organisme. Setiap gen dapat memiliki variasi yang disebut alel. Kombinasi alel yang dimiliki individu disebut genotipe, sedangkan sifat yang tampak secara fisik disebut fenotipe. Fenotipe tidak hanya dipengaruhi oleh gen, tetapi juga oleh faktor lingkungan, seperti nutrisi dan kondisi hidup. Sebagai contoh, dua tanaman dengan genotipe sama dapat memiliki tinggi berbeda jika tumbuh pada kondisi lingkungan berbeda. Guru meminta siswa mengevaluasi hubungan antara gen, alel, genotipe, dan fenotipe berdasarkan konsep genetika modern.
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …
A. gen berada pada kromosom
B. alel adalah variasi gen
C. fenotipe dipengaruhi gen dan lingkungan
D. genotipe adalah sifat yang tampak
E. kromosom tidak mengandung gen
Kunci Jawaban: A, B, C
Pembahasan:
Gen berada pada kromosom dan merupakan unit pewarisan sifat. Alel adalah variasi gen. Fenotipe adalah hasil ekspresi gen yang dipengaruhi juga oleh lingkungan. Genotipe adalah susunan gen, bukan sifat yang tampak. Kromosom mengandung banyak gen.
Soal 10 – Evaluasi pembentukan gamet berdasarkan hukum asortasi bebas (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Seorang siswa mempelajari pembentukan gamet pada individu dengan genotipe AaBb. Guru menjelaskan bahwa selama meiosis, pasangan kromosom homolog akan berpisah sehingga setiap gamet hanya membawa satu alel dari setiap gen. Selain itu, alel dari gen berbeda akan berpisah secara bebas sesuai dengan Hukum Asortasi Bebas Mendel. Hal ini menghasilkan berbagai kombinasi alel dalam gamet. Variasi ini penting dalam menciptakan keanekaragaman genetik pada keturunan. Guru meminta siswa mengevaluasi jenis gamet yang dapat dihasilkan oleh individu dengan genotipe tersebut dan menjelaskan prinsip genetika yang mendasarinya.
Pertanyaan:
Gamet yang mungkin dihasilkan adalah …
A. AB
B. Ab
C. aB
D. ab
E. Aa
Kunci Jawaban: A, B, C, D
Pembahasan:
Gamet bersifat haploid, sehingga hanya membawa satu alel dari setiap gen. Individu AaBb menghasilkan gamet AB, Ab, aB, dan ab. Gamet tidak dapat membawa pasangan alel seperti Aa.
Soal 11 – Evaluasi pewarisan golongan darah sistem ABO (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Golongan darah manusia ditentukan oleh sistem ABO yang dikendalikan oleh tiga alel, yaitu IA, IB, dan i. Alel IA menentukan golongan darah A, alel IB menentukan golongan darah B, dan alel i menentukan golongan darah O. Alel IA dan IB bersifat kodominan, artinya keduanya dapat diekspresikan bersama jika berada dalam satu genotipe. Alel i bersifat resesif terhadap IA dan IB. Kombinasi alel yang berbeda menghasilkan berbagai golongan darah, seperti A, B, AB, dan O. Pemahaman tentang pewarisan golongan darah penting dalam bidang medis, seperti transfusi darah dan identifikasi hubungan keluarga. Guru meminta siswa mengevaluasi pernyataan yang berkaitan dengan pewarisan golongan darah ABO.
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …
A. IA dan IB bersifat kodominan
B. ii menghasilkan golongan darah O
C. IAIB menghasilkan golongan darah AB
D. alel i bersifat dominan
E. golongan darah AB menunjukkan kodominansi
Kunci Jawaban: A, B, C, E
Pembahasan:
IA dan IB bersifat kodominan dan menghasilkan golongan darah AB. Alel i bersifat resesif. Genotipe ii menghasilkan golongan darah O.
Soal 12 – Evaluasi pola pewarisan kelainan genetik pada manusia (C6)
Pilih semua jawaban yang benar
Stimulus (±150 kata):
Kelainan genetik pada manusia dapat diwariskan melalui berbagai pola pewarisan, seperti autosomal dominan, autosomal resesif, dan terpaut kromosom seks. Pada pewarisan autosomal dominan, sifat dapat muncul pada setiap generasi jika individu memiliki satu alel dominan. Pada pewarisan autosomal resesif, individu harus memiliki dua alel resesif untuk menunjukkan sifat tersebut, sedangkan individu dengan satu alel resesif disebut carrier. Kelainan terpaut kromosom X lebih sering terjadi pada laki-laki karena laki-laki hanya memiliki satu kromosom X. Sementara itu, gen pada kromosom Y hanya diwariskan dari ayah ke anak laki-laki. Guru meminta siswa mengevaluasi pernyataan yang berkaitan dengan pola pewarisan kelainan genetik.
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar adalah …
A. autosomal dominan dapat muncul setiap generasi
B. autosomal resesif dapat muncul dari orang tua carrier
C. terpaut kromosom X lebih sering terjadi pada laki-laki
D. terpaut kromosom Y diwariskan dari ayah ke putra
E. terpaut kromosom X diwariskan dari ayah ke putra
Kunci Jawaban: A, B, C, D
Pembahasan:
Autosomal dominan muncul setiap generasi. Autosomal resesif dapat muncul dari orang tua carrier. Kelainan terpaut X lebih sering pada laki-laki. Gen Y diwariskan dari ayah ke putra. Gen X tidak diwariskan ayah ke putra.
.png)

Comments
Post a Comment
Silahkan berkomemtar sesuai dengan topik artikel yang di bahas. Tidak boleh memasang link.