Latihan Soal Enzim dan Metabolisme Kelas 12 Fase F
A. 30 SOAL PILIHAN GANDA (A–E)
Petunjuk:
Pilih satu jawaban paling tepat!
1. Komponen Enzim
Stimulus (≥70 kata):
Dalam diskusi kelompok, siswa mempelajari bahwa enzim tersusun dari bagian
protein dan bagian nonprotein. Beberapa enzim hanya aktif jika bergabung dengan
ion logam tertentu, sedangkan enzim lain membutuhkan molekul organik kecil yang
berperan membawa gugus kimia dalam reaksi. Guru menekankan istilah apoenzim
sebagai bagian protein, sedangkan kofaktor dapat berupa ion anorganik atau
koenzim organik. Ketika apoenzim bergabung dengan kofaktor, terbentuk enzim
aktif yang mampu mempercepat reaksi metabolisme.
Komponen enzim aktif yang terbentuk dari apoenzim dan
kofaktor disebut …
A. koenzim
B. apoenzim
C. holoenzim
D. inhibitor
E. substrat
2. Sifat Enzim: Spesifik
Stimulus (≥70 kata):
Siswa mengamati simulasi enzim dalam pencernaan. Amilase memecah pati menjadi
maltosa, tetapi tidak memecah protein. Di sisi lain, protease memecah protein
menjadi asam amino, tetapi tidak bekerja pada pati. Guru menjelaskan bahwa
enzim memiliki sisi aktif yang bentuknya sesuai dengan substrat tertentu.
Karena itu, enzim bekerja spesifik terhadap reaksi tertentu. Siswa diminta
menyimpulkan sifat enzim berdasarkan contoh tersebut.
Sifat enzim yang ditunjukkan adalah …
A. enzim habis bereaksi
B. enzim bekerja spesifik pada substrat tertentu
C. enzim bekerja pada semua zat
D. enzim tidak dipengaruhi suhu
E. enzim tidak dapat digunakan kembali
3. Sifat Enzim: Dapat Digunakan Kembali
Stimulus (≥70 kata):
Dalam praktikum sederhana, siswa melihat reaksi enzim katalase pada hati ayam
dengan hidrogen peroksida. Setelah reaksi selesai, guru menjelaskan bahwa enzim
tidak ikut habis dalam reaksi dan dapat bekerja lagi pada substrat baru selama
kondisi lingkungan masih sesuai. Hal ini membuat enzim sangat efisien dalam
tubuh karena satu enzim dapat mempercepat banyak reaksi. Siswa diminta memilih
sifat enzim yang sesuai dengan penjelasan tersebut.
Sifat enzim yang benar adalah …
A. enzim selalu berubah menjadi produk
B. enzim habis setelah satu kali reaksi
C. enzim dapat digunakan kembali
D. enzim hanya bekerja pada suhu 0°C
E. enzim tidak dipengaruhi pH
4. Faktor Suhu pada Kerja Enzim
Stimulus (≥70 kata):
Siswa menganalisis data eksperimen aktivitas enzim katalase pada beberapa suhu.
Pada 10°C reaksi berjalan lambat, pada 37°C reaksi paling cepat, sedangkan pada
70°C reaksi menurun drastis. Guru menjelaskan bahwa suhu memengaruhi energi
kinetik molekul, namun suhu terlalu tinggi dapat merusak struktur protein enzim
(denaturasi). Siswa diminta menentukan kesimpulan yang tepat dari data
tersebut.
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. enzim bekerja paling cepat pada suhu sangat tinggi tanpa batas
B. suhu optimum katalase mendekati suhu tubuh, suhu tinggi dapat menurunkan
aktivitas karena denaturasi
C. suhu tidak berpengaruh pada enzim
D. enzim selalu bekerja maksimal pada suhu 0°C
E. katalase tidak pernah rusak oleh suhu
5. Faktor pH pada Kerja Enzim
Stimulus (≥70 kata):
Guru menjelaskan bahwa setiap enzim memiliki pH optimum. Pepsin di lambung
bekerja optimal pada suasana asam, sedangkan amilase bekerja lebih baik pada pH
netral. Siswa diberi grafik aktivitas enzim terhadap pH yang menunjukkan puncak
aktivitas pada pH 2 dan menurun pada pH 7. Dari informasi ini, siswa diminta
menyimpulkan lokasi enzim tersebut bekerja dalam tubuh dan alasan aktivitasnya
berbeda pada pH tertentu.
Enzim yang optimum pada pH 2 kemungkinan bekerja di …
A. mulut
B. lambung
C. usus halus
D. darah
E. pankreas
6. Konsentrasi Substrat dan Kecepatan
Reaksi
Stimulus (≥70 kata):
Siswa mempelajari bahwa semakin tinggi konsentrasi substrat, laju reaksi enzim
meningkat hingga mencapai titik maksimum. Setelah itu, penambahan substrat
tidak lagi meningkatkan laju reaksi karena semua sisi aktif enzim telah terikat
substrat (saturasi). Guru meminta siswa menjelaskan mengapa laju reaksi
akhirnya konstan meskipun substrat ditambah. Siswa diminta memilih jawaban
paling tepat berdasarkan konsep saturasi enzim.
Laju reaksi menjadi konstan karena …
A. enzim berubah menjadi substrat
B. semua enzim habis
C. semua sisi aktif enzim sudah jenuh oleh substrat
D. substrat berubah menjadi enzim
E. pH berubah menjadi netral
7. Inhibitor Kompetitif
Stimulus (≥70 kata):
Dalam simulasi, siswa melihat molekul inhibitor yang bentuknya mirip substrat.
Molekul ini menempati sisi aktif enzim sehingga substrat asli tidak dapat
berikatan. Ketika konsentrasi substrat ditingkatkan, pengaruh inhibitor
berkurang karena substrat dapat “mengalahkan” inhibitor dalam menempati sisi
aktif. Guru meminta siswa menyimpulkan jenis inhibitor dan cirinya berdasarkan
mekanisme tersebut.
Jenis inhibitor tersebut adalah …
A. nonkompetitif
B. kompetitif
C. koenzim
D. kofaktor
E. holoenzim
8. Inhibitor Nonkompetitif
Stimulus (≥70 kata):
Siswa mempelajari bahwa beberapa inhibitor tidak menempati sisi aktif,
melainkan berikatan pada lokasi lain di enzim sehingga mengubah bentuk sisi
aktif. Akibatnya, meskipun substrat tersedia banyak, enzim tetap tidak bekerja
maksimal. Guru menjelaskan bahwa inhibitor ini menurunkan aktivitas enzim tanpa
bersaing langsung pada sisi aktif. Siswa diminta menentukan jenis inhibitor
berdasarkan penjelasan tersebut.
Inhibitor tersebut adalah …
A. kompetitif
B. nonkompetitif
C. substrat
D. produk
E. koenzim
9. Teori Lock and Key
Stimulus (≥70 kata):
Guru menunjukkan gambar enzim dengan sisi aktif yang bentuknya tampak “pas”
dengan substrat tertentu seperti kunci dan gembok. Siswa diberi penjelasan
bahwa teori ini menekankan kecocokan bentuk sisi aktif enzim yang relatif
tetap, sehingga hanya substrat yang sesuai dapat berikatan. Meskipun teori ini
sederhana, ia membantu memahami mengapa enzim bersifat spesifik. Siswa diminta
memilih teori yang sesuai dengan deskripsi tersebut.
Teori tersebut adalah …
A. induced fit
B. lock and key
C. biomagnifikasi
D. fermentasi
E. osmosis
10. Teori Induced Fit
Stimulus (≥70 kata):
Dalam pembelajaran mendalam, siswa membandingkan teori lock and key dengan
induced fit. Guru menjelaskan bahwa pada induced fit, sisi aktif enzim bersifat
fleksibel dan dapat menyesuaikan bentuk ketika substrat mendekat. Hal ini
menjelaskan mengapa beberapa enzim dapat berikatan lebih efektif karena terjadi
perubahan konformasi yang meningkatkan kecocokan. Siswa diminta memilih teori
yang menggambarkan perubahan bentuk enzim saat berikatan dengan substrat.
Teori tersebut adalah …
A. lock and key
B. induced fit
C. difusi
D. respirasi anaerob
E. suksesi
11. Enzim dalam Industri
Stimulus (≥70 kata):
Siswa menonton video tentang penggunaan enzim dalam industri. Enzim protease
digunakan pada deterjen untuk menghilangkan noda protein, enzim amilase
membantu menguraikan pati, dan enzim lipase membantu memecah lemak. Guru
menjelaskan bahwa enzim industri dipilih karena bekerja spesifik, mempercepat
reaksi, dan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia keras. Siswa diminta
memilih contoh penerapan enzim yang paling tepat dalam industri rumah tangga.
Contoh yang tepat adalah …
A. protease pada deterjen untuk menghilangkan noda protein
B. oksigen untuk memecah pati
C. air untuk menghambat reaksi enzim
D. garam untuk menggantikan enzim
E. karbon dioksida untuk mempercepat semua reaksi
12. Prinsip Kerja Enzim Katalase
Stimulus (≥70 kata):
Dalam tubuh, hidrogen peroksida (H₂O₂) dapat terbentuk sebagai hasil samping
metabolisme dan bersifat toksik jika menumpuk. Enzim katalase berperan
menguraikan H₂O₂ menjadi air dan oksigen. Dalam praktikum, siswa mengamati
gelembung gas saat H₂O₂ diteteskan ke hati ayam. Guru menekankan bahwa
gelembung tersebut adalah oksigen hasil reaksi. Siswa diminta memilih reaksi
yang benar terkait katalase.
Reaksi yang benar adalah …
A. H₂O₂ → CO₂ + H₂O
B. H₂O₂ → H₂ + O₂
C. 2H₂O₂ → 2H₂O + O₂
D. 2H₂O → 2H₂O₂
E. O₂ → H₂O₂
13. Variabel Eksperimen Katalase
Stimulus (≥70 kata):
Siswa merancang eksperimen untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap aktivitas
katalase. Mereka menyiapkan potongan hati ayam yang sama ukuran, larutan H₂O₂
dengan konsentrasi sama, dan beberapa suhu perlakuan: es (dingin), suhu ruang,
dan air hangat. Aktivitas enzim diamati dari banyaknya gelembung oksigen yang
muncul. Guru meminta siswa menentukan variabel bebas dan variabel terikat dari
eksperimen tersebut.
Variabel bebas pada eksperimen tersebut adalah …
A. jumlah gelembung O₂
B. suhu perlakuan
C. ukuran hati ayam
D. konsentrasi H₂O₂ yang dibuat sama
E. waktu pengamatan yang sama
14. Analisis Data Praktikum Katalase
Stimulus (≥70 kata):
Data praktikum menunjukkan: pada 5°C gelembung sedikit, pada 30°C gelembung
sedang, pada 37°C gelembung paling banyak, dan pada 60°C gelembung hampir tidak
ada. Siswa berdiskusi bahwa enzim bekerja optimal pada suhu tertentu, namun
suhu tinggi dapat merusak struktur enzim. Guru meminta siswa menyimpulkan suhu
optimum katalase dan alasan penurunan aktivitas pada suhu tinggi.
Suhu optimum katalase berdasarkan data adalah …
A. 5°C
B. 30°C
C. 37°C
D. 60°C
E. 100°C
15. Keselamatan Kerja Praktikum Enzim
Stimulus (≥70 kata):
Saat praktikum katalase, siswa menggunakan larutan H₂O₂ yang dapat menyebabkan
iritasi jika terkena kulit atau mata. Guru mengingatkan pentingnya memakai
sarung tangan, kacamata pelindung, serta tidak mencicipi bahan praktikum.
Selain itu, meja kerja harus bersih dan limbah dibuang sesuai prosedur. Siswa
diminta memilih tindakan yang paling tepat sebagai penerapan keselamatan kerja
di laboratorium.
Tindakan paling tepat adalah …
A. mencium larutan H₂O₂ agar tahu baunya
B. memakai APD dan mencuci tangan setelah praktikum
C. membuang larutan ke lantai laboratorium
D. menyentuh mata setelah memegang H₂O₂
E. makan dan minum di meja praktikum
16. Pengertian Metabolisme
Stimulus (≥70 kata):
Guru menjelaskan bahwa semua makhluk hidup melakukan berbagai reaksi kimia
untuk memperoleh energi, membentuk struktur tubuh, memperbaiki sel, dan
mempertahankan kehidupan. Reaksi-reaksi ini berlangsung teratur dan saling
berkaitan di dalam sel. Siswa menyimpulkan bahwa proses tersebut disebut
metabolisme. Metabolisme mencakup reaksi penyusunan dan reaksi penguraian, yang
masing-masing memiliki peran penting dalam kehidupan organisme.
Metabolisme adalah …
A. proses penguapan air dari daun
B. seluruh reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup
C. proses perpindahan udara dari paru-paru
D. perubahan cuaca dalam ekosistem
E. gerak benda akibat gaya
17. Katabolisme vs Anabolisme
Stimulus (≥70 kata):
Siswa mempelajari bahwa katabolisme adalah reaksi penguraian senyawa kompleks
menjadi sederhana yang menghasilkan energi, sedangkan anabolisme adalah reaksi
penyusunan senyawa sederhana menjadi kompleks yang memerlukan energi. Guru
memberi contoh: respirasi sel memecah glukosa menghasilkan ATP (katabolisme),
sedangkan fotosintesis menyusun glukosa dari CO₂ dan H₂O (anabolisme). Siswa
diminta menentukan proses yang termasuk anabolisme.
Yang termasuk anabolisme adalah …
A. respirasi aerob
B. fermentasi alkohol
C. fotosintesis
D. glikolisis
E. pemecahan lemak
18. Lokasi dan Hasil Glikolisis
Stimulus (≥70 kata):
Dalam diagram respirasi aerob, siswa melihat glikolisis sebagai tahap awal yang
terjadi di sitoplasma. Pada tahap ini, satu molekul glukosa dipecah menjadi dua
molekul piruvat dan menghasilkan sejumlah ATP serta NADH. Guru menjelaskan
bahwa glikolisis tidak memerlukan oksigen secara langsung, sehingga dapat
terjadi baik pada kondisi aerob maupun anaerob. Siswa diminta menentukan lokasi
glikolisis yang benar.
Glikolisis terjadi di …
A. membran dalam mitokondria
B. sitoplasma (sitosol)
C. kloroplas
D. inti sel
E. ribosom
19. Tahap Dekarboksilasi Oksidatif
Stimulus (≥70 kata):
Setelah glikolisis, piruvat masuk ke mitokondria dan mengalami tahap penghubung
yang disebut dekarboksilasi oksidatif. Pada tahap ini, piruvat diubah menjadi
asetil-KoA, melepaskan CO₂, dan menghasilkan NADH. Guru menekankan bahwa tahap
ini penting karena menghubungkan glikolisis dengan siklus Krebs. Siswa diminta
memilih produk utama tahap penghubung tersebut.
Produk tahap penghubung adalah …
A. glukosa
B. asetil-KoA, CO₂, dan NADH
C. oksigen dan air
D. pati dan klorofil
E. RuBP dan RuBisCO
20. Siklus Krebs
Stimulus (≥70 kata):
Siswa mempelajari siklus Krebs yang berlangsung di matriks mitokondria. Pada
tahap ini, asetil-KoA dioksidasi sehingga menghasilkan CO₂, NADH, FADH₂, dan
ATP (atau GTP). Guru menjelaskan bahwa NADH dan FADH₂ membawa elektron
berenergi tinggi menuju rantai transpor elektron untuk menghasilkan ATP dalam
jumlah besar. Siswa diminta memilih pernyataan yang tepat tentang hasil siklus
Krebs.
Hasil utama siklus Krebs adalah …
A. O₂ dan glukosa
B. NADH, FADH₂, CO₂, dan ATP
C. pati dan air
D. RuBP dan NADPH
E. etanol dan CO₂
21. Rantai Transpor Elektron
Stimulus (≥70 kata):
Guru menjelaskan bahwa rantai transpor elektron terjadi di membran dalam
mitokondria. Elektron dari NADH dan FADH₂ mengalir melalui kompleks protein,
melepaskan energi untuk memompa proton dan membentuk gradien. Gradien proton
digunakan ATP sintase untuk membentuk ATP. Oksigen berperan sebagai akseptor
elektron terakhir dan membentuk air. Siswa diminta memilih peran utama rantai
transpor elektron.
Peran utama rantai transpor elektron adalah …
A. menghasilkan glukosa
B. membentuk ATP dalam jumlah besar melalui kemiosmosis
C. memecah pati menjadi maltosa
D. menghasilkan klorofil
E. membentuk etanol
22. Kaitan Respirasi Aerob dan Aktivitas
Stimulus (≥70 kata):
Seorang siswa mengikuti olahraga lari jarak jauh. Ia merasa membutuhkan energi
besar dan napasnya menjadi lebih cepat. Guru menjelaskan bahwa respirasi aerob
menghasilkan ATP lebih banyak dibanding respirasi anaerob, sehingga sangat
penting untuk aktivitas yang berlangsung lama. Oksigen diperlukan agar rantai
transpor elektron berjalan optimal. Siswa diminta menyimpulkan alasan tubuh
meningkatkan frekuensi pernapasan saat aktivitas berat.
Alasan yang tepat adalah …
A. tubuh tidak membutuhkan ATP saat olahraga
B. tubuh membutuhkan lebih banyak O₂ untuk respirasi aerob menghasilkan ATP
C. respirasi aerob tidak memerlukan O₂
D. fermentasi menghasilkan ATP lebih banyak dari aerob
E. glikolisis berhenti total saat olahraga
23. Perbedaan Aerob dan Anaerob
Stimulus (≥70 kata):
Guru menjelaskan bahwa respirasi aerob menggunakan oksigen dan menghasilkan ATP
lebih banyak, sedangkan respirasi anaerob terjadi tanpa oksigen dan
menghasilkan ATP lebih sedikit. Pada kondisi kekurangan oksigen, sel dapat
melakukan fermentasi sebagai alternatif. Siswa diminta membedakan ciri kedua
jenis respirasi berdasarkan kebutuhan oksigen dan hasil energi.
Pernyataan yang benar adalah …
A. aerob tidak butuh oksigen
B. anaerob menghasilkan ATP lebih banyak
C. aerob menghasilkan ATP lebih banyak daripada anaerob
D. anaerob selalu terjadi di mitokondria
E. aerob menghasilkan etanol
24. Fermentasi Alkohol pada Ragi
Stimulus (≥70 kata):
Dalam praktikum, siswa mencampur ragi, gula, dan air hangat dalam botol yang
ditutup balon. Setelah beberapa waktu, balon mengembang karena gas terbentuk.
Guru menjelaskan bahwa ragi melakukan fermentasi alkohol saat oksigen terbatas.
Proses ini menghasilkan etanol dan karbon dioksida. Siswa diminta memilih
produk utama fermentasi alkohol yang sesuai dengan pengamatan balon mengembang.
Produk fermentasi alkohol adalah …
A. asam laktat dan oksigen
B. etanol dan CO₂
C. glukosa dan air
D. ATP dan klorofil
E. RuBP dan NADPH
25. Keselamatan Praktikum Fermentasi
Stimulus (≥70 kata):
Saat praktikum fermentasi alkohol, guru menekankan prosedur keselamatan:
menggunakan botol yang tidak terlalu penuh agar gas tidak menyebabkan tekanan
berlebih, tidak mencicipi hasil fermentasi, dan menjaga kebersihan alat. Siswa
juga diminta mencatat data secara jujur dan bekerja sama dalam kelompok. Guru
meminta siswa memilih tindakan yang paling tepat sesuai keselamatan kerja dan
sikap ilmiah.
Tindakan yang tepat adalah …
A. menutup botol rapat tanpa ruang udara sama sekali
B. mencicipi cairan fermentasi untuk memastikan rasanya
C. mencatat hasil pengamatan sesuai data dan menjaga kebersihan alat
D. membuang bahan fermentasi sembarangan
E. menyalakan api dekat botol fermentasi
26. Reaksi Terang: Lokasi dan Produk
Stimulus (≥70 kata):
Siswa menonton animasi fotosintesis dan melihat bahwa reaksi terang terjadi
pada membran tilakoid kloroplas. Cahaya diserap klorofil, air mengalami
fotolisis menghasilkan oksigen, dan energi digunakan untuk membentuk ATP serta
NADPH. Guru menekankan bahwa produk reaksi terang digunakan pada reaksi gelap
(siklus Calvin). Siswa diminta memilih produk utama reaksi terang yang benar.
Produk reaksi terang adalah …
A. glukosa dan CO₂
B. ATP, NADPH, dan O₂
C. RuBP dan RuBisCO
D. etanol dan CO₂
E. asam laktat
27. Urutan Peristiwa Reaksi Terang
Stimulus (≥70 kata):
Guru meminta siswa menyusun urutan peristiwa reaksi terang. Dalam reaksi
terang, cahaya mengenai fotosistem II, terjadi fotolisis air menghasilkan
elektron dan oksigen. Elektron mengalir melalui rantai transpor elektron
membentuk ATP, lalu mencapai fotosistem I yang menghasilkan NADPH. Siswa
diminta memilih urutan paling logis sesuai proses ilmiah reaksi terang.
Urutan paling tepat adalah …
A. NADPH terbentuk dulu, lalu fotolisis air
B. fotolisis air → aliran elektron → pembentukan ATP → pembentukan NADPH
C. CO₂ difiksasi → glukosa terbentuk → O₂ terbentuk
D. glikolisis → Krebs → transpor elektron
E. fermentasi → etanol → CO₂
28. Reaksi Gelap: Peran RuBisCO
Stimulus (≥70 kata):
Siswa membaca bahwa reaksi gelap terjadi di stroma kloroplas dan dikenal
sebagai siklus Calvin. Pada tahap awal, CO₂ difiksasi dengan bantuan enzim
RuBisCO, bergabung dengan RuBP membentuk senyawa 3-PGA. Selanjutnya, ATP dan
NADPH dari reaksi terang digunakan untuk mereduksi senyawa tersebut menjadi G3P
yang menjadi bahan pembentukan glukosa. Siswa diminta menentukan peran utama
RuBisCO.
Peran RuBisCO adalah …
A. memecah glukosa menjadi ATP
B. mengikat CO₂ pada RuBP dalam siklus Calvin
C. menghasilkan O₂ dari fotolisis
D. mengubah piruvat menjadi asetil-KoA
E. membentuk etanol pada ragi
29. Prinsip Uji Sachs
Stimulus (≥70 kata):
Dalam praktikum Uji Sachs, siswa menutup sebagian daun dengan kertas aluminium
lalu menjemur tanaman di bawah cahaya. Setelah itu, daun direbus dan direndam
alkohol untuk menghilangkan klorofil, kemudian ditetesi larutan iodin. Bagian
daun yang terkena cahaya berubah biru kehitaman, sedangkan bagian tertutup
tidak berubah warna. Guru meminta siswa menyimpulkan hubungan cahaya dengan
pembentukan pati pada fotosintesis.
Kesimpulan yang tepat adalah …
A. pati terbentuk tanpa cahaya
B. cahaya diperlukan untuk pembentukan pati hasil fotosintesis
C. iodin menghasilkan glukosa langsung
D. klorofil tidak berperan dalam fotosintesis
E. bagian tertutup menghasilkan pati lebih banyak
30. C3–C4–CAM dan Adaptasi Lingkungan
Stimulus (≥70 kata):
Guru menjelaskan bahwa tanaman memiliki adaptasi fotosintesis berbeda. Tanaman
C3 umum di daerah sedang dengan ketersediaan air cukup, tetapi rentan
fotorespirasi. Tanaman C4 seperti jagung lebih efisien di lingkungan panas dan
intensitas cahaya tinggi karena meminimalkan fotorespirasi. Tanaman CAM seperti
kaktus membuka stomata malam hari untuk menghemat air di daerah kering. Siswa
diminta memilih tipe fotosintesis paling sesuai untuk tanaman di daerah gurun.
Tipe fotosintesis yang paling sesuai adalah …
A. C3
B. C4
C. CAM
D. anaerob
E. fermentasi
B. 10 SOAL MCMA (Jawaban Lebih dari 1)
Petunjuk:
Pilih semua jawaban yang benar!
1. Komponen Enzim
Stimulus (≥70 kata):
Siswa belajar bahwa enzim tidak selalu hanya protein murni. Ada enzim yang
membutuhkan ion logam seperti Mg²⁺ atau Zn²⁺, ada pula yang membutuhkan molekul
organik seperti vitamin sebagai koenzim. Bagian protein disebut apoenzim,
sedangkan bagian nonprotein disebut kofaktor. Jika apoenzim bergabung dengan
kofaktor, enzim menjadi aktif dan disebut holoenzim. Siswa diminta memilih
pernyataan yang benar tentang komponen enzim.
Pernyataan yang benar adalah …
A. apoenzim adalah bagian protein enzim
B. kofaktor selalu berupa protein
C. koenzim termasuk jenis kofaktor organik
D. holoenzim adalah enzim aktif hasil gabungan apoenzim dan kofaktor
E. substrat adalah bagian penyusun enzim
2. Sifat Enzim
Stimulus (≥70 kata):
Dalam pembelajaran, siswa menyimpulkan beberapa sifat enzim: bekerja spesifik
terhadap substrat, mempercepat reaksi tanpa ikut habis, dapat digunakan
kembali, dan bekerja optimal pada suhu serta pH tertentu. Guru juga menjelaskan
bahwa enzim sebagai protein dapat mengalami denaturasi pada kondisi ekstrem.
Siswa diminta memilih sifat enzim yang tepat dari beberapa pernyataan.
Sifat enzim yang benar adalah …
A. bekerja spesifik
B. dapat digunakan kembali
C. selalu bekerja optimal pada semua suhu
D. memiliki pH optimum tertentu
E. habis setelah satu kali reaksi
3. Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim
Stimulus (≥70 kata):
Siswa melakukan studi literasi tentang faktor yang memengaruhi aktivitas enzim.
Mereka menemukan bahwa suhu dan pH memengaruhi struktur enzim, konsentrasi
substrat memengaruhi peluang tumbukan enzim-substrat, sedangkan inhibitor dapat
menghambat kerja enzim dengan mekanisme tertentu. Guru meminta siswa memilih
faktor-faktor yang benar-benar memengaruhi kerja enzim.
Faktor yang memengaruhi kerja enzim adalah …
A. suhu
B. pH
C. konsentrasi substrat
D. inhibitor
E. warna larutan
4. Inhibitor Kompetitif vs Nonkompetitif
Stimulus (≥70 kata):
Dalam diskusi, siswa membandingkan inhibitor kompetitif dan nonkompetitif.
Kompetitif bersaing di sisi aktif sehingga dapat dikurangi efeknya dengan
meningkatkan substrat. Nonkompetitif berikatan di tempat lain sehingga mengubah
bentuk enzim, dan penambahan substrat tidak banyak membantu. Guru meminta siswa
memilih pernyataan yang sesuai dengan kedua jenis inhibitor tersebut.
Pernyataan yang benar adalah …
A. inhibitor kompetitif menempati sisi aktif enzim
B. inhibitor nonkompetitif dapat diatasi dengan menambah substrat
C. inhibitor nonkompetitif mengubah bentuk sisi aktif enzim
D. inhibitor kompetitif mirip substrat
E. inhibitor selalu mempercepat reaksi
5. Analisis Grafik Aktivitas Enzim
Stimulus (≥70 kata):
Siswa diberi grafik aktivitas enzim terhadap suhu. Aktivitas meningkat dari
10°C hingga puncak pada 37°C, lalu menurun tajam pada 60°C. Guru meminta siswa
memilih kesimpulan yang tepat. Siswa harus menghubungkan penurunan tajam dengan
konsep denaturasi protein, serta memahami bahwa aktivitas enzim dipengaruhi
suhu optimum.
Kesimpulan yang benar adalah …
A. suhu optimum enzim sekitar 37°C
B. aktivitas turun pada suhu tinggi karena denaturasi
C. aktivitas enzim tidak dipengaruhi suhu
D. suhu rendah selalu membuat enzim bekerja maksimal
E. enzim adalah protein yang sensitif terhadap suhu ekstrem
6. Variabel Praktikum Katalase
Stimulus (≥70 kata):
Dalam praktikum katalase, siswa mengubah suhu (dingin, ruang, hangat) dan
mengamati jumlah gelembung oksigen yang muncul ketika H₂O₂ diteteskan pada hati
ayam. Ukuran hati dan konsentrasi H₂O₂ dibuat sama. Guru meminta siswa
menentukan variabel bebas, terikat, dan kontrol.
Yang termasuk variabel bebas/terikat/kontrol yang
benar adalah …
A. suhu sebagai variabel bebas
B. jumlah gelembung O₂ sebagai variabel terikat
C. konsentrasi H₂O₂ sebagai variabel kontrol
D. warna hati sebagai variabel terikat
E. ukuran hati sama sebagai variabel kontrol
7. Katabolisme dan Anabolisme
Stimulus (≥70 kata):
Siswa membuat mindmap metabolisme. Mereka menuliskan bahwa katabolisme memecah
senyawa kompleks menjadi sederhana menghasilkan energi, sedangkan anabolisme
menyusun senyawa kompleks dari sederhana membutuhkan energi. Guru meminta siswa
memilih contoh proses katabolisme dan anabolisme dari daftar berikut.
Yang termasuk katabolisme/anabolisme adalah …
A. respirasi sel (katabolisme)
B. fotosintesis (anabolisme)
C. sintesis protein (anabolisme)
D. glikolisis (katabolisme)
E. pembentukan glukosa dari CO₂ (anabolisme)
8. Tahapan Respirasi Aerob
Stimulus (≥70 kata):
Guru meminta siswa mencocokkan tahapan respirasi aerob dengan lokasi dan
hasilnya. Glikolisis terjadi di sitoplasma menghasilkan piruvat, ATP, NADH.
Siklus Krebs terjadi di matriks mitokondria menghasilkan NADH, FADH₂, CO₂.
Rantai transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria dan menghasilkan
ATP terbanyak dengan bantuan oksigen. Siswa diminta memilih pernyataan yang
benar.
Pernyataan yang benar adalah …
A. glikolisis terjadi di sitoplasma
B. siklus Krebs terjadi di matriks mitokondria
C. rantai transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria
D. oksigen adalah akseptor elektron terakhir
E. respirasi aerob tidak menghasilkan ATP
9. Fermentasi Alkohol
Stimulus (≥70 kata):
Dalam praktikum, ragi diberi gula dan air hangat, kemudian balon dipasang di
mulut botol. Setelah beberapa waktu, balon mengembang dan tercium aroma khas.
Guru menjelaskan bahwa ini adalah fermentasi alkohol yang menghasilkan etanol
dan CO₂. Fermentasi terjadi saat oksigen terbatas dan menghasilkan ATP lebih
sedikit dibanding respirasi aerob. Siswa diminta memilih pernyataan yang benar
tentang fermentasi alkohol.
Pernyataan yang benar adalah …
A. menghasilkan etanol
B. menghasilkan CO₂
C. memerlukan oksigen dalam jumlah banyak
D. menghasilkan ATP lebih sedikit daripada respirasi aerob
E. dilakukan oleh ragi
10. Fotosintesis: Reaksi Terang–Gelap, Uji Sachs, C3–C4–CAM
Stimulus (≥70 kata):
Siswa mengintegrasikan konsep fotosintesis: reaksi terang terjadi di tilakoid
menghasilkan ATP, NADPH, dan O₂. Reaksi gelap (Calvin) terjadi di stroma
menggunakan CO₂, RuBP, RuBisCO serta ATP dan NADPH untuk membentuk gula. Uji
Sachs membuktikan pati terbentuk pada bagian daun yang terkena cahaya. Selain
itu, tanaman CAM membuka stomata malam hari untuk menghemat air. Siswa diminta
memilih pernyataan yang benar.
Pernyataan yang benar adalah …
A. reaksi terang menghasilkan ATP dan NADPH
B. reaksi gelap memerlukan CO₂
C. Uji Sachs membuktikan adanya pati hasil fotosintesis
D. tanaman CAM membuka stomata pada siang hari untuk hemat air
E. RuBisCO berperan dalam fiksasi CO₂
C. 5 SOAL URAIAN HOTS + JAWABAN
Petunjuk:
Jawab dengan jelas, runtut, dan ilmiah.
1) HOTS: Analisis Data Aktivitas Enzim
(C5)
Stimulus (≥70 kata):
Sebuah kelompok melakukan eksperimen enzim katalase dengan variasi suhu: 10°C,
25°C, 37°C, dan 60°C. Aktivitas diukur dari banyaknya gelembung O₂ yang
terbentuk dalam waktu yang sama. Hasilnya menunjukkan aktivitas rendah pada
10°C, meningkat pada 25°C, paling tinggi pada 37°C, dan sangat rendah pada
60°C. Guru meminta siswa menjelaskan hubungan suhu dan aktivitas enzim, serta
mengaitkan temuan tersebut dengan proses pencernaan atau kondisi tubuh manusia
saat demam tinggi.
Soal: Jelaskan hubungan suhu dengan aktivitas enzim berdasarkan data, dan kaitkan dengan kondisi tubuh saat demam!
2) HOTS: Evaluasi Inhibitor dalam
Kesehatan/Industri (C6)
Stimulus (≥70 kata):
Dalam bidang kesehatan, beberapa obat bekerja sebagai inhibitor enzim tertentu
agar reaksi dalam tubuh dapat dikendalikan. Misalnya, obat tertentu menghambat
enzim yang memicu produksi senyawa berbahaya atau menghambat enzim pada
mikroorganisme penyebab penyakit. Di industri, inhibitor juga digunakan untuk
mengontrol reaksi agar tidak berjalan terlalu cepat. Guru meminta siswa
mengevaluasi mengapa inhibitor bisa bermanfaat, tetapi juga dapat berbahaya
jika digunakan sembarangan.
Soal: Jelaskan perbedaan inhibitor kompetitif dan nonkompetitif serta evaluasi manfaat dan risikonya dalam kehidupan!
3) HOTS: Rancangan Praktikum Katalase (C6)
Stimulus (≥70 kata):
Siswa diminta merancang praktikum “pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim
katalase”. Mereka memilih hati ayam sebagai sumber enzim dan H₂O₂ sebagai
substrat. Guru menekankan bahwa rancangan harus memuat variabel bebas, terikat,
kontrol, alat-bahan, langkah kerja, serta cara pencatatan data dalam tabel dan
grafik. Siswa juga diminta memprediksi hasil dan menuliskan kemungkinan
kesalahan praktikum yang bisa membuat data tidak valid.
Soal: Buat rancangan praktikum singkat (variabel, kontrol, langkah kerja, cara pengukuran) dan sebutkan 2 potensi kesalahan!
4) HOTS: Respirasi Aerob dan Kebutuhan
Energi (C5)
Stimulus (≥70 kata):
Seorang siswa mengikuti kegiatan pramuka dan harus berjalan jauh. Ia merasa
cepat lelah jika tidak sarapan. Guru menjelaskan bahwa energi utama berasal
dari respirasi aerob yang memecah glukosa melalui glikolisis, tahap penghubung,
siklus Krebs, dan rantai transpor elektron. Tahap-tahap tersebut menghasilkan
ATP sebagai sumber energi untuk kontraksi otot dan aktivitas tubuh. Siswa
diminta menganalisis mengapa sarapan penting dan bagaimana tubuh menghasilkan
energi dari makanan.
Soal: Jelaskan tahapan respirasi aerob secara runtut dan kaitkan dengan pentingnya sarapan sebelum aktivitas berat!
5) HOTS: Fotosintesis Terintegrasi (Uji
Sachs + C3/C4/CAM) (C6)
Stimulus (≥70 kata):
Siswa melakukan Uji Sachs pada daun yang sebagian ditutup aluminium foil.
Setelah perlakuan cahaya, daun diuji iodin dan hanya bagian yang terkena cahaya
berubah biru kehitaman. Guru menjelaskan bahwa pati terbentuk dari hasil
fotosintesis, yang memerlukan reaksi terang dan reaksi gelap. Dalam diskusi
lanjutan, siswa membandingkan tanaman C3, C4, dan CAM. Mereka menyimpulkan
bahwa tanaman CAM lebih cocok di daerah kering karena stomata membuka malam
hari untuk mengurangi kehilangan air.
Soal: Jelaskan hasil
Uji Sachs dan hubungkan dengan peran reaksi terang–gelap serta adaptasi CAM!
Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomemtar sesuai dengan topik artikel yang di bahas. Tidak boleh memasang link.