PAKET SOAL TKA BIOLOGI Enzim dan Metabolisme – Kelas XII Fase F Part 1

 

PAKET SOAL TKA BIOLOGI

Enzim dan Metabolisme – Kelas XII Fase F

Komposisi materi: soal 1–10 enzim; 11–20 katabolisme; 21–30 anabolisme; 31–40 keterampilan proses dan integrasi metabolisme.


SOAL 1 — Pengaruh Suhu terhadap Enzim 🖼️



Seorang siswa meneliti kerja enzim amilase terhadap larutan pati. Ia membandingkan lima tabung yang memiliki konsentrasi pati sama, tetapi suhu berbeda. Setelah lima menit, sisa pati diuji menggunakan iodin. Warna biru kehitaman paling lemah menunjukkan pati paling banyak terurai. Hasil percobaan kemudian digambarkan sebagai kurva hubungan suhu dan aktivitas enzim. Siswa diminta menentukan alasan penurunan aktivitas setelah suhu optimum, bukan sekadar menyebutkan suhu terbaik berdasarkan grafik yang tersedia pada hasil pengamatan percobaan tersebut. Semua variabel lain tetap dikendalikan dengan baik.

Penurunan aktivitas enzim setelah suhu optimum paling tepat disebabkan oleh ....

A. berkurangnya jumlah substrat karena berubah menjadi enzim
B. perubahan struktur tiga dimensi enzim sehingga sisi aktif terganggu
C. meningkatnya energi aktivasi karena enzim menghasilkan panas
D. bertambahnya jumlah sisi aktif pada suhu tinggi
E. berubahnya produk menjadi inhibitor kompetitif

Kunci: B

Pembahasan: Suhu tinggi dapat merusak ikatan yang mempertahankan struktur tiga dimensi protein. Akibatnya sisi aktif berubah dan kemampuan enzim membentuk kompleks enzim-substrat menurun.


SOAL 2 — Inhibitor Enzim

Di laboratorium, enzim katalase dari hati digunakan untuk menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Dua kelompok menggunakan jumlah enzim sama, tetapi kelompok kedua menambahkan larutan yang mengikat bagian enzim di luar sisi aktif. Meskipun konsentrasi substrat terus ditingkatkan, laju reaksi kelompok kedua tidak pernah menyamai kontrol. Peneliti menduga zat tersebut mengubah bentuk sisi aktif secara tidak langsung. Kesimpulan harus dipilih berdasarkan mekanisme penghambatan enzim, bukan hanya berdasarkan rendahnya jumlah oksigen yang terbentuk. Kondisi percobaan lain tetap sama dan terkontrol baik.

Zat yang ditambahkan kemungkinan bekerja sebagai ....

A. aktivator enzim
B. inhibitor kompetitif
C. inhibitor nonkompetitif
D. substrat alternatif
E. koenzim

Kunci: C

Pembahasan: Inhibitor nonkompetitif berikatan pada bagian selain sisi aktif dan mengubah konformasi enzim. Karena itu peningkatan konsentrasi substrat tidak dapat sepenuhnya menghilangkan hambatan.


SOAL 3 — Kejenuhan Enzim 🖼️



Suatu penelitian mengukur laju reaksi enzim pada berbagai konsentrasi substrat. Pada konsentrasi rendah, peningkatan substrat menaikkan laju reaksi dengan tajam. Setelah titik tertentu, kurva mulai mendatar walaupun substrat terus ditambahkan. Jumlah enzim, suhu, dan pH dijaga tetap selama percobaan. Peneliti ingin menjelaskan mengapa penambahan substrat pada bagian mendatar tidak lagi menghasilkan peningkatan laju yang berarti. Penjelasan yang dipilih harus memperhatikan keterbatasan jumlah sisi aktif enzim yang tersedia dalam campuran reaksi tersebut. Faktor lain tidak diubah selama seluruh pengukuran berlangsung terus.

Kurva mendatar terutama terjadi karena ....

A. semua substrat telah terdenaturasi
B. enzim berubah menjadi produk
C. hampir seluruh sisi aktif enzim sedang ditempati substrat
D. energi aktivasi meningkat seiring konsentrasi substrat
E. substrat menghentikan gerakan molekul enzim

Kunci: C

Pembahasan: Pada konsentrasi substrat tinggi, hampir semua sisi aktif enzim telah terisi. Laju kemudian mendekati Vmax dan penambahan substrat tidak meningkatkan reaksi secara berarti.


SOAL 4 — Pengaruh pH

Sebuah industri jus menggunakan enzim pektinase untuk menjernihkan sari buah. Pada pH 4, produk menjadi jernih dalam waktu singkat, sedangkan pada pH 8 proses berlangsung sangat lambat. Ketika enzim dari larutan pH 8 dipindahkan kembali ke pH 4, aktivitasnya hanya pulih sebagian. Teknisi menduga perubahan pH ekstrem telah memengaruhi muatan asam amino penyusun enzim dan bentuk tiga dimensinya. Mereka harus menentukan penjelasan yang paling sesuai dengan sifat protein sebagai biokatalis dalam kondisi tersebut. Seluruh perlakuan berlangsung dalam kondisi yang tetap terkontrol.

Penjelasan terbaik terhadap hasil tersebut adalah ....

A. pH hanya memengaruhi jumlah substrat
B. pH ekstrem dapat mengubah ionisasi dan konformasi sisi aktif enzim
C. enzim menghasilkan lebih banyak energi pada pH 8
D. semua enzim memiliki pH optimum yang sama
E. pH tinggi selalu meningkatkan tumbukan molekul

Kunci: B

Pembahasan: Perubahan pH memengaruhi muatan gugus asam amino dan ikatan yang mempertahankan struktur enzim. Pada kondisi ekstrem, perubahan ini dapat menyebabkan denaturasi yang tidak sepenuhnya reversibel.


SOAL 5 — Energi Aktivasi 🖼️



Dua reaksi kimia yang sama dibandingkan pada suhu dan konsentrasi substrat identik. Reaksi pertama berlangsung tanpa enzim, sedangkan reaksi kedua menggunakan enzim spesifik. Diagram energi menunjukkan bahwa energi awal dan energi akhir reaktan serta produk tetap sama pada kedua reaksi, tetapi puncak energi reaksi kedua lebih rendah. Seorang siswa menyimpulkan bahwa enzim menambah energi produk agar reaksi lebih cepat. Kesimpulan tersebut perlu dievaluasi berdasarkan hubungan antara energi aktivasi, laju reaksi, dan perubahan energi total reaksi. Sebelum hingga reaksi selesai berlangsung.

Perbaikan terhadap kesimpulan siswa adalah ....

A. enzim meningkatkan energi produk
B. enzim menurunkan energi aktivasi tanpa mengubah perubahan energi total reaksi
C. enzim mengubah reaksi endoterm menjadi eksoterm
D. enzim meningkatkan energi aktivasi agar substrat lebih stabil
E. enzim mengubah jumlah energi yang tersimpan dalam produk

Kunci: B

Pembahasan: Enzim menyediakan jalur reaksi alternatif dengan energi aktivasi lebih rendah. Enzim tidak mengubah energi awal dan akhir reaksi maupun keseimbangan termodinamiknya.


SOAL 6 — Koenzim

Seorang pasien mengalami kelainan genetik yang menyebabkan produksi koenzim tertentu sangat rendah. Enzim yang memerlukan koenzim tersebut tetap terbentuk dengan struktur protein normal, tetapi beberapa reaksi metabolisme berlangsung lambat. Pemeriksaan menunjukkan substrat menumpuk sementara produk reaksi berkurang. Dokter menjelaskan bahwa bagian protein enzim saja belum selalu aktif dan pada beberapa enzim diperlukan komponen nonprotein. Berdasarkan informasi ini, siswa diminta menentukan mekanisme yang paling mungkin menjelaskan perlambatan reaksi metabolisme pada pasien tersebut secara ilmiah. Kondisi ini terjadi tanpa perubahan jumlah substrat terkait.

Perlambatan reaksi terjadi karena ....

A. apoenzim tidak dapat berfungsi optimal tanpa koenzim yang diperlukan
B. koenzim berfungsi sebagai sumber utama substrat
C. koenzim meningkatkan suhu sel
D. apoenzim selalu berfungsi lebih cepat daripada holoenzim
E. koenzim menghambat pembentukan kompleks enzim-substrat

Kunci: A

Pembahasan: Apoenzim merupakan bagian protein enzim. Pada enzim tertentu, apoenzim perlu berikatan dengan kofaktor atau koenzim sehingga membentuk holoenzim yang aktif.


 SOAL 7 — Kompetitif dan Nonkompetitif 🖼️



Pada percobaan enzim sukrase, peneliti menambahkan sukrosa dan dua zat berbeda, P dan Q. Zat P memiliki bentuk molekul mirip sukrosa dan pengaruhnya dapat dikurangi dengan menaikkan konsentrasi sukrosa. Zat Q berikatan pada lokasi lain pada enzim dan tetap menurunkan laju reaksi meskipun sukrosa ditambah berlebihan. Diagram memperlihatkan posisi ikatan kedua zat tersebut. Siswa harus membandingkan mekanisme P dan Q serta menentukan perlakuan yang paling efektif untuk mengatasi salah satu jenis inhibisi berdasarkan prinsip kerja enzim. Kondisi lain dibuat sama.

Pernyataan yang paling tepat adalah ....

A. P dan Q keduanya inhibitor kompetitif
B. P nonkompetitif, sedangkan Q kompetitif
C. pengaruh P dapat dikurangi dengan meningkatkan konsentrasi sukrosa
D. pengaruh Q hilang sepenuhnya jika substrat ditambah
E. Q bekerja dengan menggantikan sukrosa pada sisi aktif

Kunci: C

Pembahasan: P bersaing dengan substrat pada sisi aktif sehingga merupakan inhibitor kompetitif. Efeknya dapat dikurangi dengan meningkatkan konsentrasi substrat. Q bekerja secara nonkompetitif.


SOAL 8 — Feedback Inhibition

Sel hati menghasilkan banyak enzim untuk mengatur jalur metabolisme. Dalam satu jalur, produk akhir terbentuk melalui reaksi A menjadi B, B menjadi C, lalu C menjadi D. Ketika D telah banyak tersedia, aktivitas enzim yang mengubah A menjadi B menurun walaupun jumlah A tetap tinggi. Setelah konsentrasi D turun, aktivitas enzim kembali meningkat. Mekanisme ini membuat sel tidak membuang energi dan bahan baku. Siswa diminta menafsirkan pola tersebut sebagai bentuk pengaturan metabolisme yang efisien. Pengaturan mengikuti kebutuhan sel saat itu.

Fenomena tersebut merupakan ....

A. denaturasi permanen
B. inhibisi umpan balik oleh produk akhir
C. kompetisi antara A dan B
D. peningkatan energi aktivasi oleh substrat
E. penghancuran enzim oleh produk

Kunci: B

Pembahasan: Produk akhir D menghambat enzim pada tahap awal ketika jumlahnya mencukupi. Mekanisme feedback inhibition mencegah produksi berlebihan dan menghemat energi serta bahan baku sel.


SOAL 9 — Efek Suhu Rendah dan Tinggi 🖼️



Empat tabung berisi jumlah enzim dan substrat yang sama. Tabung I berada pada 10°C, tabung II 35°C, tabung III 55°C, dan tabung IV 80°C. Setelah reaksi berlangsung, tabung IV hampir tidak menghasilkan produk. Ketika campuran tabung I dan IV sama-sama dipindahkan ke 35°C, tabung I kembali aktif dengan cepat, sedangkan tabung IV tetap sangat rendah. Diagram hasil membandingkan kedua perlakuan. Siswa harus membedakan pengaruh suhu rendah dan suhu sangat tinggi terhadap enzim. Setelah perlakuan suhu tersebut dihentikan dan dibandingkan kembali.

Kesimpulan yang paling tepat adalah ....

A. suhu rendah dan tinggi selalu menyebabkan denaturasi permanen
B. suhu rendah memperlambat reaksi secara reversibel, sedangkan 80°C dapat mendenaturasi enzim
C. suhu 80°C mengubah enzim menjadi substrat
D. suhu rendah menghancurkan sisi aktif secara permanen
E. suhu tinggi menghambat tumbukan tetapi tidak mengubah struktur protein

Kunci: B

Pembahasan: Suhu rendah terutama menurunkan energi kinetik sehingga efeknya dapat berbalik saat suhu dinaikkan. Suhu sangat tinggi dapat menyebabkan denaturasi permanen.


SOAL 10 — Variabel Percobaan Enzim

Dalam praktikum, siswa ingin menguji pengaruh konsentrasi enzim terhadap kecepatan penguraian hidrogen peroksida. Mereka menyiapkan empat tabung dengan volume hidrogen peroksida sama, pH sama, dan suhu sama. Namun, setiap tabung diberi konsentrasi katalase berbeda. Volume oksigen diukur setiap menit selama lima menit. Salah satu kelompok justru mengubah konsentrasi hidrogen peroksida bersamaan dengan konsentrasi katalase. Guru meminta siswa menilai kelemahan rancangan tersebut agar hubungan sebab akibat dapat disimpulkan dengan benar. Rancangan valid hanya jika satu variabel bebas berbeda antar tabung tersebut.

Perbaikan paling tepat adalah ....

A. mengubah suhu bersama konsentrasi katalase
B. mempertahankan konsentrasi H₂O₂ sama pada semua tabung
C. menggunakan pH berbeda pada setiap tabung
D. menghilangkan kelompok kontrol
E. menghentikan pengukuran volume oksigen

Kunci: B

Pembahasan: Jika konsentrasi enzim menjadi variabel bebas, konsentrasi substrat harus dikontrol. Mengubah dua faktor sekaligus menyebabkan pengaruh masing-masing tidak dapat ditentukan.


KATABOLISME DAN RESPIRASI SEL

SOAL 11 — Fermentasi Asam Laktat 🖼️



Sel otot memperoleh ATP melalui respirasi seluler. Diagram menunjukkan glukosa diubah menjadi dua piruvat di sitoplasma, kemudian hasilnya memasuki mitokondria ketika oksigen tersedia. Pada kondisi kekurangan oksigen, piruvat lebih banyak diubah menjadi laktat sehingga NAD+ dapat tersedia kembali untuk glikolisis. Seorang siswa menyatakan fermentasi menghasilkan ATP tambahan pada tahap perubahan piruvat menjadi laktat. Pernyataan itu harus dievaluasi dengan menelusuri tahap yang benar-benar menghasilkan ATP dan fungsi utama fermentasi bagi kelangsungan glikolisis. Kondisi ini terjadi selama pasokan oksigen otot terbatas sementara.

Pernyataan yang benar adalah ....

A. pembentukan laktat menghasilkan sebagian besar ATP fermentasi
B. fermentasi menghentikan glikolisis
C. fermentasi meregenerasi NAD+ sehingga glikolisis dapat berlangsung
D. laktat menjadi penerima elektron terakhir rantai transpor elektron
E. fermentasi menghasilkan ATP melalui ATP sintase

Kunci: C

Pembahasan: ATP fermentasi berasal dari fosforilasi tingkat substrat dalam glikolisis. Konversi piruvat menjadi laktat terutama berfungsi mengoksidasi NADH menjadi NAD+.


SOAL 12 — Sprint dan Fermentasi

Seorang pelari melakukan sprint maksimal selama tiga puluh detik. Suplai oksigen ke sel otot belum mampu memenuhi kebutuhan energi yang meningkat sangat cepat. Walaupun demikian, ATP tetap dapat dihasilkan melalui glikolisis dan fermentasi laktat. Setelah aktivitas berhenti, konsumsi oksigen tetap tinggi untuk membantu pemulihan kondisi sel. Siswa diminta menjelaskan mengapa fermentasi penting selama sprint, meskipun energi yang dihasilkan per molekul glukosa jauh lebih sedikit dibandingkan respirasi aerob dalam mitokondria. Proses tersebut menjaga produksi ATP ketika oksigen masih terbatas di jaringan.

Fermentasi membantu otot terutama karena ....

A. menghasilkan lebih banyak ATP daripada respirasi aerob
B. menyediakan oksigen bagi mitokondria
C. meregenerasi NAD+ agar glikolisis tetap menghasilkan ATP
D. menggantikan seluruh fungsi mitokondria secara permanen
E. mengubah laktat langsung menjadi 36 ATP

Kunci: C

Pembahasan: Ketika oksigen terbatas, regenerasi NAD+ melalui fermentasi mempertahankan glikolisis. Walaupun hanya menghasilkan sedikit ATP, proses tersebut dapat berlangsung cepat.


SOAL 13 — Kemiosmosis 🖼️



Diagram respirasi menunjukkan NADH dan FADH2 menyerahkan elektron ke rantai transpor elektron pada membran dalam mitokondria. Energi aliran elektron digunakan memompa proton ke ruang antarmembran. Proton kemudian kembali melalui ATP sintase dan mendorong pembentukan ATP. Suatu racun membuat membran dalam sangat permeabel terhadap proton tanpa menghentikan perpindahan elektron. Konsumsi oksigen masih berlangsung, tetapi produksi ATP turun tajam. Siswa harus menentukan proses yang paling langsung terganggu oleh hilangnya gradien proton tersebut. Gangguan itu terjadi pada membran dalam saat respirasi aerob berlangsung.

Racun tersebut paling langsung mengganggu ....

A. glikolisis
B. pembentukan asetil-KoA
C. kemiosmosis melalui ATP sintase
D. pemecahan glukosa menjadi piruvat
E. pembentukan laktat

Kunci: C

Pembahasan: ATP sintase bergantung pada energi potensial gradien proton. Kebocoran proton menghilangkan gaya gerak proton sehingga pembentukan ATP turun meskipun transpor elektron masih berlangsung.


SOAL 14 — Siklus Krebs dan Oksigen

Dalam kultur sel, peneliti menambahkan senyawa yang menghambat enzim pada siklus Krebs. Setelah beberapa waktu, kadar NADH dari siklus tersebut menurun, sedangkan penggunaan oksigen oleh mitokondria ikut turun. Glikolisis masih dapat berlangsung di sitoplasma. Peneliti ingin menjelaskan hubungan antara hambatan siklus Krebs dan penurunan respirasi aerob secara keseluruhan. Jawaban harus menghubungkan produksi pembawa elektron dengan rantai transpor elektron, bukan menganggap oksigen digunakan langsung untuk memecah glukosa pada tahap glikolisis. Keterkaitan tersebut terjadi pada sel yang aktif menghasilkan energi secara aerob.

Penggunaan oksigen menurun karena ....

A. siklus Krebs menghasilkan seluruh oksigen respirasi
B. lebih sedikit NADH tersedia untuk memasok elektron ke rantai transpor elektron
C. oksigen diperlukan untuk mengubah glukosa menjadi piruvat
D. NADH merupakan enzim pemecah oksigen
E. siklus Krebs berlangsung di sitoplasma

Kunci: B

Pembahasan: NADH dan FADH₂ memasok elektron ke rantai transpor elektron. Jika produksinya berkurang, aliran elektron dan reduksi oksigen sebagai akseptor elektron terakhir juga menurun.

SOAL 15 — Keterkaitan Tahap Respirasi 🖼️



Suatu diagram menunjukkan tiga tahap respirasi aerob: glikolisis, oksidasi piruvat dan siklus Krebs, serta rantai transpor elektron. Tanda X ditempatkan pada membran dalam mitokondria tempat sebagian besar ATP terbentuk. Jika oksigen tidak tersedia, aliran elektron pada lokasi X berhenti dan NADH sulit dioksidasi kembali menjadi NAD+. Akibatnya, proses lain yang bergantung pada ketersediaan NAD+ ikut terpengaruh. Siswa diminta memprediksi perubahan yang paling masuk akal berdasarkan keterkaitan antartahap respirasi tersebut. Analisis tetap mempertimbangkan fermentasi sebagai jalur alternatif sementara bagi sel tersebut.

Jika oksigen hilang, respons sel yang paling masuk akal adalah ....

A. produksi ATP mitokondria meningkat
B. NADH semakin cepat dioksidasi pada rantai elektron
C. fosforilasi oksidatif menurun dan fermentasi dapat meningkat
D. glikolisis langsung menghasilkan oksigen
E. siklus Krebs menghasilkan NAD+ tanpa batas

Kunci: C

Pembahasan: Tanpa oksigen, rantai elektron berhenti sehingga fosforilasi oksidatif menurun. Fermentasi dapat membantu meregenerasi NAD+ agar glikolisis tetap berjalan.


SOAL 16 — Respirasi Ragi

Sel ragi ditempatkan dalam dua wadah dengan jumlah glukosa sama. Wadah A mendapat cukup oksigen, sedangkan wadah B dibuat anaerob. Setelah satu jam, glukosa pada wadah B berkurang lebih cepat, tetapi jumlah ATP per molekul glukosa lebih rendah. Ragi pada wadah B menghasilkan etanol dan karbon dioksida. Siswa diminta menjelaskan mengapa konsumsi glukosa dapat meningkat pada kondisi anaerob, dengan mempertimbangkan efisiensi produksi ATP dan kebutuhan energi sel yang relatif tetap sepanjang pengamatan. Fermentasi tidak dianggap menghasilkan energi sebanyak respirasi aerob.

Mengapa ragi B mengonsumsi glukosa lebih cepat?

A. fermentasi menghasilkan ATP lebih banyak per glukosa
B. ragi harus memetabolisme lebih banyak glukosa untuk memenuhi kebutuhan ATP
C. glukosa tidak dapat digunakan pada kondisi aerob
D. oksigen menghambat semua enzim glikolisis
E. fermentasi tidak melibatkan glikolisis

Kunci: B

Pembahasan: Fermentasi hanya menghasilkan sedikit ATP per molekul glukosa. Untuk memenuhi kebutuhan energi, lebih banyak glukosa perlu diproses.


SOAL 17 — ATP dan Oksigen 🖼️



Grafik menunjukkan produksi ATP sel terhadap kadar oksigen. Pada kadar oksigen sangat rendah, ATP masih terbentuk dalam jumlah kecil. Ketika kadar oksigen meningkat, produksi ATP naik tajam lalu mencapai keadaan relatif stabil. Peneliti kemudian menambahkan inhibitor ATP sintase dan mendapati peningkatan oksigen tidak lagi menaikkan produksi ATP secara berarti. Siswa harus menafsirkan hubungan oksigen, fosforilasi oksidatif, dan pembentukan ATP berdasarkan perubahan pola grafik sebelum serta sesudah pemberian inhibitor tersebut. Sel tetap memiliki substrat respirasi dalam jumlah cukup selama pengamatan berlangsung.

Data paling kuat mendukung kesimpulan bahwa ....

A. oksigen membentuk ATP secara langsung
B. ATP sintase diperlukan untuk memanfaatkan gradien proton dalam fosforilasi oksidatif
C. ATP sintase merupakan enzim glikolisis
D. oksigen tidak berhubungan dengan respirasi
E. seluruh ATP terbentuk tanpa enzim

Kunci: B

Pembahasan: Oksigen memungkinkan rantai transpor elektron berlangsung, tetapi energi gradien proton harus dikonversi menjadi ATP melalui ATP sintase.


SOAL 18 — Katabolisme Lemak

Seorang siswa membandingkan pemecahan glukosa dan asam lemak sebagai sumber energi. Keduanya dapat memasok molekul ke jalur respirasi, tetapi oksidasi asam lemak menghasilkan lebih banyak pembawa elektron dan ATP karena memiliki banyak ikatan kaya energi. Saat cadangan glukosa rendah, sel tertentu meningkatkan penggunaan lemak. Siswa diminta menilai pernyataan bahwa semua tahap katabolisme lemak berlangsung identik dengan glikolisis. Penilaian harus mempertimbangkan titik masuk molekul hasil pemecahan lemak ke jalur respirasi seluler. Analisis tidak menyederhanakan semua reaksi menjadi jalur metabolik yang sama.

Pernyataan yang paling tepat adalah ....

A. asam lemak harus selalu diubah menjadi glukosa sebelum respirasi
B. β-oksidasi menghasilkan asetil-KoA yang dapat memasuki siklus Krebs
C. lemak hanya dapat menghasilkan ATP tanpa oksigen
D. β-oksidasi berlangsung sebagai bagian dari glikolisis
E. katabolisme lemak tidak menghasilkan NADH

Kunci: B

Pembahasan: Asam lemak mengalami β-oksidasi menghasilkan asetil-KoA serta pembawa elektron. Asetil-KoA kemudian dapat masuk ke siklus Krebs.


SOAL 19 — Struktur Mitokondria 🖼️



Pada skema mitokondria, bagian P adalah matriks, Q membran dalam, dan R ruang antarmembran. Enzim siklus Krebs banyak terdapat di P, sedangkan rantai transpor elektron berada pada Q. Selama respirasi, konsentrasi proton meningkat di R. Jika membran Q rusak sehingga proton bebas kembali tanpa melewati ATP sintase, oksidasi NADH dapat tetap terjadi tetapi pembentukan ATP menurun. Siswa diminta menentukan alasan paling tepat berdasarkan hubungan struktur mitokondria dan mekanisme kemiosmosis pada respirasi aerob. Kondisi normal membutuhkan gradien agar ATP terbentuk efisien.

Kerusakan Q menurunkan ATP terutama karena ....

A. glukosa tidak dapat masuk sitoplasma
B. gradien proton tidak dapat dipertahankan
C. piruvat tidak terbentuk
D. oksigen berubah menjadi NADH
E. seluruh enzim Krebs berada pada membran luar

Kunci: B

Pembahasan: Membran dalam mempertahankan perbedaan konsentrasi proton antara ruang antarmembran dan matriks. Kebocoran membran menghilangkan gradien yang diperlukan ATP sintase.


SOAL 20 — Interpretasi Data Respirasi

Dalam percobaan respirasi kecambah, massa kecambah dan suhu dibuat sama. Kelompok A mendapat glukosa tambahan, sedangkan kelompok B tidak. Laju respirasi diukur dari perubahan konsentrasi karbon dioksida. Hasil menunjukkan kelompok A menghasilkan lebih banyak karbon dioksida. Namun, siswa langsung menyimpulkan bahwa glukosa pasti satu-satunya faktor yang menentukan laju respirasi. Guru meminta evaluasi terhadap kesimpulan itu karena kondisi fisiologis kecambah dan ketersediaan oksigen juga dapat memengaruhi hasil. Pilih penafsiran ilmiah yang paling tepat. Penilaian harus mengikuti data dan keterbatasan rancangan percobaan.

Kesimpulan yang paling tepat adalah ....

A. glukosa terbukti menjadi satu-satunya pengatur respirasi
B. glukosa tambahan berkaitan dengan peningkatan respirasi pada kondisi percobaan tersebut
C. oksigen tidak memengaruhi respirasi
D. karbon dioksida tidak berkaitan dengan katabolisme
E. semua kecambah pasti memiliki laju respirasi sama

Kunci: B

Pembahasan: Data mendukung pengaruh glukosa dalam kondisi eksperimen, tetapi tidak membuktikan bahwa glukosa merupakan satu-satunya faktor pengatur respirasi.


ANABOLISME DAN FOTOSINTESIS

SOAL 21 — Intensitas Cahaya 🖼️



Daun tanaman air diberi cahaya dengan intensitas berbeda. Diagram menunjukkan laju fotosintesis meningkat pada intensitas rendah hingga sedang, kemudian mencapai titik jenuh meskipun cahaya terus ditambah. Suhu dan konsentrasi karbon dioksida dipertahankan tetap. Pada intensitas sangat tinggi, laju justru sedikit menurun. Siswa diminta menafsirkan mengapa cahaya tidak lagi menjadi faktor pembatas setelah titik tertentu dan mengapa kondisi ekstrem dapat mengganggu komponen fotosintetik yang berperan dalam penangkapan energi cahaya. Pengamatan dilakukan secara terkontrol pada sistem fotosintesis tanaman di laboratorium sekolah tersebut.

 

Pada bagian mendatar, penambahan cahaya tidak meningkatkan fotosintesis karena ....

A. fotosintesis telah berhenti permanen
B. faktor lain seperti kapasitas enzim atau CO₂ menjadi pembatas
C. klorofil tidak lagi menyerap cahaya sama sekali
D. oksigen berubah menjadi karbon dioksida
E. ATP tidak pernah dibentuk pada cahaya tinggi

Kunci: B

Pembahasan: Setelah cahaya tidak lagi menjadi faktor pembatas, kapasitas enzimatik, CO₂, suhu, atau faktor lainnya dapat menentukan laju maksimum fotosintesis.


SOAL 22 — CO₂ dan Siklus Calvin

Tanaman ditempatkan di ruang tertutup dengan cahaya cukup, suhu optimum, dan air tersedia. Konsentrasi karbon dioksida kemudian diturunkan secara bertahap. Laju pembentukan glukosa ikut menurun walaupun reaksi terang masih dapat menghasilkan ATP dan NADPH. Setelah karbon dioksida ditambahkan kembali, laju sintesis karbohidrat meningkat. Siswa harus menjelaskan hubungan antara ketersediaan karbon dioksida, siklus Calvin, dan pemanfaatan ATP serta NADPH untuk pembentukan senyawa organik tanpa menyamakan reaksi terang dengan fiksasi karbon. Semua faktor lain pada percobaan dijaga relatif konstan selama pengamatan berlangsung.

Penurunan pembentukan karbohidrat terjadi terutama karena ....

A. karbon dioksida merupakan akseptor elektron terakhir respirasi
B. karbon dioksida menyediakan karbon yang difiksasi dalam siklus Calvin
C. karbon dioksida langsung menghasilkan ATP pada tilakoid
D. ATP tidak dibutuhkan siklus Calvin
E. NADPH hanya digunakan dalam respirasi

Kunci: B

Pembahasan: CO₂ merupakan sumber karbon bagi pembentukan senyawa organik. ATP dan NADPH dari reaksi terang menyediakan energi dan daya reduksi bagi siklus Calvin.


SOAL 23 — Fotosistem II 🖼️



Skema kloroplas memperlihatkan tilakoid sebagai lokasi reaksi terang dan stroma sebagai lokasi siklus Calvin. Air dipecah pada membran tilakoid, menghasilkan elektron, proton, dan oksigen. ATP serta NADPH kemudian digunakan di stroma. Jika suatu zat menghambat aliran elektron fotosistem II, produksi ATP dan NADPH menurun. Siswa diminta memprediksi dampak lanjutan terhadap pembentukan gula, sekalipun enzim siklus Calvin tidak rusak secara langsung, berdasarkan ketergantungan antartahap fotosintesis yang terlihat pada skema tersebut. Tanaman tetap menerima cahaya dan karbon dioksida dalam jumlah yang cukup.

Akibat paling mungkin adalah ....

A. sintesis gula meningkat
B. siklus Calvin melambat karena kekurangan ATP dan NADPH
C. CO₂ berubah langsung menjadi ATP
D. Rubisco menggantikan fotosistem II
E. respirasi tanaman berhenti total

Kunci: B

Pembahasan: Reaksi terang memasok ATP dan NADPH bagi siklus Calvin. Gangguan fotosistem II dapat menurunkan keduanya sehingga reduksi karbon dan pembentukan gula ikut menurun.


SOAL 24 — Anabolisme pada Malam Hari

Pada malam hari, tanaman tidak menerima cahaya tetapi selnya tetap melakukan respirasi. Seorang siswa menyatakan semua proses anabolisme berhenti total karena tidak ada cahaya. Temannya berpendapat bahwa beberapa sintesis molekul tetap dapat berlangsung selama tersedia ATP, bahan baku, dan enzim yang sesuai. Guru meminta mereka menilai kedua pendapat dengan membedakan fotosintesis sebagai salah satu bentuk anabolisme dari proses anabolik lain yang tidak secara langsung memerlukan cahaya pada setiap tahap reaksi seluler. Proses tersebut dapat berlangsung pada tumbuhan saat malam hari.

Pernyataan paling tepat adalah ....

A. semua anabolisme selalu membutuhkan cahaya langsung
B. fotosintesis adalah satu-satunya proses anabolisme
C. beberapa proses sintesis dapat berlangsung tanpa cahaya langsung jika energi dan bahan tersedia
D. respirasi merupakan proses anabolisme
E. tidak ada ATP dalam tumbuhan pada malam hari

Kunci: C

Pembahasan: Anabolisme mencakup berbagai reaksi penyusunan molekul. Tidak semuanya bergantung langsung pada cahaya; energi dapat berasal dari ATP yang tersedia melalui metabolisme sel.


SOAL 25 — Regenerasi RuBP 🖼️


Diagram siklus Calvin menunjukkan karbon dioksida masuk dan berikatan dengan RuBP melalui enzim Rubisco. Setelah beberapa tahap, terbentuk G3P dan RuBP diregenerasi menggunakan ATP. Jika regenerasi RuBP terhambat, jumlah RuBP menurun dari waktu ke waktu walaupun cahaya, karbon dioksida, ATP, dan NADPH tersedia. Siswa harus menentukan akibat paling logis terhadap laju fiksasi karbon berikutnya dan menjelaskan mengapa ketersediaan satu molekul akseptor dapat membatasi keseluruhan proses anabolisme tersebut. Faktor lingkungan lain tetap berada pada kondisi optimum bagi fotosintesis berkelanjutan selama pengamatan.

Jika regenerasi RuBP terganggu, maka ....

A. fiksasi CO₂ akhirnya menurun karena akseptor CO₂ semakin sedikit
B. Rubisco menghasilkan RuBP tanpa energi
C. produksi G3P meningkat tanpa batas
D. reaksi terang langsung berhenti
E. oksigen menjadi pengganti RuBP

Kunci: A

Pembahasan: RuBP diperlukan sebagai akseptor CO₂. Jika tidak diregenerasi, jumlah RuBP berkurang dan fiksasi karbon tidak dapat dipertahankan.



Komentar

Postingan Populer