Kumpulan tugas Belajar Mandiri (BM) pada Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru Biologi MGMP KBB

 


BM.1.a. Unggah Tugas Inkuiri Kolaboratif

Tugas Mandiri: Refleksi Pengalaman Kelas

Pada aktivitas ini, Bapak/Ibu diminta untuk merefleksikan pengalaman nyata di kelas sebagai langkah awal dalam memahami siklus Inkuiri Kolaboratif.

Silakan jawab pertanyaan-pertanyaan pemantik berikut secara ringkas:

  1. Apa satu masalah pembelajaran yang paling sering terjadi di kelas Bapak/Ibu?
  2. Data atau informasi apa yang menunjukkan bahwa masalah tersebut terjadi?
  3. Menurut Bapak/Ibu, apa kemungkinan penyebab dari masalah tersebut?
  4. Jika dikaitkan dengan siklus inkuiri kolaboratif, pada tahap mana Bapak/Ibu sudah pernah melakukannya? Jelaskan singkat.

Catatan:

  • Bapak/Ibu bisa langsung mengetikkan jawaban Bapak/Ibu secara langsung pada text entry atau mengupload nya dalam bentuk file
  • Format file yang diperbolehkan: PDF/DOCX
  • Nama file:
    • BM 2 - IK - NamaLengkap
Jawab :

1. Apa satu masalah pembelajaran yang paling sering terjadi di kelas Bapak/Ibu?

Masih rendahnya keaktifan dan kemampuan berpikir kritis murid dalam pembelajaran Biologi. Sebagian murid cenderung pasif dan lebih banyak menghafal daripada memahami konsep.

2. Data atau informasi apa yang menunjukkan bahwa masalah tersebut terjadi?

Hasil asesmen formatif menunjukkan sebagian murid belum mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu, saat diskusi kelompok, hanya beberapa murid yang aktif bertanya, menjawab, dan menyampaikan pendapat.

3. Menurut Bapak/Ibu, apa kemungkinan penyebab dari masalah tersebut?

Perbedaan kemampuan awal murid, kurangnya rasa percaya diri, serta pembelajaran yang belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan dan karakteristik murid.

4. Jika dikaitkan dengan siklus inkuiri kolaboratif, pada tahap mana Bapak/Ibu sudah pernah melakukannya? Jelaskan singkat.

Saya sudah melakukan tahap identifikasi masalah (Assess), perencanaan (Design), dan pelaksanaan (Implement) melalui analisis hasil asesmen, diskusi dengan rekan guru, serta penerapan pembelajaran berbasis masalah dan diskusi kelompok. Saya juga mulai melakukan refleksi hasil pembelajaran untuk menentukan perbaikan pada pertemuan berikutnya.

BM.2. Pola Pikir Bertumbuh

etelah Bapak/Ibu membaca bahan bacaan mengenai Pola Pikir Bertumbuh, Bapak/Ibu disilakan:

  • Membuat peta pikiran PPB sederhana.
  • Mereviu RPP eksisting yang telah dimiliki untuk mengintegrasikan PPB dalam aktivitas pembelajaran dengan menggunakan LK 4 - PPB - Instrumen reviu Perencanaan Pembelajaran Terintegrasi PPB

Untuk dapat mendapatkan File jawaban BM.1 Tugas Inkuiri (Klik disini )


BM.3. Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Setelah Bapak/Ibu membaca bahan bacaan mengenai Pendekatan Pembelajaran Mendalam, Bapak/Ibu disilakan:

  • Mengerjakan lembar kerja (25 menit) dengan menggunakan LK 1 - PM - Pendekatan Pembelajaran Mendalam
  • Membuat refleksi pembelajaran (20 menit)
Untuk mendapatakan file jawaban BM 3 Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Klik disini )


BM.4. Perencanaan dan Asesmen Pembelajaran

Setelah Bapak/Ibu membaca bahan bacaan mengenai Perencanaan dan Asesmen Pembelajaran, Bapak/Ibu disilakan:

  • Membuat mind map tentang perencanaan pembelajaran mendalam
  • Membuat resume dan memberikan contoh penerapan asesmen formatif (pada awal dan proses pembelajaran) dan asesmen sumatif (pada akhir pembelajaran)
  • Mempelajari cara mengintegrasikan nilai-nilai  karakter berdasarkan DPL

Untuk mendapatkan file jawaban BM 4 Peta Konsep ( Klik Disini)
Untuk mendapatkan file Jawabanb BM 4 Resume dan Contoh Asesmen (Klik Disini)


BM.5. Pemanfaatan Media / Papan Interaktif Digital

Kasus 1

Perhatikan situasi berikut:

Seorang pendidik menampilkan peta digital Indonesia pada papan interaktif digital. murid diminta mengidentifikasi potensi sumber daya alam pada beberapa wilayah dan menuliskan hasil diskusinya langsung pada papan tersebut.

Pertanyaan:

  1. Mengapa kegiatan tersebut dapat dikatakan menggunakan papan interaktif digital?
  2. Bagaimana kegiatan tersebut dapat mendukung pembelajaran mendalam?
Jawaban :

1. Mengapa kegiatan tersebut dapat dikatakan menggunakan papan interaktif digital?

Karena papan interaktif digital memungkinkan pendidik dan murid berinteraksi secara langsung dengan materi pembelajaran. Murid tidak hanya melihat peta digital Indonesia, tetapi juga dapat menandai wilayah, menuliskan hasil diskusi, dan menyampaikan pendapat pada papan secara aktif dan kolaboratif.

2. Bagaimana kegiatan tersebut dapat mendukung pembelajaran mendalam?

Kegiatan tersebut mendukung tiga prinsip Pembelajaran Mendalam, yaitu:

  • Berkesadaran (Mindful): Murid aktif mengamati, berpikir kritis, dan memahami potensi sumber daya alam setiap wilayah.

  • Bermakna (Meaningful): Murid menghubungkan informasi pada peta dengan kondisi geografis dan kehidupan nyata masyarakat Indonesia.

  • Menggembirakan (Joyful): Pembelajaran menjadi menarik, interaktif, dan kolaboratif sehingga meningkatkan motivasi belajar murid.

Selain itu, kegiatan ini mengembangkan kemampuan bernalar kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah melalui pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.

Kesimpulan: Papan interaktif digital bukan sekadar alat menampilkan materi, tetapi menjadi sarana untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada murid.

Studi Kasus 2

Perhatikan contoh kegiatan berikut:

Seorang pendidik menggunakan platform pembelajaran digital untuk mengunggah video pembelajaran, modul elektronik, dan kuis online. murid diminta mempelajari video terlebih dahulu, kemudian membaca modul, dan mendiskusikan materi tersebut melalui forum diskusi sebelum mengerjakan kuis.

Pertanyaan:

  1. Mengapa kegiatan tersebut termasuk contoh integrasi platform, media, dan konten pembelajaran digital?
  2. Bagaimana kegiatan tersebut dapat membantu murid memahami materi secara lebih mendalam?
Jawaban :

1. Mengapa kegiatan tersebut termasuk contoh integrasi platform, media, dan konten pembelajaran digital?

Karena kegiatan tersebut menggabungkan tiga komponen pembelajaran digital yang saling mendukung, yaitu:

  • Platform digital: Digunakan sebagai sarana mengelola pembelajaran, mengakses materi, berdiskusi, dan mengerjakan kuis.

  • Media digital: Berupa video pembelajaran, modul elektronik, dan forum diskusi yang membantu murid belajar secara interaktif.

  • Konten digital: Berisi materi pembelajaran dan soal evaluasi yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Integrasi ketiganya menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, terarah, dan berpusat pada murid.

2. Bagaimana kegiatan tersebut dapat membantu murid memahami materi secara lebih mendalam?

Kegiatan tersebut mendukung tiga prinsip Pembelajaran Mendalam, yaitu:

  • Berkesadaran (Mindful): Murid belajar secara mandiri melalui video dan modul serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.

  • Bermakna (Meaningful): Murid menghubungkan informasi dari berbagai sumber, berdiskusi, dan membangun pemahaman konsep secara lebih mendalam.

  • Menggembirakan (Joyful): Penggunaan media yang bervariasi membuat pembelajaran lebih menarik dan meningkatkan keterlibatan murid.

Selain itu, kegiatan ini mendukung pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi melalui kegiatan mempelajari materi, berdiskusi, serta mengerjakan kuis dan meninjau umpan baliknya.

Kesimpulan: Integrasi platform, media, dan konten digital membantu murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif membangun pengetahuan, berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengevaluasi pemahamannya sehingga pembelajaran menjadi lebih mendalam dan bermakna.

Studi Kasus 3

Studi Kasus: Anda adalah seorang pendidik yang mengajar di kelas dengan tingkat pemahaman murid yang beragam. Anda ingin menggunakan PID untuk memastikan semua murid memahami konsep "Siklus Air" sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.

Pertanyaan: Jelaskan bagaimana Anda mengintegrasikan PID sebagai alat asesmen formatif sekaligus instrumen pembelajaran berdiferensiasi dalam sesi tersebut! Sebutkan aplikasi atau fitur PID yang Anda gunakan

Jawaban : 

Saya akan mengintegrasikan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai alat asesmen formatif sekaligus sarana pembelajaran berdiferensiasi agar seluruh murid dapat memahami konsep Siklus Air sesuai kemampuan dan kebutuhan belajarnya.

1. Penggunaan PID untuk Asesmen Formatif

Saya menampilkan animasi Siklus Air melalui PID, kemudian mengajak murid mengidentifikasi proses evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi.

Evaporation
Sunlight lifts invisible water vapor from surface water and plants.
Water vapor rises from water and plants.
RunoffGroundwater
Beri masukan

Selanjutnya, saya memberikan kuis interaktif menggunakan Quizizz (Wayground), Kahoot!, atau Wordwall yang ditampilkan melalui PID. Hasil kuis digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman murid dan mengidentifikasi konsep yang masih sulit dipahami.

2. Penggunaan PID untuk Pembelajaran Berdiferensiasi

Berdasarkan hasil asesmen formatif, saya membagi murid menjadi tiga kelompok belajar:

  • Kelompok 1 (Perlu Bimbingan): Mempelajari kembali konsep Siklus Air melalui animasi interaktif dan menyusun urutan proses dengan bantuan guru.

  • Kelompok 2 (Cukup Memahami): Menggunakan fitur anotasi PID untuk melengkapi diagram Siklus Air dan menjelaskan hubungan antartahap.

  • Kelompok 3 (Mahir): Menganalisis pengaruh penggundulan hutan dan perubahan iklim terhadap Siklus Air serta mempresentasikan solusi melalui PID.

3. Aplikasi dan Fitur PID yang Digunakan

  • Whiteboard digital: Untuk menggambar, menandai, dan melengkapi diagram Siklus Air.

  • YouTube atau animasi interaktif: Untuk memvisualisasikan tahapan Siklus Air.

  • Quizizz/Wayground atau Kahoot!: Untuk asesmen formatif dan memperoleh umpan balik cepat.

  • Wordwall: Untuk permainan mencocokkan konsep dan tahapan Siklus Air.

4. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Di akhir pembelajaran, murid mengerjakan exit ticket berupa tiga pertanyaan singkat melalui PID. Saya menganalisis hasilnya untuk menentukan murid yang memerlukan penguatan atau siap melanjutkan materi berikutnya.

Kesimpulan:

Pengintegrasian PID memungkinkan saya melakukan asesmen formatif secara langsung, memberikan umpan balik, dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan murid. Dengan demikian, pembelajaran menjadi berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai kemampuan dan perkembangannya.

Studi Kasus 4

Pertanyaan Latihan :

Ibu Budi mengajar IPA di kelas 5 SD pada materi "Sistem Peredaran Darah Manusia". Selama ini, ia hanya menggunakan gambar diam di buku paket, dan sebagian besar siswa kesulitan memahami alur darah, mengakibatkan rendahnya hasil belajar. Sekolah baru saja menyediakan Papan Interaktif Digital (PID). Ibu Budi ingin menggunakan PID tersebut agar siswa tidak hanya melihat, tetapi "mengalami" proses peredaran darah untuk mencapai pemahaman mendalam (deep learning).

Soal Uraian (Analisis & Penerapan):

Berdasarkan pendekatan pembelajaran mendalam, rancanglah sebuah aktivitas pembelajaran selama 15 menit menggunakan fitur-fitur PID (seperti drag-and-drop, anotasi, simulasi, atau simulasi 3D) yang dapat mengubah konsep abstrak sistem peredaran darah menjadi konkret.

Jelaskan bagaimana aktivitas yang Anda rancang dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara kinestetik dan kognitif dibandingkan metode konvensional.

Jawaban :

Rancangan Aktivitas Pembelajaran Menggunakan PID (15 Menit)

Materi: Sistem Peredaran Darah Manusia
Kelas: V SD
Pendekatan: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Media: Papan Interaktif Digital (PID) dengan fitur simulasi 3D, drag-and-drop, dan anotasi.

1. Langkah-Langkah Pembelajaran

Waktu

Aktivitas Pembelajaran

3 menit – Memahami

Guru menampilkan animasi 3D jantung dan peredaran darah. Siswa mengamati aliran darah dari jantung ke paru-paru dan seluruh tubuh.

7 menit – Mengaplikasi

Siswa bergantian menggunakan fitur drag-and-drop untuk menyusun urutan aliran darah pada PID. Siswa menggunakan anotasi merah untuk darah kaya oksigen dan biru untuk darah miskin oksigen, kemudian menjelaskan alasan pemilihannya.

5 menit – Merefleksi

Guru memberikan tantangan: "Mengapa jantung berdetak lebih cepat setelah berlari?" Siswa berdiskusi, menyampaikan jawaban, dan menuliskan kesimpulan melalui PID.

2. Meningkatkan Keterlibatan Kinestetik dan Kognitif

Keterlibatan Kinestetik:

Siswa tidak hanya melihat gambar, tetapi aktif menyentuh layar, menggeser objek, menyusun jalur peredaran darah, dan melakukan simulasi. Aktivitas ini meningkatkan koordinasi gerak sekaligus keterlibatan dalam pembelajaran.

Keterlibatan Kognitif:

Siswa dilatih mengamati, menganalisis, mengurutkan, menjelaskan hubungan antarorgan, dan memecahkan masalah. Kesalahan penyusunan jalur darah dapat langsung diperbaiki melalui umpan balik guru dan teman.

3. Keterkaitan dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam

  • Berkesadaran (Mindful): Siswa memahami tujuan pembelajaran dan aktif mengamati proses peredaran darah.

  • Bermakna (Meaningful): Siswa menghubungkan konsep peredaran darah dengan perubahan detak jantung setelah beraktivitas.

  • Menggembirakan (Joyful): Simulasi interaktif dan permainan menyusun jalur darah membuat pembelajaran lebih menarik dan menantang.

4. Asesmen Formatif

Pada akhir kegiatan, guru meminta siswa melengkapi jalur peredaran darah berikut melalui PID:

Peredaran darah kecil: Bilik kanan → paru-paru → serambi kiri.

Peredaran darah besar: Bilik kiri → seluruh tubuh → serambi kanan.

Guru menggunakan ketepatan urutan dan penjelasan siswa untuk mengidentifikasi pemahaman serta menentukan tindak lanjut pembelajaran.

Kesimpulan

Penggunaan PID mengubah pembelajaran dari pasif menjadi aktif dan interaktif. Dibandingkan metode gambar diam, siswa memperoleh pengalaman visual, kinestetik, dan kognitif melalui simulasi, manipulasi objek, diskusi, dan refleksi.

Dengan demikian, siswa tidak sekadar menghafal bagian jantung, tetapi mampu memahami proses peredaran darah serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

BM.6. Penguatan Materi Esensial

Kegiatan Pembelajaran

Setelah Bapak/Ibu membaca bahan bacaan mengenai Penguatan Materi Esensial, Bapak/Ibu disilakan:

  • Membuat Mind map komponen Panduan Mata Pelajaran
  • Memetakan materi esensial berdasarkan buku panduan mata pelajaran.

Untuk mendapatkan jawaban dapat diunduh file (Klik disini)

Komentar

Postingan Populer