INSTRUMEN REVIU PERENCANAAN PEMBELAJARAN TERINTEGRASI POLA PIKIR BERTUMBUH
Lembar Kerja-4. Instrumen
reviu Perencanaan Pembelajaran Terintegrasi PPB
INSTRUMEN
REVIU PERENCANAAN PEMBELAJARAN
TERINTEGRASI
POLA PIKIR BERTUMBUH
IDENTITAS
Nama Pendidik : Wety Dwi Yuningsih
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : XII / Fase F
Tanggal reviu : 20 Agustus 2026
INSTRUMEN REVIU
|
NO |
ASPEK |
YA/TIDAK |
CATATAN |
|
1 |
Kegiatan
pembelajaran diawali dengan pertanyaan pemantik yang mengaitkan materi dengan
kehidupan nyata murid agar murid menyadari relevansi materi tersebut bagi
kehidupannya. |
YA |
Pembelajaran diawali dengan pertanyaan pemantik
yang dekat dengan kehidupan murid, misalnya fenomena biologis sehari-hari.
Murid menghubungkan pengalaman awal dengan konsep yang akan dipelajari
sehingga relevansi, tujuan, dan manfaat belajar menjadi jelas. |
|
Kegiatan
pembelajaran memuat tugas/proyek/aktivitas dengan tingkat kesulitan
berjenjang (scaffolding), di mana murid berkesempatan untuk mencoba
dan berusaha. |
YA |
Aktivitas disusun bertahap: mengamati stimulus,
menemukan informasi penting, mendiskusikan konsep, menganalisis kasus, lalu
menyelesaikan tugas yang lebih kompleks. Bantuan guru diberikan di awal dan
dikurangi secara bertahap agar murid semakin mandiri. |
|
|
3 |
Kegiatan
pembelajaran memberi ruang murid memetakan potensi kesulitan yang mungkin
muncul, sehingga mental mereka siap (resilien) dan tidak kaget saat
benar-benar menghadapi hambatan. |
YA |
Sebelum tugas dimulai, murid memprediksi bagian
yang mungkin sulit, menuliskan kendala yang dapat muncul, serta menentukan
strategi atau bantuan yang dapat digunakan. Kegiatan ini menyiapkan mental
murid agar lebih resilien ketika menghadapi hambatan. |
|
4 |
Kegiatan pembelajaran memberikan tantangan berpikir pada murid. |
YA |
Murid memperoleh pertanyaan dan tugas yang
menuntut penalaran, analisis sebab-akibat, interpretasi data/gambar, serta
penerapan konsep pada situasi baru, tidak hanya mengingat informasi. |
|
5 |
Kegiatan
pembelajaran memberikan ruang bagi murid untuk mencoba dan melakukan
kesalahan. |
YA |
Murid diberi kesempatan mencoba jawaban,
membuat hipotesis, memperbaiki hasil kerja, dan belajar dari kekeliruan.
Kesalahan diposisikan sebagai bagian wajar dari proses belajar dan bahan
untuk menemukan strategi yang lebih tepat. |
|
6 |
Kegiatan
pembelajaran memberikan kesempatan dan dorongan untuk mengevaluasi strategi
berpikirnya. |
YA |
Setelah aktivitas, murid menilai kembali
strategi berpikir yang digunakan: apa yang efektif, apa yang belum berhasil,
mengapa hal itu terjadi, dan strategi apa yang perlu diperbaiki atau dipakai
pada tugas berikutnya. |
|
7 |
Kegiatan
pembelajaran dapat memberikan lingkungan aman bagi murid untuk mencoba dan
gagal. |
YA |
Guru membangun suasana kelas yang menghargai
proses, tidak mempermalukan jawaban yang keliru, dan mendorong murid
bertanya, mencoba, serta menyampaikan pendapat. Kesalahan ditanggapi dengan
arahan perbaikan, bukan pelabelan kemampuan. |
|
8 |
Terdapat
ruang bagi murid untuk melakukan refleksi atas proses dan hasil belajar. |
YA |
Pada akhir kegiatan, murid melakukan refleksi
proses dan hasil belajar melalui pertanyaan/exit ticket, misalnya: apa yang
sudah dipahami, bagian yang masih menantang, strategi yang membantu, dan
tindak lanjut yang diperlukan. |
|
9 |
Terdapat
ruang bagi pendidik untuk memberikan umpan balik yang berfokus pada strategi
dan usaha murid. |
YA |
Umpan balik guru menekankan strategi, proses,
ketekunan, dan usaha serta memberi arahan spesifik untuk perbaikan. Pujian
diarahkan pada kemajuan dan strategi belajar, bukan semata-mata pada label
kemampuan seperti 'pintar'. |
|
10 |
Kegiatan
pembelajaran di akhiri dengan pertanyaan pemantik yang lebih mendalam
sehingga murid menyadari evolusi belajarnya. |
YA |
Pembelajaran ditutup dengan pertanyaan
reflektif yang lebih mendalam, misalnya: 'Apa pemahamanmu yang berubah?',
'Strategi apa yang paling membantumu?', dan 'Apa yang akan kamu lakukan
berbeda jika menghadapi masalah serupa?'. Murid diajak menyadari perkembangan
belajarnya. |
Kesimpulan Reviu: Perencanaan pembelajaran telah
mengintegrasikan seluruh indikator Pola Pikir Bertumbuh (PPB). Penguatan perlu
dijaga melalui konsistensi refleksi, umpan balik yang berfokus pada proses dan
strategi, serta lingkungan aman agar murid berani mencoba, keliru, memperbaiki,
dan berkembang.

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berkomemtar sesuai dengan topik artikel yang di bahas. Tidak boleh memasang link.