Unggah Tugas Perencanaan dan Asesmen Pembelajaran Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru.

 Pada aktivitas ini, Bapak/Ibu diminta untuk mengunggah hasil Kegiatan Belajar Mandiri, berupa : 

  • Mind map tentang perencanaan pembelajaran mendalam, dan
  • Resume materi disertai contoh penerapan asesmen formatif dan sumatif.

Dalam 2 file terpisah.

Catatan:

  • Format file yang diperbolehkan: PDF/DOCX



RESUME MATERI

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

Disertai Contoh Penerapan Asesmen Formatif dan Sumatif

——————————————————————

1. Pengertian Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang dirancang agar murid tidak hanya mengetahui informasi, tetapi mampu memahami, menghubungkan, menerapkan, dan merefleksikan pengetahuan dalam berbagai situasi. Perencanaan pembelajaran berorientasi pada kebutuhan murid dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

2. Prinsip Utama Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran mendalam menekankan tiga prinsip utama, yaitu mindful, meaningful, dan joyful. Mindful berarti murid belajar dengan kesadaran terhadap tujuan, proses, dan perkembangan belajarnya. Meaningful berarti pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman dan kehidupan nyata sehingga materi memiliki makna bagi murid. Joyful berarti pembelajaran berlangsung dalam suasana positif, menantang, aman, dan menyenangkan.

3. Komponen Perencanaan Pembelajaran

Dalam perencanaan pembelajaran mendalam, guru perlu memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik dan kebutuhan murid, pengalaman belajar, strategi pembelajaran, lingkungan belajar, media dan sumber belajar, asesmen, serta refleksi dan tindak lanjut.

4. Pengalaman Belajar Murid

Tujuan pembelajaran dirumuskan secara jelas dan mengarah pada kompetensi yang ingin dicapai. Kegiatan pembelajaran sebaiknya memberi kesempatan kepada murid untuk mengamati, bertanya, mengeksplorasi, berdiskusi, memecahkan masalah, berkolaborasi, menciptakan karya, serta merefleksikan pengalaman belajarnya.

5. Lingkungan Belajar dan Pola Pikir Bertumbuh

Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Murid diberi ruang untuk mencoba, membuat kesalahan, menerima umpan balik, kemudian memperbaiki hasil belajarnya. Hal ini mendukung pola pikir bertumbuh, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui usaha, strategi yang tepat, refleksi, dan latihan.

6. Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam

Asesmen menjadi bagian dari keseluruhan proses belajar. Asesmen digunakan untuk mengetahui kondisi awal murid, memantau perkembangan belajar, memberikan umpan balik, serta menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran.

A. Asesmen Formatif

Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran. Tujuannya bukan sekadar memberikan nilai, tetapi mengetahui sejauh mana pemahaman murid berkembang dan menentukan tindak lanjut pembelajaran.

Contoh penerapan pada Biologi – Difusi dan Osmosis

·       Guru mengajukan pertanyaan pemantik: “Mengapa irisan mentimun yang diberi garam lama-kelamaan mengeluarkan air?”

·       Setelah praktikum kentang pada larutan dengan konsentrasi berbeda, murid mengisi tabel pengamatan dan menjawab perubahan massa kentang, arah perpindahan air, kondisi hipotonik/hipertonik, serta hubungan konsentrasi larutan dengan osmosis.

·       Guru memberikan umpan balik, misalnya: “Kesimpulanmu sudah menunjukkan arah perpindahan air, tetapi coba hubungkan kembali dengan perbedaan konsentrasi zat terlarut.”

·       Pada akhir pembelajaran digunakan exit ticket 3–2–1: 3 hal yang dipahami, 2 contoh osmosis dalam kehidupan sehari-hari, dan 1 pertanyaan yang masih dimiliki murid.

B. Asesmen Sumatif

Asesmen sumatif dilakukan setelah satu lingkup materi atau periode pembelajaran selesai untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Bentuknya dapat berupa tes tertulis, laporan praktikum, presentasi, produk, atau proyek.

Contoh soal sumatif berbasis kasus

Seorang pedagang sayuran merendam sayuran yang mulai layu ke dalam air sebelum dijual. Beberapa waktu kemudian sayuran menjadi lebih segar dan kaku. Jelaskan proses yang menyebabkan perubahan tersebut berdasarkan konsep osmosis.

Jawaban yang diharapkan: Air di lingkungan luar sel memiliki konsentrasi zat terlarut lebih rendah dibandingkan cairan di dalam sel. Air masuk ke dalam sel melalui membran secara osmosis sehingga tekanan turgor meningkat dan jaringan tumbuhan menjadi lebih kaku atau segar.

Contoh tugas proyek sumatif

Murid membuat infografis berjudul “Osmosis dalam Kehidupan Sehari-hari”. Murid menemukan minimal tiga contoh, menjelaskan proses biologinya, dan menghubungkannya dengan konsep hipotonik, isotonik, atau hipertonik.

Rubrik penilaian proyek:

Aspek

Indikator

Ketepatan konsep

Penjelasan osmosis sesuai konsep ilmiah

Analisis

Mampu menghubungkan konsep dengan fenomena nyata

Kreativitas

Produk menarik dan komunikatif

Komunikasi

Informasi disampaikan secara sistematis

Refleksi

Murid mampu menjelaskan hal yang dipelajari

7. Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif

Aspek

Formatif

Sumatif

Waktu

Selama proses belajar

Setelah pembelajaran

Tujuan

Memperbaiki proses belajar

Menilai ketercapaian tujuan

Fokus

Perkembangan murid

Hasil belajar

Contoh

Pertanyaan pemantik, kuis, LKPD, observasi, exit ticket

Tes, proyek, laporan, presentasi

Tindak lanjut

Umpan balik, remedial, pengayaan

Pelaporan capaian dan tindak lanjut

8. Kesimpulan

Dalam pembelajaran mendalam, asesmen formatif dan sumatif saling melengkapi. Asesmen formatif membantu guru dan murid mengetahui posisi belajar serta menentukan langkah perbaikan, sedangkan asesmen sumatif memberikan gambaran tentang ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan asesmen yang autentik, berkelanjutan, memberikan umpan balik, dan berorientasi pada perkembangan murid, proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi membantu murid memahami, mengalami, menerapkan, dan merefleksikan pembelajaran secara bermakna.


Komentar

Postingan Populer